alexametrics
24 C
Pontianak
Tuesday, June 28, 2022

Pencairan Bansos UMKM Gratis

SUNGAI RAYA – Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan menegaskan bahwa proses penyaluran bantuan sosial (bansos) dari Pemerintah Pusat untuk usaha mikro di Kabupaten Kubu Raya bersifat gratis. Dipastikan dia tidak ada biaya sepeser pun yang harus dikeluarkan oleh pelaku usaha mikro dalam pengurusan bansos tersebut. Hal itu diutarakannya menanggapi informasi adanya oknum yang mengatasnamakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kayong Utara, yang mengaku dapat membantu pencairan bansos.

“Perlu saya tegaskan, bantuan sosial usaha mikro saat ini sudah mulai diproses pencairannya ke rekening pemohon yang sudah mendaftar di pemerintah kabupaten melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan, dan Perindustrian Kabupaten. Jika ada yang mengetahui keberadaan oknum tersebut di lapangan, saya minta untuk segera dilaporkan ke aparat kepolisian setempat,” kata Muda.

Muda menerangkan proses penyaluran bantuan didahului verifikasi data pelaku usaha mikro. Di mana, diakui dia, terdapat sekitar 5.300 lebih usaha mikro yang telah terdaftar. Dirinya meminta seluruh pelaku usaha mikro tersebut untuk tidak melayani tawaran dari oknum yang mengaku bisa membantu pencairan.

“Saya mengimbau setiap pelaku usaha mikro untuk berhati-hati dan jangan melayani modus penipuan oknum yang mengaku-ngaku membantu mengurus proses pencairan dana bantuan tersebut di bank dengan meminta uang. Karena semua bebas biaya,” pesannya.

Pemkab melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan, dan Perindustrian Kabupaten Kubu Raya sejak beberapa waktu lalu mulai memfasilitasi pengusulan bantuan sosial (bansos) dari Pemerintah Pusat bagi pelaku usaha mikro di Kubu Raya. Seperti diberitakan sebelumnya Pemerintah Pusat mengalokasikan bantuan hibah bagi 12 juta pelaku usaha mikro di seluruh Indonesia yang terdampak Covid-19. Di Kubu Raya sendiri saat ini terdapat sekitar 5.300 pelaku usaha mikro yang telah diusulkan dan selanjutnya akan diverifikasi dinas terkait, untuk diusulkan ke Pemerintah Pusat. Mereka yang diusulkan ini kelak akan mendapat bantuan sosial masing-masing sebesar Rp2,4 juta.

Baca Juga :  Latih Kader Penegak Disiplin Prokes

Bupati Muda Mahendrawan mengatakan dalam penyaluran bansos, dari sekitar 5.300 pelaku usaha mikro di Kubu Raya, saat ini sudah terdapat 500 usaha mikro yang langsung ditransfer. Transfer bansos tersebut, ditegaskan Bupati, langsung dari pusat ke rekening masing-masing pelaku usaha mikro di Kubu Raya. Adapun selebihnya, menurut dia, masih dalam proses dinas terkait. Menurut Muda, semua permohonan dilayani sesuai aturan dan prosedur yang telah ditentukan.

Dijelaskan Muda, dalam satu hari, dinas terkait melayani ratusan pelaku usaha mikro yang datang untuk mengurus administrasi pengajuan penerima bansos ini. “Dengan kesigapannya, dinas terkait telah memberikan pelayanan yang baik, sehingga tetap membuka ruang bagi pelaku usaha kecil untuk mengurusnya. Setelah semua data diterima, kami langsung melakukan penginputan dan langsung diusulkan ke pemerintah pusat,” katanya kepada wartawan, Rabu (7/10) di Sungai Raya.

Baca Juga :  Puskesmas Sungai Durian Jalani Penilaian Re-Akreditasi

Sebelumnya Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan, dan Perindustrian Kabupaten Kubu Raya, Norasari Arani mengatakan, beberapa persyaratan yang harus dilengkapi pelaku usaha mikro seperti menyerahkan fotokopian KTP, buku tabungan, saldo tabungan harus di bawah Rp2 juta, surat keterangan usaha berupa izin usaha mikro kecil, atau surat keterangan usaha dari pihak desa dengan melampirkan kartu keluarga. “Sejumlah persyaratan ini diperlukan untuk mengantisipasi agar tidak ada di dalam satu keluarga yang mendapat bantuan double atau ganda bagi pelaku UMKM terdampak Covid-19 ini,” ungkapnya.

Secara terpisah, Direktur Mikro Bank Rakyat Indonesia (BRI) Supari mengatakan bansos adalah salah satu cara menyelamatkan UMKM di tengah pandemi Covid-19. BRI, katanya, memiliki jaringan data UMKM yang dibutuhkan pemerintah.

Ia menjabarkan saat ini ekosistem UMKM terbagi ke dalam empat segmen. Keempat segmen yang dimaksud dia yakni Pertama, pelaku UMKM yang sangat rentan dan perlu dibantu bansos atau banpres produktif; Kedua, yang hanya bisa bertahan hidup dan jika memiliki pinjaman harus direkstrukturisasi; Ketiga, pelaku UMKM yang memiliki dana simpanan yang cukup tetapi belum mengembangkan usaha meski sudah menemukan potensi usaha baru; Keempat, pelaku UMKM yang memiliki dana simpanan banyak dan memiliki pinjaman kecil atau tidak sama sekali dan bisa bertahan selama 12 bulan ke depan. (ash)

SUNGAI RAYA – Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan menegaskan bahwa proses penyaluran bantuan sosial (bansos) dari Pemerintah Pusat untuk usaha mikro di Kabupaten Kubu Raya bersifat gratis. Dipastikan dia tidak ada biaya sepeser pun yang harus dikeluarkan oleh pelaku usaha mikro dalam pengurusan bansos tersebut. Hal itu diutarakannya menanggapi informasi adanya oknum yang mengatasnamakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kayong Utara, yang mengaku dapat membantu pencairan bansos.

“Perlu saya tegaskan, bantuan sosial usaha mikro saat ini sudah mulai diproses pencairannya ke rekening pemohon yang sudah mendaftar di pemerintah kabupaten melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan, dan Perindustrian Kabupaten. Jika ada yang mengetahui keberadaan oknum tersebut di lapangan, saya minta untuk segera dilaporkan ke aparat kepolisian setempat,” kata Muda.

Muda menerangkan proses penyaluran bantuan didahului verifikasi data pelaku usaha mikro. Di mana, diakui dia, terdapat sekitar 5.300 lebih usaha mikro yang telah terdaftar. Dirinya meminta seluruh pelaku usaha mikro tersebut untuk tidak melayani tawaran dari oknum yang mengaku bisa membantu pencairan.

“Saya mengimbau setiap pelaku usaha mikro untuk berhati-hati dan jangan melayani modus penipuan oknum yang mengaku-ngaku membantu mengurus proses pencairan dana bantuan tersebut di bank dengan meminta uang. Karena semua bebas biaya,” pesannya.

Pemkab melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan, dan Perindustrian Kabupaten Kubu Raya sejak beberapa waktu lalu mulai memfasilitasi pengusulan bantuan sosial (bansos) dari Pemerintah Pusat bagi pelaku usaha mikro di Kubu Raya. Seperti diberitakan sebelumnya Pemerintah Pusat mengalokasikan bantuan hibah bagi 12 juta pelaku usaha mikro di seluruh Indonesia yang terdampak Covid-19. Di Kubu Raya sendiri saat ini terdapat sekitar 5.300 pelaku usaha mikro yang telah diusulkan dan selanjutnya akan diverifikasi dinas terkait, untuk diusulkan ke Pemerintah Pusat. Mereka yang diusulkan ini kelak akan mendapat bantuan sosial masing-masing sebesar Rp2,4 juta.

Baca Juga :  Warga Desa Sungai Nipah Olah Rumput Liar Menjadi Pakan Bebek

Bupati Muda Mahendrawan mengatakan dalam penyaluran bansos, dari sekitar 5.300 pelaku usaha mikro di Kubu Raya, saat ini sudah terdapat 500 usaha mikro yang langsung ditransfer. Transfer bansos tersebut, ditegaskan Bupati, langsung dari pusat ke rekening masing-masing pelaku usaha mikro di Kubu Raya. Adapun selebihnya, menurut dia, masih dalam proses dinas terkait. Menurut Muda, semua permohonan dilayani sesuai aturan dan prosedur yang telah ditentukan.

Dijelaskan Muda, dalam satu hari, dinas terkait melayani ratusan pelaku usaha mikro yang datang untuk mengurus administrasi pengajuan penerima bansos ini. “Dengan kesigapannya, dinas terkait telah memberikan pelayanan yang baik, sehingga tetap membuka ruang bagi pelaku usaha kecil untuk mengurusnya. Setelah semua data diterima, kami langsung melakukan penginputan dan langsung diusulkan ke pemerintah pusat,” katanya kepada wartawan, Rabu (7/10) di Sungai Raya.

Baca Juga :  Jumlah Penduduk Kubu Raya 610.103 Jiwa

Sebelumnya Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan, dan Perindustrian Kabupaten Kubu Raya, Norasari Arani mengatakan, beberapa persyaratan yang harus dilengkapi pelaku usaha mikro seperti menyerahkan fotokopian KTP, buku tabungan, saldo tabungan harus di bawah Rp2 juta, surat keterangan usaha berupa izin usaha mikro kecil, atau surat keterangan usaha dari pihak desa dengan melampirkan kartu keluarga. “Sejumlah persyaratan ini diperlukan untuk mengantisipasi agar tidak ada di dalam satu keluarga yang mendapat bantuan double atau ganda bagi pelaku UMKM terdampak Covid-19 ini,” ungkapnya.

Secara terpisah, Direktur Mikro Bank Rakyat Indonesia (BRI) Supari mengatakan bansos adalah salah satu cara menyelamatkan UMKM di tengah pandemi Covid-19. BRI, katanya, memiliki jaringan data UMKM yang dibutuhkan pemerintah.

Ia menjabarkan saat ini ekosistem UMKM terbagi ke dalam empat segmen. Keempat segmen yang dimaksud dia yakni Pertama, pelaku UMKM yang sangat rentan dan perlu dibantu bansos atau banpres produktif; Kedua, yang hanya bisa bertahan hidup dan jika memiliki pinjaman harus direkstrukturisasi; Ketiga, pelaku UMKM yang memiliki dana simpanan yang cukup tetapi belum mengembangkan usaha meski sudah menemukan potensi usaha baru; Keempat, pelaku UMKM yang memiliki dana simpanan banyak dan memiliki pinjaman kecil atau tidak sama sekali dan bisa bertahan selama 12 bulan ke depan. (ash)

Most Read

Artikel Terbaru

/