alexametrics
26.7 C
Pontianak
Tuesday, May 17, 2022

Tim PHP2D Universitas Nahdlatul Ulama Gelar Kegiatan Budidaya Jamur Tiram di Desa Betuah Kubu Raya

KUBU RAYA – Tim Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D) Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Barat mengangkat tema “Budidaya Jamur Tiram Sebagai Upaya Pemanfaatan Serbuk Gergaji Limbah Sawmill”.

Tim PHP2D Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Barat telah menjadikan Dusun Martalaya, Desa Betuah, Kecamatan Terentang, Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat menjadi desa binaan dalam program tersebut pada tahun 2021 yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Tim PHP2D Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Barat dibimbing langsung oleh dosen Rizqy Fachria, M.Si. dan Jamaludin M. Nur Tanggiling, S.T. selaku tokoh masyarakat yang menjembatani universitas dan masyarakat. Beranggotakan 12 mahasiswa yang terdiri dari Fakultas Teknik, Fakultas Pertanian dan Fakultas Ekonomi dengan Ketua Tim Ricky. Adapun judul proposal yang diangkat yaitu “Rumah Jamur Betuah: Budidaya Jamur Tiram Sebagai Upaya Pemanfaatan Serbuk Gergaji Limbah Sawmill”.

Baca Juga :  Melalui Kampung KB Desa Teluk Bakung Bakal Teraliri Listrik

Program ini mulai dilaksanakan pada tanggal 26 September 2021 yaitu pelatihan pembuatan media tanam jamur atau baglog jamur yang dihadiri oleh Dosen Pendamping, Tim PHP2D dan perwakilan Pemuda Dusun Martalaya Desa Betuah yang berjumlah lima orang.

PHP2D ini bertujuan mendorong percepatan desa mandiri, pementasan kemiskinan dan pembangunan ekonomi masyarakat Desa Betuah. Diharapkan ke depannya, program PHP2D ini dapat memberikan pemasukan bagi Desa Betuah dan membantu perekonomian masyarakat.

Melalui wawancara langsung kepada Ketua RT 04 Dusun Martalaya, Bapak Supardi dan masyarakat sangat antusias menyambut kedatangan Tim PHP2D.

“Harapannya dengan adanya rumah jamur ini pemuda yang ada di desa mempunyai aktivitas dan bisa merangkul ibu PKK untuk mengelola budi daya jamur tiram tersebut,” ujar Bapak Supardi. Ke depannya, program ini akan terus berlanjut dan mengembangkan produk olahan dari jamur. (devina)

KUBU RAYA – Tim Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D) Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Barat mengangkat tema “Budidaya Jamur Tiram Sebagai Upaya Pemanfaatan Serbuk Gergaji Limbah Sawmill”.

Tim PHP2D Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Barat telah menjadikan Dusun Martalaya, Desa Betuah, Kecamatan Terentang, Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat menjadi desa binaan dalam program tersebut pada tahun 2021 yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Tim PHP2D Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Barat dibimbing langsung oleh dosen Rizqy Fachria, M.Si. dan Jamaludin M. Nur Tanggiling, S.T. selaku tokoh masyarakat yang menjembatani universitas dan masyarakat. Beranggotakan 12 mahasiswa yang terdiri dari Fakultas Teknik, Fakultas Pertanian dan Fakultas Ekonomi dengan Ketua Tim Ricky. Adapun judul proposal yang diangkat yaitu “Rumah Jamur Betuah: Budidaya Jamur Tiram Sebagai Upaya Pemanfaatan Serbuk Gergaji Limbah Sawmill”.

Baca Juga :  Menko Airlangga Dorong Program Peremajaan Sawit Rakyat di Muara Enim

Program ini mulai dilaksanakan pada tanggal 26 September 2021 yaitu pelatihan pembuatan media tanam jamur atau baglog jamur yang dihadiri oleh Dosen Pendamping, Tim PHP2D dan perwakilan Pemuda Dusun Martalaya Desa Betuah yang berjumlah lima orang.

PHP2D ini bertujuan mendorong percepatan desa mandiri, pementasan kemiskinan dan pembangunan ekonomi masyarakat Desa Betuah. Diharapkan ke depannya, program PHP2D ini dapat memberikan pemasukan bagi Desa Betuah dan membantu perekonomian masyarakat.

Melalui wawancara langsung kepada Ketua RT 04 Dusun Martalaya, Bapak Supardi dan masyarakat sangat antusias menyambut kedatangan Tim PHP2D.

“Harapannya dengan adanya rumah jamur ini pemuda yang ada di desa mempunyai aktivitas dan bisa merangkul ibu PKK untuk mengelola budi daya jamur tiram tersebut,” ujar Bapak Supardi. Ke depannya, program ini akan terus berlanjut dan mengembangkan produk olahan dari jamur. (devina)

Most Read

Artikel Terbaru

/