alexametrics
31 C
Pontianak
Tuesday, June 28, 2022

Dukung Islah Muda-Jiwo

PONTIANAK – Islah antara Bupati Muda Mahendrawan dan Wakil Bupati Sujiwo, Jumat (3/7) mendapat tanggapan beragam di masyarakat. Sebagian besar mendukung proses ini dan menilai islah sebagai langkah positif demi keberlanjutan pembangunan di Kubu Raya.

Tokoh Pemekaran Kubu Raya, Iqbal Asrorudin mengatakan, pasca islahnya Muda Mahendrawan dan Sujiwo, roda pemerintahan di Kubu Raya bisa kembali berjalan dengan baik. Masyarakat, kata Iqbal, menaruh harapan besar pada dua pemimpin ini. Menurut Iqbal, kekompakan kinerja antara bupati dan wakil bupati akan membuahkan proses pembangunan yang diharapkan masyarakat.

“Sebagai salah satu pihak yang bersama berjuang mewujudkan kabupaten Kubu Raya, saya berharap sisa waktu pemerintahan ini benar-benar dioptimalkan untuk melayani masyarakat, menggenjot pembangunan, dan mewujudkan cita-cita masyarakat Kubu Raya yang selama ini diimpikan,” ujar Iqbal kepada Pontianak Post, Sabtu (4/7).

Menurut Iqbal, banyak agenda penting yang mesti dituntaskan. Di antaranya pemekaran beberapa kecamatan pesisir Kubu Raya, memperpendek rentang kendali dan pengembangan wilayah pesisir, serta pengembangan potensi ekonomi berbasis komoditi pertanian, perikanan dan peternakan.

Selain itu, dari sisi pendidikan, lanjut Iqbal, masyarakat masih memimpikan adanya sekolah-sekolah unggulan hingga terbentuknya universitas di Kubu Raya. “Hal lain yang penting juga adalah menopang kapasitas pendidik honorer di pelosok Kubu Raya, pusat rumah ibadah seperti Masjid Agung Kubu Raya, serta rumah ibadah pemeluk agama lain,” jelas Mantan Kepala Litbang Tim Pembentukan Kabupaten Kubu Raya itu.

Hal lain yang penting untuk diselesaikan Pemkab KKR adalah peningkatan lapangan kerja bagi pemuda Kubu Raya. “Tentu banyak sekali harapan lain yang kita inginkan. Kita berharap, rujuknya dua pemimpin ini menyudahi kisruh di Kubu Raya. Sehingga kedua pemimpin bisa fokus membangun daerah,” ujar mantan anggota DPRD Kubu Raya itu.

Baca Juga :  Wujudkan Generasi Muda Berkualitas

Tanggapan lain disampaikan Aktivis Lembaga Gemawan, Muhammad Zuni Irawan. Zuni menilai, proses mediasi yang berujung islahnya Muda-Jiwo adalah hal lumrah dalam demokrasi. Kisruh antara dua pemimpin memang harus diselesaikan, sehingga energinya bisa diarahkan untuk melanjutkan estafet pembangunan. “Riak-riak antara dua pemimpin di suatu daerah dalam konteks demokrasi itu sah-sah saja. Selanjutnya bagaimana menyelesaikan riak-riak ini. Proses mediasi yang dilakukan partai pengusung perlu didukung,” ujarnya.

Ke depan, Zuni berharap, komunikasi antara Muda dan Jiwo bisa diperbaiki. Tujuannya tentu, untuk hal lebih luas, yakni keberlanjutan pembangunan di Kubu Raya. “Menurut saya komunikasi antara Muda dan Jiwo selama ini tidak terbangun dengan baik. Inilah yang perlu diperbaiki,” ujarnya.

Zuni berpendapat, jika sudah ada kesepakatan untuk islah, yang maka selanjutnya komunikasi politik adalah hal penting. “Monitoring proses pembangunan di Kubu Raya juga harus terus dilakukan. Keberlanjutan proses pembangunan di Kubu Raya harus mendapat dukungan dari Bupati dan Wakil Bupati, sertai partai pendukung,” ujarnya.

Sementara itu, Pengamat Politik Kalbar, Ireng Maulana mengatakan, islah yang dilakukan tidak akan benar-benar memberikan manfaat. Pasangan Bupati dan Wakil Bupati tidak akan mudah menemukan kembali energi bersama untuk menyelenggarakan pemerintahan.

“Residu prasangka dari pihak masing-masing akan terus meracuni interaksi dan komunikasi di antara keduanya di masa-masa mendatang,” ujarnya.

Baca Juga :  Keberadaan Listrik Dapat Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat di Kalbar

Menurut Ireng, islah yang sudah disepakati hanya citra di muka publik yang sebenarnya sudah sulit untuk diperbaiki kerusakannya. “Persoalannya tidak ada patron dari keduanya yang mampu melakukan proses rekonsolidasi untuk mengeratkan kembali hubungan kuasa Bupati dan Wakil Bupati,” jelasnya.

Ireng menambahkan, Islah yang terjadi hanya kulit, dan bukan isi. “Jika Islah hanya ada di permukaan maka akan ada kemacetan-kemacetan baru yang lebih kompleks dibandingkan sebelum terjadinya polemik mundurnya Wakil Bupati. Kemacetan tadi jika tidak dikendalikan dengan bijaksana maka akan berimplikasi pada gerak laju pembangunan dan kemajuan daerah yang mereka pimpin,” jelas lulusan Iowa State University itu.

Seperti diberitakan sebelumnya, proses mediasi antara Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan dengan Wakil Bupati Sujiwo  telah membuahkan hasil positif. Dalam pertemuan informal di Hotel Gardenia Kubu Raya, Jumat Malam, Muda Mahendrawan dan Wakilnya Sujiwo ikut hadir. Pertemuan ini merupakan yang pertama bagi keduanya sejak Sujiwo mengajukan pengunduran diri beberapa waktu lalu.

Anggota DPRD Kubu Raya dari Partai Keadilan Sejahtera, Muhammad Amri mengatakan, dalam pertemuan ini, kedua pemimpin Kubu Raya itu menyatakan siap menjalankan amanat sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kubu Raya hingga masa jabatan mereka berakhir.

“Alhamdulillah, malam ini upaya mediasi sudah dilakukan, dalam suasana kekeluargaan, nyaman dan kondusif. Insyaallah mereka akan menjadi bupati dan wakil Bupati sesuai dengan masa jabatannya,” ujar M Amri kepada Pontianak Post, Jumat malam (3/7).  (her)

PONTIANAK – Islah antara Bupati Muda Mahendrawan dan Wakil Bupati Sujiwo, Jumat (3/7) mendapat tanggapan beragam di masyarakat. Sebagian besar mendukung proses ini dan menilai islah sebagai langkah positif demi keberlanjutan pembangunan di Kubu Raya.

Tokoh Pemekaran Kubu Raya, Iqbal Asrorudin mengatakan, pasca islahnya Muda Mahendrawan dan Sujiwo, roda pemerintahan di Kubu Raya bisa kembali berjalan dengan baik. Masyarakat, kata Iqbal, menaruh harapan besar pada dua pemimpin ini. Menurut Iqbal, kekompakan kinerja antara bupati dan wakil bupati akan membuahkan proses pembangunan yang diharapkan masyarakat.

“Sebagai salah satu pihak yang bersama berjuang mewujudkan kabupaten Kubu Raya, saya berharap sisa waktu pemerintahan ini benar-benar dioptimalkan untuk melayani masyarakat, menggenjot pembangunan, dan mewujudkan cita-cita masyarakat Kubu Raya yang selama ini diimpikan,” ujar Iqbal kepada Pontianak Post, Sabtu (4/7).

Menurut Iqbal, banyak agenda penting yang mesti dituntaskan. Di antaranya pemekaran beberapa kecamatan pesisir Kubu Raya, memperpendek rentang kendali dan pengembangan wilayah pesisir, serta pengembangan potensi ekonomi berbasis komoditi pertanian, perikanan dan peternakan.

Selain itu, dari sisi pendidikan, lanjut Iqbal, masyarakat masih memimpikan adanya sekolah-sekolah unggulan hingga terbentuknya universitas di Kubu Raya. “Hal lain yang penting juga adalah menopang kapasitas pendidik honorer di pelosok Kubu Raya, pusat rumah ibadah seperti Masjid Agung Kubu Raya, serta rumah ibadah pemeluk agama lain,” jelas Mantan Kepala Litbang Tim Pembentukan Kabupaten Kubu Raya itu.

Hal lain yang penting untuk diselesaikan Pemkab KKR adalah peningkatan lapangan kerja bagi pemuda Kubu Raya. “Tentu banyak sekali harapan lain yang kita inginkan. Kita berharap, rujuknya dua pemimpin ini menyudahi kisruh di Kubu Raya. Sehingga kedua pemimpin bisa fokus membangun daerah,” ujar mantan anggota DPRD Kubu Raya itu.

Baca Juga :  Putra dan Putri Pariwisata Promosikan Potensi Wisata

Tanggapan lain disampaikan Aktivis Lembaga Gemawan, Muhammad Zuni Irawan. Zuni menilai, proses mediasi yang berujung islahnya Muda-Jiwo adalah hal lumrah dalam demokrasi. Kisruh antara dua pemimpin memang harus diselesaikan, sehingga energinya bisa diarahkan untuk melanjutkan estafet pembangunan. “Riak-riak antara dua pemimpin di suatu daerah dalam konteks demokrasi itu sah-sah saja. Selanjutnya bagaimana menyelesaikan riak-riak ini. Proses mediasi yang dilakukan partai pengusung perlu didukung,” ujarnya.

Ke depan, Zuni berharap, komunikasi antara Muda dan Jiwo bisa diperbaiki. Tujuannya tentu, untuk hal lebih luas, yakni keberlanjutan pembangunan di Kubu Raya. “Menurut saya komunikasi antara Muda dan Jiwo selama ini tidak terbangun dengan baik. Inilah yang perlu diperbaiki,” ujarnya.

Zuni berpendapat, jika sudah ada kesepakatan untuk islah, yang maka selanjutnya komunikasi politik adalah hal penting. “Monitoring proses pembangunan di Kubu Raya juga harus terus dilakukan. Keberlanjutan proses pembangunan di Kubu Raya harus mendapat dukungan dari Bupati dan Wakil Bupati, sertai partai pendukung,” ujarnya.

Sementara itu, Pengamat Politik Kalbar, Ireng Maulana mengatakan, islah yang dilakukan tidak akan benar-benar memberikan manfaat. Pasangan Bupati dan Wakil Bupati tidak akan mudah menemukan kembali energi bersama untuk menyelenggarakan pemerintahan.

“Residu prasangka dari pihak masing-masing akan terus meracuni interaksi dan komunikasi di antara keduanya di masa-masa mendatang,” ujarnya.

Baca Juga :  Berharap Pengelolaan Balai KB Diserahkan ke Desa Kepayang

Menurut Ireng, islah yang sudah disepakati hanya citra di muka publik yang sebenarnya sudah sulit untuk diperbaiki kerusakannya. “Persoalannya tidak ada patron dari keduanya yang mampu melakukan proses rekonsolidasi untuk mengeratkan kembali hubungan kuasa Bupati dan Wakil Bupati,” jelasnya.

Ireng menambahkan, Islah yang terjadi hanya kulit, dan bukan isi. “Jika Islah hanya ada di permukaan maka akan ada kemacetan-kemacetan baru yang lebih kompleks dibandingkan sebelum terjadinya polemik mundurnya Wakil Bupati. Kemacetan tadi jika tidak dikendalikan dengan bijaksana maka akan berimplikasi pada gerak laju pembangunan dan kemajuan daerah yang mereka pimpin,” jelas lulusan Iowa State University itu.

Seperti diberitakan sebelumnya, proses mediasi antara Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan dengan Wakil Bupati Sujiwo  telah membuahkan hasil positif. Dalam pertemuan informal di Hotel Gardenia Kubu Raya, Jumat Malam, Muda Mahendrawan dan Wakilnya Sujiwo ikut hadir. Pertemuan ini merupakan yang pertama bagi keduanya sejak Sujiwo mengajukan pengunduran diri beberapa waktu lalu.

Anggota DPRD Kubu Raya dari Partai Keadilan Sejahtera, Muhammad Amri mengatakan, dalam pertemuan ini, kedua pemimpin Kubu Raya itu menyatakan siap menjalankan amanat sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kubu Raya hingga masa jabatan mereka berakhir.

“Alhamdulillah, malam ini upaya mediasi sudah dilakukan, dalam suasana kekeluargaan, nyaman dan kondusif. Insyaallah mereka akan menjadi bupati dan wakil Bupati sesuai dengan masa jabatannya,” ujar M Amri kepada Pontianak Post, Jumat malam (3/7).  (her)

Most Read

Artikel Terbaru

/