alexametrics
23 C
Pontianak
Wednesday, June 29, 2022

Prioritaskan Pembangunan Infrastruktur Kecamatan

TERENTANG – Pembangunan infrastruktur di tingkat kecamatan menjadi salah satu prioritas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kubu Raya di tahun 2021. Hal tersebut disampaikan Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan, Rabu (3/2) saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Terentang di Aula Kantor Camat Terentang.

Bupati Muda Mahendrawan menerangkan pembangunan infrastruktur yang diprioritaskan tersebut seperti infrastruktur jalan poros, jalan-jalan antardesa maupun jembatan. Terlebih di wilayah kecamatan yang bergeografis luas, pembangunan infrastrukturnya juga akan diperhatikan mereka.

“Jadi memang untuk mengejar realisasi pembangunan infrastruktur itu butuh proses karena jarak yang luas itu. Namun begitu sektor-sektor lain, seperti pendidikan maupun pertanian juga tidak kalah diprioritaskan. Karena kita tentu berupaya agar dana desa juga maksimal di situ,” kata Muda.

Menurut Muda, Musrenbang merupakan forum untuk menajamkan perencanaan pembangunan di kecamatan agar dapat dipacu lebih cepat. Musrenbang, sebutnya, bukan sekadar rutinitas tahunan.

“Namun ini adalah media bagi kita untuk mengidentifikasi dan lebih menspesifikasi perencanaan untuk tahun depan. Sekaligus memperkuat bagaimana pelaksanaan tahun ini kita genjot lebih cepat. Termasuk juga dana desa dan perencanaan di desa,” jelasnya.

Baca Juga :  Polsek Terentang Dibangun Lagi Wabup KKR Sumbang Rp50 Juta

Orang pertama di Pemerintahan Kubu Raya ini mengungkapkan memberikan alokasi untuk musrenbang di desa dan kecamatan agar ada penajaman. Sebut dia, baik terkait program-program pembangunan regular dan pelayanan dari dinas-dinas terkait, maupun pemberdayaan ekonomi warga dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah.

Nah, ini juga semua dirangkum supaya nanti kita tajamkan. Apalagi kita ke depan sudah akan memulai pada tahun ini dengan sistem pendataan berbasis keruangan atau geospasial,” jelasnya.

Ia mengungkapkan penerapan sistem pendataan berbasis geospasial akan mengoptimalkan semua semua perencanaan. Sehingga, harapan dia, akurasi akan lebih tinggi dan menghindari terjadinya inefisiensi serta tumpang tindih.

“Pendataan geospasial membuat supaya sasaran setiap rumah tangga itu akan terpetakan dengan baik. Dan ini akan menavigasi baik pihak kabupaten maupun desa serta menjadi data dasar. Nah, inilah yang sebenarnya juga kita perkuat,” ucapnya.

Baca Juga :  Lima Prioritas Pembangunan Daerah Tahun 2022

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Kubu Raya, Agus Sudarmansyah menambahkan pembangunan infrastruktur hingga saat ini masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah daerah. Sebab, tak dipungkiri dia, Kabupaten Kubu Raya mempunyai luasan wilayah dan rentang jarak yang jauh antardesa dan kecamatan. “Kita prioritas tetap jalan-jalan poros baik itu yang menghubungkan antarkecamatan maupun jalan kabupaten,” jelasnya.

Politisi PDI Perjuangan ini menjelaskan, infrastruktur jalan menjadi salah satu standar pelayanan langsung kepada masyarakat. Sebab mobilitas masyarakat, menurut dia, sangat bergantung pada ketersediaan dan kondisi kelaikan jalan yang ada.

Nah, ini terkait dengan aktivitas ekonomi masyarakat. Selain itu juga untuk memudahkan masyarakat mengurus berbagai dokumen kependudukan dan hal-hal penting lainnya. Kalau infrastruktur jalan-jalan poros ini terbangun, maka semua aktivitas akan lebih mudah,” pungkasnya. (ash)

TERENTANG – Pembangunan infrastruktur di tingkat kecamatan menjadi salah satu prioritas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kubu Raya di tahun 2021. Hal tersebut disampaikan Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan, Rabu (3/2) saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Terentang di Aula Kantor Camat Terentang.

Bupati Muda Mahendrawan menerangkan pembangunan infrastruktur yang diprioritaskan tersebut seperti infrastruktur jalan poros, jalan-jalan antardesa maupun jembatan. Terlebih di wilayah kecamatan yang bergeografis luas, pembangunan infrastrukturnya juga akan diperhatikan mereka.

“Jadi memang untuk mengejar realisasi pembangunan infrastruktur itu butuh proses karena jarak yang luas itu. Namun begitu sektor-sektor lain, seperti pendidikan maupun pertanian juga tidak kalah diprioritaskan. Karena kita tentu berupaya agar dana desa juga maksimal di situ,” kata Muda.

Menurut Muda, Musrenbang merupakan forum untuk menajamkan perencanaan pembangunan di kecamatan agar dapat dipacu lebih cepat. Musrenbang, sebutnya, bukan sekadar rutinitas tahunan.

“Namun ini adalah media bagi kita untuk mengidentifikasi dan lebih menspesifikasi perencanaan untuk tahun depan. Sekaligus memperkuat bagaimana pelaksanaan tahun ini kita genjot lebih cepat. Termasuk juga dana desa dan perencanaan di desa,” jelasnya.

Baca Juga :  Parlemen Kutai Kertanegara Pelajari Regulasi Kebijakan Kubu Raya

Orang pertama di Pemerintahan Kubu Raya ini mengungkapkan memberikan alokasi untuk musrenbang di desa dan kecamatan agar ada penajaman. Sebut dia, baik terkait program-program pembangunan regular dan pelayanan dari dinas-dinas terkait, maupun pemberdayaan ekonomi warga dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah.

Nah, ini juga semua dirangkum supaya nanti kita tajamkan. Apalagi kita ke depan sudah akan memulai pada tahun ini dengan sistem pendataan berbasis keruangan atau geospasial,” jelasnya.

Ia mengungkapkan penerapan sistem pendataan berbasis geospasial akan mengoptimalkan semua semua perencanaan. Sehingga, harapan dia, akurasi akan lebih tinggi dan menghindari terjadinya inefisiensi serta tumpang tindih.

“Pendataan geospasial membuat supaya sasaran setiap rumah tangga itu akan terpetakan dengan baik. Dan ini akan menavigasi baik pihak kabupaten maupun desa serta menjadi data dasar. Nah, inilah yang sebenarnya juga kita perkuat,” ucapnya.

Baca Juga :  Bandara Supadio Gelar Bazar Produk; UMKM dan Salurkan Pinjaman Bergulir Rp324 Juta

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Kubu Raya, Agus Sudarmansyah menambahkan pembangunan infrastruktur hingga saat ini masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah daerah. Sebab, tak dipungkiri dia, Kabupaten Kubu Raya mempunyai luasan wilayah dan rentang jarak yang jauh antardesa dan kecamatan. “Kita prioritas tetap jalan-jalan poros baik itu yang menghubungkan antarkecamatan maupun jalan kabupaten,” jelasnya.

Politisi PDI Perjuangan ini menjelaskan, infrastruktur jalan menjadi salah satu standar pelayanan langsung kepada masyarakat. Sebab mobilitas masyarakat, menurut dia, sangat bergantung pada ketersediaan dan kondisi kelaikan jalan yang ada.

Nah, ini terkait dengan aktivitas ekonomi masyarakat. Selain itu juga untuk memudahkan masyarakat mengurus berbagai dokumen kependudukan dan hal-hal penting lainnya. Kalau infrastruktur jalan-jalan poros ini terbangun, maka semua aktivitas akan lebih mudah,” pungkasnya. (ash)

Most Read

Artikel Terbaru

/