alexametrics
23.4 C
Pontianak
Sunday, August 14, 2022

LDII Inisiasi Tanam 5 Ribu Bibit Pohon

SUNGAI RAYA – Melihat mulai terjadinya penurunan dan kualitas keasrian lingkungan yang mulai mengalami degradasi, khususnya di sekitar kawasan hutan Kota Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya, membuat perwakilan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kalimantan Barat berinisiatif melakukan penamaman 5 ribu bibit pohon di kawasan tersebut. Kegiatan tersebut mereka gelar, kemarin (4/4), dengan dihadiri Wakil Bupati Sujiwo.

Ketua DPW LDII Kalimantan Barat, Susanto mengatakan bahwa pembagian sekaligus penanaman 5 ribu bibit pohon di kawasan hutan Kota Desa Limbung yang mereka lakukan tersebut sebagai salah satu upaya menggencarkan penghijauan. Terlebih kata dia di kawasan tersebut sempat terjadi kebakaran laha.

“Karena sudah dicanangkan sebagai  hutan kota, harusnya kawasan tersebut terjaga, namun kenyataannya sebelumnya lahannya sudah sempat terbakar, sehingga membuat kualitas dan fungsi lingkungan sekitar terjadi degradasi. Makanya, melalui penanaman pohon ini kami harap secara bertahap bisa memotivasi pemerintah desa dan masyarakat setempat untuk sama-sama kembali melakukan penghijauan, khususnya di kawasan hutan kota tersebut,” kata Susanto kepada Pontianak Post, di sela-sela kegiatan.

Susanto menilai, dengan kembali terjaganya fungsi dan kaulitas lingkungan yang asri, akan mendukung lebih baiknya kehidupan ekosistem yang ada, termasuk untuk kelangsungan kehidupan manusia nantinya.

Susanto menambahkan, penanaman pohon tersebut juga salah satu bentuk kepedulian pihaknya akan degradasi lingkungan yang kian mengkhawatirkan. Melalui gerakan ini, lanjut Susanto, LDII juga ingin mengajak masyarakat untuk turut peduli terhadappelestarian lingkungan.

“LDII merasa terpanggil atas terjadinya degradasi lingkungan yang sangat luar biasa. Inilah kita mengedukasi, mengajak semua elemen masyarakat, khususnya di lingkungan sendiri untuk senantiasa menjaga merawat lingkungan,” ujarnya.

Dia menilai, selain bisa mencegah degradasi lahan, menanam pohon juga bisa menjadi sedekah jariah sekaligus melakukan dakwah bilhal. Sebab katanya, menanam pohon memiliki banyak manfaat, seperti mengurangi polusi udara dan menjaga populasi makhluk hidup. Dengan segala manfaat tersebut, sambung Susanto, seseorang yang menanam pohon akan mendapatkan pahala yang terus mengalir.

Baca Juga :  Dilema Industri Arang Bakau, Antara Pemenuhan Ekonomi atau Kelestarian Lingkungan

“Apa yang kita lakukan hari ini akan dinikmati oleh anak cucu kita kelak. Maka, demi lingkungan yang lestari, menjadi suatu kewajiban bagi kita untuk merawatnya. Karena dengan merawat, berarti kita punya ibadah jariah yang terus mengalir manakala lingkungan itu terjaga,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati (Wabup) Kubu Raya, Sujiwo yang turut berpartipasi menanam pohon, mengapresiasi gerakan penghijauan di Hutan Kota Desa Limbung yang dilakukan LDII. Bagi Sujiwo, gerakan penanaman 5 ribu pohon yang diinisiasi LDII itu sangat positif, karena dapat membantu mengembalikan kondisi ekosistem areal yang kerap menjadi lokasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan tersebut.

“Atas nama masyarakat dan Pemerintah Kubu Raya, saya menyampaikan apresiasi bagi LDII yang telah menggerakkan penanaman pohon bersama sejumlah pihak lainnya, termasuk masyarakat warga di Desa Limbung,” kata Sujiwo usai kegiatan.

Kata Sujiwo, penghijauan yang diprakarsai LDII ini menunjukkan kepedulian organisasi tersebut akan pelestarian lingkungan. Gerakan seperti ini dikehendakinya bisa diikuti oleh organisasi lain, guna mempercepat pemulihan lahan bekas terbakar di areal tersebut.

“Kami tentunya berharap gerakan penghijauan harus berkelanjutan. Kalau hari ini LDII sebagai motor, berikutnya harus ada jadwal. Nah, saya pastikan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya dan komunitas saya juga akan ambil bagian untuk turut menghijaukan lahan ini,” ungkapnya.

Di kesempatan yang sama, Sujiwo juga mengingatkan seluruh masyarakat untuk mulai menyadari pentingnya melakukan pelestarian lingkungan, guna mencegah terjadinya bencana alam. Ia berujar, ada banyak tindakan sederhana yang bisa dilakukan untuk menjaga alam tetap lestari, seperti tidak membuang sampah sembarangan, hemat listrik dan air, dan mengurangi penggunakan sampah plastik.

Baca Juga :  Kemendes Kucurkan Rp3,2 miliar untuk Rasau Raya

“Kita semua harus sudah mulai sadar bahwasanya menjaga dan merawat alam dan lingkungan ini suatu keniscayaan. Karena selama ini, jujur saya katakan, yang merusak dengan merawat dan memelihara itu persentasenya jauh. Lebih besar yang merusak. Kalau tidak ada kesadaran dari sekarang, akan semakin banyak penyakit, wabah, dan bencana yang akan datang,” ujarnya.

Pria yang sebelumnya pernah menjabat Ketua DPRD Kubu Raya ini menegaskan keseriusannya untuk menata kawasan tersebut, sehingga benar-benar layak disebut hutan kota. Komunikasi dan sinergi yang intensif akan ia jalin dengan berbagai pihak, agar keinginan masyarakat untuk melihat kawasan tersebut menjadi hutan kota tidak sebatas angan-angan belaka.

“Hutan kota sudah dirancang mulai tahun 2011 lalu dengan Keputusan Bupati. Saya termasuk salah satu orang yang merintis kawasan ini menjadi hutan kota. Tentu sangat disayangkan jika lahan seluas ini tidak dimanfaatkan dengan baik. Makanya, selain dengan bupati, saya akan komunikasi dengan Pemprov dan pihak-pihak lain supaya harapan masyarakat untuk melihat hutan kota benar-benar terwujud,” pungkasnya.

Selain oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kubu Raya, penanaman pohon ini dilakukan dengan melibatkan banyak pihak, seperti Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, Lanud Supadio Pontianak, Kodim 1207/BS, Polres Kubu Raya, Pemerintah Desa Limbung, Batalyon Komando Paskhas 465 Brajamusti, Pertamina, dan sejumlah pihak lainnya. (ash)

SUNGAI RAYA – Melihat mulai terjadinya penurunan dan kualitas keasrian lingkungan yang mulai mengalami degradasi, khususnya di sekitar kawasan hutan Kota Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya, membuat perwakilan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kalimantan Barat berinisiatif melakukan penamaman 5 ribu bibit pohon di kawasan tersebut. Kegiatan tersebut mereka gelar, kemarin (4/4), dengan dihadiri Wakil Bupati Sujiwo.

Ketua DPW LDII Kalimantan Barat, Susanto mengatakan bahwa pembagian sekaligus penanaman 5 ribu bibit pohon di kawasan hutan Kota Desa Limbung yang mereka lakukan tersebut sebagai salah satu upaya menggencarkan penghijauan. Terlebih kata dia di kawasan tersebut sempat terjadi kebakaran laha.

“Karena sudah dicanangkan sebagai  hutan kota, harusnya kawasan tersebut terjaga, namun kenyataannya sebelumnya lahannya sudah sempat terbakar, sehingga membuat kualitas dan fungsi lingkungan sekitar terjadi degradasi. Makanya, melalui penanaman pohon ini kami harap secara bertahap bisa memotivasi pemerintah desa dan masyarakat setempat untuk sama-sama kembali melakukan penghijauan, khususnya di kawasan hutan kota tersebut,” kata Susanto kepada Pontianak Post, di sela-sela kegiatan.

Susanto menilai, dengan kembali terjaganya fungsi dan kaulitas lingkungan yang asri, akan mendukung lebih baiknya kehidupan ekosistem yang ada, termasuk untuk kelangsungan kehidupan manusia nantinya.

Susanto menambahkan, penanaman pohon tersebut juga salah satu bentuk kepedulian pihaknya akan degradasi lingkungan yang kian mengkhawatirkan. Melalui gerakan ini, lanjut Susanto, LDII juga ingin mengajak masyarakat untuk turut peduli terhadappelestarian lingkungan.

“LDII merasa terpanggil atas terjadinya degradasi lingkungan yang sangat luar biasa. Inilah kita mengedukasi, mengajak semua elemen masyarakat, khususnya di lingkungan sendiri untuk senantiasa menjaga merawat lingkungan,” ujarnya.

Dia menilai, selain bisa mencegah degradasi lahan, menanam pohon juga bisa menjadi sedekah jariah sekaligus melakukan dakwah bilhal. Sebab katanya, menanam pohon memiliki banyak manfaat, seperti mengurangi polusi udara dan menjaga populasi makhluk hidup. Dengan segala manfaat tersebut, sambung Susanto, seseorang yang menanam pohon akan mendapatkan pahala yang terus mengalir.

Baca Juga :  Nominasi Top 99 Inovasi Pelayanan Publik 2021

“Apa yang kita lakukan hari ini akan dinikmati oleh anak cucu kita kelak. Maka, demi lingkungan yang lestari, menjadi suatu kewajiban bagi kita untuk merawatnya. Karena dengan merawat, berarti kita punya ibadah jariah yang terus mengalir manakala lingkungan itu terjaga,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati (Wabup) Kubu Raya, Sujiwo yang turut berpartipasi menanam pohon, mengapresiasi gerakan penghijauan di Hutan Kota Desa Limbung yang dilakukan LDII. Bagi Sujiwo, gerakan penanaman 5 ribu pohon yang diinisiasi LDII itu sangat positif, karena dapat membantu mengembalikan kondisi ekosistem areal yang kerap menjadi lokasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan tersebut.

“Atas nama masyarakat dan Pemerintah Kubu Raya, saya menyampaikan apresiasi bagi LDII yang telah menggerakkan penanaman pohon bersama sejumlah pihak lainnya, termasuk masyarakat warga di Desa Limbung,” kata Sujiwo usai kegiatan.

Kata Sujiwo, penghijauan yang diprakarsai LDII ini menunjukkan kepedulian organisasi tersebut akan pelestarian lingkungan. Gerakan seperti ini dikehendakinya bisa diikuti oleh organisasi lain, guna mempercepat pemulihan lahan bekas terbakar di areal tersebut.

“Kami tentunya berharap gerakan penghijauan harus berkelanjutan. Kalau hari ini LDII sebagai motor, berikutnya harus ada jadwal. Nah, saya pastikan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya dan komunitas saya juga akan ambil bagian untuk turut menghijaukan lahan ini,” ungkapnya.

Di kesempatan yang sama, Sujiwo juga mengingatkan seluruh masyarakat untuk mulai menyadari pentingnya melakukan pelestarian lingkungan, guna mencegah terjadinya bencana alam. Ia berujar, ada banyak tindakan sederhana yang bisa dilakukan untuk menjaga alam tetap lestari, seperti tidak membuang sampah sembarangan, hemat listrik dan air, dan mengurangi penggunakan sampah plastik.

Baca Juga :  Kemendes Kucurkan Rp3,2 miliar untuk Rasau Raya

“Kita semua harus sudah mulai sadar bahwasanya menjaga dan merawat alam dan lingkungan ini suatu keniscayaan. Karena selama ini, jujur saya katakan, yang merusak dengan merawat dan memelihara itu persentasenya jauh. Lebih besar yang merusak. Kalau tidak ada kesadaran dari sekarang, akan semakin banyak penyakit, wabah, dan bencana yang akan datang,” ujarnya.

Pria yang sebelumnya pernah menjabat Ketua DPRD Kubu Raya ini menegaskan keseriusannya untuk menata kawasan tersebut, sehingga benar-benar layak disebut hutan kota. Komunikasi dan sinergi yang intensif akan ia jalin dengan berbagai pihak, agar keinginan masyarakat untuk melihat kawasan tersebut menjadi hutan kota tidak sebatas angan-angan belaka.

“Hutan kota sudah dirancang mulai tahun 2011 lalu dengan Keputusan Bupati. Saya termasuk salah satu orang yang merintis kawasan ini menjadi hutan kota. Tentu sangat disayangkan jika lahan seluas ini tidak dimanfaatkan dengan baik. Makanya, selain dengan bupati, saya akan komunikasi dengan Pemprov dan pihak-pihak lain supaya harapan masyarakat untuk melihat hutan kota benar-benar terwujud,” pungkasnya.

Selain oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kubu Raya, penanaman pohon ini dilakukan dengan melibatkan banyak pihak, seperti Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, Lanud Supadio Pontianak, Kodim 1207/BS, Polres Kubu Raya, Pemerintah Desa Limbung, Batalyon Komando Paskhas 465 Brajamusti, Pertamina, dan sejumlah pihak lainnya. (ash)

Most Read

Artikel Terbaru

/