alexametrics
26 C
Pontianak
Friday, May 27, 2022

Terus Pantau dan Evaluasi PTM Terbatas

SUNGAI RAYA – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kubu Raya, Muhammad Ayub mengatakan saat ini sudahterdapat sejumlah Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kubu Raya yang melakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas di Kubu Raya seiring dengan menurunnya kasus konfirmasi dan status zona resiko penyebaran Covid-19 di kabupaten ini.

“PTM terbatas bagi SD dan SMP di Kubu Raya ini dibuka untuk sekolah-sekolah yang berada di kawasan zona hijau dan kuning. Sementara bagi sekolah yang masih berada di dalam zona merah kita tunda dulu hingga kondisi zonanya bisa lebih baik dan aman untuk melakukan PTM,” kata Muhammad Ayub kepada Pontianak Post, Minggu (5/9) di Sungai Raya.

Kendati masih ada beberapa sekolah yang berada di zona merah, namun kata Ayub masing-masing pihak sekolah tersebut sudah menyiapkan diri untuk turut kembali menggelar pembelajaran tatap muka jika kondisi zona risiko penyebaran Covid-19 sudah jauh menurun dan lebih aman di lingkungan sekitar sekolah tersebut.

“Sejauh ini kami buat kebijakan untuk satuan pendidikan SD dan SMP dulu yang melakukan pembelajaran tatap muka, sedangkan untuk TK dan PAUD kemungkinan akan kami buka sekitar dua bulan terhitung dari pembelajaran tatap muka terbatas kali ini dilakukan. Nanti kami evaluasi dulu hasil PTM terbatas bagi SD dan SMP nya jika memang memungkinan dua bulan ke depan TK dan PAUD juga sudah bisa untuk memulai PTM terbatas,” paparnya

Baca Juga :  Kisah Sukses Desa Sumber Agung Mengolah Air Tanah Menjadi Layak Minum

Dalam upaya penanganan dan mencegah penyebaran Covid-19 di lingkungan sekolah, Muhammad Ayub pun mengingatkan setiap kepala sekolah di Kubu Raya untuk ekstra mengawal dan melakukan langkah antisipasi dan pencegahan penyebaran Covid-19 di sekolah masing-masing. “Karena saya meyakini para kepala sekolah termasuk para gurulah yang mengetahui tentang kondisi di sekolah masing-masing. jadi saya ingatkan pihak sekolah untuk jangan kendor menerapkan semua protokol kesehatan yang telah ditentukan sejak awal,” tegas Ayub.

Disinggung mengenai kegiatan monitoring yang dilakukan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan di lapangan, kata Ayub pihaknya melihat secara umu sebagain besar sekolah-sekolah di Kubu Raya yang saat ini sudah memenuhi persyaratan melakukan PTM terbatas dan sudah menerapkan disiplin protokol kesehatan ketat, tentunya juga dan menyediakan sejumlah fasilitas penunjang lainnya seperti tempat cuci tangan, pengukur suhu tubuh, melakukan disinfektan secara berkala dan sejenisnya.

Selain mewajibkan setiap sekolah untuk disiplin protokol kesehatan, dalam upaya mencegah penyebaran Covid-19 di lingkungan sekolah, kata Ayub pihaknya juga mewajibkan syarat setiap guru untuk mengikuti vaksinasi. “Jadi misalnya di satu sekolah jumlah gurunya ada 15, namun jumlah guru yang divaksin baru 10 orang, dan sisanya 5 orang belum vaksin, maka hanya guru yang sudah divaksinlah yang boleh mengajar di sekolah. Jadi 5 guru lainya yang belum divaksin ditunda dulu mengajarnya sampai mereka mengikuti vaksinasi,” jelas Ayub.

Baca Juga :  Muda Rotasi 104 Pejabat di Masa New Normal

Selain sebagai upaya mencegah penyebaran Covid-19, lanjut Ayub dengan mewajibkan setiap guru untuk divaksinasi juga mendorong upaya percepatan maksimalnya capaian vaksinasi di Kubu Raya. “Dengan semakin banyak masyarakat termasuk guru yang divaksin, otomatis juga akan menunjang segera tercapaikan kekebalan kelompok di kabupaten ini. dengan demikian diharapkan upaya penanganan dan pencegahan penyebaran Covid-19 bisa lebih maksimal,” papar Ayub.

Melihat kian baiknya disiplilin masyarakat secara umum dalam menerapkan protokol kesehatan termasuk mendukung kegiatan vaksinasi, membuat Ayub meyakini dalam waktu dekat status zona di Kubu Raya akan kembali lebih baik dari yang saat ini zona orange menjadi zona kuning. “Jika status zona di Kubu Raya sudah bisa jauh lebih baik, tidak menutup kemungkinan membuat semua sekolah di Kubu Raya bisa menyelenggarakan PTM tentunya dengan menerapkan disiplin protokol kesehatan ketat,” pungkas Muhammad Ayub. (ash)

SUNGAI RAYA – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kubu Raya, Muhammad Ayub mengatakan saat ini sudahterdapat sejumlah Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kubu Raya yang melakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas di Kubu Raya seiring dengan menurunnya kasus konfirmasi dan status zona resiko penyebaran Covid-19 di kabupaten ini.

“PTM terbatas bagi SD dan SMP di Kubu Raya ini dibuka untuk sekolah-sekolah yang berada di kawasan zona hijau dan kuning. Sementara bagi sekolah yang masih berada di dalam zona merah kita tunda dulu hingga kondisi zonanya bisa lebih baik dan aman untuk melakukan PTM,” kata Muhammad Ayub kepada Pontianak Post, Minggu (5/9) di Sungai Raya.

Kendati masih ada beberapa sekolah yang berada di zona merah, namun kata Ayub masing-masing pihak sekolah tersebut sudah menyiapkan diri untuk turut kembali menggelar pembelajaran tatap muka jika kondisi zona risiko penyebaran Covid-19 sudah jauh menurun dan lebih aman di lingkungan sekitar sekolah tersebut.

“Sejauh ini kami buat kebijakan untuk satuan pendidikan SD dan SMP dulu yang melakukan pembelajaran tatap muka, sedangkan untuk TK dan PAUD kemungkinan akan kami buka sekitar dua bulan terhitung dari pembelajaran tatap muka terbatas kali ini dilakukan. Nanti kami evaluasi dulu hasil PTM terbatas bagi SD dan SMP nya jika memang memungkinan dua bulan ke depan TK dan PAUD juga sudah bisa untuk memulai PTM terbatas,” paparnya

Baca Juga :  PTM Kembali Dihentikan

Dalam upaya penanganan dan mencegah penyebaran Covid-19 di lingkungan sekolah, Muhammad Ayub pun mengingatkan setiap kepala sekolah di Kubu Raya untuk ekstra mengawal dan melakukan langkah antisipasi dan pencegahan penyebaran Covid-19 di sekolah masing-masing. “Karena saya meyakini para kepala sekolah termasuk para gurulah yang mengetahui tentang kondisi di sekolah masing-masing. jadi saya ingatkan pihak sekolah untuk jangan kendor menerapkan semua protokol kesehatan yang telah ditentukan sejak awal,” tegas Ayub.

Disinggung mengenai kegiatan monitoring yang dilakukan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan di lapangan, kata Ayub pihaknya melihat secara umu sebagain besar sekolah-sekolah di Kubu Raya yang saat ini sudah memenuhi persyaratan melakukan PTM terbatas dan sudah menerapkan disiplin protokol kesehatan ketat, tentunya juga dan menyediakan sejumlah fasilitas penunjang lainnya seperti tempat cuci tangan, pengukur suhu tubuh, melakukan disinfektan secara berkala dan sejenisnya.

Selain mewajibkan setiap sekolah untuk disiplin protokol kesehatan, dalam upaya mencegah penyebaran Covid-19 di lingkungan sekolah, kata Ayub pihaknya juga mewajibkan syarat setiap guru untuk mengikuti vaksinasi. “Jadi misalnya di satu sekolah jumlah gurunya ada 15, namun jumlah guru yang divaksin baru 10 orang, dan sisanya 5 orang belum vaksin, maka hanya guru yang sudah divaksinlah yang boleh mengajar di sekolah. Jadi 5 guru lainya yang belum divaksin ditunda dulu mengajarnya sampai mereka mengikuti vaksinasi,” jelas Ayub.

Baca Juga :  Muda Nilai Peningkatan Kapasitas PKK Desa Penting

Selain sebagai upaya mencegah penyebaran Covid-19, lanjut Ayub dengan mewajibkan setiap guru untuk divaksinasi juga mendorong upaya percepatan maksimalnya capaian vaksinasi di Kubu Raya. “Dengan semakin banyak masyarakat termasuk guru yang divaksin, otomatis juga akan menunjang segera tercapaikan kekebalan kelompok di kabupaten ini. dengan demikian diharapkan upaya penanganan dan pencegahan penyebaran Covid-19 bisa lebih maksimal,” papar Ayub.

Melihat kian baiknya disiplilin masyarakat secara umum dalam menerapkan protokol kesehatan termasuk mendukung kegiatan vaksinasi, membuat Ayub meyakini dalam waktu dekat status zona di Kubu Raya akan kembali lebih baik dari yang saat ini zona orange menjadi zona kuning. “Jika status zona di Kubu Raya sudah bisa jauh lebih baik, tidak menutup kemungkinan membuat semua sekolah di Kubu Raya bisa menyelenggarakan PTM tentunya dengan menerapkan disiplin protokol kesehatan ketat,” pungkas Muhammad Ayub. (ash)

Most Read

Artikel Terbaru

/