alexametrics
30 C
Pontianak
Tuesday, August 16, 2022

Terapkan Protokol Kesehatan dalam PPDB

SUNGAI RAYA— Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMP di Kubu Raya sejak 1 Juli kemarin berjalan lancar. Meski begitu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kubu Raya juga telah menyiapkan layanan pengaduan bagi orang tua yang menemui kendala di lapangan saat mendaftarkan sang anak untuk masuk sekolah.

“Bagi masyarakat yang menemui kendala atau menemukan pelanggaran dalam pelaksanaan PBBD bisa menghubungi no HP/WA di 08125713437 atau email pengaduanPPDB@gmail.com, nanti laporan yang masuk akan langsung kami tindaklanjuti,” kata Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kubu Raya, Firdaus, Kamis (2/7).

Hingga saat ini, kata Firdaus, terdapat 148 SMP negeri dan swasta di Kubu Raya. Untuk penerimaan peserta didik baru tingkat SMP di Kubu Raya yang dilakukan sejak 1 hingga 4 Juli. Ada tiga cara yang bisa dilakukan untuk mengikuti PPDB yakni secara online, offline dan kombinasi antara online dan offline.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kubu Raya menyerahkan ke masing-masing sekolah untuk memilih mekanis mana yang akan diggunakan dalam melaksanakan PPDB tahun ini. “Khusus bagi sekolah yang menerapkan PPDB secara offline itu, kami sudah tetapkan harus menerapkan protokol kesehatan mengingat saat ini kita masih dihadapkan dengan pademi Covid-19. Dan harus orang tua atau wali murid yang datang ke sekolah,” jelasnya.

Baca Juga :  Akses Lemot Warnai PPDB SMA/SMK di Kalimantan Barat

Berdasarkan pantauannya di lapangan, hingga saat ini bagi daerah yang terletak di wilayah perkotaan rata-rata sudah melakukan PPDB dengan sistem online. “Misalnya saja di SMP Negeri 3 Sungai Raya dan beberapa SMP di Sungai Ambawang itu info yang saya terima semuanya sudah dilakukan secara online,” ujarnya.

Sedangkan bagi daerah pesisir seperti Batu Ampar, Terentang dan sekitarnya karena memang masih ada yang sulit terjangkau internet dan listrik maka masih menerapkan PPDB dengan sistem offline namun tetap mengedepankan protokol kesehatan seperti dengan menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan dan sejenisnya.

Meski begitu, kata Fairdaus, saat ini ada juga beberapa sekolah daerah pesisir yang sudah menerapkan sistem online, seperti salah satu di SMP di Tanjung Saleh. “Jadi di SMP itu, infonya menggunakan genset sendiri dan membangun tower mini agar bisa melakukanPPDB secara online,” terangnya.

Baca Juga :  Luar Biasa! Ribuan Siswa Menulis Surat dan Membacakannya kepada Bupati Kubu Raya

Dikesempatan yang sama, Firdaus menambahkan sejauh ini Kubu Raya juga masih menerapkan sistem zonasi, afirmasi, perpindahan alamat dan prestasi dalam PPDB. “Semoga saja tidak ada kendala hingga hari terakhir PPDB tingkat SMP ini, kalaupun ada keluahan dari masyarakat, silahkan bisa menghubungi nomor pengaduan yang sudah disediakan, nanti akan ditindaklanjuti,” jelasnya.

Saat ditanya, kapan dimulainya tahun ajaran baru, kata Firdaus sesuai keputusan pemerintah pusat, untuk tahun ajaran baru akan dimulai pada 13 Juli mendatang, namun proses pembelajaran belum dilakukan secara tatap muka langsung. “Jadi masih belajar dari jarak jauh atau dari rumah masing-masing. Nanti jika sudah ada instruksi dari pemerintah kapan mulai masuk sekolahnya maka akan kami kabari,” pungkasnya. (ash)

SUNGAI RAYA— Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMP di Kubu Raya sejak 1 Juli kemarin berjalan lancar. Meski begitu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kubu Raya juga telah menyiapkan layanan pengaduan bagi orang tua yang menemui kendala di lapangan saat mendaftarkan sang anak untuk masuk sekolah.

“Bagi masyarakat yang menemui kendala atau menemukan pelanggaran dalam pelaksanaan PBBD bisa menghubungi no HP/WA di 08125713437 atau email pengaduanPPDB@gmail.com, nanti laporan yang masuk akan langsung kami tindaklanjuti,” kata Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kubu Raya, Firdaus, Kamis (2/7).

Hingga saat ini, kata Firdaus, terdapat 148 SMP negeri dan swasta di Kubu Raya. Untuk penerimaan peserta didik baru tingkat SMP di Kubu Raya yang dilakukan sejak 1 hingga 4 Juli. Ada tiga cara yang bisa dilakukan untuk mengikuti PPDB yakni secara online, offline dan kombinasi antara online dan offline.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kubu Raya menyerahkan ke masing-masing sekolah untuk memilih mekanis mana yang akan diggunakan dalam melaksanakan PPDB tahun ini. “Khusus bagi sekolah yang menerapkan PPDB secara offline itu, kami sudah tetapkan harus menerapkan protokol kesehatan mengingat saat ini kita masih dihadapkan dengan pademi Covid-19. Dan harus orang tua atau wali murid yang datang ke sekolah,” jelasnya.

Baca Juga :  PPDB SMA/SMK, Jarak Masih Jadi Keluhan

Berdasarkan pantauannya di lapangan, hingga saat ini bagi daerah yang terletak di wilayah perkotaan rata-rata sudah melakukan PPDB dengan sistem online. “Misalnya saja di SMP Negeri 3 Sungai Raya dan beberapa SMP di Sungai Ambawang itu info yang saya terima semuanya sudah dilakukan secara online,” ujarnya.

Sedangkan bagi daerah pesisir seperti Batu Ampar, Terentang dan sekitarnya karena memang masih ada yang sulit terjangkau internet dan listrik maka masih menerapkan PPDB dengan sistem offline namun tetap mengedepankan protokol kesehatan seperti dengan menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan dan sejenisnya.

Meski begitu, kata Fairdaus, saat ini ada juga beberapa sekolah daerah pesisir yang sudah menerapkan sistem online, seperti salah satu di SMP di Tanjung Saleh. “Jadi di SMP itu, infonya menggunakan genset sendiri dan membangun tower mini agar bisa melakukanPPDB secara online,” terangnya.

Baca Juga :  Prioritaskan  Anggaran Benahi Perumda Tirta Raya

Dikesempatan yang sama, Firdaus menambahkan sejauh ini Kubu Raya juga masih menerapkan sistem zonasi, afirmasi, perpindahan alamat dan prestasi dalam PPDB. “Semoga saja tidak ada kendala hingga hari terakhir PPDB tingkat SMP ini, kalaupun ada keluahan dari masyarakat, silahkan bisa menghubungi nomor pengaduan yang sudah disediakan, nanti akan ditindaklanjuti,” jelasnya.

Saat ditanya, kapan dimulainya tahun ajaran baru, kata Firdaus sesuai keputusan pemerintah pusat, untuk tahun ajaran baru akan dimulai pada 13 Juli mendatang, namun proses pembelajaran belum dilakukan secara tatap muka langsung. “Jadi masih belajar dari jarak jauh atau dari rumah masing-masing. Nanti jika sudah ada instruksi dari pemerintah kapan mulai masuk sekolahnya maka akan kami kabari,” pungkasnya. (ash)

Most Read

Artikel Terbaru

/