alexametrics
27 C
Pontianak
Sunday, June 26, 2022

Rp15 Miliar Buat Guru Honorer

Anggota DPRD Kubu Raya, Amri meminta Pemerintah Kubu Raya mulai tahun 2021 mendatang bisa menambah alokasi anggaran tunjangan bagi guru honor di Kubu Raya.  “Karena kami nilai tunjangan bagi guru honorer di Kubu Raya saat ini masih kecil hanya sekitar Rp3,5 miliar saja, kami harap tahun depan 2021 alokasi anggaran untuk tunjangan atau insentif guru honorer di Kubu Raya bisa naik menjadi sekitar Rp15 miliar,” kata Amri kepada Pontianak Post, Senin (10/2) di ruang kerjanya.

Tunjangan atau insentif guru honorer ini kata dia, seharusnya berlaku bagi guru honorer di sekolah negeri dan swasta di Kubu Raya.  Selama ini kata Amri, menilai belum ada tunjangan bagi honorer di Kubu Raya. “Yang ada di pertengahan tahun 2019 di APBD perubahan, itu pun masing-masing guru honorer mendapatkan Rp200 ribu, tapi hanya diberikan bagi guru yang mengajar di sekolah negeri, sedangkan guru honorer yang mengajar di sekolah swasta belum dapat,” terangnya.

Baca Juga :  Cintai Budaya dengan Bercerita

Di tahun 2020 lanjutnya ada alokasi anggaran untuk tunjangan bagi honorer sebesar Rp3,5 miliar. “Sebenarnya yang kami usulkan di Banggar itu sekitar Rp4,9 miliar, namun yang direalisasikan hanya sekitar Rp3,5 miliar saja. Dan saya minta alokasi anggaran sebesar Rp3,5 miliar ini tidak hanya untuk tunjangan bagi guru honorer di sekolah negeri saja, namun juga bisa diberikan bagi guru honorer yang mengajar di sekolah swasta,” ungkapnya.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera ini menilai, penting untuk menyisihkan sebagian anggaran untuk tunjangan bagi guru honorer di Kubu Raya. Pasalnya kata dia, berhasil tidaknya peningkatan kualitas pendidikan di Kubu Raya selain sarana dan prasarana pendidikan,  juga ditentukan oleh tenaga pengajar atau guru. “Kalau guru pendapatannya hanya sekitar Rp200 ribu, Rp300 ribu saja perbulan, tentu susah dan otomatis tidak semangat dia mengajar. Bagaimana guru honorer ini mau memikirkan peningkatan kualitas pendidikan di sekolah sedangkan kesejahtraannya saja belum terjamin,” jelasnya.

Baca Juga :  Sekolah Lakukan Ujian Tatap Muka

Harusnya setiap guru honorer kata Amri, minimal gajinya sesuai dengan Upah Minimum Regional (UMR) kabupaten, sekitar Rp2.240.000, hanya saja Pemkab Kubu Raya lanjut Amri belum mampu menggaji guru honor sesuai dengan UMR kabupaten, sehingga masih banyak upah atau gaji guru yang dinilainya mash di bawah standar.

Amri kembali menegaskan setidaknya di tahun 2021 nanti, Pemerintah Kubu Raya bisa mengalokasikan sekitar Rp500 ribu untuk setiap guru honor di Kubu Raya. “Sudah kami hitung, saat ini ada sekitar 1.980 guru honor di Kubu Raya di bawah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kubu Raya, kalau masing-masing mendapat tunjangan sekitar Rp500ribu, ketemulah angka sekitar Rp15 miliar yang harus dialokasikan Pemerintah Kubu Raya ditahun 2021 nanti untuk tunjangan bagi guru honorer baik yang mengajar di sekolah negeri maupun swasta,” pungkasnya. (ash)

Anggota DPRD Kubu Raya, Amri meminta Pemerintah Kubu Raya mulai tahun 2021 mendatang bisa menambah alokasi anggaran tunjangan bagi guru honor di Kubu Raya.  “Karena kami nilai tunjangan bagi guru honorer di Kubu Raya saat ini masih kecil hanya sekitar Rp3,5 miliar saja, kami harap tahun depan 2021 alokasi anggaran untuk tunjangan atau insentif guru honorer di Kubu Raya bisa naik menjadi sekitar Rp15 miliar,” kata Amri kepada Pontianak Post, Senin (10/2) di ruang kerjanya.

Tunjangan atau insentif guru honorer ini kata dia, seharusnya berlaku bagi guru honorer di sekolah negeri dan swasta di Kubu Raya.  Selama ini kata Amri, menilai belum ada tunjangan bagi honorer di Kubu Raya. “Yang ada di pertengahan tahun 2019 di APBD perubahan, itu pun masing-masing guru honorer mendapatkan Rp200 ribu, tapi hanya diberikan bagi guru yang mengajar di sekolah negeri, sedangkan guru honorer yang mengajar di sekolah swasta belum dapat,” terangnya.

Baca Juga :  Cegah Meningkatnya Kasus DBD

Di tahun 2020 lanjutnya ada alokasi anggaran untuk tunjangan bagi honorer sebesar Rp3,5 miliar. “Sebenarnya yang kami usulkan di Banggar itu sekitar Rp4,9 miliar, namun yang direalisasikan hanya sekitar Rp3,5 miliar saja. Dan saya minta alokasi anggaran sebesar Rp3,5 miliar ini tidak hanya untuk tunjangan bagi guru honorer di sekolah negeri saja, namun juga bisa diberikan bagi guru honorer yang mengajar di sekolah swasta,” ungkapnya.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera ini menilai, penting untuk menyisihkan sebagian anggaran untuk tunjangan bagi guru honorer di Kubu Raya. Pasalnya kata dia, berhasil tidaknya peningkatan kualitas pendidikan di Kubu Raya selain sarana dan prasarana pendidikan,  juga ditentukan oleh tenaga pengajar atau guru. “Kalau guru pendapatannya hanya sekitar Rp200 ribu, Rp300 ribu saja perbulan, tentu susah dan otomatis tidak semangat dia mengajar. Bagaimana guru honorer ini mau memikirkan peningkatan kualitas pendidikan di sekolah sedangkan kesejahtraannya saja belum terjamin,” jelasnya.

Baca Juga :  Crane Patah, Pekerja Tewas Tertimpa

Harusnya setiap guru honorer kata Amri, minimal gajinya sesuai dengan Upah Minimum Regional (UMR) kabupaten, sekitar Rp2.240.000, hanya saja Pemkab Kubu Raya lanjut Amri belum mampu menggaji guru honor sesuai dengan UMR kabupaten, sehingga masih banyak upah atau gaji guru yang dinilainya mash di bawah standar.

Amri kembali menegaskan setidaknya di tahun 2021 nanti, Pemerintah Kubu Raya bisa mengalokasikan sekitar Rp500 ribu untuk setiap guru honor di Kubu Raya. “Sudah kami hitung, saat ini ada sekitar 1.980 guru honor di Kubu Raya di bawah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kubu Raya, kalau masing-masing mendapat tunjangan sekitar Rp500ribu, ketemulah angka sekitar Rp15 miliar yang harus dialokasikan Pemerintah Kubu Raya ditahun 2021 nanti untuk tunjangan bagi guru honorer baik yang mengajar di sekolah negeri maupun swasta,” pungkasnya. (ash)

Most Read

Artikel Terbaru

/