alexametrics
26.7 C
Pontianak
Monday, May 16, 2022

Pantau Perkembangan Covid

SUNGAI RAYA – Kepala Dinas Pendidikan  dan Kebudayaan Kubu Raya, Muhammad Ayub mengutarakan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Kubu Raya yang dilakukan sejak 29 Juni hingga 1 Juli lalu disemua satuan pendidikan berjalan lancar. “Saat ini pelaksanaan PPDB di Kubu Raya sudah masuk tahap pemberkasan atau daftar ulang, Insya Allah kalau tidak ada halangan, kegiatan belajar mengajar pada tahun ajaran baru nanti akan kami mulai pada 12 Juli mendatang,” kata Muhammad Ayub kepada Pontianak Post, Selasa (6/7) di Sungai Raya.

Kendati mengaku kegiatan belajar mengajar tahun ajaran baru disemua satuan pendidikan di Kubu Raya akan mulai digelar pada 12 Juli mendatang, namun Ayub belum bisa memastikan apakah pelaksanaan belajar mengajar dilakukan dengan metode Pembelajaran Tatap Muka (PTM) atau dengan sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) secara daring.

“Untuk sistem belajarnya nanti, apakah dengan menerapkan Pembelajar Tatap Muka di sekolah atau Pembelajaran Jarak Jauh nanti akan kami lihat dulu perkembangan lebih lanjut di lapangan. Hal ini tentunya sangat berkaitan dengan pendemi Covi-19 yang belum berkahir hingga saat ini  terlebih pandemi beberapa waktu belakangan secara umum terdapat peningkatan kasus konfirmasi Covid-19 termasuk di Kubu Raya nanti sehari sebelum 12 Juli akan kami keluarkan surat ederan mengena apakah kita masih akan menerapkan sistem pembelajaran jarak jauh atau dengan pembelajaran tatap muka,” papar Muhammad Ayub.

Baca Juga :  Pembelajaran Tatap Muka Dimulai, Murid Kembali Masuk Sekolah

Ayub menerangkan, surat edaran yang dikeluarkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kubu Raya juga didasarkan pada arahan atau kebijakan dari pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi hingga pemerintah pusat. “Jadi nanti kita lihat saja dalam beberapa waktu ke depan, kalau memang di Kubu Raya nantinya sudah ada zona hijau apakah memungkinkan melakuakn pembelajaran dengan tatap muka tentunya dengan jumlah peserta tterbatas dan menerapkan protokol kesehatan, itu nantinya akan kami kaji dulu dan diskusikan lebih lanjut dengan sejumlah pihak terkait lainnya,” ungkapnya.

Ayub menilai kasus konfirmasi Covid-19 yang terjadi hingga saat ini sifatnya dinamis, kata dia bisa saja nantinya ada penurunan kasus kemudian dibeberapa titik di Kubu Raya masuk dalam zona hijau dan mendapat dukungan dari semua pihak termasuk pemerintah level atas, maka tidak menutup kemungkinan bisa dilakukan sistem pembelajaran tatap muka dengan menerapkan disiplin protkol kesehatan. “Begitu juga sebaliknya, kalau kasus konfirmasi Covid-19 masih tinggi maka pilihannya kemungkinan besar kita masih akan melakuakn sistem pembelajaran jarak jauh,” jelas Ayub.

Dalam upaya turut menganangi dan mencegah penyebaran Covid-19 kata Ayub saat ini pihaknya telah membuat surat edaran yang akan dibagikan kesetiap sekolah di kabupaten ini untuk mendukung program vaksinasi Covid-19. “Surat edaran yang kami buat ini tinggal menunggu tanda tangan pak bupati saja, kalau sudah ditandatangani akan langsung kami bagikan kesetiap sekolah di Kubu Raya untuk ditindak lanjuti,” jelasnya.

Baca Juga :  Pembelajaran Tatap Muka dengan Prokes Ketat

Kata Ayub di dalam surat edaran tersebut, pihaknya menginginkan setiap sekolah bisa mengajak semua tenaga pengajar atau guru baik yang PNS atau non PNS di Kubu Raya termasuk pelajar usia 12-17 tahun untuk mengikuti vaksinasi Covid-19 yang sudah difasilitasi pemerintah Kubu  Raya.

“Tidak hanya merangkul para guru atau pelajarnya saja, kami juga berharap setiap sekolah bisa turut mengedukasi dan mensosialisasikan ke masyarakat disekitar sekolah masing-masing untuk mengikuti vaksinasi Covid-19 ini,” ujar Ayub.

“Bagi saya vaksin ini penting karena bertujuan meningkatan imunitas tubuh, sehingga kita tidak mudah terkonfirmasi Covid-19. Makanya saya sangat berharap semua guru di Kubu Raya, baik yang PNS atau pun non PNS untuk mengikuti vaksinasi ini. selain vakasinasi saya juga menginginkan para guru di Kubu Raya bisa menjadi teladan yang di masyarakat untuk selaliu menerapkan disiplin protokol keshatan dalam keseharian sebagai upaya penanganan dan mencegah penyebaran Covid-19 ini,” pungkasnya. (ash)

SUNGAI RAYA – Kepala Dinas Pendidikan  dan Kebudayaan Kubu Raya, Muhammad Ayub mengutarakan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Kubu Raya yang dilakukan sejak 29 Juni hingga 1 Juli lalu disemua satuan pendidikan berjalan lancar. “Saat ini pelaksanaan PPDB di Kubu Raya sudah masuk tahap pemberkasan atau daftar ulang, Insya Allah kalau tidak ada halangan, kegiatan belajar mengajar pada tahun ajaran baru nanti akan kami mulai pada 12 Juli mendatang,” kata Muhammad Ayub kepada Pontianak Post, Selasa (6/7) di Sungai Raya.

Kendati mengaku kegiatan belajar mengajar tahun ajaran baru disemua satuan pendidikan di Kubu Raya akan mulai digelar pada 12 Juli mendatang, namun Ayub belum bisa memastikan apakah pelaksanaan belajar mengajar dilakukan dengan metode Pembelajaran Tatap Muka (PTM) atau dengan sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) secara daring.

“Untuk sistem belajarnya nanti, apakah dengan menerapkan Pembelajar Tatap Muka di sekolah atau Pembelajaran Jarak Jauh nanti akan kami lihat dulu perkembangan lebih lanjut di lapangan. Hal ini tentunya sangat berkaitan dengan pendemi Covi-19 yang belum berkahir hingga saat ini  terlebih pandemi beberapa waktu belakangan secara umum terdapat peningkatan kasus konfirmasi Covid-19 termasuk di Kubu Raya nanti sehari sebelum 12 Juli akan kami keluarkan surat ederan mengena apakah kita masih akan menerapkan sistem pembelajaran jarak jauh atau dengan pembelajaran tatap muka,” papar Muhammad Ayub.

Baca Juga :  Rangkul Generasi Muda, Tingkatkan Hasil Pertanian Kubu Raya

Ayub menerangkan, surat edaran yang dikeluarkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kubu Raya juga didasarkan pada arahan atau kebijakan dari pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi hingga pemerintah pusat. “Jadi nanti kita lihat saja dalam beberapa waktu ke depan, kalau memang di Kubu Raya nantinya sudah ada zona hijau apakah memungkinkan melakuakn pembelajaran dengan tatap muka tentunya dengan jumlah peserta tterbatas dan menerapkan protokol kesehatan, itu nantinya akan kami kaji dulu dan diskusikan lebih lanjut dengan sejumlah pihak terkait lainnya,” ungkapnya.

Ayub menilai kasus konfirmasi Covid-19 yang terjadi hingga saat ini sifatnya dinamis, kata dia bisa saja nantinya ada penurunan kasus kemudian dibeberapa titik di Kubu Raya masuk dalam zona hijau dan mendapat dukungan dari semua pihak termasuk pemerintah level atas, maka tidak menutup kemungkinan bisa dilakukan sistem pembelajaran tatap muka dengan menerapkan disiplin protkol kesehatan. “Begitu juga sebaliknya, kalau kasus konfirmasi Covid-19 masih tinggi maka pilihannya kemungkinan besar kita masih akan melakuakn sistem pembelajaran jarak jauh,” jelas Ayub.

Dalam upaya turut menganangi dan mencegah penyebaran Covid-19 kata Ayub saat ini pihaknya telah membuat surat edaran yang akan dibagikan kesetiap sekolah di kabupaten ini untuk mendukung program vaksinasi Covid-19. “Surat edaran yang kami buat ini tinggal menunggu tanda tangan pak bupati saja, kalau sudah ditandatangani akan langsung kami bagikan kesetiap sekolah di Kubu Raya untuk ditindak lanjuti,” jelasnya.

Baca Juga :  Kembali Berikan Almatkes bagi Penanganan Covid-19

Kata Ayub di dalam surat edaran tersebut, pihaknya menginginkan setiap sekolah bisa mengajak semua tenaga pengajar atau guru baik yang PNS atau non PNS di Kubu Raya termasuk pelajar usia 12-17 tahun untuk mengikuti vaksinasi Covid-19 yang sudah difasilitasi pemerintah Kubu  Raya.

“Tidak hanya merangkul para guru atau pelajarnya saja, kami juga berharap setiap sekolah bisa turut mengedukasi dan mensosialisasikan ke masyarakat disekitar sekolah masing-masing untuk mengikuti vaksinasi Covid-19 ini,” ujar Ayub.

“Bagi saya vaksin ini penting karena bertujuan meningkatan imunitas tubuh, sehingga kita tidak mudah terkonfirmasi Covid-19. Makanya saya sangat berharap semua guru di Kubu Raya, baik yang PNS atau pun non PNS untuk mengikuti vaksinasi ini. selain vakasinasi saya juga menginginkan para guru di Kubu Raya bisa menjadi teladan yang di masyarakat untuk selaliu menerapkan disiplin protokol keshatan dalam keseharian sebagai upaya penanganan dan mencegah penyebaran Covid-19 ini,” pungkasnya. (ash)

Most Read

Artikel Terbaru

/