alexametrics
24 C
Pontianak
Monday, June 27, 2022

Realisasikan Pembangunan Hutan Kota

SUNGAI RAYA — Melihat masih cukup luasnya lahan di Kubu Raya yang bisa diberdayakan menjadi ruang terbuka hijau membuat pemerintah daerah setempat berencana memanfaatkan lahan yang ada. Terlebih belum lama ini terdapat lahan hibah masyarakat seluas 25 hektar di Desa Limbung.

“Lahan hibah dari masyarakat seluas 25 hektar di Desa Limbung ini rencananya akan dimanfaatkan menjadi ruang terbuka hijau dan hutan kota di Kubu Raya,” kata Wakil Bupati Kubu Raya, Sujiwo saat memimpin rapat koordinasi pembangunan bumi perkemahan dan wisata hutan kota, Senin (10/2) di Kantor Desa Limbung, Sungai Raya.

Sujiwo pun mengaku bersyukur dengan adanya kepedulian masyarakat dalam menghibahkan lahannya tersebut secara tak langsung mendorong terealisasinya pembangunan hutan kota di Kubu Raya yang sudah lama direncanakan. Rencana pembangunan hutan kota ini sudah ada sejak 10 tahun lalu, yakni saat Muda Mahendrawan menjabat sejak menjadi bupati pertama Kubu Raya dan kala itu Sujiwo masih menjabat sabagai ketua DPRD Kubu Raya.

Baca Juga :  Perkuat Karakter Korpri Sebagai Pelayan Publik

“Kami menyambut baik karena ini mimpi Muda-Jiwo yang sebenarnya sudah sejak 2010 silam mencanangkan program ini, yakni membuat hutan kota. Nah, artinya rakor ini menindaklanjuti konsep dan program saat itu untuk menjadikan areal hibah masyarakat yang 25 hektare itu menjadi ruang terbuka hijau,” kata Sujiwo.

Sujiwo mengungkapkan rakor menghasilkan sejumlah keputusan. Intinya mendorong pembangunan hutan kota bisa terwujud. Merealisasikan hal itu, menurutnya, bukan hal sulit. Sebab lahan telah ada. Tinggal menuntaskan aspek hukum terkait status lahan untuk menjadi milik pemerintah daerah.

“Saya sarankan desa untuk mengkoordinasikan warga yang akan menyerahkan lahan itu. Sehingga secara legalitas formal status lahan itu memang sudah milik pemkab,” ujarnya.

Di sisi lain, kata Sujiwo, dirinya akan melaporkan hasil rapat kepada Bupati Muda Mahendrawan. Supaya dapat segera dibuat sebuah kajian terkait perencanaan secara detail.

Baca Juga :  Jaga Kawasan Pengembangan Komoditas Khas Daerah

“Dan saya juga akan melaporkan ke gubernur karena ini menjadi keseriusan kami bahwasanya memang pembangunan hutan kota harus terwujud,” jelasnya.

Sujiwo menilai, keberadaan hutan kota dan ruang terbuka hijau merupakan tuntutan kebutuhan masyarakat dan lingkungan. Selain menjadi upaya pelestarian lingkungan, keberadaan ruang terbuka hijau juga menjadi tempat berinteraksi masyarakat.

“Pembangunan hutan kota ini merupakan salah satu mimpi kami sejak lama. Jika pembangunannya rampung, hutan kota nantinya bisa difungsikan menjadi bumi perkemahan, tempat outbond, dan kegiatan-kegiatan pegiat lingkungan. Jika dikelola dengan baik, hutan kota ini juga memberikan dampak pada peningkatan destinasi wisata di Kubu Raya dan pada akhirnya juga bisa berkontribusi dalam meningkatkan pendapatan dan kesejahtraan masyarakat di Kubu, terutama masyarakat yang berdomisili tak jauh dari kawasan hutan kota,” pungkasnya. (ash)

SUNGAI RAYA — Melihat masih cukup luasnya lahan di Kubu Raya yang bisa diberdayakan menjadi ruang terbuka hijau membuat pemerintah daerah setempat berencana memanfaatkan lahan yang ada. Terlebih belum lama ini terdapat lahan hibah masyarakat seluas 25 hektar di Desa Limbung.

“Lahan hibah dari masyarakat seluas 25 hektar di Desa Limbung ini rencananya akan dimanfaatkan menjadi ruang terbuka hijau dan hutan kota di Kubu Raya,” kata Wakil Bupati Kubu Raya, Sujiwo saat memimpin rapat koordinasi pembangunan bumi perkemahan dan wisata hutan kota, Senin (10/2) di Kantor Desa Limbung, Sungai Raya.

Sujiwo pun mengaku bersyukur dengan adanya kepedulian masyarakat dalam menghibahkan lahannya tersebut secara tak langsung mendorong terealisasinya pembangunan hutan kota di Kubu Raya yang sudah lama direncanakan. Rencana pembangunan hutan kota ini sudah ada sejak 10 tahun lalu, yakni saat Muda Mahendrawan menjabat sejak menjadi bupati pertama Kubu Raya dan kala itu Sujiwo masih menjabat sabagai ketua DPRD Kubu Raya.

Baca Juga :  Gudang Kratom di Jalan Trans Terbakar

“Kami menyambut baik karena ini mimpi Muda-Jiwo yang sebenarnya sudah sejak 2010 silam mencanangkan program ini, yakni membuat hutan kota. Nah, artinya rakor ini menindaklanjuti konsep dan program saat itu untuk menjadikan areal hibah masyarakat yang 25 hektare itu menjadi ruang terbuka hijau,” kata Sujiwo.

Sujiwo mengungkapkan rakor menghasilkan sejumlah keputusan. Intinya mendorong pembangunan hutan kota bisa terwujud. Merealisasikan hal itu, menurutnya, bukan hal sulit. Sebab lahan telah ada. Tinggal menuntaskan aspek hukum terkait status lahan untuk menjadi milik pemerintah daerah.

“Saya sarankan desa untuk mengkoordinasikan warga yang akan menyerahkan lahan itu. Sehingga secara legalitas formal status lahan itu memang sudah milik pemkab,” ujarnya.

Di sisi lain, kata Sujiwo, dirinya akan melaporkan hasil rapat kepada Bupati Muda Mahendrawan. Supaya dapat segera dibuat sebuah kajian terkait perencanaan secara detail.

Baca Juga :  Jaga Kawasan Pengembangan Komoditas Khas Daerah

“Dan saya juga akan melaporkan ke gubernur karena ini menjadi keseriusan kami bahwasanya memang pembangunan hutan kota harus terwujud,” jelasnya.

Sujiwo menilai, keberadaan hutan kota dan ruang terbuka hijau merupakan tuntutan kebutuhan masyarakat dan lingkungan. Selain menjadi upaya pelestarian lingkungan, keberadaan ruang terbuka hijau juga menjadi tempat berinteraksi masyarakat.

“Pembangunan hutan kota ini merupakan salah satu mimpi kami sejak lama. Jika pembangunannya rampung, hutan kota nantinya bisa difungsikan menjadi bumi perkemahan, tempat outbond, dan kegiatan-kegiatan pegiat lingkungan. Jika dikelola dengan baik, hutan kota ini juga memberikan dampak pada peningkatan destinasi wisata di Kubu Raya dan pada akhirnya juga bisa berkontribusi dalam meningkatkan pendapatan dan kesejahtraan masyarakat di Kubu, terutama masyarakat yang berdomisili tak jauh dari kawasan hutan kota,” pungkasnya. (ash)

Most Read

Artikel Terbaru

/