alexametrics
22.8 C
Pontianak
Sunday, August 14, 2022

Tak Dapat Pesangon, Racun Rumput Diembat

NGABANG – Jajaran Polsek Ngabang menangkap S alias PJ (24) lantaran diduga mencuri 20 jeriken racun rumput milik perusahaan kepala sawit di Dusun Maramun, Desa Amang, Kecamatan Ngabang, Jumat (29/7). Panit Panit Reskrim Polsek Ngabang Aipda Sugianto mengatakan, pihaknya mendapat laporan pada 22 Juli 2022 lalu. Penyidik Kepolisian pun secara maraton mengusut kasus tersebut dan petugas mendapati informasi dari warga bahwa ada seorang yang menawakan akan menjual racun rumput dengan merek Suprmo 480 SL sebanyak 20 jeriken.

“Berbekal laporan dari pihak perusahaan ini, petugas kepolisian melakukan penyelidikan maraton sampai dengan Jumat (29/07). Didapati informasi dari warga bahwa ada yang ingin menjual racun rumput dengan merk Supremo 480 SL sebanyak 20 Ken,” ujar Sugianto di Ngabang, Selasa (2/8).

Sugianto mengatakan atas ulah PJ (24), PT Pratama Prosentindo menglamai kerugian sekitar Rp35.620.000. Menurut keterangan terduga pelaku PJ, pencurian tersebut dilakukannya karena dirinya merasa kesal dengan pihak perusahaan yang tidak memberikan santunan terhadap dirinya yang berhenti dari perusahaan. “Karena rasa kesal kemudian ia berencana untuk mengambil racun rumput yang berada di gudang PT Pratama Prosentindo,” ungkap Sugianto.

Baca Juga :  Inginkan RSUD Kubu Raya Optimalkan Pelayanan

Ia menjelaskan, saat itu, PJ melihat ada satpam yang masih berjaga di pos perusahaan. Kemudian ia bersembunyi dibalik pohon sawit sabil menunggu hingga situasi aman. Sekitar pukul 23.00 WIB satpam yang berjaga tersebut pergi meninggalkan pos satpam. “Setelah situasi aman lalu PJ mendatangi gudang PT. Pratama Prosentindo sambil mencari cara supaya bisa membuka pintu gudang tersebut,” sambung Sugianto.

Selanjutnya, jelas Sugianto tersangka PJ kemudian mencari alat bantu yang berada di workshop dan menemukan potongan besi ulir lalu pelaku mencongkel gembok pintu gudang menggunakan potongan besi ulir tersebut.

“Kemudian ia mengambil racun rumput yang tersusun di dalam gudang dengan cara mengangkut sekali jalan sebanyak 2 jeriken racun dan disimpan di pinggir Sungai Menyuke. Setelah berhasil mendapatkan 20 Ken racun merk supremo PJ kembali lagi ke gudang tersebut untuk menutup pintu gudang kembali seperti sebelumnya supaya tidak menimbulkan kecurigaan,” jelas Sugianto.

Baca Juga :  Motivasi Prestasi, Muda Serahkan Bantuan Peralatan Drumband

Setelah itu pelaku kembali lagi ke tepi Sungai Menyuke dan menurunkan jeriken yang berisi racun rumput tersebut dan diikat dengan tali untuk dihanyutkan ke seberang sungai. Sampai di seberang sungai ia menyembunyikan jeriken tersebut di semak-semak yang berada dekat dari jalan blok perusahaan dengan tujuan agar memudahkan untuk mengambilnya nanti.

“Atas kejadian itu pihak perusahaan mengalami kerugian mencapai sekitar Rp35.620.000 serta melaporkan kepada pihak kepolisian untuk ditindak lanjuti. Kita akan dalami dan kembangkan lagi apakah ada pihak-pihak lain yang terlibat atau hanya PJ sendiri yang melakukannya, dan untuk tersangka akan dijerat dengan pasal 363 Ayat 1, ke-3 dan ke-5 KUHPidana dengan ancaman hukumannya 7 tahun Penjara,” pungkas Sugianto. (mif)

NGABANG – Jajaran Polsek Ngabang menangkap S alias PJ (24) lantaran diduga mencuri 20 jeriken racun rumput milik perusahaan kepala sawit di Dusun Maramun, Desa Amang, Kecamatan Ngabang, Jumat (29/7). Panit Panit Reskrim Polsek Ngabang Aipda Sugianto mengatakan, pihaknya mendapat laporan pada 22 Juli 2022 lalu. Penyidik Kepolisian pun secara maraton mengusut kasus tersebut dan petugas mendapati informasi dari warga bahwa ada seorang yang menawakan akan menjual racun rumput dengan merek Suprmo 480 SL sebanyak 20 jeriken.

“Berbekal laporan dari pihak perusahaan ini, petugas kepolisian melakukan penyelidikan maraton sampai dengan Jumat (29/07). Didapati informasi dari warga bahwa ada yang ingin menjual racun rumput dengan merk Supremo 480 SL sebanyak 20 Ken,” ujar Sugianto di Ngabang, Selasa (2/8).

Sugianto mengatakan atas ulah PJ (24), PT Pratama Prosentindo menglamai kerugian sekitar Rp35.620.000. Menurut keterangan terduga pelaku PJ, pencurian tersebut dilakukannya karena dirinya merasa kesal dengan pihak perusahaan yang tidak memberikan santunan terhadap dirinya yang berhenti dari perusahaan. “Karena rasa kesal kemudian ia berencana untuk mengambil racun rumput yang berada di gudang PT Pratama Prosentindo,” ungkap Sugianto.

Baca Juga :  Lama Menderita Sakit, Tak Pernah Dapat Bantuan

Ia menjelaskan, saat itu, PJ melihat ada satpam yang masih berjaga di pos perusahaan. Kemudian ia bersembunyi dibalik pohon sawit sabil menunggu hingga situasi aman. Sekitar pukul 23.00 WIB satpam yang berjaga tersebut pergi meninggalkan pos satpam. “Setelah situasi aman lalu PJ mendatangi gudang PT. Pratama Prosentindo sambil mencari cara supaya bisa membuka pintu gudang tersebut,” sambung Sugianto.

Selanjutnya, jelas Sugianto tersangka PJ kemudian mencari alat bantu yang berada di workshop dan menemukan potongan besi ulir lalu pelaku mencongkel gembok pintu gudang menggunakan potongan besi ulir tersebut.

“Kemudian ia mengambil racun rumput yang tersusun di dalam gudang dengan cara mengangkut sekali jalan sebanyak 2 jeriken racun dan disimpan di pinggir Sungai Menyuke. Setelah berhasil mendapatkan 20 Ken racun merk supremo PJ kembali lagi ke gudang tersebut untuk menutup pintu gudang kembali seperti sebelumnya supaya tidak menimbulkan kecurigaan,” jelas Sugianto.

Baca Juga :  Utamakan Pedekatan Persuasif Edukasi Masyarakat

Setelah itu pelaku kembali lagi ke tepi Sungai Menyuke dan menurunkan jeriken yang berisi racun rumput tersebut dan diikat dengan tali untuk dihanyutkan ke seberang sungai. Sampai di seberang sungai ia menyembunyikan jeriken tersebut di semak-semak yang berada dekat dari jalan blok perusahaan dengan tujuan agar memudahkan untuk mengambilnya nanti.

“Atas kejadian itu pihak perusahaan mengalami kerugian mencapai sekitar Rp35.620.000 serta melaporkan kepada pihak kepolisian untuk ditindak lanjuti. Kita akan dalami dan kembangkan lagi apakah ada pihak-pihak lain yang terlibat atau hanya PJ sendiri yang melakukannya, dan untuk tersangka akan dijerat dengan pasal 363 Ayat 1, ke-3 dan ke-5 KUHPidana dengan ancaman hukumannya 7 tahun Penjara,” pungkas Sugianto. (mif)

Most Read

Artikel Terbaru

/