alexametrics
32 C
Pontianak
Thursday, August 11, 2022

RSUD Kubu Raya Difungsikan, Prioritas Layanan Kesehatan Ibu dan Anak

SUNGAI RAYA –  Setelah sejak tahun 2018 lalu mulai dilakukan pembangunan, akhirnya, Senin (6/1) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kubu Raya, diresmikan dan langsung beroperasi.  Peresmian RSUD yang unggul dalam pelayanan ibu dan anak ini ditandai penandatanganan prasasti oleh Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji dan Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan.

Selain unsur Forkopimda Kalbar dan Forkopimda Kubu Raya, peresmian RSUD yang terletak di Jalan Sudirman Desa Rasau Jaya Satu Kecamatan Rasau Jaya ini, juga dihadiri Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Kesehatan Kementerian Kesehatan, M. Subhi dan sejumlah pihak terkait lainnya.

Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan mengatakan RSUD tipe D ini akan diproritaskan menjadi rumah sakit yang unggul dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak.  “Memang prioritas utamanya unggul dalam pelayanan ibu dan anak, namun di rumah sakit ni juga melayani pasien umum lainnya,”kata Muda Mahendrawan, kepada Pontianak Post, Senin (6/1) di sela-sela peresmian RSUD Kubu Raya.

Muda menerangkan salah satu alasan pihaknya memperioritaskan RSUD tersebut unggul dalam pelayanan ibu dan anak, lantaran pemerintah daerah setempat tengah gencar memerangi masih tingginya  angka kematian ibu, angka kematian bayi  dan stunting di Kubu Raya. RSUD Kubu Raya pun akan diperkuat dalam pelayanan ibu dan anak tanpa mengenyampingkan pelayanan kesehatan lainnya.  “Hal ini juga untuk mengantisipasi harapan masyarakat yang terlalu tinggi akan pelayanan yang paripurna dari sebuah rumah sakit,” ujarnya.

Baca Juga :  Tim PHP2D Universitas Nahdlatul Ulama Gelar Kegiatan Budidaya Jamur Tiram di Desa Betuah Kubu Raya

Lantaran mengaku kemampuan sumber daya rumah sakit yang terbatas, Muda menilai perlunya fokus pada hal yang berdampak positif yang luas. Karena itu disematkan kalimat “Unggul dalam Pelayanan Ibu dan Anak” di belakang tulisan RSUD Kubu Raya. Penulisan itu diharapkan menjadi spirit untuk fokus pada upaya menyiapkan “Generasi Unggul Indonesia Maju” sesuai arahan pemerintah pusat. Sebab generasi unggul dimulai dari hulu yakni mengawal seribu hari pertama kelahiran.

“Kehidupan harus ada jaminan bahwa ibu-anak cukup gizi, imunisasi lengkap, dan sanitasi lingkungan sehat dari mulai periode kehamilan sampai anak usia dua tahun. Dengan begitu akan lahir generasi unggul Kubu Raya yang memiliki daya saing,” jelasnya.

Di kesempatan yang sama, Muda Mahendrawan berterima kasih kepada pemerintah pusat yang melalui Kementerian Kesehatan memberikan dukungan anggaran untuk mewujudkan bangunan rumah sakit dan alat kesehatan. Ucapan terima kasih juga disampaikan ke pemerintah provinsi yang telah memberikan izin penggunaan lahan. “Hal ini menunjukkan adanya kepedulian yang tinggi dari pemerintah pusat dan provinsi terhadap upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat Kabupaten Kubu Raya,” ucapnya.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kubu Raya, Marijan mengatakan RSUD tipe D ini dibangun  menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian Kesehatan sebesar Rp38, 6 miliar dan didukung dengan APBD Kubu Raya pada tahun 2018 sebesar Rp650 juta dan APBD Kubu Raya tahun 2019 sekitar Rp1,8 miliar.  Rumah sakit tipe D ini, untuk tahap awal telah dilengkapi dengan 86 tenaga kesehatan, termasuk 4 dokter spesialis, yakni dokter spesialis kandungan, dokter anak, dokter spesialis penyakit mulut, dan dokter spesialis penyakit dalam.

Baca Juga :  Persit Kartika Candra Kirana Ikut Berperan

Ditanya mengenai fasilitas tempat tidur, kata Marijan, untuk tahap awal RSUD ini dilengkapi dengan 10 kamar perawatan dengan rincian setiap kamar memiliki 5 tempat tidur. “Jadi kalau dikalkulasikan saat ini sudah ada 50 tempat tidur di RSUD ini,” jelasnya

Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji menilai Kubu Raya termasuk lebih cepat pertumbuhan pembangunannya, lantaran baru berusia 13 tahun, kabupaten ini sudah memiliki RSUD yang diharapkan mampu mengoptimalkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Letak rumah sakit pun dilihat SUtarmidji sangat strategis karena selain jalur darat, juga  dekat dengan akses sungai. “Ke depan saya harap RSUD ini harus terus dikembangkan, misalnya ruang rawat inap harus lebih banyak, begitu juga perlengkapan medis lainnya,” ucapnya.

Untuk mendukung pengembangan RSUD Kubu Raya, Sutarmidji pun menegaskan pihaknya akan segera menghibahkan lahan bagi RSUD Kubu Raya. “Mungkin kedepan ada sekitar 1000 hingga 2000 meter lahan yang akan kami hibahkan dan silahkan dikembangkan,” ungkapnya.  Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Kesehatan Kementerian Kesehatan, M Subuh berharap RSUD Kubu Raya bisa optimal memberikan pelayanan dasar kesehatan dan kebutuhan dasar pelayanan kesehatan. “Tentunya kami juga berharap hadirnya rumah sakit ini bisa memberikan konstribusi besar dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat,” pungkasnya. (ash)

SUNGAI RAYA –  Setelah sejak tahun 2018 lalu mulai dilakukan pembangunan, akhirnya, Senin (6/1) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kubu Raya, diresmikan dan langsung beroperasi.  Peresmian RSUD yang unggul dalam pelayanan ibu dan anak ini ditandai penandatanganan prasasti oleh Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji dan Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan.

Selain unsur Forkopimda Kalbar dan Forkopimda Kubu Raya, peresmian RSUD yang terletak di Jalan Sudirman Desa Rasau Jaya Satu Kecamatan Rasau Jaya ini, juga dihadiri Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Kesehatan Kementerian Kesehatan, M. Subhi dan sejumlah pihak terkait lainnya.

Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan mengatakan RSUD tipe D ini akan diproritaskan menjadi rumah sakit yang unggul dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak.  “Memang prioritas utamanya unggul dalam pelayanan ibu dan anak, namun di rumah sakit ni juga melayani pasien umum lainnya,”kata Muda Mahendrawan, kepada Pontianak Post, Senin (6/1) di sela-sela peresmian RSUD Kubu Raya.

Muda menerangkan salah satu alasan pihaknya memperioritaskan RSUD tersebut unggul dalam pelayanan ibu dan anak, lantaran pemerintah daerah setempat tengah gencar memerangi masih tingginya  angka kematian ibu, angka kematian bayi  dan stunting di Kubu Raya. RSUD Kubu Raya pun akan diperkuat dalam pelayanan ibu dan anak tanpa mengenyampingkan pelayanan kesehatan lainnya.  “Hal ini juga untuk mengantisipasi harapan masyarakat yang terlalu tinggi akan pelayanan yang paripurna dari sebuah rumah sakit,” ujarnya.

Baca Juga :  Mal Pelayanan Publik Siap Dibangun

Lantaran mengaku kemampuan sumber daya rumah sakit yang terbatas, Muda menilai perlunya fokus pada hal yang berdampak positif yang luas. Karena itu disematkan kalimat “Unggul dalam Pelayanan Ibu dan Anak” di belakang tulisan RSUD Kubu Raya. Penulisan itu diharapkan menjadi spirit untuk fokus pada upaya menyiapkan “Generasi Unggul Indonesia Maju” sesuai arahan pemerintah pusat. Sebab generasi unggul dimulai dari hulu yakni mengawal seribu hari pertama kelahiran.

“Kehidupan harus ada jaminan bahwa ibu-anak cukup gizi, imunisasi lengkap, dan sanitasi lingkungan sehat dari mulai periode kehamilan sampai anak usia dua tahun. Dengan begitu akan lahir generasi unggul Kubu Raya yang memiliki daya saing,” jelasnya.

Di kesempatan yang sama, Muda Mahendrawan berterima kasih kepada pemerintah pusat yang melalui Kementerian Kesehatan memberikan dukungan anggaran untuk mewujudkan bangunan rumah sakit dan alat kesehatan. Ucapan terima kasih juga disampaikan ke pemerintah provinsi yang telah memberikan izin penggunaan lahan. “Hal ini menunjukkan adanya kepedulian yang tinggi dari pemerintah pusat dan provinsi terhadap upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat Kabupaten Kubu Raya,” ucapnya.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kubu Raya, Marijan mengatakan RSUD tipe D ini dibangun  menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian Kesehatan sebesar Rp38, 6 miliar dan didukung dengan APBD Kubu Raya pada tahun 2018 sebesar Rp650 juta dan APBD Kubu Raya tahun 2019 sekitar Rp1,8 miliar.  Rumah sakit tipe D ini, untuk tahap awal telah dilengkapi dengan 86 tenaga kesehatan, termasuk 4 dokter spesialis, yakni dokter spesialis kandungan, dokter anak, dokter spesialis penyakit mulut, dan dokter spesialis penyakit dalam.

Baca Juga :  Persit Kartika Candra Kirana Ikut Berperan

Ditanya mengenai fasilitas tempat tidur, kata Marijan, untuk tahap awal RSUD ini dilengkapi dengan 10 kamar perawatan dengan rincian setiap kamar memiliki 5 tempat tidur. “Jadi kalau dikalkulasikan saat ini sudah ada 50 tempat tidur di RSUD ini,” jelasnya

Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji menilai Kubu Raya termasuk lebih cepat pertumbuhan pembangunannya, lantaran baru berusia 13 tahun, kabupaten ini sudah memiliki RSUD yang diharapkan mampu mengoptimalkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Letak rumah sakit pun dilihat SUtarmidji sangat strategis karena selain jalur darat, juga  dekat dengan akses sungai. “Ke depan saya harap RSUD ini harus terus dikembangkan, misalnya ruang rawat inap harus lebih banyak, begitu juga perlengkapan medis lainnya,” ucapnya.

Untuk mendukung pengembangan RSUD Kubu Raya, Sutarmidji pun menegaskan pihaknya akan segera menghibahkan lahan bagi RSUD Kubu Raya. “Mungkin kedepan ada sekitar 1000 hingga 2000 meter lahan yang akan kami hibahkan dan silahkan dikembangkan,” ungkapnya.  Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Kesehatan Kementerian Kesehatan, M Subuh berharap RSUD Kubu Raya bisa optimal memberikan pelayanan dasar kesehatan dan kebutuhan dasar pelayanan kesehatan. “Tentunya kami juga berharap hadirnya rumah sakit ini bisa memberikan konstribusi besar dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat,” pungkasnya. (ash)

Most Read

Artikel Terbaru

/