alexametrics
25.6 C
Pontianak
Thursday, May 19, 2022

Ajak Pengelola PAUD, SKB, dan PKBM Pindah ke Daring

SUNGAI RAYA – Kepala Bidang (Kabid) PAUD dan PNF Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kubu Raya, Asmil Ratna meminta seluruh pengelola Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Kepala Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di Kubu Raya pada tahun 2021, segera mempersiapkan diri menghadapi perubahan dalam pengelolaan DAK non Fisik serta Bantuan Operasional Pendidikan (BOP).

Ratna menerangkan, semula semuanya dilakukan secara manual, tapi saat ini sudah mulai diberlakukan secara online. “Saat ini harus melalui aplikasi Sistem Informasi Pengadaan Sekolah untuk melaksanakan proses pengadaan barang dan jasa atau kita sebut SIPLA,” kata mantan anggota KPU Kabupaten Kubu Raya tersebut, baru-baru ini, dalam Sosialisasi DAK non Fisik dan Bantuan Operasional (BOP) PAUD dan Kesetaraan di Dangau Resort Kubu Raya.

Baca Juga :  Berdiri Saat Pandemi, Tahfizh Al-Ilham Mulai Tatap Muka Setelah Pembelajaran Secara Daring

Sosialisasi yang dilakukan secara daring dan luring dari 266 peserta, dijelaskan dia, hanya 25 persen dari kapasitas ruang pertemuan yang ikut secara luring, sisanya secara daring. Dia menegaskan, pemberlakuan ini bersifat wajib dan pengelola PAUD, SKB, dan PKBM harus siap.

“Sebagai bidang yang membawahi pengelola PAUD dan kesetaraan, kita harus sosialisasikan kebijakan ini kepada mereka dan yang lebih penting, kita juga harus mempersiapkan SDM agar transisi bisa dilakukan,” jelasnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kubu Raya, Muhammad Ayub, menambahkan pengelola pada pengelola satuan pendidikan di tingkat PAUD hingga kesetaraan harus bisa mempersiapkan diri menghadapi perubahan. “Tidak ada yang tidak bisa yang ada hanya belum terbiasa,” kata Ayub.

Baca Juga :  Guru Daring bagi Anak Milenial

Manurut Ayub, baik berbagai perubahan kearah kebaikan. Terlebih dengan digitasisasi dan pergeseran dari manual ke online ini menjadikan fungsi pengawasan bisa dilaksanakan secara efektif. “Di zaman serba online sekarang, sudah bukan saatnya lagi kita tidak melek informasi. Harus ada langkah untuk bisa mengimbangi perkembangan dan pertumbuhan teknologi, terlebih terkait dengan pelaksanaan dan penyelenggaraan pendidikan,” pungkasnya. (ash)

SUNGAI RAYA – Kepala Bidang (Kabid) PAUD dan PNF Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kubu Raya, Asmil Ratna meminta seluruh pengelola Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Kepala Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di Kubu Raya pada tahun 2021, segera mempersiapkan diri menghadapi perubahan dalam pengelolaan DAK non Fisik serta Bantuan Operasional Pendidikan (BOP).

Ratna menerangkan, semula semuanya dilakukan secara manual, tapi saat ini sudah mulai diberlakukan secara online. “Saat ini harus melalui aplikasi Sistem Informasi Pengadaan Sekolah untuk melaksanakan proses pengadaan barang dan jasa atau kita sebut SIPLA,” kata mantan anggota KPU Kabupaten Kubu Raya tersebut, baru-baru ini, dalam Sosialisasi DAK non Fisik dan Bantuan Operasional (BOP) PAUD dan Kesetaraan di Dangau Resort Kubu Raya.

Baca Juga :  Waspada Persoalan Sosial di Masa Pandemi Akibat Perubahan Interaksi dari Fisik ke Daring

Sosialisasi yang dilakukan secara daring dan luring dari 266 peserta, dijelaskan dia, hanya 25 persen dari kapasitas ruang pertemuan yang ikut secara luring, sisanya secara daring. Dia menegaskan, pemberlakuan ini bersifat wajib dan pengelola PAUD, SKB, dan PKBM harus siap.

“Sebagai bidang yang membawahi pengelola PAUD dan kesetaraan, kita harus sosialisasikan kebijakan ini kepada mereka dan yang lebih penting, kita juga harus mempersiapkan SDM agar transisi bisa dilakukan,” jelasnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kubu Raya, Muhammad Ayub, menambahkan pengelola pada pengelola satuan pendidikan di tingkat PAUD hingga kesetaraan harus bisa mempersiapkan diri menghadapi perubahan. “Tidak ada yang tidak bisa yang ada hanya belum terbiasa,” kata Ayub.

Baca Juga :  Dishub Sediakan Pos Pelayanan Jelang Nataru

Manurut Ayub, baik berbagai perubahan kearah kebaikan. Terlebih dengan digitasisasi dan pergeseran dari manual ke online ini menjadikan fungsi pengawasan bisa dilaksanakan secara efektif. “Di zaman serba online sekarang, sudah bukan saatnya lagi kita tidak melek informasi. Harus ada langkah untuk bisa mengimbangi perkembangan dan pertumbuhan teknologi, terlebih terkait dengan pelaksanaan dan penyelenggaraan pendidikan,” pungkasnya. (ash)

Most Read

KPP Pratama Mempawah Rangkul Pemda

Honor Ekstra ASN Dihapus

Tiga Anggota Polres Landak Dipecat

Artikel Terbaru

/