alexametrics
32.8 C
Pontianak
Monday, August 15, 2022

Kelola Aset Desa dengan Sipades

SUNGAI RAYA – Melihat masih banyaknya aset-aset desa yang belum terkelola dengan baik, membuat Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa Kubu Raya mendorong setiap desa di Kubu Raya menerapkan aplikasi Sistem Pengelolaan Aset Desa (Sipades) 2.0 berbasis online. Harapannya agar tata kelola aset desa bisa lebih efektif, transparan, dan accountable. Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa Kabupaten Kubu Raya, Jakariansyah, Selasa (6/4), usai menghadiri Peningkatan Kapasitas Pengeolaan  Aset Desa se-Kubu Raya di Gardenia Resort and Spa Kubu Raya.

“Aset yang belum terkelola dengan baik ini seperti aset yang belum memberikan dukungan terbaik untuk kemajuan desa, aset-aset yang bermasalah karena pengguna, peruntukan dan pencatatannya juga tidak ada, makanya agar semua aset ini bisa dikelola dengan baik kami dorong setiap desa bisa menerapkan Sipades ini untuk melakukan pembenahan dan pendataan setiap aset desa,” kata Jakariansyah.

Setelah melihat sejumlah persoalan terkait aset di desa ini, pihaknya pun mulai melakukan pemetaaan dan mendorong pengelolaan aset desa yang lebih baik. Hal tersebut dilakukan diai dengan penguatan peningkatan kapasitas pemerintah desa yang dimulai dari kepala desa. “Kepala desa ini memang harus memiliki pemahaman yang komprehensif tentang cara pengelolaan aset ini, karena kades ini leader di desa untuk menetapkan dan membukukan semua aset desa melalui perangkat desa terkait kebijakan tata kelola semua aset di desa,” ungkapnya.

Jakariansyah melihat sejauh ini masih banyak aset desa yang belum dikelola seperti tanah, aset bergerak, dan aset tidak bergerak lainnya yang dimiliki desa. Pihaknya menggunakan sistem penerapa aplikasi SIPADES untuk memudahkan pencatatan, peraturan, pentausahaan aset-aset yang dimiliki setiap desa. “Sehingga dengan sistem online, kami pihak pemerintah kabupaten bisa mengontrol sejauh mana pengelolaan aset desa yang telah dilakuakn setiap pemerintahan desa di Kubu Raya,” ujarnya.

“Aset bagi saya itu sama juga dengan uang. Kalau uang penggunaannya harus dipertanggung jawabkan begitu juga aset juga harus dipertanggung jawabkan, jadi nilainya juga sama dan harus dipertanggungjawabkan oleh pengguna dalam hal ini pihak pemerintah desa,” jelasnya.

Baca Juga :  Tronton Ambles, Jalan Trans Kalimantan Macet 5 Km

Menurutnya, pada tahun 2018, aplikasi Sipades sudah mulai diterapkan di Kubu Raya. Hanya saja, dia menambahkan, karena bertahap, sehingga belum maksimal. Di tahun 2021, kembali mereka melakukan penguatan dan peningkatan kapasitas setiap perangkat desa di Kubu Ray, untuk kembali mengoptimalkan penggunaan aplikasi Sipades dalam mendukung tata kelola aset desa yang lebih efektif.

“Jadi secara berjenjang setiap pemerintah desa ini sudah dilakukan penguatan dan peningkatan kapasitas perangkat desa melalui bimtek dan sejenisnya,” ucapnya.

Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan menambahkan penerapan aplikasi Sipades di setiap desa, sangat mendukung dan memudahkan kerja pemerintah desa untuk mengelola aset desa yang lebih efektif, efisien, dan accountable.

“Karena di Kubu Raya sebelumnya juga telah menerapkan pengelolaan keuangan desa secara nontunai dan Siskeudes online, maka penerapan Sipades ini juga akan lebih membantu pemerintah desa dalam mengelola aset desa, dan ini akan memudahkan pencatatanan dan terkait dengan nilai kapitalisasi aset belanja barang jasa, termasuk aset bergerak dan tak bergerak di setiap desa,” ucap Muda usai membuka Peningkatan Kapasitas Pengeolaan Aset Desa se-Kubu Raya.

Muda juga mengingatkan soal mutasi aset desa, termasuk jika ada perubahan atau ada aset yang dibongkar dan perubahan-perubahan fungsi lainnya. “Karena saat ini sudah didukung geoportal dan webGIS, tentunya ada setiap aset di desa juga akan terpantau secara rinci di lapangan,” jelasnya.

Bagi Muda, penerapan Sipades tidaklah sulit, hanya berkaitan denga kebiasan saja. “Kalau sudah biasa mencatat semua yang dilakukan, termasuk pembelanjaan dan sejenisnya, maka tidak akan sulit dan input-nya juga mudah, dan saya meyakini semua desa bisa maksimal menerapkan penggunaan Sipades ini terlebih saat ini juga diberikan peningkatan kapasitas Pengeolaan aset desa,” ungkapnya.

Kepala Desa Parit Baru, Musa, menilai penerapan Sipades sangat membantu pemerintah desa dalam mengelola aset masing-masing desa. “Kami berharap dengan menggunakan aplikasi Sipades ini membuat semua aset yang telah ada sudah terinput semua ke sistem sehingga semua aset desa terekam. Sehingga saat dibutuhkan suatu saat kami tinggal buka filenya saja dan ini tentu sangat membantu kami di tingkat desa,” ungkapnya.

Baca Juga :  Dukung Pengembangan Pondok Pesantren

Musa menyadari sejauh ini masih banyak aset desa yang belum tertata dengan baik. “Kami berharap dengan penerapan Sipades secara maksimal ini semua aset desa, baik belanja langsung dan tidak langsung dan apa pun yang dibelanjakan dengan uang negara bisa tercatat rapi, sehingga jika memudahkan kami juuga jika sewaktu-waktu ada pemeriksaan dari pihak terkait,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kubu Raya, Usman sangat mendukung diterapkannya aplikasi Sipades, dalam membantu pendataan dan pengelolaan aset disetiap desa di Kubu Raya. “Penerapan Sipades ini merupakan bagian dari pemanfaatan kemajuan teknologi dan memudahkan kerja pemerintah desa juga dalam mendata dan mengelola aset desa, makanya kami dari DPRD Kubu  Raya sangat mendukung sekali peneparan aplikasi Sipades ini,” kata Usman. Usman menilai, masalah aset, baik itu aset desa maupun aset dari pemerintah kabupaten cukup pelik, lantaran bersinggungan dengan pihak-pihak tertentu. “Termasuk di Pemerintah Kabupaten Kubu Raya sendiri, masih banyak aset-aset yang perlu dibenahi,” jelasnya.

Di sisi lain, dia berpendapat, persoalan aset tidak serta-merta semuanya bisa langsung dikelola pemerintah desa, namun juga ada aset yang membutuhkan regulasi pemerintah kabupaten dan bersinggungan dengan pihak lain, seperti sertifikasi, sertifikat yang dilakukan oleh BPN. “Karena saat ini Pemerintah Kubu Raya sudah mulai mendata aset secara online, harapan kami ke depan bisa lebih tertib aset di Kubu Raya, sehingga manfaatnya dan ketika ada suksesi pergantian kepemiminan baik itu kepala desa, camat dan sejenisnya saat ditanya soal aset, semua datanya sudah kelir,” pungkas legislator Partai Demokrat tersebut. (ash)

SUNGAI RAYA – Melihat masih banyaknya aset-aset desa yang belum terkelola dengan baik, membuat Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa Kubu Raya mendorong setiap desa di Kubu Raya menerapkan aplikasi Sistem Pengelolaan Aset Desa (Sipades) 2.0 berbasis online. Harapannya agar tata kelola aset desa bisa lebih efektif, transparan, dan accountable. Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa Kabupaten Kubu Raya, Jakariansyah, Selasa (6/4), usai menghadiri Peningkatan Kapasitas Pengeolaan  Aset Desa se-Kubu Raya di Gardenia Resort and Spa Kubu Raya.

“Aset yang belum terkelola dengan baik ini seperti aset yang belum memberikan dukungan terbaik untuk kemajuan desa, aset-aset yang bermasalah karena pengguna, peruntukan dan pencatatannya juga tidak ada, makanya agar semua aset ini bisa dikelola dengan baik kami dorong setiap desa bisa menerapkan Sipades ini untuk melakukan pembenahan dan pendataan setiap aset desa,” kata Jakariansyah.

Setelah melihat sejumlah persoalan terkait aset di desa ini, pihaknya pun mulai melakukan pemetaaan dan mendorong pengelolaan aset desa yang lebih baik. Hal tersebut dilakukan diai dengan penguatan peningkatan kapasitas pemerintah desa yang dimulai dari kepala desa. “Kepala desa ini memang harus memiliki pemahaman yang komprehensif tentang cara pengelolaan aset ini, karena kades ini leader di desa untuk menetapkan dan membukukan semua aset desa melalui perangkat desa terkait kebijakan tata kelola semua aset di desa,” ungkapnya.

Jakariansyah melihat sejauh ini masih banyak aset desa yang belum dikelola seperti tanah, aset bergerak, dan aset tidak bergerak lainnya yang dimiliki desa. Pihaknya menggunakan sistem penerapa aplikasi SIPADES untuk memudahkan pencatatan, peraturan, pentausahaan aset-aset yang dimiliki setiap desa. “Sehingga dengan sistem online, kami pihak pemerintah kabupaten bisa mengontrol sejauh mana pengelolaan aset desa yang telah dilakuakn setiap pemerintahan desa di Kubu Raya,” ujarnya.

“Aset bagi saya itu sama juga dengan uang. Kalau uang penggunaannya harus dipertanggung jawabkan begitu juga aset juga harus dipertanggung jawabkan, jadi nilainya juga sama dan harus dipertanggungjawabkan oleh pengguna dalam hal ini pihak pemerintah desa,” jelasnya.

Baca Juga :  Parit Keladi Akan Ikut Pilkades Serentak

Menurutnya, pada tahun 2018, aplikasi Sipades sudah mulai diterapkan di Kubu Raya. Hanya saja, dia menambahkan, karena bertahap, sehingga belum maksimal. Di tahun 2021, kembali mereka melakukan penguatan dan peningkatan kapasitas setiap perangkat desa di Kubu Ray, untuk kembali mengoptimalkan penggunaan aplikasi Sipades dalam mendukung tata kelola aset desa yang lebih efektif.

“Jadi secara berjenjang setiap pemerintah desa ini sudah dilakukan penguatan dan peningkatan kapasitas perangkat desa melalui bimtek dan sejenisnya,” ucapnya.

Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan menambahkan penerapan aplikasi Sipades di setiap desa, sangat mendukung dan memudahkan kerja pemerintah desa untuk mengelola aset desa yang lebih efektif, efisien, dan accountable.

“Karena di Kubu Raya sebelumnya juga telah menerapkan pengelolaan keuangan desa secara nontunai dan Siskeudes online, maka penerapan Sipades ini juga akan lebih membantu pemerintah desa dalam mengelola aset desa, dan ini akan memudahkan pencatatanan dan terkait dengan nilai kapitalisasi aset belanja barang jasa, termasuk aset bergerak dan tak bergerak di setiap desa,” ucap Muda usai membuka Peningkatan Kapasitas Pengeolaan Aset Desa se-Kubu Raya.

Muda juga mengingatkan soal mutasi aset desa, termasuk jika ada perubahan atau ada aset yang dibongkar dan perubahan-perubahan fungsi lainnya. “Karena saat ini sudah didukung geoportal dan webGIS, tentunya ada setiap aset di desa juga akan terpantau secara rinci di lapangan,” jelasnya.

Bagi Muda, penerapan Sipades tidaklah sulit, hanya berkaitan denga kebiasan saja. “Kalau sudah biasa mencatat semua yang dilakukan, termasuk pembelanjaan dan sejenisnya, maka tidak akan sulit dan input-nya juga mudah, dan saya meyakini semua desa bisa maksimal menerapkan penggunaan Sipades ini terlebih saat ini juga diberikan peningkatan kapasitas Pengeolaan aset desa,” ungkapnya.

Kepala Desa Parit Baru, Musa, menilai penerapan Sipades sangat membantu pemerintah desa dalam mengelola aset masing-masing desa. “Kami berharap dengan menggunakan aplikasi Sipades ini membuat semua aset yang telah ada sudah terinput semua ke sistem sehingga semua aset desa terekam. Sehingga saat dibutuhkan suatu saat kami tinggal buka filenya saja dan ini tentu sangat membantu kami di tingkat desa,” ungkapnya.

Baca Juga :  Fin Komodo Siap Padamkan Api di Lahan Gambut

Musa menyadari sejauh ini masih banyak aset desa yang belum tertata dengan baik. “Kami berharap dengan penerapan Sipades secara maksimal ini semua aset desa, baik belanja langsung dan tidak langsung dan apa pun yang dibelanjakan dengan uang negara bisa tercatat rapi, sehingga jika memudahkan kami juuga jika sewaktu-waktu ada pemeriksaan dari pihak terkait,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kubu Raya, Usman sangat mendukung diterapkannya aplikasi Sipades, dalam membantu pendataan dan pengelolaan aset disetiap desa di Kubu Raya. “Penerapan Sipades ini merupakan bagian dari pemanfaatan kemajuan teknologi dan memudahkan kerja pemerintah desa juga dalam mendata dan mengelola aset desa, makanya kami dari DPRD Kubu  Raya sangat mendukung sekali peneparan aplikasi Sipades ini,” kata Usman. Usman menilai, masalah aset, baik itu aset desa maupun aset dari pemerintah kabupaten cukup pelik, lantaran bersinggungan dengan pihak-pihak tertentu. “Termasuk di Pemerintah Kabupaten Kubu Raya sendiri, masih banyak aset-aset yang perlu dibenahi,” jelasnya.

Di sisi lain, dia berpendapat, persoalan aset tidak serta-merta semuanya bisa langsung dikelola pemerintah desa, namun juga ada aset yang membutuhkan regulasi pemerintah kabupaten dan bersinggungan dengan pihak lain, seperti sertifikasi, sertifikat yang dilakukan oleh BPN. “Karena saat ini Pemerintah Kubu Raya sudah mulai mendata aset secara online, harapan kami ke depan bisa lebih tertib aset di Kubu Raya, sehingga manfaatnya dan ketika ada suksesi pergantian kepemiminan baik itu kepala desa, camat dan sejenisnya saat ditanya soal aset, semua datanya sudah kelir,” pungkas legislator Partai Demokrat tersebut. (ash)

Most Read

Artikel Terbaru

/