23.9 C
Pontianak
Saturday, March 25, 2023

Banyak Warga Enggan Urus Surat Pindah

Magister FISIP Untan Gelar Edukasi Pemilu

SUNGAI AMBAWANG – Komisioner KPU Kubu Raya, Syarifah Nuraini mengapresiasi program Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) yang dilakukan Mahasiswa Prodi Magister FISIP Untan, dengan menggelar edukasi sekaligus sosialisasi terkait kesiapan masyarakat jelang Pemilu tahun 2024. “Melalui kegiatan ini masyarakat bisa lebih paham mengenai pentingnya menggunakan hak suara,” paparnya, Sabtu (4/3) pada Sosialisasi Kesiapan Menyongsong Pemilu tahun 2024 melalui PPM kelompok IV Mahasiswa Prodi Magister FISIP Untan, di Ruang Serbaguna Desa Mega Timur, Kecamatan Sungai Ambawang.

Syarifah pun berharap kegiatan serupa bisa kembali digelar oleh pihak-pihak terkait, sehingga akan lebih banyak masyarakat yang teredukasi dan lebih siap menghadapi pelaksanaan Pemilu serentak di tahun 2024 mendatang. Hal senada juga diutarakan Anggota Bawaslu Kubu Raya, Muhammad Darwis yang turut menjadi pemateri dalam kegiatan itu. “Potensi terjadinya pelanggaran dalam Pemilu bisa saja terjadi. Dengan baiknya pemahaman masyarakat terkait pelaksanaan Pemilu ini, setidaknya bisa membantu dalam upaya pengawasan agar tindak pelanggaran dalam Pemilu bisa dicegah sejak dini,” ungkapnya.

Baca Juga :  Samsul, Warga Tepian Sungai Kapuas Senang Wali Kota Berlebaran ke Rumahnya

Darwis ini menambahkan, untuk menggelar Pemilu yang baik dan berkualitas setidaknya ada tiga komponen yang harus diterapkan. Pertama, penyelenggaranya harus menjalankan tugas dan tanggung jawab sesuai dengan aturan. Kedua, peserta pemilunya sudah memahami tentang Pemilu dan melaksanakan semua aturan yang ditetapkan. “Dan ketiga para pemilih, juga sudah diatur dalam menggunakan hak suaranya dan terikat dengan sistem juga,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Mega Timur, Adam menambahkan, berdasarkan penjelasan yang disampaikan pihak KPU Kubu Raya, katanya saat ini dalam pendataan untuk pemilih, hanya bisa dilakukan untuk warga yang memiliki Kartu Keluarga daerah atau desa setempat. “Di Desa Mega Timur ini permasalahannya banyak warga di kompleks atau perumahan sudah lumayan lama menetap di desa kami, namun belum mengurus surat pindah atau pindah menjadi penduduk di Desa Mega Timur,” ungkapnya.

Baca Juga :  Realisasi Pajak Kubu Raya Sudah 70 Persen

Adam menambahkan, seiring dengan banyaknya pembangunan perumahan di Desa Mega Timur, diperkirakan juga banyak penduduk luar Kubu Raya yang berdomisili dan tinggal di Desa Mega Timur, namun memang belum mengurus surat pindah penduduk. “Tidak hanya berasal dari luar Kabupaten Kubu Raya, ada juga yang dari Sumatera, Pulau Jawa dan sejumlah provinsi luar Kalbar lainnya yang tinggal dan menetap di sini.  Akan tetapi belum mengurus surat pindah penduduk,” terangnya.

“Kami juga berharap persoalan masih banyaknya penduduk pendatang yang belum mengurus administrasi seperti ini bisa didengar pihak Pemerintah Kabupaten. Sehingga mereka bisa menggunakan hak suaranya pada saat puncak Pemilu nantinya,” pungkas Adam. (ash)

Magister FISIP Untan Gelar Edukasi Pemilu

SUNGAI AMBAWANG – Komisioner KPU Kubu Raya, Syarifah Nuraini mengapresiasi program Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) yang dilakukan Mahasiswa Prodi Magister FISIP Untan, dengan menggelar edukasi sekaligus sosialisasi terkait kesiapan masyarakat jelang Pemilu tahun 2024. “Melalui kegiatan ini masyarakat bisa lebih paham mengenai pentingnya menggunakan hak suara,” paparnya, Sabtu (4/3) pada Sosialisasi Kesiapan Menyongsong Pemilu tahun 2024 melalui PPM kelompok IV Mahasiswa Prodi Magister FISIP Untan, di Ruang Serbaguna Desa Mega Timur, Kecamatan Sungai Ambawang.

Syarifah pun berharap kegiatan serupa bisa kembali digelar oleh pihak-pihak terkait, sehingga akan lebih banyak masyarakat yang teredukasi dan lebih siap menghadapi pelaksanaan Pemilu serentak di tahun 2024 mendatang. Hal senada juga diutarakan Anggota Bawaslu Kubu Raya, Muhammad Darwis yang turut menjadi pemateri dalam kegiatan itu. “Potensi terjadinya pelanggaran dalam Pemilu bisa saja terjadi. Dengan baiknya pemahaman masyarakat terkait pelaksanaan Pemilu ini, setidaknya bisa membantu dalam upaya pengawasan agar tindak pelanggaran dalam Pemilu bisa dicegah sejak dini,” ungkapnya.

Baca Juga :  Ajak Warga Berlatih Kendalikan Karhutla

Darwis ini menambahkan, untuk menggelar Pemilu yang baik dan berkualitas setidaknya ada tiga komponen yang harus diterapkan. Pertama, penyelenggaranya harus menjalankan tugas dan tanggung jawab sesuai dengan aturan. Kedua, peserta pemilunya sudah memahami tentang Pemilu dan melaksanakan semua aturan yang ditetapkan. “Dan ketiga para pemilih, juga sudah diatur dalam menggunakan hak suaranya dan terikat dengan sistem juga,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Mega Timur, Adam menambahkan, berdasarkan penjelasan yang disampaikan pihak KPU Kubu Raya, katanya saat ini dalam pendataan untuk pemilih, hanya bisa dilakukan untuk warga yang memiliki Kartu Keluarga daerah atau desa setempat. “Di Desa Mega Timur ini permasalahannya banyak warga di kompleks atau perumahan sudah lumayan lama menetap di desa kami, namun belum mengurus surat pindah atau pindah menjadi penduduk di Desa Mega Timur,” ungkapnya.

Baca Juga :  Sekda Ketapang Mediasi Warga dan Perusahaan Terkait Sengketa Lahan

Adam menambahkan, seiring dengan banyaknya pembangunan perumahan di Desa Mega Timur, diperkirakan juga banyak penduduk luar Kubu Raya yang berdomisili dan tinggal di Desa Mega Timur, namun memang belum mengurus surat pindah penduduk. “Tidak hanya berasal dari luar Kabupaten Kubu Raya, ada juga yang dari Sumatera, Pulau Jawa dan sejumlah provinsi luar Kalbar lainnya yang tinggal dan menetap di sini.  Akan tetapi belum mengurus surat pindah penduduk,” terangnya.

“Kami juga berharap persoalan masih banyaknya penduduk pendatang yang belum mengurus administrasi seperti ini bisa didengar pihak Pemerintah Kabupaten. Sehingga mereka bisa menggunakan hak suaranya pada saat puncak Pemilu nantinya,” pungkas Adam. (ash)

Most Read

Artikel Terbaru