alexametrics
26.7 C
Pontianak
Wednesday, May 18, 2022

Jalur Khusus Lansia dan Ibu Hamil

AMBAWANG KUALA – Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan menginginkan penyelanggaraan vaksinasi bagi warga lanjut usia (lansia) dan ibu hamil di Kubu Raya bisa dioptimalkan, dengan memberikan jalur pelayanan khusus.

Sebelumnya, sebagian lansia dan ibu hamil di kabupaten ini juga sudah mengikuti vaksinasi, namun dinilai dia belum memberikan kemudahan lantaran juga harus mengantre bersama masyarakat umum lainnya.

“Makanya untuk memudahkan kalangan lansia dan ibu hamil mengikuti vaksinasi, kali ini kami buatkan undangan khusus untuk mengikuti vaksinasi sehingga mereka tidak lagi mengantre dan bercampur dengan masyarakat umum lainnya,” kata Muda, Selasa (31/8) usai meninjau pelaksanaan vaksinasi di Aula Kantor Camat Sungai Ambawang.

Adapun datanya lansia dan ibu hamil, kata Muda, bisa didapat di setiap Puskesmas. Nantinya dia berharap para kades melalui perangkat desa, hingga pihak RT bersama kader lansia dan kader Posyandu, membantu memfasilitasi dan mengarahkan para lansia dan ibu hamil tersebut, untuk lebih mudah mendapatkan vaksinasi melalui jalur undangan khusus.

Sesuai dengan aturan dan ketentuan yang ada, kata Muda, setiap ibu hamil yang dianjurkan untuk mengikuti vaksinasi yakni dengan usia kehamilan di atas 12 minggu hingga 30 minggu. “Jadi ibu hamil yang bisa divaksinasi ini, juga harus memenuhi syarat dan ketentuan yang ditetapkan. Kalau memang dinilai belum siap bisa ditunda dulu,” ucapnya.

Muda menilai dengan memberikan jalur khusus pemberian vaksinasi bagi lansia dan ibu hamil di Kubu Raya, diharapkan mampu mengefektifkan pelaksanaan vaksinasi. Seperti diketahui saat ini, katanya, data setiap warga secara by name, by address, sudah tersedia di desa masing-masing. “Jadi karena sudah ada data by name, by address, maka akan memudahkan kita untuk bisa menyasar kalangan lansia dan ibu hamil untuk ikut vaksinasi dan dengan cara ini juga menjadi cara yang lebih efektif juga untuk mengoptimalkan capaian vaksinasi di Kubu Raya,” jelasnya.

Baca Juga :  Tanamkan Nilai Pancasila

Muda menilai pemberian vaksinasi bagi ibu hamil sangat dibutuhkan. Dia tidak menginginkan adanya kasus ibu hamil yang terkonfirmasi Covid-19 kemudian akhirnya berakibat fatal tidak hanya bagi ibu hamil, namun juga bagi bayi yang sedang di dalam kandungan. “Kami harap dengan iku vaksinasi, ibu hamil bisa lebih kuat imunitas tubuhnya dan bisa terhindar dari kasus konfirmasi. Jadi jangan khawatir untuk memudahkan nantinya akan kami buatkan undangan khusus bagi lansia dan ibu hamil untuk bisa mengikuti vaksinasi melalui jalur khusus,” kata Muda.

Selain di Sungai Ambawang, Muda juga menginginkan nantinya disetiap Puskemas lainnya yang tersebar di sembilan kecamatan di Kubu Raya juga memberlakukan hal serupa, dengan menyediakan jalur khusus untuk memudahkan kalangan lansia dan ibu hamil mengikuti vaksinasi. Muda memperkirakan jika mengacu pada data yang ada, rata-rata jumlah ibu hamil di Kubu Raya berkisar 11 ribuan orang pertahun. Dari jumlah ibu hamil yan ada tersebut nantinya, kata dia, bisa dilihat ibu hami mana saja yang dinilai layak dan memenuhi persyaratan untuk mengikuti vaksinasi. “Jadi tinggal dijaring saja, ibu hamil yang memenuhi syarat dan usia kehamilannya diatas 12 hingga 30 minggu sesuai dengan ketentuan yang ada,” imbuhnya.

Baca Juga :  Cegah Terjadinya Tipikor

Di kesempatan yang sama Muda, juga mengimbau setiap Puskesmas untuk selalu memantau kesehatan ibu hamil yang ada di Kubu Raya. “Jangan lupa kalau sudah masuk usia 8 bulan kehamilan dianjurkan ibu hamil untuk mengikuti swab untuk memastikan ibu hamil tersebut aman dan tidak terkonfirmasi. Dan kita sama-sama berharap dengan sudah divaksinasi ini maka akan membentengi diri kita dari Covid-19, kalaupun ada yang terkonfirmasi maka bisa lebih  untuk ditangani,” terangnya.

Disinggung mengenai ketersediaan vaksin, pihaknya akan berupaya melakakukan menajeman pengelolaan penggunaan vaksin. “Jadi walaupun vaksin datangnya terbatas, nantinya akan kami upayakan untuk bisa disalurkan secara efektif, efisien, dan terukur,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kubu Raya, Marijan menambahkan bahwa pihaknya akan terus mendorong optimalisasi capaian vaksinasi di Kubu Raya. Hanya, diakui Marijan, terbatasnya ketersediaan vaksin menjadi tantangan tersendiri bagi pihaknya. “Namun kami akna berupaya maksimal dengna ketersediaan vaksin yang ada, bisa terus mempercepat pelaksanaan vaksinasi di Kubu Raya ini,” jelas Marijan.

Dia menambahkan, hingga 30 Agustus total jumlah kasus konfirmasi Covid-19 di Kubu Raya mencapai 3.260 kasus. Dari jumlah tersebut, diungkapkan dia, sebanyak 137 pasien yang masih sebanyak 104 orang meninggal.

“Mengingat hingga saat ini pandemi belum berakhir, kami kembali mengingatkan dan terus mengajak masyarakat untuk terus menerapkan disiplin protokol keshatan termasuk menyukseskan pelaksanana vaksinasi khususnya di Kubu Raya,” pungkasnya. (ash)

AMBAWANG KUALA – Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan menginginkan penyelanggaraan vaksinasi bagi warga lanjut usia (lansia) dan ibu hamil di Kubu Raya bisa dioptimalkan, dengan memberikan jalur pelayanan khusus.

Sebelumnya, sebagian lansia dan ibu hamil di kabupaten ini juga sudah mengikuti vaksinasi, namun dinilai dia belum memberikan kemudahan lantaran juga harus mengantre bersama masyarakat umum lainnya.

“Makanya untuk memudahkan kalangan lansia dan ibu hamil mengikuti vaksinasi, kali ini kami buatkan undangan khusus untuk mengikuti vaksinasi sehingga mereka tidak lagi mengantre dan bercampur dengan masyarakat umum lainnya,” kata Muda, Selasa (31/8) usai meninjau pelaksanaan vaksinasi di Aula Kantor Camat Sungai Ambawang.

Adapun datanya lansia dan ibu hamil, kata Muda, bisa didapat di setiap Puskesmas. Nantinya dia berharap para kades melalui perangkat desa, hingga pihak RT bersama kader lansia dan kader Posyandu, membantu memfasilitasi dan mengarahkan para lansia dan ibu hamil tersebut, untuk lebih mudah mendapatkan vaksinasi melalui jalur undangan khusus.

Sesuai dengan aturan dan ketentuan yang ada, kata Muda, setiap ibu hamil yang dianjurkan untuk mengikuti vaksinasi yakni dengan usia kehamilan di atas 12 minggu hingga 30 minggu. “Jadi ibu hamil yang bisa divaksinasi ini, juga harus memenuhi syarat dan ketentuan yang ditetapkan. Kalau memang dinilai belum siap bisa ditunda dulu,” ucapnya.

Muda menilai dengan memberikan jalur khusus pemberian vaksinasi bagi lansia dan ibu hamil di Kubu Raya, diharapkan mampu mengefektifkan pelaksanaan vaksinasi. Seperti diketahui saat ini, katanya, data setiap warga secara by name, by address, sudah tersedia di desa masing-masing. “Jadi karena sudah ada data by name, by address, maka akan memudahkan kita untuk bisa menyasar kalangan lansia dan ibu hamil untuk ikut vaksinasi dan dengan cara ini juga menjadi cara yang lebih efektif juga untuk mengoptimalkan capaian vaksinasi di Kubu Raya,” jelasnya.

Baca Juga :  Data Wajib Pajak Masih Bersatu dengan Mempawah

Muda menilai pemberian vaksinasi bagi ibu hamil sangat dibutuhkan. Dia tidak menginginkan adanya kasus ibu hamil yang terkonfirmasi Covid-19 kemudian akhirnya berakibat fatal tidak hanya bagi ibu hamil, namun juga bagi bayi yang sedang di dalam kandungan. “Kami harap dengan iku vaksinasi, ibu hamil bisa lebih kuat imunitas tubuhnya dan bisa terhindar dari kasus konfirmasi. Jadi jangan khawatir untuk memudahkan nantinya akan kami buatkan undangan khusus bagi lansia dan ibu hamil untuk bisa mengikuti vaksinasi melalui jalur khusus,” kata Muda.

Selain di Sungai Ambawang, Muda juga menginginkan nantinya disetiap Puskemas lainnya yang tersebar di sembilan kecamatan di Kubu Raya juga memberlakukan hal serupa, dengan menyediakan jalur khusus untuk memudahkan kalangan lansia dan ibu hamil mengikuti vaksinasi. Muda memperkirakan jika mengacu pada data yang ada, rata-rata jumlah ibu hamil di Kubu Raya berkisar 11 ribuan orang pertahun. Dari jumlah ibu hamil yan ada tersebut nantinya, kata dia, bisa dilihat ibu hami mana saja yang dinilai layak dan memenuhi persyaratan untuk mengikuti vaksinasi. “Jadi tinggal dijaring saja, ibu hamil yang memenuhi syarat dan usia kehamilannya diatas 12 hingga 30 minggu sesuai dengan ketentuan yang ada,” imbuhnya.

Baca Juga :  Antisipasi dan Cegah Meningkatnya Penyakit tak Menular

Di kesempatan yang sama Muda, juga mengimbau setiap Puskesmas untuk selalu memantau kesehatan ibu hamil yang ada di Kubu Raya. “Jangan lupa kalau sudah masuk usia 8 bulan kehamilan dianjurkan ibu hamil untuk mengikuti swab untuk memastikan ibu hamil tersebut aman dan tidak terkonfirmasi. Dan kita sama-sama berharap dengan sudah divaksinasi ini maka akan membentengi diri kita dari Covid-19, kalaupun ada yang terkonfirmasi maka bisa lebih  untuk ditangani,” terangnya.

Disinggung mengenai ketersediaan vaksin, pihaknya akan berupaya melakakukan menajeman pengelolaan penggunaan vaksin. “Jadi walaupun vaksin datangnya terbatas, nantinya akan kami upayakan untuk bisa disalurkan secara efektif, efisien, dan terukur,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kubu Raya, Marijan menambahkan bahwa pihaknya akan terus mendorong optimalisasi capaian vaksinasi di Kubu Raya. Hanya, diakui Marijan, terbatasnya ketersediaan vaksin menjadi tantangan tersendiri bagi pihaknya. “Namun kami akna berupaya maksimal dengna ketersediaan vaksin yang ada, bisa terus mempercepat pelaksanaan vaksinasi di Kubu Raya ini,” jelas Marijan.

Dia menambahkan, hingga 30 Agustus total jumlah kasus konfirmasi Covid-19 di Kubu Raya mencapai 3.260 kasus. Dari jumlah tersebut, diungkapkan dia, sebanyak 137 pasien yang masih sebanyak 104 orang meninggal.

“Mengingat hingga saat ini pandemi belum berakhir, kami kembali mengingatkan dan terus mengajak masyarakat untuk terus menerapkan disiplin protokol keshatan termasuk menyukseskan pelaksanana vaksinasi khususnya di Kubu Raya,” pungkasnya. (ash)

Most Read

Artikel Terbaru

/