alexametrics
23.4 C
Pontianak
Sunday, August 14, 2022

Bupati Akui Kemajuan Ekonomi Sungai Kakap

SUNGAI KAKAP – Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan melihat pembangunan di Kecamatan Sungai Kakap dalam beberapa tahun terakhir mengalami kemajuan bidang perekonomian yang cukup baik. Kemajuan perekonomian tersebut, kata Muda, salah satunya ditunjang dari adanya peningkatan sektor pertanian. Hal tersebut disampaikan Muda usai membuka Musrenbang di Kecamatan Sungai Kakap, Selasa (9/2).

“Di tengah pandemi Covid-19 ini, Kecamatan Sungai Kakap bisa menjadi penyumbang perekenomian tertinggi di Kubu Raya, karena hasil pertanian, perkebunan rakyatnya hasil perikanan luar biasa baiknya. Sehingga meskipun di tengah pandemi hasil kebutuhan pangan juga meningkat,” kata Muda.

Di sisi  lain, lanjut Muda, Kecamatan Sungai Kakap juga menjadi salah satu penyumbang hasil beras terbesar di Kubu Raya. Makanya, kata Muda, pihaknya akan berupaya maksimal mempertahankan lahan-lahan yang menjadi sentra penanaman padi Kecamatan Sungai Kakap.

“Mudah-mudahan saja pembangunan di Jembatan Kapuas III itu nantinya tidak sampai mengganggu lahan pertanian, sehingga diharapkan lahan untuk menanam padi ini bisa terus terjaga kelestariannya,” ucap Muda.

Dalam upaya mempercepat pembangunan di Sungai Kakap, saat ini pemerintahannya juga memprioritaskan pembangunan sejumlah ruas jalan poros di Kubu Raya dan di sekitar Sungai Kakap . “Di jalan poros Kakap ini, juga sudah kami masukan anggaran untuk pembangunan jalannya  seperti jalan Juruju ke Sungai Kupah. Jalan Parit Sarim, ruas jalan Sungai Raya Dalam dari Pungur, termasuk jalan poros perbaikan atau pemeliharaan di jalan Kakap ke Punggur, termasuk jalan Sungai Kupah dan jalur yang dilewati masyarakat dari Pal 9,” jelasnya.

Baca Juga :  Optimalkan Pemulihan Ekonomi Sosial Dampak Covid­-19

Di kesempatan yang sama, kata Muda, pemerintah daerah setempat akan memperkuat sektor ekonomi kerakyatan seperti sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kubu Raya.

“Selain mendorong peningkatan hasil ekonomi kerakyatan, kami juga memfasilitasi penyediaan pasar sistemik untuk memasarakan beragam hasil ekonomi kerakyatan di Kubu Raya ini. Begitu juga dengan pengembangan desa wisata akan terus kami dorong pertumbuhannya,” ungkapnya.

Muda juga melihat saat ini, hampir di setiap desa di Kubu Raya sedang berlomba-lomba membuat desa wisata khas di desa masing-masing. Melihat sangat potensialnya sumber daya alam yang dimiliki, membuat Muda optimistis jika  pengembangan sektor wisata bisa memberikan kontribusi besar dalam mendongkrak peningkatan perekonomian dan pembangunan di Kubu Raya.

“Menariknya di Kubu Raya ini juga memililiki potensi wisata religi. Itu bisa dilihat dari wisata kelenteng di tengah laut yang ada di Kecamatan Kakap ini. Selain itu juga ada beberapa potensi wisata religi lainnya. Jika jeli mengelolanya, maka pengembangan desa wisata termasuk, wisata religi ini mampu menjadi magnet untuk membuat banyak orang luar bertandang ke Kubu Raya,”  ujarnya.

Yang menarik, menurut dia, wisata religi juga dikembangkan di sini. “Wisata religius ini menarik menurut saya, karena sebagai daerah yang berbatasan dengan Kota Pontianak, ini bisa menjadi daya tarik sendiri. misalnya wisata kelenteng di tengah laut, kita ada di Kubu Raya yang belum ada dimiliki daerah lain, dan ini merupakan hal unik bagi saya yang berpotensi untuk dikembangkan,” paparnya.

Sementara  itu Camat Sungai Kakap, Rusdety mengatakan, kendati saat ini pertumbuhan pembangunan di Sungai Kakap sudah baik, namun masih ada beberapa persoalan yang dihadapi masyarakat. Diungkapkan dia seperti masalah kependudukan di kawasan desa perbatasan. “Berdasarkan aspirasi dari sejumlah kepala desa, banyaknya pembangunan perumahan di Sungai Kakap sehingga membuat jumlah penduduk nonpermanen di Kakap ini sangat banyak. Hal ini secara tak langsung menimbulkan masalah sosial, termasuk masalah kesehatan, keamanan, dan sejenisnya,” jelasnya.

Baca Juga :  Jaga Keharmonisan di Tengah Keberagaman 

Rusdety pun berharap ke depan ada regulasi dari pemerintah daerah untuk menindaklanjuti masalah bertambahnya penduduk nonpermanen ini. Di kesempatan yang sama, Rusdety juga mengutarakan keinginan beberapa kepala desa seperti Desa Jeruju Besar, Desa Kupah, dan Desa Pal 9 untuk melakukan audiensi bersama pemerintah daerah, untuk membahas mengenai masalah outering road Jembatan Kapuas III yang berada tak jauh dari sejumlah desa tersebut.

“Beberapa desa  ini memang berada tak jauh dan terdampak langsung  dari  pembangunan Jembatan Kapuas III itu. Harapannya dengan adanya audiensi bersama para pengambil kebijakan, bisa memberikan kejelasan bagi masyarakat setempat terkait rencana pembangunan Jembatan Kapuas III,” ungkapnya.

Dalam upaya pengembangan destinasi wisata di Sungai Kakap, belum lama ini pihaknya bersama dengan kepala desa, para pemuda, sedang membentuk suatu Forum Komunitas Pariwisata Kecamatan Sungai Kakap.

“Kami harap melalaui Forum Komunitas Pariwisata ini bisa menjadi salah satu wadah bagi kami untuk mengembangkan potensi-potensi wisata yang ada di Kecamatan Sungai Kakap dan pada akhirnya bisa memberikan konstribusi bagi peningkatan pembangunan dan perekonomian masyarakat di Sungai Kakap,” pungkasnya. (ash)

 

SUNGAI KAKAP – Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan melihat pembangunan di Kecamatan Sungai Kakap dalam beberapa tahun terakhir mengalami kemajuan bidang perekonomian yang cukup baik. Kemajuan perekonomian tersebut, kata Muda, salah satunya ditunjang dari adanya peningkatan sektor pertanian. Hal tersebut disampaikan Muda usai membuka Musrenbang di Kecamatan Sungai Kakap, Selasa (9/2).

“Di tengah pandemi Covid-19 ini, Kecamatan Sungai Kakap bisa menjadi penyumbang perekenomian tertinggi di Kubu Raya, karena hasil pertanian, perkebunan rakyatnya hasil perikanan luar biasa baiknya. Sehingga meskipun di tengah pandemi hasil kebutuhan pangan juga meningkat,” kata Muda.

Di sisi  lain, lanjut Muda, Kecamatan Sungai Kakap juga menjadi salah satu penyumbang hasil beras terbesar di Kubu Raya. Makanya, kata Muda, pihaknya akan berupaya maksimal mempertahankan lahan-lahan yang menjadi sentra penanaman padi Kecamatan Sungai Kakap.

“Mudah-mudahan saja pembangunan di Jembatan Kapuas III itu nantinya tidak sampai mengganggu lahan pertanian, sehingga diharapkan lahan untuk menanam padi ini bisa terus terjaga kelestariannya,” ucap Muda.

Dalam upaya mempercepat pembangunan di Sungai Kakap, saat ini pemerintahannya juga memprioritaskan pembangunan sejumlah ruas jalan poros di Kubu Raya dan di sekitar Sungai Kakap . “Di jalan poros Kakap ini, juga sudah kami masukan anggaran untuk pembangunan jalannya  seperti jalan Juruju ke Sungai Kupah. Jalan Parit Sarim, ruas jalan Sungai Raya Dalam dari Pungur, termasuk jalan poros perbaikan atau pemeliharaan di jalan Kakap ke Punggur, termasuk jalan Sungai Kupah dan jalur yang dilewati masyarakat dari Pal 9,” jelasnya.

Baca Juga :  Ingatkan Satgas Pentingnya Data Perkembangan Covid-19

Di kesempatan yang sama, kata Muda, pemerintah daerah setempat akan memperkuat sektor ekonomi kerakyatan seperti sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kubu Raya.

“Selain mendorong peningkatan hasil ekonomi kerakyatan, kami juga memfasilitasi penyediaan pasar sistemik untuk memasarakan beragam hasil ekonomi kerakyatan di Kubu Raya ini. Begitu juga dengan pengembangan desa wisata akan terus kami dorong pertumbuhannya,” ungkapnya.

Muda juga melihat saat ini, hampir di setiap desa di Kubu Raya sedang berlomba-lomba membuat desa wisata khas di desa masing-masing. Melihat sangat potensialnya sumber daya alam yang dimiliki, membuat Muda optimistis jika  pengembangan sektor wisata bisa memberikan kontribusi besar dalam mendongkrak peningkatan perekonomian dan pembangunan di Kubu Raya.

“Menariknya di Kubu Raya ini juga memililiki potensi wisata religi. Itu bisa dilihat dari wisata kelenteng di tengah laut yang ada di Kecamatan Kakap ini. Selain itu juga ada beberapa potensi wisata religi lainnya. Jika jeli mengelolanya, maka pengembangan desa wisata termasuk, wisata religi ini mampu menjadi magnet untuk membuat banyak orang luar bertandang ke Kubu Raya,”  ujarnya.

Yang menarik, menurut dia, wisata religi juga dikembangkan di sini. “Wisata religius ini menarik menurut saya, karena sebagai daerah yang berbatasan dengan Kota Pontianak, ini bisa menjadi daya tarik sendiri. misalnya wisata kelenteng di tengah laut, kita ada di Kubu Raya yang belum ada dimiliki daerah lain, dan ini merupakan hal unik bagi saya yang berpotensi untuk dikembangkan,” paparnya.

Sementara  itu Camat Sungai Kakap, Rusdety mengatakan, kendati saat ini pertumbuhan pembangunan di Sungai Kakap sudah baik, namun masih ada beberapa persoalan yang dihadapi masyarakat. Diungkapkan dia seperti masalah kependudukan di kawasan desa perbatasan. “Berdasarkan aspirasi dari sejumlah kepala desa, banyaknya pembangunan perumahan di Sungai Kakap sehingga membuat jumlah penduduk nonpermanen di Kakap ini sangat banyak. Hal ini secara tak langsung menimbulkan masalah sosial, termasuk masalah kesehatan, keamanan, dan sejenisnya,” jelasnya.

Baca Juga :  Screening GeNose di Pusat Perbelanjaan

Rusdety pun berharap ke depan ada regulasi dari pemerintah daerah untuk menindaklanjuti masalah bertambahnya penduduk nonpermanen ini. Di kesempatan yang sama, Rusdety juga mengutarakan keinginan beberapa kepala desa seperti Desa Jeruju Besar, Desa Kupah, dan Desa Pal 9 untuk melakukan audiensi bersama pemerintah daerah, untuk membahas mengenai masalah outering road Jembatan Kapuas III yang berada tak jauh dari sejumlah desa tersebut.

“Beberapa desa  ini memang berada tak jauh dan terdampak langsung  dari  pembangunan Jembatan Kapuas III itu. Harapannya dengan adanya audiensi bersama para pengambil kebijakan, bisa memberikan kejelasan bagi masyarakat setempat terkait rencana pembangunan Jembatan Kapuas III,” ungkapnya.

Dalam upaya pengembangan destinasi wisata di Sungai Kakap, belum lama ini pihaknya bersama dengan kepala desa, para pemuda, sedang membentuk suatu Forum Komunitas Pariwisata Kecamatan Sungai Kakap.

“Kami harap melalaui Forum Komunitas Pariwisata ini bisa menjadi salah satu wadah bagi kami untuk mengembangkan potensi-potensi wisata yang ada di Kecamatan Sungai Kakap dan pada akhirnya bisa memberikan konstribusi bagi peningkatan pembangunan dan perekonomian masyarakat di Sungai Kakap,” pungkasnya. (ash)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/