alexametrics
24 C
Pontianak
Tuesday, June 28, 2022

Ajak SAR Libatkan Masyarakat

SUNGAI RAYA – Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Pontianak diharapkan bisa melibatkan para potensi pencarian dan pertolongan serta dukungan peran serta masyarakat, untuk membantu pelaksaan operasi. Hal tersebut diungkapkan Direktur Operasi Basarnas, Brigadir Jendral TNI (Mar) Rasman saat menghadiri Rapat Koordinasi Percarian dan Pertolongan Daerah Kalimantan Barat, Senin (5/4) di Ruang Praja Utama Kantor Bupati Kubu Raya.

Rasman menilai kondisi geografis wilayah kerja Kantor SAR Pontianak memiliki intensitas penerbangan yang cukup tinggi dan berdampingan dengan alur laut kepulauan Indonesia, yang ramai dilalui berbagai pelayaran baik domestic maupun internasional. Diakui dia, luasnya wilayah kerja Kantor SAR Pontianak yang meliputi wilayah darat maupuan perairan juga berdampak pada ketahanan musibah yang mungkin terjadi. Karenanya, Basarnas, khususnya Kantor SAR Pontianak diharapkan dia, bisa melibatkan para potensi pencarian dan pertolongan serta dukungan peran serta masyarakat, untuk membantu pelaksaan operasi.

“Dengan melibatkan potensi dan peran serta masyarakat inilah kami berharap operasi pencarian dan pertolongan dapat dilaksanakan dengan cepat, untuk mengoptimalkan layanan percarian dan pertolongan bagi masyarakat,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut Rasman juga mengimbau semua pihak terkait untuk terus meningkatkan komitmen, koordinasi, dan kegiatan penyelenggaraan operasi pencarian dan pertolongan. “Kami menilai, kunci sukes penanganan suatu kejadian kecelakaan dan bencana adalah kerjasama, soliditas dan sinergi dari setiap institusi atau organisasi yang terlibat dalam sebuah operasi pencarian dan pertolongan,” kata Rasman. Kerja sama di bidang operasi itu lanjutnya harus dikoordinasikan satu kepemimpinan yang handal di lapangan. Harapan dia, bila terjadi suatu kecelakaan dan bencana, semua orang yang terlibat terutama petugas pencarian dan pertolongan sudah memiliki pemahaman yang salam dalam satu komando.

Baca Juga :  Gerakan Membacakan Bangun Karakter Pelajar

Seperti diketahui sepanjang tahun 2020, Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Pontianak telah melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan sebanyak 96 kali. Dalam kurun waktu Januari hingga Maret 2021, mereka juga telah melakukan operasi pencarian dan pertolongan sebanyak 18 kali, salah satunya yakni operasi perncarian dan pertolongan terhadap kecelakaan pesawat udara Sriwijaya SJ-182 yang terjadi pada Januari lalu.

Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan yang turut membuka Rapat Koordinasi Percarian dan Pertolongan Daerah Kalimantan Barat mendukung penuh upaya Basarnas dalam menginsiasi koordinasi dalam upaya respons cepat, koordinasi dalam penyelenggaraan urusan pencarian dan pertolongan.

“Basarnas tidaklah mungkin melakukannya sendiri tanpa adanya peran serta dan dukungan dari potensi SAR yang berasal dari instansi pemerintah maupun swasta, terutama organisasi berpotensi SAR serta masyarakat didaerah,” ucap Muda. “Seperti penanganan kecelakaan transportasi darat, laut, udara, bencana alam, dan kondisi membahayakan jiwa manusia diperlukan adanya koordinasi yang mantap serta sinergitas antara unsur-unsur pendukung operasi pencarian dan pertolongan,” lanjut Muda.

Muda menyatakan, semua memiliki pemahaman yang sama tentang Basarnas. Dalam hal peningkatan kapasitas potensi SAR, Muda menambahkan, Basarnas terus memberikan pelatihan bagi potensi secara rutin, agar mempercepat respon time dalam pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan.

Baca Juga :  Komitmen Pemkab jadikan UMKM Garda Terdepan

“Terutama untuk meningkatkan quick response serta memperbesar kemungkinan selamatnya korban, karena fokus utama dalam operasi pencarian dan pertolongan adalah menyelamatkan jiwa atau hidup korban,” ucapnya.

Bupati pertama Kubu Raya ini menambahkan, saat ini Pemerintah Kubu Raya telah resmi meluncurkan geoportal dan webGis kepong bakol yang merupakan upaya guna percepatan misi Kubu Raya bahagia, bermartabat, terdepan, berkualitas, dan religius.

“Dengan geoportal dapat membuat para OPD dan pihak terkait terintegrasi di semua sektor seperti pertanian perikanan dan peternakan dan sektor lainnya,”katanya.

Muda berharap, selaku pemerintah Kabupaten Kubu Raya, agar basarnas dapat bersinergi dalam pemanfaatan aplikasi geoportal dan webGis kepong bakol. “Mengetahui data kerentanan suatu musibah di daerah tertentu dapat dilihat dan dianalisa agar masyarakat dapat diberikan pelatihan SAR, guna peningkatan kapasitas diri masyarakat, sehingga kuat dan tangguh dalam menghadapi musibah atau bencana yang mungkin terjadi,” ucapanya.

Muda menambahkan, dengan pemahaman SAR yang komprehensif, masyarakat akan memiliki kemampuan bertahan hidup, mampu menyelamatkan dirinya sendiri, serta mampu memberikan bantuan SAR kepada masyarakat atau korban di sekitarnya. “Itulah esensi budaya SAR yang harus kita bangun,” katanya. “Kami dari Pemerintah Kabupaten Kubu Raya melalui rapat koordinasi SAR ini mendukung serta apresiasi yang setinggi tingginya atas peran dan tugasnya yang telah melayani masyarakat Kabupaten Kubu Raya dalam operasi SAR,” pungkasnya. (ash)

SUNGAI RAYA – Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Pontianak diharapkan bisa melibatkan para potensi pencarian dan pertolongan serta dukungan peran serta masyarakat, untuk membantu pelaksaan operasi. Hal tersebut diungkapkan Direktur Operasi Basarnas, Brigadir Jendral TNI (Mar) Rasman saat menghadiri Rapat Koordinasi Percarian dan Pertolongan Daerah Kalimantan Barat, Senin (5/4) di Ruang Praja Utama Kantor Bupati Kubu Raya.

Rasman menilai kondisi geografis wilayah kerja Kantor SAR Pontianak memiliki intensitas penerbangan yang cukup tinggi dan berdampingan dengan alur laut kepulauan Indonesia, yang ramai dilalui berbagai pelayaran baik domestic maupun internasional. Diakui dia, luasnya wilayah kerja Kantor SAR Pontianak yang meliputi wilayah darat maupuan perairan juga berdampak pada ketahanan musibah yang mungkin terjadi. Karenanya, Basarnas, khususnya Kantor SAR Pontianak diharapkan dia, bisa melibatkan para potensi pencarian dan pertolongan serta dukungan peran serta masyarakat, untuk membantu pelaksaan operasi.

“Dengan melibatkan potensi dan peran serta masyarakat inilah kami berharap operasi pencarian dan pertolongan dapat dilaksanakan dengan cepat, untuk mengoptimalkan layanan percarian dan pertolongan bagi masyarakat,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut Rasman juga mengimbau semua pihak terkait untuk terus meningkatkan komitmen, koordinasi, dan kegiatan penyelenggaraan operasi pencarian dan pertolongan. “Kami menilai, kunci sukes penanganan suatu kejadian kecelakaan dan bencana adalah kerjasama, soliditas dan sinergi dari setiap institusi atau organisasi yang terlibat dalam sebuah operasi pencarian dan pertolongan,” kata Rasman. Kerja sama di bidang operasi itu lanjutnya harus dikoordinasikan satu kepemimpinan yang handal di lapangan. Harapan dia, bila terjadi suatu kecelakaan dan bencana, semua orang yang terlibat terutama petugas pencarian dan pertolongan sudah memiliki pemahaman yang salam dalam satu komando.

Baca Juga :  Tronton Ambles, Jalan Trans Kalimantan Macet 5 Km

Seperti diketahui sepanjang tahun 2020, Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Pontianak telah melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan sebanyak 96 kali. Dalam kurun waktu Januari hingga Maret 2021, mereka juga telah melakukan operasi pencarian dan pertolongan sebanyak 18 kali, salah satunya yakni operasi perncarian dan pertolongan terhadap kecelakaan pesawat udara Sriwijaya SJ-182 yang terjadi pada Januari lalu.

Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan yang turut membuka Rapat Koordinasi Percarian dan Pertolongan Daerah Kalimantan Barat mendukung penuh upaya Basarnas dalam menginsiasi koordinasi dalam upaya respons cepat, koordinasi dalam penyelenggaraan urusan pencarian dan pertolongan.

“Basarnas tidaklah mungkin melakukannya sendiri tanpa adanya peran serta dan dukungan dari potensi SAR yang berasal dari instansi pemerintah maupun swasta, terutama organisasi berpotensi SAR serta masyarakat didaerah,” ucap Muda. “Seperti penanganan kecelakaan transportasi darat, laut, udara, bencana alam, dan kondisi membahayakan jiwa manusia diperlukan adanya koordinasi yang mantap serta sinergitas antara unsur-unsur pendukung operasi pencarian dan pertolongan,” lanjut Muda.

Muda menyatakan, semua memiliki pemahaman yang sama tentang Basarnas. Dalam hal peningkatan kapasitas potensi SAR, Muda menambahkan, Basarnas terus memberikan pelatihan bagi potensi secara rutin, agar mempercepat respon time dalam pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan.

Baca Juga :  Enam Lahan di Rasau Jaya Disegel

“Terutama untuk meningkatkan quick response serta memperbesar kemungkinan selamatnya korban, karena fokus utama dalam operasi pencarian dan pertolongan adalah menyelamatkan jiwa atau hidup korban,” ucapnya.

Bupati pertama Kubu Raya ini menambahkan, saat ini Pemerintah Kubu Raya telah resmi meluncurkan geoportal dan webGis kepong bakol yang merupakan upaya guna percepatan misi Kubu Raya bahagia, bermartabat, terdepan, berkualitas, dan religius.

“Dengan geoportal dapat membuat para OPD dan pihak terkait terintegrasi di semua sektor seperti pertanian perikanan dan peternakan dan sektor lainnya,”katanya.

Muda berharap, selaku pemerintah Kabupaten Kubu Raya, agar basarnas dapat bersinergi dalam pemanfaatan aplikasi geoportal dan webGis kepong bakol. “Mengetahui data kerentanan suatu musibah di daerah tertentu dapat dilihat dan dianalisa agar masyarakat dapat diberikan pelatihan SAR, guna peningkatan kapasitas diri masyarakat, sehingga kuat dan tangguh dalam menghadapi musibah atau bencana yang mungkin terjadi,” ucapanya.

Muda menambahkan, dengan pemahaman SAR yang komprehensif, masyarakat akan memiliki kemampuan bertahan hidup, mampu menyelamatkan dirinya sendiri, serta mampu memberikan bantuan SAR kepada masyarakat atau korban di sekitarnya. “Itulah esensi budaya SAR yang harus kita bangun,” katanya. “Kami dari Pemerintah Kabupaten Kubu Raya melalui rapat koordinasi SAR ini mendukung serta apresiasi yang setinggi tingginya atas peran dan tugasnya yang telah melayani masyarakat Kabupaten Kubu Raya dalam operasi SAR,” pungkasnya. (ash)

Most Read

Artikel Terbaru

/