alexametrics
26.7 C
Pontianak
Tuesday, May 17, 2022

Masuk Kalbar Kini Boleh Menggunakan Tes Antigen

SUNGAI RAYA – Mulai 6 Desember 2021, syarat masuk ke Kalimantan Barat sudah bisa menggunakan tes antigen, sebagai salah satu opsi selain swab PCR dengan masa berlaku 3×2 jam. Hal tersebut diungkapkan Executive General Manager Bandara Internasional Supadio, Akbar Putra Mardhika kepada wartawan, Senin (6/12) di ruang kerjanya.

“Mulai diberlakukannya tes antigen sebagai salah satu syarat untuk masuk ke Kalbar selain PCR ini mengacu pada surat keputusan dari Satgas Covid-19 Kalbar yang mulai berlaku per 6 Desember. Dan aturan ini sudah sama dengan aturan dari surat edaran Satgas Covid-19 nasional,” kata Akbar.

Kendati demikian, lanjut Akbar, khusus pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru), pada 24 Desember hingga 2 Januari 2022 berdasarkan surat edaran tersebut, syarat masuk ke Kalimantan Barat harus menggunakan PCR 3×24 jam. “Setelah periode tersebut, mulai 3 Januari, masuk ke Kalbar diperbolehkan kembali menggunakan tes antigen saja,” ucapnya.

Dipermudahnya syarat untuk masuk ke Kalbar ini, kata Akbar, memang telah merujuk pada keputusan Satgas Covid-19 daerah di Kalbar dengan sejumlah pertimbangan. Di sisi lalin, saat ini penyebaran Covid-19 di daerah juga mengalami penurunan.

Disingung mengenai antisipasi penyebaran Covid-19 yang berpotensi masuk melalui pintu bandara, pihaknya mengacu pada Surat Edaran Satgas Covid-19 nasional yang telah menetapkan untuk mengoptimalkan upaya pencegahan penyebaran Covid-19, terutama jelang perayaan hari besar seperti periode Nataru. “Karena memang seperti diketahui periode Natal dan tahun baru ini pergerakan penumpang yang keluar dan masuk ke Kalbar cukup tinggi, sehingga diterapkan pengendalian mobilisasai masyarakat pada periode nataru pada 24 Desember hingga 2 Januari sehingga diharapkan terjadi kegiatan masyarakat aman dari Covid-19,” ungkapnya.

Baca Juga :  Optimalkan Penanganan Covid-19 di Perbatasan

Adanya penurunan kasus konfirmasi Covid-19 secara tak langsung juga diakui dia, mempengaruhi jumlah penumpang di Bandara Internasional Supadio. “Untuk realiasi jumlah penumpang di November 2021, dibandingkan dengan Oktober 2021 terjadi peningkatan 14 persen. Jika pada November jumlah penumpang bandara hanya 117 ribu penumpang, namun pada November naik menjadi 133 ribu penumpang,” ungkapnya.

Kenaikan 14 persen dalam satu bulan terakhir ini, tambah Akbar jika dibandingkan dengan periode normal masih bisa mencapai angka 300 ribu penumpan perbulan. “Jadi walaupun di November ada kenaikan 14 persen disbanding bulan sebelumnya, tetapi jika dibandingkan dengan masa sebelum pandemi tentunya jumlah penumpang masih di angka 40 hingga 50 persen dari masa sebelum pandemi,” jelasnya.

Berdasarkan pantauan di lapangan, kata Akbar, dari 1 hingga 5 Desember lalu terdapat kecenderungan  peningkatan jumlah penumpang bandara. “Sejak 5 Desember.kemarin terpantau ada 5.100 penumpang perhari dari tanggal sebelumnya hanya sekitar 4.700-4.800 penumpang,” ujar Akbar.

Akbar pun memperkirakan mulai saat ini hingga jelang 24 Desember mendatang masih terjadi peningkatan penumpang, sedangkan mulai 24 Desember hingga2 Januari seiring dengan adanyya pembatasan dan sejenisnya yang dikaitkan dala upaya pencegahan penyebaran Covid-19 tentunya diprediksi ada penuruanan penumpang. “Kami tentunya berharap agar upaya untuk memtus mata rantai penyebaran Covid-19 ini berjalan kianm maskimal maka diharapkan agar masyarakat atau para penumpang bandara bisa selalu disiplin protokol kesehatan dan sudah divaksinasi,” ucapnya.

Baca Juga :  Dishub Sediakan Pos Pelayanan Jelang Nataru

Berdasarkan hasil rapat koordinasi dengan Direktorat Angkutan Udara Kementerian Perhubungan yang dilaksanakan tadi pagi, secara umum jumlah penumpang diperkirakan pada periode Natal dan tahun baru kali ini diprediksi turun sekitar 5,1 persen dibandingkan dengan periode natal dan tahun baru di tahun lalu. “Jika dilihat ada beberapa penyebab yang membuat penurunan jumlah penumpang pada periode Nataru tahun ini, yakni adanya SKB tiga menteri yang sepakat meniadakan cuti bersama di Nataru, di sisi lain kebetulan Nataru tahun ini jatuh pada Sabtu dan Minggu,” ungkapnya.

Di kesempatan yang sama Akbar juga menyinggung soal pembangunan Posko pengendalian transportasi udara perayaan natal dan tahun baru kali ini, akan dibuka pada 17 Desemmber di kawasan bandara. “Jadi posko Nataru di bandara ini akan di bukan seminggu sebelum perayaan Natal hingga 4 Januari 2022 mendatang,” ungkapnya.

Adapun posko pengdalian transportasi udara jelang perayaan natal dan tahun baru ini  tambah Akbar akn dibuka di 51 bandara, dengan rincian, 15 bandara di bawa PT. Angkasa Pura I, 20 bandara di bawah PT. Angakasa Pura II, 14 bandara di bawah UPBU dan 2 bandara di bawah UPTD. (ash)  

SUNGAI RAYA – Mulai 6 Desember 2021, syarat masuk ke Kalimantan Barat sudah bisa menggunakan tes antigen, sebagai salah satu opsi selain swab PCR dengan masa berlaku 3×2 jam. Hal tersebut diungkapkan Executive General Manager Bandara Internasional Supadio, Akbar Putra Mardhika kepada wartawan, Senin (6/12) di ruang kerjanya.

“Mulai diberlakukannya tes antigen sebagai salah satu syarat untuk masuk ke Kalbar selain PCR ini mengacu pada surat keputusan dari Satgas Covid-19 Kalbar yang mulai berlaku per 6 Desember. Dan aturan ini sudah sama dengan aturan dari surat edaran Satgas Covid-19 nasional,” kata Akbar.

Kendati demikian, lanjut Akbar, khusus pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru), pada 24 Desember hingga 2 Januari 2022 berdasarkan surat edaran tersebut, syarat masuk ke Kalimantan Barat harus menggunakan PCR 3×24 jam. “Setelah periode tersebut, mulai 3 Januari, masuk ke Kalbar diperbolehkan kembali menggunakan tes antigen saja,” ucapnya.

Dipermudahnya syarat untuk masuk ke Kalbar ini, kata Akbar, memang telah merujuk pada keputusan Satgas Covid-19 daerah di Kalbar dengan sejumlah pertimbangan. Di sisi lalin, saat ini penyebaran Covid-19 di daerah juga mengalami penurunan.

Disingung mengenai antisipasi penyebaran Covid-19 yang berpotensi masuk melalui pintu bandara, pihaknya mengacu pada Surat Edaran Satgas Covid-19 nasional yang telah menetapkan untuk mengoptimalkan upaya pencegahan penyebaran Covid-19, terutama jelang perayaan hari besar seperti periode Nataru. “Karena memang seperti diketahui periode Natal dan tahun baru ini pergerakan penumpang yang keluar dan masuk ke Kalbar cukup tinggi, sehingga diterapkan pengendalian mobilisasai masyarakat pada periode nataru pada 24 Desember hingga 2 Januari sehingga diharapkan terjadi kegiatan masyarakat aman dari Covid-19,” ungkapnya.

Baca Juga :  Belum Ditemukan Santri Positif Covid-19

Adanya penurunan kasus konfirmasi Covid-19 secara tak langsung juga diakui dia, mempengaruhi jumlah penumpang di Bandara Internasional Supadio. “Untuk realiasi jumlah penumpang di November 2021, dibandingkan dengan Oktober 2021 terjadi peningkatan 14 persen. Jika pada November jumlah penumpang bandara hanya 117 ribu penumpang, namun pada November naik menjadi 133 ribu penumpang,” ungkapnya.

Kenaikan 14 persen dalam satu bulan terakhir ini, tambah Akbar jika dibandingkan dengan periode normal masih bisa mencapai angka 300 ribu penumpan perbulan. “Jadi walaupun di November ada kenaikan 14 persen disbanding bulan sebelumnya, tetapi jika dibandingkan dengan masa sebelum pandemi tentunya jumlah penumpang masih di angka 40 hingga 50 persen dari masa sebelum pandemi,” jelasnya.

Berdasarkan pantauan di lapangan, kata Akbar, dari 1 hingga 5 Desember lalu terdapat kecenderungan  peningkatan jumlah penumpang bandara. “Sejak 5 Desember.kemarin terpantau ada 5.100 penumpang perhari dari tanggal sebelumnya hanya sekitar 4.700-4.800 penumpang,” ujar Akbar.

Akbar pun memperkirakan mulai saat ini hingga jelang 24 Desember mendatang masih terjadi peningkatan penumpang, sedangkan mulai 24 Desember hingga2 Januari seiring dengan adanyya pembatasan dan sejenisnya yang dikaitkan dala upaya pencegahan penyebaran Covid-19 tentunya diprediksi ada penuruanan penumpang. “Kami tentunya berharap agar upaya untuk memtus mata rantai penyebaran Covid-19 ini berjalan kianm maskimal maka diharapkan agar masyarakat atau para penumpang bandara bisa selalu disiplin protokol kesehatan dan sudah divaksinasi,” ucapnya.

Baca Juga :  Nyaris Jadi Korban Rudapaksa, Ibu Rumah Tangga Ini Selamat dengan Ulur Waktu Menyusui Anaknya

Berdasarkan hasil rapat koordinasi dengan Direktorat Angkutan Udara Kementerian Perhubungan yang dilaksanakan tadi pagi, secara umum jumlah penumpang diperkirakan pada periode Natal dan tahun baru kali ini diprediksi turun sekitar 5,1 persen dibandingkan dengan periode natal dan tahun baru di tahun lalu. “Jika dilihat ada beberapa penyebab yang membuat penurunan jumlah penumpang pada periode Nataru tahun ini, yakni adanya SKB tiga menteri yang sepakat meniadakan cuti bersama di Nataru, di sisi lain kebetulan Nataru tahun ini jatuh pada Sabtu dan Minggu,” ungkapnya.

Di kesempatan yang sama Akbar juga menyinggung soal pembangunan Posko pengendalian transportasi udara perayaan natal dan tahun baru kali ini, akan dibuka pada 17 Desemmber di kawasan bandara. “Jadi posko Nataru di bandara ini akan di bukan seminggu sebelum perayaan Natal hingga 4 Januari 2022 mendatang,” ungkapnya.

Adapun posko pengdalian transportasi udara jelang perayaan natal dan tahun baru ini  tambah Akbar akn dibuka di 51 bandara, dengan rincian, 15 bandara di bawa PT. Angkasa Pura I, 20 bandara di bawah PT. Angakasa Pura II, 14 bandara di bawah UPBU dan 2 bandara di bawah UPTD. (ash)  

Most Read

Artikel Terbaru

/