alexametrics
30 C
Pontianak
Sunday, June 26, 2022

Warga Desa Sungai Nipah Olah Rumput Liar Menjadi Pakan Bebek

Di masa pandemi Covid-19 ini, peternek bebek mesti kreatif menyiapkan pakan alternatif ternak mereka. Inilah yang dilakulan Salam, peternak bebek di Desa Sungai Nipah, Kecamatan Teluk Pakedai, Kubu Raya. Ia memanfaatkan bahan-bahan sekitar untuk diolah sebagai pakan ternaknya.

Ramses Tobing, Sungai Nipah

Salam baru-baru saja beternak bebek. Ada sekitar 30 ekor bebek yang di ternak di halaman belakang rumahnya. Halaman ternaknya luas. Lebih dari 10 meter persegi. Sudah dikeliling pagar. Meski pun bukan pagar kayu cukup untuk menghalau ternak agar tidak pergi jauh.  Salam mengatakan jika harus membeli pakan ternak maka biaya produksi yang dikeluarkannya cukup besar. Ia kemudian memanfaatkan bahan sekitar yang diolah dengan beberapa bahan lain yang dibelinya di pasar.

Bahan-bahan sekitar yang dimanfaatkan itu seperti rumput-rumput di liar sekitar perkarangan. Kemudian daun pepaya atau batang pisang. “Tinggal pilih salah saja, mau pakai rumput liar di sekitar rumah atau parit, atau daun pepaya atau batang pisang,” kata Salam saat ditemui di kediamannya.  Bahan-bahan itu kemudian digiling menggunakan mesin untuk menggiling kedelai. Jumlahnya disesuaikan dengan kebutuhan pakan ternak. Umumnya ternak dikasih pakan pagi dan sore hari.

Baca Juga :  Pembina Yayasan Pelita Kids: Kasus Rudapaksa Ini Fitnah

Bahan yang sudah digiling itu kemudian dicampur dengan sentrat secukupnya. Lalu ditambah dedak dan merang padi. Takarannya dua banding satu. “Dedak padinya dua dan merangnya satu,” kata Salam. Selanjutnya ditambah air secukupnya dan vitamin. Lalu aduk menggunakan tangan hingga bahan-bahan tadi tercampur dengan merata.

Salam belajar mengolah pakan ternak ini dari Youtube. Meski demikian ia sudah pernah tahu bahwa bahan-bahan di sekitar tempat tinggal bisa dimanfaatkan untuk pakan alternatif ternak. “Saya belajar untuk mengingatkan kembali membuat pakan ternak,” tambah Salam.  Salam mengatakan dengan memanfaatkan bahan sekitar untuk diolah menjadi pakan biaya produksi yang dikeluarkannya jauh lebih hemat. Jika harus membeli biaya yang dikeluarkan sekitar satu juta lebih untuk kebutuhan satu bulan.

Baca Juga :  Kebakaran Lahan Tak Terkendali, Gedung SMKN 1 Sungai Raya Hangus Terbakar

Sementara dengan bahan-bahan tadi biaya yang dikeluarkan tak sampai satu juta. Rinciannya konsentrat kemasan 50 kilo khusus bebek sekitar Rp500 ribu. Konsumsi pemakaian pun cukup untuk satu bulan. Kemudian dedak padi sebanyak 50 kilo. Harganya Rp2.500 per kilo. Jika kebutuhan 50 kilo untuk satu bulan maka biaya yang dikeluarkan Rp125.000. Lalu untuk merang padi. Jumlah yang dibutuhkan pun sama sebanyak 50 kilo. “Cuma merang padi ini tidak beli jadi didapatkan juga didapatkan juga dari warga-warga sekitar,” tambah Salam.  Bahan selanjutnya adalah vitamin. Harganya hanya Rp25.000 per botol. Untuk satu botol konsumsi pemakaian bisa dua bulan. “Jika dihitung-hitung bisa hemat 40-60 persen dibandingkan harus membeli pakan ternak yang kebutuhan satu bulan lebih dari satu juta,” pungkas Salam. (*)

Di masa pandemi Covid-19 ini, peternek bebek mesti kreatif menyiapkan pakan alternatif ternak mereka. Inilah yang dilakulan Salam, peternak bebek di Desa Sungai Nipah, Kecamatan Teluk Pakedai, Kubu Raya. Ia memanfaatkan bahan-bahan sekitar untuk diolah sebagai pakan ternaknya.

Ramses Tobing, Sungai Nipah

Salam baru-baru saja beternak bebek. Ada sekitar 30 ekor bebek yang di ternak di halaman belakang rumahnya. Halaman ternaknya luas. Lebih dari 10 meter persegi. Sudah dikeliling pagar. Meski pun bukan pagar kayu cukup untuk menghalau ternak agar tidak pergi jauh.  Salam mengatakan jika harus membeli pakan ternak maka biaya produksi yang dikeluarkannya cukup besar. Ia kemudian memanfaatkan bahan sekitar yang diolah dengan beberapa bahan lain yang dibelinya di pasar.

Bahan-bahan sekitar yang dimanfaatkan itu seperti rumput-rumput di liar sekitar perkarangan. Kemudian daun pepaya atau batang pisang. “Tinggal pilih salah saja, mau pakai rumput liar di sekitar rumah atau parit, atau daun pepaya atau batang pisang,” kata Salam saat ditemui di kediamannya.  Bahan-bahan itu kemudian digiling menggunakan mesin untuk menggiling kedelai. Jumlahnya disesuaikan dengan kebutuhan pakan ternak. Umumnya ternak dikasih pakan pagi dan sore hari.

Baca Juga :  Hasil Pekerjaan Fisik TMMD Capai Target

Bahan yang sudah digiling itu kemudian dicampur dengan sentrat secukupnya. Lalu ditambah dedak dan merang padi. Takarannya dua banding satu. “Dedak padinya dua dan merangnya satu,” kata Salam. Selanjutnya ditambah air secukupnya dan vitamin. Lalu aduk menggunakan tangan hingga bahan-bahan tadi tercampur dengan merata.

Salam belajar mengolah pakan ternak ini dari Youtube. Meski demikian ia sudah pernah tahu bahwa bahan-bahan di sekitar tempat tinggal bisa dimanfaatkan untuk pakan alternatif ternak. “Saya belajar untuk mengingatkan kembali membuat pakan ternak,” tambah Salam.  Salam mengatakan dengan memanfaatkan bahan sekitar untuk diolah menjadi pakan biaya produksi yang dikeluarkannya jauh lebih hemat. Jika harus membeli biaya yang dikeluarkan sekitar satu juta lebih untuk kebutuhan satu bulan.

Baca Juga :  Diterjang Ombak, Sampan Motor Berisikan 6 Penumpang Tenggelam di Perairan Batu Ampar

Sementara dengan bahan-bahan tadi biaya yang dikeluarkan tak sampai satu juta. Rinciannya konsentrat kemasan 50 kilo khusus bebek sekitar Rp500 ribu. Konsumsi pemakaian pun cukup untuk satu bulan. Kemudian dedak padi sebanyak 50 kilo. Harganya Rp2.500 per kilo. Jika kebutuhan 50 kilo untuk satu bulan maka biaya yang dikeluarkan Rp125.000. Lalu untuk merang padi. Jumlah yang dibutuhkan pun sama sebanyak 50 kilo. “Cuma merang padi ini tidak beli jadi didapatkan juga didapatkan juga dari warga-warga sekitar,” tambah Salam.  Bahan selanjutnya adalah vitamin. Harganya hanya Rp25.000 per botol. Untuk satu botol konsumsi pemakaian bisa dua bulan. “Jika dihitung-hitung bisa hemat 40-60 persen dibandingkan harus membeli pakan ternak yang kebutuhan satu bulan lebih dari satu juta,” pungkas Salam. (*)

Most Read

Artikel Terbaru

/