alexametrics
31 C
Pontianak
Saturday, June 25, 2022

Parlemen Kutai Kertanegara Pelajari Regulasi Kebijakan Kubu Raya

SUNGAI RAYA — Perwakilan Parlemen Kutai Kertanegara, Senin (10/2) melakukan kunjungan kerja ke DPRD Kubu Raya. Tidak sekedar bersilaturahmi, dalam kunjungan kerja tesebut, rombongan DPRD Kutai Kertanegara juga mempelajari sejumlah program kerja dan upaya yang dilakukan Pemerintah Kubu Raya dalam meningkatkan pendapatan dan membangun daerah.

Wakil Ketua Komisi I DPRD Kutai Kertanegara, Ahmad Jais mengatakan dari informasi yang didapatnya, meskipun merupakan kabupaten termuda di Kalimantan Barat, namun pertumbuhan pembangunan termasuk pendapatan daerah di Kubu Raya sudah lebih baik dibanding beberapa daerah lainnya di Kalimantan Barat.  “Jadi selain bersilaturahmi, kami juga ingin melihat sekaligus mempelajari regulasi dan aturan yang diterapkan Pemerintah Kubu Raya termasuk ingin mengetahui bagaimana hubungan kerjasama antara pihak eksekutif dan legislatif di Kubu Raya dalam meningkatkan pendapatan daerah dan mendorong percepatan pembangunan di Kubu Raya,” kata Ahmad Jais saat melakukan studi banding di Kantor DPRD Kubu Raya.

Selain di Kubu Raya, rombongan DPRD Kutai Kertanegara tersebut sebelumnya juga melakukan studi banding ke Pemerintahan Kota Pontianak. “Ada beberapa hal dari Kota Pontianak yang bisa kami akomodir dan disinkronkan dengan kebijakan kami, begitu juga kami harapkan ada kebijakan di Kubu Raya yang juga bisa kami akomodir dan kami komibinasikan dengan kebijakan di Kutai Kertanegara dengan harapan untuk lebih memajukan pertumbuhan pembangunan dan pendapatan daerah di Kutai,” paparnya.

Baca Juga :  Galakkan Desa Berdaya Sehat

Sejauh ini kata Ahmad Jais, Pendapatan daerah di Kutai Kertanegara lebih banyak disumbang oleh pendapatan sektor perpajakan seperti pajak perizinan usaha dan pajak pertambangan. “Dengan potensi yang ada tersebut sepanjang tahun 2019 lalu APBD kami masih bisa tembus hingga sekitar Rp5,8 triliun dan dikuatkan dari dana bagi hasil,” jelasnya.   Ahmad Jais berharap dengan studi banding tersebut bisa memberikan konstribusi besar bagi pihaknya untuk bisa kembali meningkatkan pendapatan dan daerah sekaligu bisa kian memajukan pembangunan di Kutai Kertanegara.

Sementara itu, Pimpinan Rapat Komisi I DPRD Kubu Raya, Jainal Abidin mengatakan ada beberapa hal yang dibahas dalam kunjungan rombongan DPRD Kutai Kertanegara misalnya saja, membahas regulasi peningkatan PAD di sektor perkebunan Kubu Raya.

“Kita ketahui di Kubu Raya cukup banyak juga investor yang berinvstasi di sektor perkebunan, jadi sifatnya saling sharing informasilah, bagaimana cara Pemkab Kubu Raya bisa menarik minat investor untuk berinvestasi sekaligus bisa memberi

Baca Juga :  Warga Sungai Ambawang Minta Bazar Ikan Digelar Rutin

di sisi lain juga dibahas mengenai regulasi kawasan sungai kapuas di Kabupaten Kubu Raya dan regulasi tambat kapal atau tongkang di Kabupaten Kubu Raya.

“Berkaitan dengan regulasi yang disampaikan tentu mengacu pada Peraturan yang ada  karena banyak kewenangan perizinan itu masih menjadi kewenangan provinsi sehingga di Kubu Raya belum bisa mengusulkan Raperda tersebut dan sejauh ini Kubu Raya hanya mendapat Retribusi dari kegiatan tersebut,” jelas Jainal seraya mengatakan hal lain yang juga ditanyakan rombongan DPRD Kutai Kertanegara yakni berkaitan dengan hubungan eksekutif dan legislatif selama ini berjalan baik.

“Intinya untuk hubungan kerjasama antara pihak eksekutif dan legislatif di Kubu Raya alhamdulilla hingga saat ini berjalan dengan baik, semoga saja hubungan baik ini bisa terus berjalan sehingga upaya untuk terus membangun dan memajukan Kubu Raya dari segala sisi bisa lebih cepat terealisasi,” pungkasnya. (ash)

SUNGAI RAYA — Perwakilan Parlemen Kutai Kertanegara, Senin (10/2) melakukan kunjungan kerja ke DPRD Kubu Raya. Tidak sekedar bersilaturahmi, dalam kunjungan kerja tesebut, rombongan DPRD Kutai Kertanegara juga mempelajari sejumlah program kerja dan upaya yang dilakukan Pemerintah Kubu Raya dalam meningkatkan pendapatan dan membangun daerah.

Wakil Ketua Komisi I DPRD Kutai Kertanegara, Ahmad Jais mengatakan dari informasi yang didapatnya, meskipun merupakan kabupaten termuda di Kalimantan Barat, namun pertumbuhan pembangunan termasuk pendapatan daerah di Kubu Raya sudah lebih baik dibanding beberapa daerah lainnya di Kalimantan Barat.  “Jadi selain bersilaturahmi, kami juga ingin melihat sekaligus mempelajari regulasi dan aturan yang diterapkan Pemerintah Kubu Raya termasuk ingin mengetahui bagaimana hubungan kerjasama antara pihak eksekutif dan legislatif di Kubu Raya dalam meningkatkan pendapatan daerah dan mendorong percepatan pembangunan di Kubu Raya,” kata Ahmad Jais saat melakukan studi banding di Kantor DPRD Kubu Raya.

Selain di Kubu Raya, rombongan DPRD Kutai Kertanegara tersebut sebelumnya juga melakukan studi banding ke Pemerintahan Kota Pontianak. “Ada beberapa hal dari Kota Pontianak yang bisa kami akomodir dan disinkronkan dengan kebijakan kami, begitu juga kami harapkan ada kebijakan di Kubu Raya yang juga bisa kami akomodir dan kami komibinasikan dengan kebijakan di Kutai Kertanegara dengan harapan untuk lebih memajukan pertumbuhan pembangunan dan pendapatan daerah di Kutai,” paparnya.

Baca Juga :  Rumkit Kartika Husada Terima 3 Unit Oxigen Concentrator

Sejauh ini kata Ahmad Jais, Pendapatan daerah di Kutai Kertanegara lebih banyak disumbang oleh pendapatan sektor perpajakan seperti pajak perizinan usaha dan pajak pertambangan. “Dengan potensi yang ada tersebut sepanjang tahun 2019 lalu APBD kami masih bisa tembus hingga sekitar Rp5,8 triliun dan dikuatkan dari dana bagi hasil,” jelasnya.   Ahmad Jais berharap dengan studi banding tersebut bisa memberikan konstribusi besar bagi pihaknya untuk bisa kembali meningkatkan pendapatan dan daerah sekaligu bisa kian memajukan pembangunan di Kutai Kertanegara.

Sementara itu, Pimpinan Rapat Komisi I DPRD Kubu Raya, Jainal Abidin mengatakan ada beberapa hal yang dibahas dalam kunjungan rombongan DPRD Kutai Kertanegara misalnya saja, membahas regulasi peningkatan PAD di sektor perkebunan Kubu Raya.

“Kita ketahui di Kubu Raya cukup banyak juga investor yang berinvstasi di sektor perkebunan, jadi sifatnya saling sharing informasilah, bagaimana cara Pemkab Kubu Raya bisa menarik minat investor untuk berinvestasi sekaligus bisa memberi

Baca Juga :  Satgas TMMD Bagikan Masker Gratis

di sisi lain juga dibahas mengenai regulasi kawasan sungai kapuas di Kabupaten Kubu Raya dan regulasi tambat kapal atau tongkang di Kabupaten Kubu Raya.

“Berkaitan dengan regulasi yang disampaikan tentu mengacu pada Peraturan yang ada  karena banyak kewenangan perizinan itu masih menjadi kewenangan provinsi sehingga di Kubu Raya belum bisa mengusulkan Raperda tersebut dan sejauh ini Kubu Raya hanya mendapat Retribusi dari kegiatan tersebut,” jelas Jainal seraya mengatakan hal lain yang juga ditanyakan rombongan DPRD Kutai Kertanegara yakni berkaitan dengan hubungan eksekutif dan legislatif selama ini berjalan baik.

“Intinya untuk hubungan kerjasama antara pihak eksekutif dan legislatif di Kubu Raya alhamdulilla hingga saat ini berjalan dengan baik, semoga saja hubungan baik ini bisa terus berjalan sehingga upaya untuk terus membangun dan memajukan Kubu Raya dari segala sisi bisa lebih cepat terealisasi,” pungkasnya. (ash)

Most Read

Artikel Terbaru

/