alexametrics
25.3 C
Pontianak
Friday, August 12, 2022

Berdayakan Exavator Apung, Atasi Pendangkalan Parit

SUNGAI RAYA – Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, baru-baru ini memberi excavator apung (amphibi) yang dialokasikan dari dana APBD 2021. Pengadaan excavator apung ini dilakukan dalam upaya memaksimalkan pendangkalan parit, sungai dan penyediaan air termasuk untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kabupaten ini.

“Hari ini, excavator apung mulai beroperasi untuk melancarkan aliran parit yang ada di Kubu Raya. kami sengaja membeli alat ini, karena kami melihat alat ini akan sangat efektif dan efisien dalam mencegah banjir dan keperluan lainnya di Kubu Raya,” ucap Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan, Selasa (6/4) usai meninjau langsung proses pembersihan parit di Sungai Raya Dalam. Bupati pertama Kubu Raya ini menerangkan, nantinya alat tersebut akan dikelola oleh Dinas PUPR Kabupaten Kubu Raya, sehingga untuk proses pembersihan dan pengankatan tanah yang dangkal di parit, tidak perlu melakukan proyek lagi.

Baca Juga :  Optimalkan Penanganan Covid-19, Kubu Raya Operasikan Mobil PCR

“Ini kita lakukan untuk mengejar percepatan penanganan pembersihan Sungai-paret dari lumpur dan gulma. Dengan alat ini akan lebih efisien, efektif cepat, hemat anggaran dan dapat menjadi solusi mencegah banjir dan juga bisa digunakan untuk membantu meyuburkan lahan dan kebun masyarakat,” jelasnya.

Di sisi lain, lanjut Muda, excavator apung juga bisa digunakan sebagai salah satu alat unutk penanganan dan mengatasi karhutla yang dinilai rentan terjadi di Kubu Raya. Belajar dari pengalaman saat terjadi kebakaran hutan dan lahan di sejumlah titik di Kubu Raya belum lama lama ini, katanya, banyak petugas pemadam di lapangan kesulitan mendapatkan air karena banyak sumber air yang sudah dangkal.

Baca Juga :  Pulihkan Pendidikan, Rangkul Kalangan Terdidik

“Makanya dengan sudah lancarnya saluran air, diharapkan ketika terjadi kembali kebakaran lahan, ketersediaan air bisa terpenuhi,” jelas Muda.

Selama ini Pemerintah Kubu Raya cukup kewalahan, karena dengan waktu dan anggaran yang terbatas, pihaknya kesulitan untuk membersihakn parit dan sungai terutama di daerah yang padat penduduk.

“Dengan alat ini, kita bisa lebih melancarkan aliran air, sehingga diharapkan bisa mencegah banjir saat musim penghujan dan pasang air laut. Untuk hari ini, alat tersebut digunakan pada untuk pengangkatan tumbuhan dan tanah yang mulai menumpuk di daerah Paret Serdam – Parit Buluh dan nanti akan kita opreasikan ke daerah lainnya di Kubu Raya,” ungkap Muda. (ash)

SUNGAI RAYA – Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, baru-baru ini memberi excavator apung (amphibi) yang dialokasikan dari dana APBD 2021. Pengadaan excavator apung ini dilakukan dalam upaya memaksimalkan pendangkalan parit, sungai dan penyediaan air termasuk untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kabupaten ini.

“Hari ini, excavator apung mulai beroperasi untuk melancarkan aliran parit yang ada di Kubu Raya. kami sengaja membeli alat ini, karena kami melihat alat ini akan sangat efektif dan efisien dalam mencegah banjir dan keperluan lainnya di Kubu Raya,” ucap Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan, Selasa (6/4) usai meninjau langsung proses pembersihan parit di Sungai Raya Dalam. Bupati pertama Kubu Raya ini menerangkan, nantinya alat tersebut akan dikelola oleh Dinas PUPR Kabupaten Kubu Raya, sehingga untuk proses pembersihan dan pengankatan tanah yang dangkal di parit, tidak perlu melakukan proyek lagi.

Baca Juga :  Optimalkan Penanganan Covid-19, Kubu Raya Operasikan Mobil PCR

“Ini kita lakukan untuk mengejar percepatan penanganan pembersihan Sungai-paret dari lumpur dan gulma. Dengan alat ini akan lebih efisien, efektif cepat, hemat anggaran dan dapat menjadi solusi mencegah banjir dan juga bisa digunakan untuk membantu meyuburkan lahan dan kebun masyarakat,” jelasnya.

Di sisi lain, lanjut Muda, excavator apung juga bisa digunakan sebagai salah satu alat unutk penanganan dan mengatasi karhutla yang dinilai rentan terjadi di Kubu Raya. Belajar dari pengalaman saat terjadi kebakaran hutan dan lahan di sejumlah titik di Kubu Raya belum lama lama ini, katanya, banyak petugas pemadam di lapangan kesulitan mendapatkan air karena banyak sumber air yang sudah dangkal.

Baca Juga :  Mulai Terapkan Digitalisasi Dokumen Kesehatan bagi Penumpang Bandara Internasional Supadio

“Makanya dengan sudah lancarnya saluran air, diharapkan ketika terjadi kembali kebakaran lahan, ketersediaan air bisa terpenuhi,” jelas Muda.

Selama ini Pemerintah Kubu Raya cukup kewalahan, karena dengan waktu dan anggaran yang terbatas, pihaknya kesulitan untuk membersihakn parit dan sungai terutama di daerah yang padat penduduk.

“Dengan alat ini, kita bisa lebih melancarkan aliran air, sehingga diharapkan bisa mencegah banjir saat musim penghujan dan pasang air laut. Untuk hari ini, alat tersebut digunakan pada untuk pengangkatan tumbuhan dan tanah yang mulai menumpuk di daerah Paret Serdam – Parit Buluh dan nanti akan kita opreasikan ke daerah lainnya di Kubu Raya,” ungkap Muda. (ash)

Most Read

Artikel Terbaru

/