alexametrics
24 C
Pontianak
Monday, June 27, 2022

Optimalkan Pemulihan Ekonomi Sosial Dampak Covid­-19

SUNGAI RAYA – Pemerintah Kubu Raya terus mengoptimalkan upaya percepatan pemulihan ekonomi sosial dampak Covid-19 di kabupaten   termuda di Kalimantan Barat ini.

Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan mengatakan, sejak awal terjadi  pandemi Covid-19 pada Maret tahun lalu, pemerintah daerah setempat bersama Satgas Covid-19 dan sejumlah pihak terkait lainnya telah berupaya maksimal melakukan penanganan memutus  mata rantai penyebaran Covid-19 di Kubu Raya.

“Agar upaya penanganan dan pemulihan ekonomi sosial dampak Covid-19 ini berjalan lebih maksimal maka sejumlah kebijakan yang telah diterapkan sebelumnya akan kami perkuat dengan mengejar langkah-langkah yang lebih inovatif,” kata Muda Mahendrawan, Kamis (7/1) di Ruang Praja Utama Kantor Bupati Kubu Raya, usai menghadiri dalam  rapat  koordinasi kebijakan pemulihan ekonomi dan sosial dampak Covid-19 di Kubu Raya.

Dalam mempercepat pemulihan ekonomi, pihaknya juga memantau potensi sejumlah skema terbuka seperti skema perbankan dan lembaga keuangan lainnya dalam menyediakan akses permodalan. “Memantau skema akses permodalan ini juga penting diketahui,  sebagai upaya untuk membantu memperkuat pertumbuhan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dalam mendapatkan pembiayaan untuk mengembangkan usaha yang digeluti,” ujarnya.

Muda menilai pertumbuhan sektor UMKM sangat penting, lantaran mampu berkontribusi pada peningkatan PDRB daerah.  “Sektor UMKM ini juga  menjadi salah satu penyebab pertumbuhan ekonomi Kubu Raya masih  cukup baik di tahun 2020 lalu yakni tumbuh sekitar 1,16 persen,” jelasnya.

Baca Juga :  Ingatkan Masyarakat Disiplin Prokes, Bagikan Masker 

Selain sektor UMKM, upaya pemulihan ekonomi di sektor lainnya juga akan terus dikejar dengan memaksimalkan sistem pendataan yang lebih rinci dengan berdasar nama, alamat, dan koordinat.

“Dengan adanya sistem pendataan yang valid berbasis geospasial, maka upaya untuk menekan tingkat pengangguran dan jangkauan pelayanan pemerintahan bisa lebih dimaksimalkan baik seperti pembangunan infrastruktur, program pemberdayaan perempuan, pelayanan kesehatan ibu dan anak termasuk kasus stunting bisa terus ditekan. Semua ini  perlu lebih maksimal dilakukan, karena berpengaruh langsung pada masalah ekonomi sosial,” ungkapnya.

Muda menambahkan, sebagai daerah hinterland, Kubu Raya yang merupakan daerah berbasis sektor pertanian pangan, perikanan tangkap, budidaya, peternakan, perkebunan rakyat ini merupakan peluang yang sangat besar untuk memajukan perekonomian daerah.

“Jika jeli mengelola semua potensi yang ada ini mulai dari sektor pertanian, perikanan tangkap dan budidaya, peternakan, perkebunan rakyat, pengembangan sektor UMKM dan potensi lainnya, maka upaya untuk mempercepat pemulihan ekonomi akan lebih mudah dilakukan,” ungkapnya.

Sekda Kubu Raya Yusran Anizam mengatakan, Pemerintah Kubu Raya juga mengalokasikan anggaran untuk penguatan program vaksinasi Covid-19 sebesar Rp2,5 miliar. “Di sisi lain, kami juga sudah membentuk pokja sesuai arahan bupati, Pokja penguatan dan edukasi program vaksinasi Covid-19 di Kubu Raya sejumlah,” jelasnya.

Yusran menambahkan, dalam upaya penanganan Covid-19 di Kubu Raya tahun ini sama seperti tahun sebelumnya,  tidak menutup kemungkinan juga akan menggunakan alokasi belanja tak terduga. “Jumlahnya kurang lebih sama seperti tahun lalu, namun tidak sama besar seperti tahun lalu dan akan kami bagi  dan bisa saja anggarannya sewaktu-waktu akan direalokasikan sesuai dengan mekanisme anggaran, karena penanganan Covid-19 ini merupakan salah satu kebutuhan mendesak juga,” ungkapnya.

Baca Juga :  Setubuhi Dua Bocah 15 Kali

Ditanya mengenai evaluasi penanganan Covid-19 tahun lalu, kata Yusran melihat dari realisasi penanganan Covid-19 di Kubu Raya, sejauh ini dinilai sudah bekerja cukup efektif.

“Setelah dinilai dari BPK, upaya penanganan Covid-19 yang kami lakukan juga dinilai efektif. Di sisi lain, kita bisa lihat belakangan masyarakat sudah bisa beradaptasi dengan pandemi Covid-19 dan sudah banyak yang mulai disiplin terhadap protokol kesehatan dalam upaya mencegah penyebaran Covid-19,” ujarnya.

Penerapan disiplin terhadap protokol kesehatannya di Kubu Raya juga akan terus dimaksimalkan. Salah satu  upaya yang dilakukan untuk mengoptimalkan penerapan disiplin protokol kesehatan tersebut yakni dengan mengoptimalkan peran setiap SKPD untuk melakukan promosi, edukasi dan sosialisasi terhadap penerapan protokol kesehatan.

“Kami meyakinin dengan adanya keasadaran yang baik dari masyarakat dalam upaya menegakkan disiplin protokol kesehatan ditambah dengan sejumlah kebijakan yang dilakukan pemerintah daerah bersama tim Satgas Covid-19 ini, maka upaya untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 bisa jauh lebih maksimal dilakukan,” pungkasnya. (ash)

SUNGAI RAYA – Pemerintah Kubu Raya terus mengoptimalkan upaya percepatan pemulihan ekonomi sosial dampak Covid-19 di kabupaten   termuda di Kalimantan Barat ini.

Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan mengatakan, sejak awal terjadi  pandemi Covid-19 pada Maret tahun lalu, pemerintah daerah setempat bersama Satgas Covid-19 dan sejumlah pihak terkait lainnya telah berupaya maksimal melakukan penanganan memutus  mata rantai penyebaran Covid-19 di Kubu Raya.

“Agar upaya penanganan dan pemulihan ekonomi sosial dampak Covid-19 ini berjalan lebih maksimal maka sejumlah kebijakan yang telah diterapkan sebelumnya akan kami perkuat dengan mengejar langkah-langkah yang lebih inovatif,” kata Muda Mahendrawan, Kamis (7/1) di Ruang Praja Utama Kantor Bupati Kubu Raya, usai menghadiri dalam  rapat  koordinasi kebijakan pemulihan ekonomi dan sosial dampak Covid-19 di Kubu Raya.

Dalam mempercepat pemulihan ekonomi, pihaknya juga memantau potensi sejumlah skema terbuka seperti skema perbankan dan lembaga keuangan lainnya dalam menyediakan akses permodalan. “Memantau skema akses permodalan ini juga penting diketahui,  sebagai upaya untuk membantu memperkuat pertumbuhan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dalam mendapatkan pembiayaan untuk mengembangkan usaha yang digeluti,” ujarnya.

Muda menilai pertumbuhan sektor UMKM sangat penting, lantaran mampu berkontribusi pada peningkatan PDRB daerah.  “Sektor UMKM ini juga  menjadi salah satu penyebab pertumbuhan ekonomi Kubu Raya masih  cukup baik di tahun 2020 lalu yakni tumbuh sekitar 1,16 persen,” jelasnya.

Baca Juga :  Pandemi Covid-19 Terkendali dan Ekonomi Indonesia Tumbuh Jadi Bukti Keseriusan Kebijakan Program Pemerintah

Selain sektor UMKM, upaya pemulihan ekonomi di sektor lainnya juga akan terus dikejar dengan memaksimalkan sistem pendataan yang lebih rinci dengan berdasar nama, alamat, dan koordinat.

“Dengan adanya sistem pendataan yang valid berbasis geospasial, maka upaya untuk menekan tingkat pengangguran dan jangkauan pelayanan pemerintahan bisa lebih dimaksimalkan baik seperti pembangunan infrastruktur, program pemberdayaan perempuan, pelayanan kesehatan ibu dan anak termasuk kasus stunting bisa terus ditekan. Semua ini  perlu lebih maksimal dilakukan, karena berpengaruh langsung pada masalah ekonomi sosial,” ungkapnya.

Muda menambahkan, sebagai daerah hinterland, Kubu Raya yang merupakan daerah berbasis sektor pertanian pangan, perikanan tangkap, budidaya, peternakan, perkebunan rakyat ini merupakan peluang yang sangat besar untuk memajukan perekonomian daerah.

“Jika jeli mengelola semua potensi yang ada ini mulai dari sektor pertanian, perikanan tangkap dan budidaya, peternakan, perkebunan rakyat, pengembangan sektor UMKM dan potensi lainnya, maka upaya untuk mempercepat pemulihan ekonomi akan lebih mudah dilakukan,” ungkapnya.

Sekda Kubu Raya Yusran Anizam mengatakan, Pemerintah Kubu Raya juga mengalokasikan anggaran untuk penguatan program vaksinasi Covid-19 sebesar Rp2,5 miliar. “Di sisi lain, kami juga sudah membentuk pokja sesuai arahan bupati, Pokja penguatan dan edukasi program vaksinasi Covid-19 di Kubu Raya sejumlah,” jelasnya.

Yusran menambahkan, dalam upaya penanganan Covid-19 di Kubu Raya tahun ini sama seperti tahun sebelumnya,  tidak menutup kemungkinan juga akan menggunakan alokasi belanja tak terduga. “Jumlahnya kurang lebih sama seperti tahun lalu, namun tidak sama besar seperti tahun lalu dan akan kami bagi  dan bisa saja anggarannya sewaktu-waktu akan direalokasikan sesuai dengan mekanisme anggaran, karena penanganan Covid-19 ini merupakan salah satu kebutuhan mendesak juga,” ungkapnya.

Baca Juga :  Pemkab Beli 70 Ribu Masker, Dibagikan ke Masyarakat Kubu Raya

Ditanya mengenai evaluasi penanganan Covid-19 tahun lalu, kata Yusran melihat dari realisasi penanganan Covid-19 di Kubu Raya, sejauh ini dinilai sudah bekerja cukup efektif.

“Setelah dinilai dari BPK, upaya penanganan Covid-19 yang kami lakukan juga dinilai efektif. Di sisi lain, kita bisa lihat belakangan masyarakat sudah bisa beradaptasi dengan pandemi Covid-19 dan sudah banyak yang mulai disiplin terhadap protokol kesehatan dalam upaya mencegah penyebaran Covid-19,” ujarnya.

Penerapan disiplin terhadap protokol kesehatannya di Kubu Raya juga akan terus dimaksimalkan. Salah satu  upaya yang dilakukan untuk mengoptimalkan penerapan disiplin protokol kesehatan tersebut yakni dengan mengoptimalkan peran setiap SKPD untuk melakukan promosi, edukasi dan sosialisasi terhadap penerapan protokol kesehatan.

“Kami meyakinin dengan adanya keasadaran yang baik dari masyarakat dalam upaya menegakkan disiplin protokol kesehatan ditambah dengan sejumlah kebijakan yang dilakukan pemerintah daerah bersama tim Satgas Covid-19 ini, maka upaya untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 bisa jauh lebih maksimal dilakukan,” pungkasnya. (ash)

Most Read

Artikel Terbaru

/