alexametrics
31 C
Pontianak
Sunday, May 29, 2022

Kubu Raya Siaga Bencana Kabut Asap

SUNGAI RAYA – Menjadi salah satu daerah yang rentan terjadi kebakaran hutan dan lahan membuat Pemerintah Kabupaten Kubu Raya terus mengoptimalkan upaya pencegahan dan penanganan jika terjadi Karhutla di sejumlah titik kabupate ini.

Selasa (1/3) Pemerintah Kubu Raya bersama sejumlah pihak terkait lalinnya juga menggelar  apel siaga Karhutla sebagai bentuk untuk kesiapan dalam penanggulangan bencana Karhutla di Kubu Raya yang saat ini masuk status siaga.

“Kami  akui Kubu Raya  merupakan salah satu daerah di Kalbar yang rentan terjadinya bencana karhutla. Makanya kami harap seluruh elemen dan stakeholder terkait, untuk siap siaga dalam menghadapi potensi Karhutla ini,” kata Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan, Selasa (1/3) usai memimpin apel siaga pencegahan dan penanganan Karhutla di Halaman Kantor Bupati Kubu Raya.

Menuerut Muda,  dalam menghadapi musim kemarau yang sering terjadinya karhutla, pihaknya telah mengeluarkan surat edaran keputusan tentang status siaga bencana kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Kubu Raya.

Baca Juga :  Ahli Keuangan yang Senang ke Lapangan

“Sebagai gambaran awal, berdasarkan data penanganan karhutla di Kabupaten Kubu Raya sejak awal tahun 2022 hingga bulan Maret ini, sebanyak 83 titik api dengan luasan bervariasi,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi bertambahnya Karhutla, kata Muda, membutuhkan koordinasi yang lebih intensif.

“Setelah apel ini, seluruh pemangku kepentingan Kabupaten Kubu Raya, kami instruksikan agar meningkatkan koordinasi dan komunikasi yang telah terbangun baik selama ini. Begitu juga dengan masyarakat, agar tidak membuka lahan dengan cara membakar,” ungkapnya.

Bupati pertama Kubu Raya ini menambahkan, pihaknya terus melakukan upaya dalam pencegahan Karhutla, seperti pembuatan kanal bloking, pembuatan embung atau kolam penampungan air yang dibangun di setiap desa.

“Pencegahan lainya, patroli terpadu akan tetap dilakukan selama status darurat ditetapkan. Begitu juga terus mengingatkan masyarakat, agar tidak membuka lahan dengan cara tidak membakar,” jelas Muda.

Baca Juga :  Gerakan Membacakan Bangun Karakter Pelajar

Sementara itu Kapolres Kubu Raya, AKBP Jerold HY Kumontoy menambahkan, pihknya masih konsentrasi dengan penanganan terhadap kebakaran hutan yang terjadi di 15 titik.

“Namun kita menginventarisir penyebab terjadinya karhutla, khususnya di Kubu Raya ini. Jika penyebab Karhutlah dilakukan dengan cara sengaja, kami akan melakukan tindakan tegas dalam penegakan hukum,” ujar Jerrold.

Jerrold ikut menghimbau masyarakat untuk tidak membakar hutan atau lahan, karena menyebabkan dampak yang luas, seperti kesehatan dan mengganggu transportasi.

“Semuanya itu akan bermasalah, seperti ekonomi tidak stabil. Apalagi saat ini masih pandemi. Makanya kami berharap masyarakat yang membuka lahan, terutama yang cocok tanam tidak membuka dengan cara membakar,” tutup Jerrold. (ash)

SUNGAI RAYA – Menjadi salah satu daerah yang rentan terjadi kebakaran hutan dan lahan membuat Pemerintah Kabupaten Kubu Raya terus mengoptimalkan upaya pencegahan dan penanganan jika terjadi Karhutla di sejumlah titik kabupate ini.

Selasa (1/3) Pemerintah Kubu Raya bersama sejumlah pihak terkait lalinnya juga menggelar  apel siaga Karhutla sebagai bentuk untuk kesiapan dalam penanggulangan bencana Karhutla di Kubu Raya yang saat ini masuk status siaga.

“Kami  akui Kubu Raya  merupakan salah satu daerah di Kalbar yang rentan terjadinya bencana karhutla. Makanya kami harap seluruh elemen dan stakeholder terkait, untuk siap siaga dalam menghadapi potensi Karhutla ini,” kata Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan, Selasa (1/3) usai memimpin apel siaga pencegahan dan penanganan Karhutla di Halaman Kantor Bupati Kubu Raya.

Menuerut Muda,  dalam menghadapi musim kemarau yang sering terjadinya karhutla, pihaknya telah mengeluarkan surat edaran keputusan tentang status siaga bencana kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Kubu Raya.

Baca Juga :  Gerakan Membacakan Bangun Karakter Pelajar

“Sebagai gambaran awal, berdasarkan data penanganan karhutla di Kabupaten Kubu Raya sejak awal tahun 2022 hingga bulan Maret ini, sebanyak 83 titik api dengan luasan bervariasi,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi bertambahnya Karhutla, kata Muda, membutuhkan koordinasi yang lebih intensif.

“Setelah apel ini, seluruh pemangku kepentingan Kabupaten Kubu Raya, kami instruksikan agar meningkatkan koordinasi dan komunikasi yang telah terbangun baik selama ini. Begitu juga dengan masyarakat, agar tidak membuka lahan dengan cara membakar,” ungkapnya.

Bupati pertama Kubu Raya ini menambahkan, pihaknya terus melakukan upaya dalam pencegahan Karhutla, seperti pembuatan kanal bloking, pembuatan embung atau kolam penampungan air yang dibangun di setiap desa.

“Pencegahan lainya, patroli terpadu akan tetap dilakukan selama status darurat ditetapkan. Begitu juga terus mengingatkan masyarakat, agar tidak membuka lahan dengan cara tidak membakar,” jelas Muda.

Baca Juga :  Ramadan 2022, Gemerlap Lampu Hias di Staradis Residence

Sementara itu Kapolres Kubu Raya, AKBP Jerold HY Kumontoy menambahkan, pihknya masih konsentrasi dengan penanganan terhadap kebakaran hutan yang terjadi di 15 titik.

“Namun kita menginventarisir penyebab terjadinya karhutla, khususnya di Kubu Raya ini. Jika penyebab Karhutlah dilakukan dengan cara sengaja, kami akan melakukan tindakan tegas dalam penegakan hukum,” ujar Jerrold.

Jerrold ikut menghimbau masyarakat untuk tidak membakar hutan atau lahan, karena menyebabkan dampak yang luas, seperti kesehatan dan mengganggu transportasi.

“Semuanya itu akan bermasalah, seperti ekonomi tidak stabil. Apalagi saat ini masih pandemi. Makanya kami berharap masyarakat yang membuka lahan, terutama yang cocok tanam tidak membuka dengan cara membakar,” tutup Jerrold. (ash)

Most Read

Artikel Terbaru

/