alexametrics
25.6 C
Pontianak
Sunday, May 22, 2022

Berharap Jadi Pelopor di Kalbar

SUNGAI KAKAP – Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan mengapresiasi keberadaan Rumah Pintar Punggur Cerdas yang telah berkiprah lama menggerakkan masyarakat yang ada di Desa Punggur, hingga akhirnya sukses menjadi pelopor Kampung Literasi di Kalimantan Barat. Hal tersebut diungkapkan Bupati usai meresmikan Kampung Literasi Punggur Kecil dan Kampung Digital Gradasi pada Sabtu (30/10) akhir pekan lalu.

“Kampung literasi ini komprehensif, karena di sini ada literasi kebudayaan, literasi sosial, literasi olahraga, dan kebiasaan-kebiasaan lainnya. Termasuk juga pemberdayaan. Semua adalah upaya untuk bisa memberikan dampak yang jauh lebih baik lagi. Apalagi literasi digital, yang pada era ini sangat dan sudah pasti dibutuhkan,” kata Muda.

Kata Muda, pencanangan kampung literasi merupakan bagian dari upaya sinergi kepong bakol dengan pemerintahannya. Di sisi lain, lanjut Muda, keberadaan kampung literasi adalah magnet yang akan menjadi upaya memperkuat masyarakat dari sisi kualitas hidup. “Karena keberadaannya dapat meningkatkan wawasan dan memberdayakan masyarakat,” imbuhnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Barat, Sugeng Hariadi menambahkan, hingga saat ini, Kampung Literasi di Kalimantan Barat hanya ada di Kubu Raya. Sedangkan di seluruh Indonesia, Kubu Raya, menurut dia, menjadi daerah ke-20 yang ditunjuk oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) untuk pencanangan Kampung Literasi.

Baca Juga :  Akomodir Kebutuhan Pendidikan dengan Bosda

“Jika Kampung Literasi ini bisa dibentuk di masing-masing kabupaten/kota lainnya di Kalbar, tentunya akan menimbulkan kesadaran bagi masyarakat betapa pentingnya arti pendidikan dan sebagai upaya peningkatan pemberdayaan masyarakat. Jadi tidak hanya literasi saja melainkan juga semua aspek bisa diberdayakan. Sehingga dari literasi dengan pemahaman itu kita aplikasi dalam kehidupan sehari-hari,” ucap Sugeng usai menghadiri peresmian Kampung Literasi.

Sugeng menyatakan bahwa pihaknya sangat mendukung pengembangan Kampung Literasi dan Kampung Digital Gradasi. Terutama, harapan dia, dalam pemberdayaan masyarakat dan keaksaraan fungsional yang menjadi program pemerintah secara nasional dalam pemberantasan buta aksara.

“Kampung Literasi ini merupakan program yang sangat baik yang tumbuh langsung dari bawah (masyarakat desa), sehingga pengembangannya harus kita bantu bersama supaya program ini lebih berkembang dan akan menular di seluruh wilayah di Kalimantan Barat,” jelasnya.

Sungeng menilai program ini juga sebagai upaya meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Selain itu pihaknya juga mendukung keberadaan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di daerah dengan menambah jumlah buku bacaan dan diharapkan akan menambah semangat bagi anak-anak di desa. “Alhamdulillah, anak-anak di desa ini sangat luar biasa daya bacanya sehingga setiap buku yang datang langsung dilahap dan jadi rebutan. Jika ketersediaan buku tidak ada, maka anak-anak di sini terpaksa harus menunggu sampai buku itu datang,” ungkapnya.

Baca Juga :  Sungai Kakap Raih Juara Umum

Pendiri Rumah Pintar Punggur, Cerdas Umilia mengutarakan, pada Juni 2021 lalu, PKBM Rumah Pintar Punggur Cerdas mendapatkan apresiasi dari Kemendikbud Ristek, untuk melaksanakan kegiatan Kampung Literasi. Kampung Literasi ini kemudian mereka beri nama Kampung Literasi Punggur, dengan tujuan untuk memajukan nilai literasi yang ada di Desa Punggur Kecil.

“Alhamdulillah, saat ini banyak program yang akan kami laksanakan seperti berantas buta aksara, hafalan Alquran, lapak buku, permainan tradisional, mendongeng, lomba menulis, membaca dan mewarnai, workshop kerajinan tangan, workshop kesehatan, wisata literasi, Festival Seni dan Budaya, peluncuran Kampung Literasi, peluncuran Kampung Digital Gradasi, peluncuran antologi puisi, dan peluncuran 1 dusun 1 pojok bacaan,” tutup Umilia. (ash)

SUNGAI KAKAP – Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan mengapresiasi keberadaan Rumah Pintar Punggur Cerdas yang telah berkiprah lama menggerakkan masyarakat yang ada di Desa Punggur, hingga akhirnya sukses menjadi pelopor Kampung Literasi di Kalimantan Barat. Hal tersebut diungkapkan Bupati usai meresmikan Kampung Literasi Punggur Kecil dan Kampung Digital Gradasi pada Sabtu (30/10) akhir pekan lalu.

“Kampung literasi ini komprehensif, karena di sini ada literasi kebudayaan, literasi sosial, literasi olahraga, dan kebiasaan-kebiasaan lainnya. Termasuk juga pemberdayaan. Semua adalah upaya untuk bisa memberikan dampak yang jauh lebih baik lagi. Apalagi literasi digital, yang pada era ini sangat dan sudah pasti dibutuhkan,” kata Muda.

Kata Muda, pencanangan kampung literasi merupakan bagian dari upaya sinergi kepong bakol dengan pemerintahannya. Di sisi lain, lanjut Muda, keberadaan kampung literasi adalah magnet yang akan menjadi upaya memperkuat masyarakat dari sisi kualitas hidup. “Karena keberadaannya dapat meningkatkan wawasan dan memberdayakan masyarakat,” imbuhnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Barat, Sugeng Hariadi menambahkan, hingga saat ini, Kampung Literasi di Kalimantan Barat hanya ada di Kubu Raya. Sedangkan di seluruh Indonesia, Kubu Raya, menurut dia, menjadi daerah ke-20 yang ditunjuk oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) untuk pencanangan Kampung Literasi.

Baca Juga :  Akomodir Kebutuhan Pendidikan dengan Bosda

“Jika Kampung Literasi ini bisa dibentuk di masing-masing kabupaten/kota lainnya di Kalbar, tentunya akan menimbulkan kesadaran bagi masyarakat betapa pentingnya arti pendidikan dan sebagai upaya peningkatan pemberdayaan masyarakat. Jadi tidak hanya literasi saja melainkan juga semua aspek bisa diberdayakan. Sehingga dari literasi dengan pemahaman itu kita aplikasi dalam kehidupan sehari-hari,” ucap Sugeng usai menghadiri peresmian Kampung Literasi.

Sugeng menyatakan bahwa pihaknya sangat mendukung pengembangan Kampung Literasi dan Kampung Digital Gradasi. Terutama, harapan dia, dalam pemberdayaan masyarakat dan keaksaraan fungsional yang menjadi program pemerintah secara nasional dalam pemberantasan buta aksara.

“Kampung Literasi ini merupakan program yang sangat baik yang tumbuh langsung dari bawah (masyarakat desa), sehingga pengembangannya harus kita bantu bersama supaya program ini lebih berkembang dan akan menular di seluruh wilayah di Kalimantan Barat,” jelasnya.

Sungeng menilai program ini juga sebagai upaya meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Selain itu pihaknya juga mendukung keberadaan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di daerah dengan menambah jumlah buku bacaan dan diharapkan akan menambah semangat bagi anak-anak di desa. “Alhamdulillah, anak-anak di desa ini sangat luar biasa daya bacanya sehingga setiap buku yang datang langsung dilahap dan jadi rebutan. Jika ketersediaan buku tidak ada, maka anak-anak di sini terpaksa harus menunggu sampai buku itu datang,” ungkapnya.

Baca Juga :  Banjir Jelang Natal dan Tahun Baru; 10 Hari Warga Tak Bekerja

Pendiri Rumah Pintar Punggur, Cerdas Umilia mengutarakan, pada Juni 2021 lalu, PKBM Rumah Pintar Punggur Cerdas mendapatkan apresiasi dari Kemendikbud Ristek, untuk melaksanakan kegiatan Kampung Literasi. Kampung Literasi ini kemudian mereka beri nama Kampung Literasi Punggur, dengan tujuan untuk memajukan nilai literasi yang ada di Desa Punggur Kecil.

“Alhamdulillah, saat ini banyak program yang akan kami laksanakan seperti berantas buta aksara, hafalan Alquran, lapak buku, permainan tradisional, mendongeng, lomba menulis, membaca dan mewarnai, workshop kerajinan tangan, workshop kesehatan, wisata literasi, Festival Seni dan Budaya, peluncuran Kampung Literasi, peluncuran Kampung Digital Gradasi, peluncuran antologi puisi, dan peluncuran 1 dusun 1 pojok bacaan,” tutup Umilia. (ash)

Most Read

Putar Balik 938 Kendaraan

Hindari Hat-trick Kalah

Ratusan Rumah Tergenang

Polisi Gerebek Rumah Bandar Narkoba

Artikel Terbaru

/