alexametrics
25.6 C
Pontianak
Monday, May 23, 2022

Ingatkan Masyarakat Waspadai Batingsor

SUNGAI RAYA – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kubu Raya, Mokhtar, kembali mengingatkan masyarakat Kubu Raya, khususnya di beberapa daerah untuk mewaspadai adanya bencana banjir, puting beliung, dan tanah longsor. Menurutnya, sejak 7 September lalu Pemerintah Kabupaten Kubu Raya juga telah mengeluarkan status darurat bancana banjir, puting beliung, dan longsor (Batingsor) di Kubu Raya.

Kata Mokhtar dari pengalaman sebelumnya, hingga saat ini masih ada sejumlah desa yang rawan terjadi banjir. “Jadi saat masuk musim hujan beberapa desa ini mulai tergenang air. Makanya saya mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan melakukan sejumlah upaya untuk mengantisipasi terjadinya banjir,” ujarnya kepada Pontianak Post, Senin (7/12) di Sungai Raya.

Beberapa daerah yang dinilai rawan terjadi putting beliung kata Mokhtar seperti di Kecamatan Sungai Kakap, Sungai Raya, Sungai Ambawang, dan Kuala Mandor B. Sedangkan bagi daerah yang terpantau rentan terjadi banjir lanjutnya seperti di Kecamatan Sungai Raya, Rasau Jaya, Kecamatan Sungai Ambawang seperti di Desa Pasa Piang, Pancaroba, Lingga, dan Leluk Bakung, termasuk di Kecamatan Kuala Mandor B seperti Desa Retok, Kubu Padi, Sungai Enau, dan Padi Jaya.

Baca Juga :  Percepat Pertumbuhan Pembangunan Muda Ingatkan Birokrasi dengan Tanggung Jawab

Dia menerangkan berdasarkan pantauan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Supadio, beberapa waktu belakangan diperikarakan curah hujan mulai merata dengan intensitas ringan, sedang hingga lebat. Mengacu pada prediksi tersebutlah, pihaknya kian mengaktifkan peran aktif kelompok mayarakat disejumlah titik yang dinyatakan rentan terjadi banjir termasuk puting beliung.

“Jadi biasanya hujan juga disertai dengan angin kencang berdurasi singkat, kondisi seperti ini tidak menutup kemungkinan juga bisa dibarengi dengan adanya angin puting beliung makanya selain banjir kami juga mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap puting beliung,” terangnya.

Dia mencontohkan akibat curah hujan yang cukup tinggi belum lama ini membuat banjir melanda beberapa desa di Kecamatan Sungai Ambawang seperti Desa Lingga, Desa Bakung Kuala, Desa Bakung Kuala Persiapan termasuk Desa Retok di Kecamatan Kuala Mandor B.

“Untuk membantu masyarakat yang terdampak banji ini kami juga telah mempersiapkan bantuan-bantuan untuk warga jika suatu saat dibutuhkan secara mendadak. Seperti beras sudah stand by yang disiapkan oleh dinas terkait,” jelasnya.

Berdasarkan data yang dimiliki, kata dia, banjir yang melanda sejumlah desa di Kecamatan Sungai Ambawang beberapa waktu lalu mengakibatkan rumah 2.758 kepala keluarga terendam air. Akibatnya warga kesulitan bahan pangan seperti beras.

Baca Juga :  Ajak Aparatur Desa Cegah Radikalisme

“Untuk memenuhi kebutuhan pokok warga yang terdampak banjir, baru-baru ini Pemerintah Kabupaten Kubu Raya melalui BPBD dan pihak Camat Sungai Ambawang sudah mengucurkan sekitar lima ton beras untuk dibagikan secara merata kepada masyarakat terdampak banjir,” terangnya.

Untuk membantu masyarakat yang terdampak akibat adanya bencana alam, kata Mokhtar membuat pihaknya bersama SKPD terkait juga telah menyatakan kesiapannya meringankan beban masyarakat jiia sewaktu-waktu terjadi bencana banjir, puting beliung dan tanah longsor di beberapa daerah Kubu Raya.

Mokhtar menambahkan, selain pihak BPBD Kubu Raya dan sejumlah pihak terkait, dalam upaya penanganan bencana alam, pihaknya juga dibantu kelompok masyarakat (Pokmas) yang ada disetiap desa. Meski begitu, kata Mokhtar fasilitas yang dimiliki setiap Pokmas masih cukup terbatas.

“Walaupun peralatan yang dimiliki terbatas, saya meyakini operasional setiap kelompok masyarakat di Kubu Raya masih bisa berjalan maksimal karena di bantu dengan anggaran dari Dana Desa dan Alokasi Dana Desa di setiap desa masing-masing,” pungkasnya. (ash)

SUNGAI RAYA – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kubu Raya, Mokhtar, kembali mengingatkan masyarakat Kubu Raya, khususnya di beberapa daerah untuk mewaspadai adanya bencana banjir, puting beliung, dan tanah longsor. Menurutnya, sejak 7 September lalu Pemerintah Kabupaten Kubu Raya juga telah mengeluarkan status darurat bancana banjir, puting beliung, dan longsor (Batingsor) di Kubu Raya.

Kata Mokhtar dari pengalaman sebelumnya, hingga saat ini masih ada sejumlah desa yang rawan terjadi banjir. “Jadi saat masuk musim hujan beberapa desa ini mulai tergenang air. Makanya saya mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan melakukan sejumlah upaya untuk mengantisipasi terjadinya banjir,” ujarnya kepada Pontianak Post, Senin (7/12) di Sungai Raya.

Beberapa daerah yang dinilai rawan terjadi putting beliung kata Mokhtar seperti di Kecamatan Sungai Kakap, Sungai Raya, Sungai Ambawang, dan Kuala Mandor B. Sedangkan bagi daerah yang terpantau rentan terjadi banjir lanjutnya seperti di Kecamatan Sungai Raya, Rasau Jaya, Kecamatan Sungai Ambawang seperti di Desa Pasa Piang, Pancaroba, Lingga, dan Leluk Bakung, termasuk di Kecamatan Kuala Mandor B seperti Desa Retok, Kubu Padi, Sungai Enau, dan Padi Jaya.

Baca Juga :  Tanam Mangrove Secara Digital 

Dia menerangkan berdasarkan pantauan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Supadio, beberapa waktu belakangan diperikarakan curah hujan mulai merata dengan intensitas ringan, sedang hingga lebat. Mengacu pada prediksi tersebutlah, pihaknya kian mengaktifkan peran aktif kelompok mayarakat disejumlah titik yang dinyatakan rentan terjadi banjir termasuk puting beliung.

“Jadi biasanya hujan juga disertai dengan angin kencang berdurasi singkat, kondisi seperti ini tidak menutup kemungkinan juga bisa dibarengi dengan adanya angin puting beliung makanya selain banjir kami juga mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap puting beliung,” terangnya.

Dia mencontohkan akibat curah hujan yang cukup tinggi belum lama ini membuat banjir melanda beberapa desa di Kecamatan Sungai Ambawang seperti Desa Lingga, Desa Bakung Kuala, Desa Bakung Kuala Persiapan termasuk Desa Retok di Kecamatan Kuala Mandor B.

“Untuk membantu masyarakat yang terdampak banji ini kami juga telah mempersiapkan bantuan-bantuan untuk warga jika suatu saat dibutuhkan secara mendadak. Seperti beras sudah stand by yang disiapkan oleh dinas terkait,” jelasnya.

Berdasarkan data yang dimiliki, kata dia, banjir yang melanda sejumlah desa di Kecamatan Sungai Ambawang beberapa waktu lalu mengakibatkan rumah 2.758 kepala keluarga terendam air. Akibatnya warga kesulitan bahan pangan seperti beras.

Baca Juga :  Sumber Agung Calon Desa Brilian

“Untuk memenuhi kebutuhan pokok warga yang terdampak banjir, baru-baru ini Pemerintah Kabupaten Kubu Raya melalui BPBD dan pihak Camat Sungai Ambawang sudah mengucurkan sekitar lima ton beras untuk dibagikan secara merata kepada masyarakat terdampak banjir,” terangnya.

Untuk membantu masyarakat yang terdampak akibat adanya bencana alam, kata Mokhtar membuat pihaknya bersama SKPD terkait juga telah menyatakan kesiapannya meringankan beban masyarakat jiia sewaktu-waktu terjadi bencana banjir, puting beliung dan tanah longsor di beberapa daerah Kubu Raya.

Mokhtar menambahkan, selain pihak BPBD Kubu Raya dan sejumlah pihak terkait, dalam upaya penanganan bencana alam, pihaknya juga dibantu kelompok masyarakat (Pokmas) yang ada disetiap desa. Meski begitu, kata Mokhtar fasilitas yang dimiliki setiap Pokmas masih cukup terbatas.

“Walaupun peralatan yang dimiliki terbatas, saya meyakini operasional setiap kelompok masyarakat di Kubu Raya masih bisa berjalan maksimal karena di bantu dengan anggaran dari Dana Desa dan Alokasi Dana Desa di setiap desa masing-masing,” pungkasnya. (ash)

Most Read

Artikel Terbaru

/