alexametrics
25.6 C
Pontianak
Monday, May 23, 2022

Hari Pertama Bersekolah di SD Islam Terpadu

Senin(6/9), hari pertama sekolah tatap muka di SDIT Khulafaur Rasyidin, Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya. Antusiasme pelajar begitu bersemangat setelah beberapa bulan ke belakang hanya belajar lewat Luring (Luar Jaringan) alias belajar online dari rumah. Bagaimana senangnya para pelajar tersebut ?

DENY HAMDANI, Sungai Raya

Fathir, Siswa kelas V terlihat antusias menjalani Pelajaran Tatap Muka (PTM) hari pertama ini. Dia gembira bisa bersekolah setelah sekian lama bersekolah secara Daring (dalam jaringan) online.

”Senangnya bisa masuk sekolah lagi dan bertemu kawan-kawan,” kata pelajar berbadan kecil ini.

Dia merasakan suasana baru dengan mengikuti PTM ini. Baginya, belajar di sekolah jadi sangat menyenangkan setelah lama menjalani pembelajaran jarak jauh (PJJ). Fathir bahkan bilang belajar langsung di sekolah lebih mudah dicerna dibanding saat menjalani sekolah jarak jauh.

Salah satu sekolah yang melakukan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka adalah SDIT Khulafaur Rasyidin. Adapun para siswa kelas 5 dan kelas I merasa senang meskipun canggung di kelas. “Senang bisa ke sekolah lagi, jadi tidak bosen di rumah saja. Tapi memang canggun. Karena kan ini baru pertama kali juga bertemu sama teman-teman baru. Selama ini kan di rumah saja,” ucapnya.

Baca Juga :  PTM Kembali Dihentikan

Hanya saja, di sekolah fathir kelasnya dibagi 2. Untuk pelajaran pertama dari pukul 07.00-09.00 diisi setengah pelajar saja. Sementara pada siang hari diisi pelajar lainnya. Ini dimaksudkan untuk mematuhi prokes di sekolah. “Jadi sebelum masuk ruang kelas dianjurkan cuci tangan, pakai masker dan suhu tubuh juga diukur,” kata orang tua yang mengantarkan anaknya ke sekolah.

Pelajar SMP kelas 9, SMP Negeri 1 Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Annisa Awanis Syifa juga merasa sangat senang dapat melakukan kegiatan belajar mengajar di sekolah. Sebabnya, selama beberapa tahun ini, dia belum pernah sekalipun datang ke sekolah untuk bertemu dengan teman-teman satu angkatannya.

Syifa sendiri juga sudah memperoleh izin dari orangtua mengikuti kegiatan belajar mengajar secara tatap muka. Orangtuanya pun menyediakan minyak kayu putih untuknya agar bisa di hirup di sekolah guna menghindari COVID-19. “Persiapan sebelum masuk ke sekolah selain beli sepatu baru karena yang lama sudah tidak muat, juga keperluan sekolah,” ucapnya.

Baca Juga :  Wali Kota Melihat Langsung PTM Pelajar Tetap Terapkan Prokes

Sama halnya dengan Annisa, Fajar pelajar lainnya mengatakan sengaja datang ke sekolah dengan diantarkan oleh ibundanya menggunakan motor. Dia juga merasa senang dan antusias untuk mengikuti kegiatan belajar mengakar di sekolah. “Lagi belajar mempersiapkan ujian akhir tahun mendatang,” ucapnya.(den)

Senin(6/9), hari pertama sekolah tatap muka di SDIT Khulafaur Rasyidin, Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya. Antusiasme pelajar begitu bersemangat setelah beberapa bulan ke belakang hanya belajar lewat Luring (Luar Jaringan) alias belajar online dari rumah. Bagaimana senangnya para pelajar tersebut ?

DENY HAMDANI, Sungai Raya

Fathir, Siswa kelas V terlihat antusias menjalani Pelajaran Tatap Muka (PTM) hari pertama ini. Dia gembira bisa bersekolah setelah sekian lama bersekolah secara Daring (dalam jaringan) online.

”Senangnya bisa masuk sekolah lagi dan bertemu kawan-kawan,” kata pelajar berbadan kecil ini.

Dia merasakan suasana baru dengan mengikuti PTM ini. Baginya, belajar di sekolah jadi sangat menyenangkan setelah lama menjalani pembelajaran jarak jauh (PJJ). Fathir bahkan bilang belajar langsung di sekolah lebih mudah dicerna dibanding saat menjalani sekolah jarak jauh.

Salah satu sekolah yang melakukan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka adalah SDIT Khulafaur Rasyidin. Adapun para siswa kelas 5 dan kelas I merasa senang meskipun canggung di kelas. “Senang bisa ke sekolah lagi, jadi tidak bosen di rumah saja. Tapi memang canggun. Karena kan ini baru pertama kali juga bertemu sama teman-teman baru. Selama ini kan di rumah saja,” ucapnya.

Baca Juga :  BNNK Kubu Raya Rangkul Insan Media

Hanya saja, di sekolah fathir kelasnya dibagi 2. Untuk pelajaran pertama dari pukul 07.00-09.00 diisi setengah pelajar saja. Sementara pada siang hari diisi pelajar lainnya. Ini dimaksudkan untuk mematuhi prokes di sekolah. “Jadi sebelum masuk ruang kelas dianjurkan cuci tangan, pakai masker dan suhu tubuh juga diukur,” kata orang tua yang mengantarkan anaknya ke sekolah.

Pelajar SMP kelas 9, SMP Negeri 1 Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Annisa Awanis Syifa juga merasa sangat senang dapat melakukan kegiatan belajar mengajar di sekolah. Sebabnya, selama beberapa tahun ini, dia belum pernah sekalipun datang ke sekolah untuk bertemu dengan teman-teman satu angkatannya.

Syifa sendiri juga sudah memperoleh izin dari orangtua mengikuti kegiatan belajar mengajar secara tatap muka. Orangtuanya pun menyediakan minyak kayu putih untuknya agar bisa di hirup di sekolah guna menghindari COVID-19. “Persiapan sebelum masuk ke sekolah selain beli sepatu baru karena yang lama sudah tidak muat, juga keperluan sekolah,” ucapnya.

Baca Juga :  Sujiwo Komitmen Majukan Seni Budaya Kalbar

Sama halnya dengan Annisa, Fajar pelajar lainnya mengatakan sengaja datang ke sekolah dengan diantarkan oleh ibundanya menggunakan motor. Dia juga merasa senang dan antusias untuk mengikuti kegiatan belajar mengakar di sekolah. “Lagi belajar mempersiapkan ujian akhir tahun mendatang,” ucapnya.(den)

Most Read

Artikel Terbaru

/