alexametrics
26 C
Pontianak
Saturday, June 25, 2022

Canangkan Satgas Desa Tangkal Covid-19

PONTIANAK—Kodam XII Tanjungpura, Senin (2/11), secara serempak melakukan pencanangan Satgas Desa Tangkal Covid-19 di wilayah Kodam XII Tanjungpura. Upaya ini dilakukan untuk memaksimalkan memutus mata rantai dan mencegah penyebaran Covid-19.

Pangdam XII Tanjungpura, Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad menerangkan, pencanangan Satgas Desa Tangkal Covid-19 yang dilakukan pihaknya selain merupakan arahan dari Satgas Covid-19 nasional juga dalam upaya menekan kasus dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di wilayah Kodam XII Tanjungpura, termasuk Kalimantan Barat.

“Belakangan informasi yang kami terima, ada kenaikan kasus konfirmasi Covid-19 di Kalimantan Barat ini, dengan adanya Satgas Desa Tangkal Covid-19 ini ke depan diharapkan bisa lebih optimal merangkul semua lapisan masyarakat untuk sama-sama menekan kasus konfirmasi Covid-19 salah satunya dengan disiplin menegakkan protokol kesehatan,” kata Muhammad Nur Rahmad, Senin (2/11), usai menghadiri Pencanangan Satgas Desa Tangkal Covid-19 di Kantor Desa Sungai Raya.

Menurutnya, dengan pencanangan Satgas Desa Tangkal Covid-19 hingga ke tingkat RT ini diharapkan bisa lebih maksimal mendorong peningkatan kesadaran dan pemahaman masyarakat dalam menerapkan disiplin protokol kesehatan, seperti disiplin menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dalam kehidupan sehari-hari.

“Dengan adanya sosialisasi dan edukasi yang dilakuakn secara berkelanjutan tentunya akan membuat tingkat kesadaran masyarakat melekat pada diri masing-masing individu terkait disiplin protokol kesehatan. Jika upaya ini tercapai, maka adaptasi kehidupan baru bisa maksimal terealisasi. Dan jika kita sudah aman dari Covid-19, maka sudah pasti masyarakat akan lebih produktif dan kehidupan kita akan kembali seperti biasa. Meskipun berdampingan dengan Covid-19 namun tapi kita tetap sehat,” ungkapnya.

Baca Juga :  Wood Pemain NBA Ketiga yang Postif

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji mengatakan dalam upaya penanganan Covid-19 melalui Satgas Desa Tangkal Covid-19 hingga tingkat RT, dia mengimbau semua pihak terkait hingga RT untuk selalu tegas dalam mengedukasi dan mensosialisasikan ke masyarakat mengenai pentingnya mencegah penyebaran Covid-19 di daerah masing-masing.

“Kalau misalnya ada ditemukan warga yang positif Covid-19, sebaiknya langsung dipantau ke rumahnya, kalau tidak memungkinkan diisolasi di rumah, silahkan bawa ke tempat isolasi yang disediakan pemerintah supaya tidak tersebar. Karena saat ini kluster rumah tangga lebih banyak,” kata Sutarmidji.

“Jika Satgas Covid-19 yang ada sudah bisa bergerak aktif hingga tingkat desa dan RT, tentunya diharapkan bisa lebih maksimal mencegah penularan COVID-19 disekitar kita, karena ini dilakukan dari tingkat pusat, provinsi, kabupaten sampai desa hingga RT akan lebih masif,” tambahnya.

Orang nomor satu di Pemerintahan Kalimantan Barat ini menilai upaya penanganan dan mencegah penyebaran Covid-19 harus lebih masif, jika hal tersebut tidak dilakukan maka semakin ke depan maka semakin berat kasusnya.

“Sebelumnya di Kalimantan Barat, kita sempat lima bulan itu kasus kematian cuma empat saja, kemudian ada peningkatan jumlah orang yang terpapar itu meningkat dari 500 menjadi 1.600-an dengan jumlah kasus kematian meningkat menjadi tiga kali lipat dibanding sebelumnya yakni 21 kasus kematian dan hal ini juga harus dianalisis dan harus dilakukan penanganan secara masif untuk menekan dan memaksimalkan pencegahan penyebaran Covid-19 ini,” paparnya.

Baca Juga :  Pagebluk Covid-19, Manfaatkan Lahan Pekarangan Rumah.

Sutarmidji berharap dengan Pencanangan Satgas Desa Tangkal Covid-19, maka membuat adanya perubahan perilaku masyarakat untuk lebih sadar dan peduli dalam berperan serta memutus mata rantai penyebaran Covid-19, termasuk dengan lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Disinggung mengenai konatif atau penyakit bawaan yang ada pada tubuh seseorang seperti diabetes, ginjal, jantung, paru-paru dan sejenisnya kata Sutarmidji hal tersebut harus diperhatikan agar lebih waspada, mengingat orang yang memiliki penyakit bawan sangat rentan jika terkonfirmasi COVID-19.

Kepala Desa Sungai Raya, Pitut Dwi Yugono mengaku akan mengoptimalkan pencanangan Satgas Desa Tangkal Covid-19 di wilayah Kodam XII Tanjungpura. Untuk mendukung program tersebut kata dia, sejak Maret lalu, Desa Sungai Raya juga telah membetuk tim relawan pencegahan Covid-19 di tingkat desa.

sejumlah upaya yang dilakukan tim relawan pencegahan Covid-19 di Desa Sungai Raya kata dia seperti melakukan sosialisasi, penyemprotan disinfektan, edukasi ke masyarakat, penyluhan kesetiap sekolah, tempat-tempat ibadah dan tempat usaha disekitar Desa Sungai Raya.

“Kami juga mensosialisasikan ke masyarakat tentang pentingnya menyediakan tempat mencuci tangan dengan air mengalir, hal ini juga kami sosialisasikan kesemua tempat n usaha di Desa Sungai Raya,” jelasnya. (ash)

 

PONTIANAK—Kodam XII Tanjungpura, Senin (2/11), secara serempak melakukan pencanangan Satgas Desa Tangkal Covid-19 di wilayah Kodam XII Tanjungpura. Upaya ini dilakukan untuk memaksimalkan memutus mata rantai dan mencegah penyebaran Covid-19.

Pangdam XII Tanjungpura, Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad menerangkan, pencanangan Satgas Desa Tangkal Covid-19 yang dilakukan pihaknya selain merupakan arahan dari Satgas Covid-19 nasional juga dalam upaya menekan kasus dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di wilayah Kodam XII Tanjungpura, termasuk Kalimantan Barat.

“Belakangan informasi yang kami terima, ada kenaikan kasus konfirmasi Covid-19 di Kalimantan Barat ini, dengan adanya Satgas Desa Tangkal Covid-19 ini ke depan diharapkan bisa lebih optimal merangkul semua lapisan masyarakat untuk sama-sama menekan kasus konfirmasi Covid-19 salah satunya dengan disiplin menegakkan protokol kesehatan,” kata Muhammad Nur Rahmad, Senin (2/11), usai menghadiri Pencanangan Satgas Desa Tangkal Covid-19 di Kantor Desa Sungai Raya.

Menurutnya, dengan pencanangan Satgas Desa Tangkal Covid-19 hingga ke tingkat RT ini diharapkan bisa lebih maksimal mendorong peningkatan kesadaran dan pemahaman masyarakat dalam menerapkan disiplin protokol kesehatan, seperti disiplin menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dalam kehidupan sehari-hari.

“Dengan adanya sosialisasi dan edukasi yang dilakuakn secara berkelanjutan tentunya akan membuat tingkat kesadaran masyarakat melekat pada diri masing-masing individu terkait disiplin protokol kesehatan. Jika upaya ini tercapai, maka adaptasi kehidupan baru bisa maksimal terealisasi. Dan jika kita sudah aman dari Covid-19, maka sudah pasti masyarakat akan lebih produktif dan kehidupan kita akan kembali seperti biasa. Meskipun berdampingan dengan Covid-19 namun tapi kita tetap sehat,” ungkapnya.

Baca Juga :  Setujui Raperda Usulan Pembentukan Lima Desa

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji mengatakan dalam upaya penanganan Covid-19 melalui Satgas Desa Tangkal Covid-19 hingga tingkat RT, dia mengimbau semua pihak terkait hingga RT untuk selalu tegas dalam mengedukasi dan mensosialisasikan ke masyarakat mengenai pentingnya mencegah penyebaran Covid-19 di daerah masing-masing.

“Kalau misalnya ada ditemukan warga yang positif Covid-19, sebaiknya langsung dipantau ke rumahnya, kalau tidak memungkinkan diisolasi di rumah, silahkan bawa ke tempat isolasi yang disediakan pemerintah supaya tidak tersebar. Karena saat ini kluster rumah tangga lebih banyak,” kata Sutarmidji.

“Jika Satgas Covid-19 yang ada sudah bisa bergerak aktif hingga tingkat desa dan RT, tentunya diharapkan bisa lebih maksimal mencegah penularan COVID-19 disekitar kita, karena ini dilakukan dari tingkat pusat, provinsi, kabupaten sampai desa hingga RT akan lebih masif,” tambahnya.

Orang nomor satu di Pemerintahan Kalimantan Barat ini menilai upaya penanganan dan mencegah penyebaran Covid-19 harus lebih masif, jika hal tersebut tidak dilakukan maka semakin ke depan maka semakin berat kasusnya.

“Sebelumnya di Kalimantan Barat, kita sempat lima bulan itu kasus kematian cuma empat saja, kemudian ada peningkatan jumlah orang yang terpapar itu meningkat dari 500 menjadi 1.600-an dengan jumlah kasus kematian meningkat menjadi tiga kali lipat dibanding sebelumnya yakni 21 kasus kematian dan hal ini juga harus dianalisis dan harus dilakukan penanganan secara masif untuk menekan dan memaksimalkan pencegahan penyebaran Covid-19 ini,” paparnya.

Baca Juga :  Akta Kelahiran Langsung Terbit; Syaratnya Bumil Rutin Periksa ke Puskesmas

Sutarmidji berharap dengan Pencanangan Satgas Desa Tangkal Covid-19, maka membuat adanya perubahan perilaku masyarakat untuk lebih sadar dan peduli dalam berperan serta memutus mata rantai penyebaran Covid-19, termasuk dengan lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Disinggung mengenai konatif atau penyakit bawaan yang ada pada tubuh seseorang seperti diabetes, ginjal, jantung, paru-paru dan sejenisnya kata Sutarmidji hal tersebut harus diperhatikan agar lebih waspada, mengingat orang yang memiliki penyakit bawan sangat rentan jika terkonfirmasi COVID-19.

Kepala Desa Sungai Raya, Pitut Dwi Yugono mengaku akan mengoptimalkan pencanangan Satgas Desa Tangkal Covid-19 di wilayah Kodam XII Tanjungpura. Untuk mendukung program tersebut kata dia, sejak Maret lalu, Desa Sungai Raya juga telah membetuk tim relawan pencegahan Covid-19 di tingkat desa.

sejumlah upaya yang dilakukan tim relawan pencegahan Covid-19 di Desa Sungai Raya kata dia seperti melakukan sosialisasi, penyemprotan disinfektan, edukasi ke masyarakat, penyluhan kesetiap sekolah, tempat-tempat ibadah dan tempat usaha disekitar Desa Sungai Raya.

“Kami juga mensosialisasikan ke masyarakat tentang pentingnya menyediakan tempat mencuci tangan dengan air mengalir, hal ini juga kami sosialisasikan kesemua tempat n usaha di Desa Sungai Raya,” jelasnya. (ash)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/