alexametrics
26.7 C
Pontianak
Friday, August 19, 2022

Deklarasi Stop BABS

SUNGAI RAYA – Pemerintah Desa Teluk Kapuas, Kecamatan Sungai Raya, Selasa (5/1) melakukan deklarasi Open Defecation Free (ODF) atau stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS) di desa dengan jumlah penduduk sebanyak 13.868 jiwa ini.

Kepala Desa Teluk Kapuas, Abdul Halim mengatakan sebelum mendeklarasikan ODF stop BABS, sejak tahun 2013 lalu, pemerintah desa setempat sudah melakukan edukasi sekaligus sosialisasi ke masyarakat desa untuk menerapkan disiplin hidup bersih dan sehat di lingkungan tempat tinggal masing-masing termasuk  stop untuk BABS.

“Sebelumnya sekitar tahun 2013 lalu, masih ada sekitar 500 kepala keluarga yang WC nya rusak dan masih belum memiliki WC pribadi di rumah masing-masing. namun seiring dengan gencarnya sosialiasi dan edukasi yang kami lakukan di tambah dengan adanya bantuan dari pemerintah desa, koramil dan sejumlah pihak terkait untuk membuat WC membuat saat sudah semua warga  di desa ini memiliki WC dikediaman masing-masing,” papar Abdul Halim kepada wartawan, usai menghadiri Deklarasi ODF stop BABS di Aula Kantor Desa Teluk Kapuas.

Menurutnya pada awal tahun 2020 lalu, tim Dinas Kesehatan Kubu Raya juga telah menurunkan tim untuk memverifikasi ketersediaan WC di rumah masyarakat. Hasil dari verifikasi tersebut kata Abdul Halim,  dari 4009 Kepala Keluarga yang ada di Desa Teluk Kapuas kala itu ditemukan hanya 11 Kepala Keluarga yang belum memiliki WC lantaran tinggal di tepian sungai.

Ditanya kenapa sebelumnya masih ada kepala keluarga yang belum memiliki WC di rumah, Abdul Halim menjawab lantaran karena faktor ekonomi. “Jadi mereka yang belum memiliki WC ini karena ekonomi keluarganya maish dibawah rata-rata, jangankan untuk membangun WC, untuk makan sehari-hari saja masih susah,  namun kami berupaya agar semua masyarakat di desa kami bisa memiliki WC tempat tinggal masing-masing,” paparnya.

Baca Juga :  Bersahaja Tanpa Polesan, Kunci Silaturahmi TNI Selalu Akrab Dengan Masyarakat

Untuk membantu masyarakat yang belum memiliki WC tersebut, kata dia, Pemerintah Desa Teluk Mulus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kubu Raya kemudian menjalin kerjasama dengan Poltekes Pontianak membuat terobosan dengan membangun WC terapung di Gang Sangkuriang dan Gang H. Sulaiman Desa Teluk Kapuas.

“Setelah dibangunnya WC terapung kami bersyukur saat ini, semua kepala keluarga di Desa Teluk Mulus sudah memiliki WC sehingga upaya untuk merealisasikan BABS berjalan maksimal,” ujarnya.

Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan yang turut menghadiri deklarasi ODF atau stop BABS tersebut mengatakan deklarasi ODF merupakan salah satu upaya untuk menyadarkan semua pihak pentingnya menjaga kebersihan lingkungan di tempat tinggal masing-masing termasuk tidak lagi BABS. Agar implementasi deklarasi ODF berjalan maksimal kata Muda diperlukan adanya gerakan masif  yang dilakukan secara bersama-sama .

“Seperti kita ketahui dari pengalaman masyarakat, BABS sangat berpengaruh dan berdampak pada kesehatan termasuk kebersihan lingkungan dan BABS berpengaruh pada kesehatan seperti stunting dan sebagainya,” kata Muda Mahendrawan.

Untuk mengoptimalkan implementasi ODF, lanjut Muda, Pemerintah Kubu Raya akan melakukan sistem pendataan yang baik dan upaya swakelola untuk memenuhi kebutuhan WC bagi masyarakat dengan merangkul semua pihak termasuk  pihak BUMN, swasta melalui porgram Corprate Social Responsibility (CSR) yang dimiliki.

Muda menambahkan, Pemerintah Kubu Raya saat ini juga melakukan pendataan dengan geospasial. Melalui pendataan geospasial, semua kondisi di lapangan didata secara by name by address, by koordinat, informasi. “Dengan pendataan geospasial, jadi kondisi setiap rumah tangga di lapangan secara detail akan tampak,” terangnya.

Baca Juga :  Dilema Industri Arang Bakau, Antara Pemenuhan Ekonomi atau Kelestarian Lingkungan

Menurut Muda, upaya untuk menerapkan ODF  bisa maksimal terealisasi jika ada kerjasama yang solid antar semua pihak terkait termasuk masyarakat. Terlebih di tengah kondisi pandemi Covid-19, Muda melihat solidaritas sosial masyarakat akan lebih optimal terbangun untuk menjaga kebersihan di lingkungan tempat tinggal masing-masing.

Bupati pertama Kubu Raya ini berharap dari 123 desa di Kubu Raya saat ini, setidaknya sekitar dua tahun ke depan semuanya bisa lebih maksimal menerapkan ODF di desa masing-masing.

Kepala Dinas Kesehatan Kubu Raya, Marijan mengatakan Dinas Kesehatan Kubu Raya akan terus mendorong semua Desa Kubu Raya mendeklarasikan ODF.  “Deklarasi ODF di tahun 2021 diawali dengan Desa Teluk Kapuas, selanjutnya nanti akan diikuti oleh desa-desa lainnya di Kubu Raya.

“Tidak hanya soal sanitasi dan kebersihan lingkungan, dengan deklarasi ODF juga berpengaruh terhadap stunting. Seperti kita ketahui saat ini angka stunting di Kubu Raya sudah turun derastis, kita berharap dengan maksimalnya implementasi ODF ini juga berkontribusi dalam menekan kasus stunting di Kubu Raya,” ungkapnya.

Dari  data  yang dimiliki, kata Marijan saat ini masih sekitar 30 persen warga di semua desa di Kubu Raya belum memiliki WC di tempat tinggal masing-masing. “Biasanya yang belum memiliki WC ini warga yang berasal dari kalangan ekonomi menengah ke bawah dan warga dari kalangan ekonomi menengah ke bawah inii akan kami upayakan untuk bisa sama-sama di bantu dengan merangkul pihak swasta dan sejumlah pihak terkait lainnya dalam memenuhi WC dikediaman masing-masing,” pungkasnya. (ash)

SUNGAI RAYA – Pemerintah Desa Teluk Kapuas, Kecamatan Sungai Raya, Selasa (5/1) melakukan deklarasi Open Defecation Free (ODF) atau stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS) di desa dengan jumlah penduduk sebanyak 13.868 jiwa ini.

Kepala Desa Teluk Kapuas, Abdul Halim mengatakan sebelum mendeklarasikan ODF stop BABS, sejak tahun 2013 lalu, pemerintah desa setempat sudah melakukan edukasi sekaligus sosialisasi ke masyarakat desa untuk menerapkan disiplin hidup bersih dan sehat di lingkungan tempat tinggal masing-masing termasuk  stop untuk BABS.

“Sebelumnya sekitar tahun 2013 lalu, masih ada sekitar 500 kepala keluarga yang WC nya rusak dan masih belum memiliki WC pribadi di rumah masing-masing. namun seiring dengan gencarnya sosialiasi dan edukasi yang kami lakukan di tambah dengan adanya bantuan dari pemerintah desa, koramil dan sejumlah pihak terkait untuk membuat WC membuat saat sudah semua warga  di desa ini memiliki WC dikediaman masing-masing,” papar Abdul Halim kepada wartawan, usai menghadiri Deklarasi ODF stop BABS di Aula Kantor Desa Teluk Kapuas.

Menurutnya pada awal tahun 2020 lalu, tim Dinas Kesehatan Kubu Raya juga telah menurunkan tim untuk memverifikasi ketersediaan WC di rumah masyarakat. Hasil dari verifikasi tersebut kata Abdul Halim,  dari 4009 Kepala Keluarga yang ada di Desa Teluk Kapuas kala itu ditemukan hanya 11 Kepala Keluarga yang belum memiliki WC lantaran tinggal di tepian sungai.

Ditanya kenapa sebelumnya masih ada kepala keluarga yang belum memiliki WC di rumah, Abdul Halim menjawab lantaran karena faktor ekonomi. “Jadi mereka yang belum memiliki WC ini karena ekonomi keluarganya maish dibawah rata-rata, jangankan untuk membangun WC, untuk makan sehari-hari saja masih susah,  namun kami berupaya agar semua masyarakat di desa kami bisa memiliki WC tempat tinggal masing-masing,” paparnya.

Baca Juga :  Berharap Muda-Jiwo Rujuk

Untuk membantu masyarakat yang belum memiliki WC tersebut, kata dia, Pemerintah Desa Teluk Mulus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kubu Raya kemudian menjalin kerjasama dengan Poltekes Pontianak membuat terobosan dengan membangun WC terapung di Gang Sangkuriang dan Gang H. Sulaiman Desa Teluk Kapuas.

“Setelah dibangunnya WC terapung kami bersyukur saat ini, semua kepala keluarga di Desa Teluk Mulus sudah memiliki WC sehingga upaya untuk merealisasikan BABS berjalan maksimal,” ujarnya.

Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan yang turut menghadiri deklarasi ODF atau stop BABS tersebut mengatakan deklarasi ODF merupakan salah satu upaya untuk menyadarkan semua pihak pentingnya menjaga kebersihan lingkungan di tempat tinggal masing-masing termasuk tidak lagi BABS. Agar implementasi deklarasi ODF berjalan maksimal kata Muda diperlukan adanya gerakan masif  yang dilakukan secara bersama-sama .

“Seperti kita ketahui dari pengalaman masyarakat, BABS sangat berpengaruh dan berdampak pada kesehatan termasuk kebersihan lingkungan dan BABS berpengaruh pada kesehatan seperti stunting dan sebagainya,” kata Muda Mahendrawan.

Untuk mengoptimalkan implementasi ODF, lanjut Muda, Pemerintah Kubu Raya akan melakukan sistem pendataan yang baik dan upaya swakelola untuk memenuhi kebutuhan WC bagi masyarakat dengan merangkul semua pihak termasuk  pihak BUMN, swasta melalui porgram Corprate Social Responsibility (CSR) yang dimiliki.

Muda menambahkan, Pemerintah Kubu Raya saat ini juga melakukan pendataan dengan geospasial. Melalui pendataan geospasial, semua kondisi di lapangan didata secara by name by address, by koordinat, informasi. “Dengan pendataan geospasial, jadi kondisi setiap rumah tangga di lapangan secara detail akan tampak,” terangnya.

Baca Juga :  Dorong Pengembangan Kurikulum PAUD Kubu Raya

Menurut Muda, upaya untuk menerapkan ODF  bisa maksimal terealisasi jika ada kerjasama yang solid antar semua pihak terkait termasuk masyarakat. Terlebih di tengah kondisi pandemi Covid-19, Muda melihat solidaritas sosial masyarakat akan lebih optimal terbangun untuk menjaga kebersihan di lingkungan tempat tinggal masing-masing.

Bupati pertama Kubu Raya ini berharap dari 123 desa di Kubu Raya saat ini, setidaknya sekitar dua tahun ke depan semuanya bisa lebih maksimal menerapkan ODF di desa masing-masing.

Kepala Dinas Kesehatan Kubu Raya, Marijan mengatakan Dinas Kesehatan Kubu Raya akan terus mendorong semua Desa Kubu Raya mendeklarasikan ODF.  “Deklarasi ODF di tahun 2021 diawali dengan Desa Teluk Kapuas, selanjutnya nanti akan diikuti oleh desa-desa lainnya di Kubu Raya.

“Tidak hanya soal sanitasi dan kebersihan lingkungan, dengan deklarasi ODF juga berpengaruh terhadap stunting. Seperti kita ketahui saat ini angka stunting di Kubu Raya sudah turun derastis, kita berharap dengan maksimalnya implementasi ODF ini juga berkontribusi dalam menekan kasus stunting di Kubu Raya,” ungkapnya.

Dari  data  yang dimiliki, kata Marijan saat ini masih sekitar 30 persen warga di semua desa di Kubu Raya belum memiliki WC di tempat tinggal masing-masing. “Biasanya yang belum memiliki WC ini warga yang berasal dari kalangan ekonomi menengah ke bawah dan warga dari kalangan ekonomi menengah ke bawah inii akan kami upayakan untuk bisa sama-sama di bantu dengan merangkul pihak swasta dan sejumlah pihak terkait lainnya dalam memenuhi WC dikediaman masing-masing,” pungkasnya. (ash)

Most Read

Artikel Terbaru

/