alexametrics
25 C
Pontianak
Friday, May 20, 2022

Pilkades Ala Pilpres, Gelar Debat Terbuka

Pemilihan Kepala Desa serentak di Kalimantan Barat pada 16 November mendatang disambut antusias oleh warga. Berbagai cara digelar untuk menyemarakkan pesta demokrasi tersebut. Di Desa Teluk Empening misalnya, digelar debat kandidat yang diikuti tiga calon kades. Hebatnya, semuanya kandidat anak milenial.

Aristono, Kubu Raya

Suasana gedung pertemuan milik Pemerintah Desa Teluk Empening, Kecamatan Terentang, Kabupaten Kubu Raya begitu ramai, Senin (11/11) kemarin siang. Ratusan warga berkumpul untuk menyaksikan debat calon kepala desa. Banyak pula yang tak kebagian tempat duduk. Sehingga mereka harus duduk di luar. Panas terik matahari seolah tak berarti bagi mereka.

Sementara itu, di kursi bagian depan, duduk tiga anak muda yang merupakan calon kepala desa. Tidak ada calon petahana di sini. Tiga-tiganya dikenal sebagai tokoh pemuda yang aktif dan punya pengalaman serta prestasi di bidangnya masing-masing. Mereka adalah Maisur (28 tahun), Sariyono (38), dan Jamaluddin (30).

Hebatnya, dari 60 desa di Kubu Raya yang ikut Pilkades serentak, hanya Desa Teluk Empening yang menggelar debat kandidat. Pola debatnya mirip debat Pemilihan Pilpres. Secara bergiliran, para calon memaparkan visi dan misinya. Lalu masuk sesi debat, dimana para panelis akan melontarkan pertanyaan yang harus dijawab masing-masing calon. Tak kalah seru dengan debat Pilpres, ada sesi dimana para calon akan saling menimpali jawaban para kompetitornya.

Baca Juga :  Vaksinasi Meningkat Signifikan

Ketua panitia Pilkades Teluk Empening, Nur Rokhim debat ini digelat untuk menginformasikan visi dan misi, serta program kerja tiga calon kades. “Kami ingin masyarakat desa dapat mengetahui kapasitas, kualitas serta gambaran rencana dan program kerja dari para calon,” ujarnya kepada Pontianak Post.

Acara ini berlangsung dengan baik dan tertib. Babinsa dan Bhabinkamtibmas juga selalu berpesan agar masyarakat tetap menjalankan pesta demokrasi dengan aman, tertib, damai dan sejuk. Sebab ketiga calon adalah asli masyarakat Desa Teluk Empening dan punya visi misi yang sama untuk memajukan desanya. “Siapapun yang menjadi kepala desa nantinya, semoga bisa membawa Teluk Empening menjadi lebih baik lagi,” sebut dia.

Debat ini juga dihadiri oleh Camat Terentang, Kapolsek setempat serta perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kubu Raya. Camat Terentang, Suharto memuji debat ini. “Dari lima desa di Terentang, hanya di sini yang bikin debat kandidat dan meriah. Semoga debat ini bisa menjadi referensi untuk mengetahu apa yang akan dilakukan para calon ketika menang nanti,” sebut dia.

Baca Juga :  Dorong Pemekaran Kecamatan

Suharto meminta para calon tidak memainkan politik uang dalam pemilihan ini. “Jangan sampai membeli suara pemilih. Masyarakat juga jangan memilih mereka yang menyuap. Kalau ada yang kasih uang, ambil saja. Tetapi jangan dipilih. Biar kapok orangnya,” imbuhnya.

Dia pun meminta masyarakat dan para calon untuk menjaga kedamaian dan keakraban masyarakat. Apalagi semua calon adalah warga tempatan dan saling mengenal satu sama lain. “Ini bukan Pilkada, Pileg atau Pilpres dimana calonnya hanya datang saat kampanye saja. Ini yang menang, akan kita lihat setiap hari di kampung. Kalah menang kita membangun desa bersama,” pintanya.

Muhtar (63), seorang warga, berharap Pilkades kali ini akan menghasilkan pemimpin yang bisa membawa perubahan. “Desa Teluk Empening sudah pernah menjadi juara tingkat nasional. Semoga bisa dipertahankan dan lebih baik lagi. Terutama di bidang pertanian, karena hampir semua warga kita adalah petani,” sebut dia. Sebagai informasi ada 886 orang yang terdaftar dalam daftar pemilih tetap di sini. Mereka akan memberikan suara di TPS pada 16 November, pekan depan. **

Pemilihan Kepala Desa serentak di Kalimantan Barat pada 16 November mendatang disambut antusias oleh warga. Berbagai cara digelar untuk menyemarakkan pesta demokrasi tersebut. Di Desa Teluk Empening misalnya, digelar debat kandidat yang diikuti tiga calon kades. Hebatnya, semuanya kandidat anak milenial.

Aristono, Kubu Raya

Suasana gedung pertemuan milik Pemerintah Desa Teluk Empening, Kecamatan Terentang, Kabupaten Kubu Raya begitu ramai, Senin (11/11) kemarin siang. Ratusan warga berkumpul untuk menyaksikan debat calon kepala desa. Banyak pula yang tak kebagian tempat duduk. Sehingga mereka harus duduk di luar. Panas terik matahari seolah tak berarti bagi mereka.

Sementara itu, di kursi bagian depan, duduk tiga anak muda yang merupakan calon kepala desa. Tidak ada calon petahana di sini. Tiga-tiganya dikenal sebagai tokoh pemuda yang aktif dan punya pengalaman serta prestasi di bidangnya masing-masing. Mereka adalah Maisur (28 tahun), Sariyono (38), dan Jamaluddin (30).

Hebatnya, dari 60 desa di Kubu Raya yang ikut Pilkades serentak, hanya Desa Teluk Empening yang menggelar debat kandidat. Pola debatnya mirip debat Pemilihan Pilpres. Secara bergiliran, para calon memaparkan visi dan misinya. Lalu masuk sesi debat, dimana para panelis akan melontarkan pertanyaan yang harus dijawab masing-masing calon. Tak kalah seru dengan debat Pilpres, ada sesi dimana para calon akan saling menimpali jawaban para kompetitornya.

Baca Juga :  Cuaca Ekstrem Sepekan

Ketua panitia Pilkades Teluk Empening, Nur Rokhim debat ini digelat untuk menginformasikan visi dan misi, serta program kerja tiga calon kades. “Kami ingin masyarakat desa dapat mengetahui kapasitas, kualitas serta gambaran rencana dan program kerja dari para calon,” ujarnya kepada Pontianak Post.

Acara ini berlangsung dengan baik dan tertib. Babinsa dan Bhabinkamtibmas juga selalu berpesan agar masyarakat tetap menjalankan pesta demokrasi dengan aman, tertib, damai dan sejuk. Sebab ketiga calon adalah asli masyarakat Desa Teluk Empening dan punya visi misi yang sama untuk memajukan desanya. “Siapapun yang menjadi kepala desa nantinya, semoga bisa membawa Teluk Empening menjadi lebih baik lagi,” sebut dia.

Debat ini juga dihadiri oleh Camat Terentang, Kapolsek setempat serta perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kubu Raya. Camat Terentang, Suharto memuji debat ini. “Dari lima desa di Terentang, hanya di sini yang bikin debat kandidat dan meriah. Semoga debat ini bisa menjadi referensi untuk mengetahu apa yang akan dilakukan para calon ketika menang nanti,” sebut dia.

Baca Juga :  Satgas TMMD Bagikan Masker ke Warga

Suharto meminta para calon tidak memainkan politik uang dalam pemilihan ini. “Jangan sampai membeli suara pemilih. Masyarakat juga jangan memilih mereka yang menyuap. Kalau ada yang kasih uang, ambil saja. Tetapi jangan dipilih. Biar kapok orangnya,” imbuhnya.

Dia pun meminta masyarakat dan para calon untuk menjaga kedamaian dan keakraban masyarakat. Apalagi semua calon adalah warga tempatan dan saling mengenal satu sama lain. “Ini bukan Pilkada, Pileg atau Pilpres dimana calonnya hanya datang saat kampanye saja. Ini yang menang, akan kita lihat setiap hari di kampung. Kalah menang kita membangun desa bersama,” pintanya.

Muhtar (63), seorang warga, berharap Pilkades kali ini akan menghasilkan pemimpin yang bisa membawa perubahan. “Desa Teluk Empening sudah pernah menjadi juara tingkat nasional. Semoga bisa dipertahankan dan lebih baik lagi. Terutama di bidang pertanian, karena hampir semua warga kita adalah petani,” sebut dia. Sebagai informasi ada 886 orang yang terdaftar dalam daftar pemilih tetap di sini. Mereka akan memberikan suara di TPS pada 16 November, pekan depan. **

Most Read

Artikel Terbaru

/