alexametrics
27.8 C
Pontianak
Thursday, August 18, 2022

Tercepat Mendapat Kucuran Dana Desa

SUNGAI RAYA – Sebanyak 11 desa di Kubu Raya, Senin (10/2) menerima pencairan dana desa tahap pertama tahun anggaran 2020. “Dengan dikucurkannya dana desa tahap pertama bagi 11 desa ini membuat Kubu Raya menjadi kabupaten pertama dan tercepat di Kalimantan Barat yang desanya menerima pencairan dana desa tahap pertama di tahun anggaran 2020,” kata Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kubu Raya kepada Pontianak Post, Selasa (11/2) di ruang kerjanya.

Adapun 11 desa di Kubu Rayayang telah menerima kucuran dan desa tahap pertama yakni Desa Pinang Luar, Rasau Jaya Tiga, Radak Baru, Terentang Hilir, Pelita Jaya, Jangkang Satu, Pematang Tujuh, Betuah, Nipah Panjang, Sungai Bulan dan Sungai Enau.

  1. Jaini menerangkan, pencairan dana desa tahap pertama ini berdasarkan pengajuan yang dilakukan pihaknya kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) dengan melengkapi seluruh persyaratan yang ada sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan (Permenkeu) nomor 205 tahun 2019 tentang Pengelolaan Dana Desa.

“Alhamdulillah, kami bersyukur, Senin kemarin (10/2) 11 desa di Kubu Raya ini sudah mendapatkan kucuran dana desa tahap pertama tahun 2020, dan tentunya kami berharap hal ini bisa menjadi motivasi bagi desa lainnya di Kubu Raya untuk segera menyusul mendapatkan kucuran dana desa tahap pertama di tahun 2020,” harap M. Jaini.

Secara administrasi, kata M. Jaini untuk pengelolaannya pada tahun ini jauh lebih cepat jika dibandingkan pada tahun sebelumnya, yang mana desa-desa di Kubu Raya juga sudah mulai cepat terkait proses penyelesaian Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Desa dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes). Anggaran untuk 11 Desa ini sebanyak Rp.4,5 miliar.

Ditanya penyebab 11 desa di Kubu Raya tersebut bisa lebih cepat mendapatkan kucuran dana desa, kata M. Jaini ada beberapa hal yang membuat 11 desa di Kubu Raya tersebut lebih cepat mendapatkan penyaluran anggaran dana desa.

“Karena adanya kerjasama seluruh pihak dan kita juga sudah melengkapi seluruh dokumen perencanaan dan penganggaran, Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Desa dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa nya sudah siap sejak akhir tahun 2019 lalu. Kemudian kita dari pihak Kabupaten dan kami dari DPMD bersama Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) untuk melengkapi persyaratan-persyaratan agar bisa dimasukan ke dalam pengajuan di KPPN. Makanya kita bisa dikatakan lebih cepat dan pertama dalam penyaluran jika dibandikan dengan Kabupaten lainnya di Kalbar,” paparnya.

Baca Juga :  Megawati Resmikan Kantor DPD PDI Perjuangan Kalbar

Pria yang sebelumnya menjabat sebagai Camat Sungai Ambawang ini menambahkan, semua ini prosesnya melalui KPPN. “Dan selanjutnya, kami juga sudah mengajukan ke BPKAD untuk memproses input dokumennya. Karena sekarang sistemnya berapapun desa yang siap, maka kami langsung ajukan ke KPPN Pemerintah Pusat,” terangnya.

“Jadi setiap desa kami jadwalkan setiap perminggu dan akan kita limid mulai hari Senin sampai hari Kamis, sehingga desa dapat melakukan pengajuan dan hari Jum’at kita akan mengantarkan berkas dan melakukan pengajuan ke KPPN. Untuk penyaluran yang lama ini kira-kira membutuhkan 7 hari kerja sampai uangnya tersalurkan ke masing-masing kas desa,” ungkapnya.

Secara terpisah,  Kepala Badan Kepegawaian dan Pengeloaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kubu Raya, Gunawan Putra menambahkan pada tahun anggaran 2020 ini Kubu Raya menjadi Kabupaten tercepat dan pertama di Kalbar dalam proses penyerapan Dana Desa tahap pertama untuk 11 Desa.  “Ada peningkatan jumlah desa yang lebih cepat menerima dana desa tahap pertama di tahun 2020 ini, karena Jika dibandingkan pada tahun 2019 lalu yang terserap pada bulan April untuk 6 Desa dengan anggaran Rp1,3Miliar,” ungkapnya.

Usai 11 Desa yang telah menerima kucuran dana desa tahap pertama, kata Gunawan saat ini pihaknya juga telah telah mengajukan 6 Desa lainnya untuk penyaluran Dana Desa tahap pertama tahun 2020 yang tersebar di 6 Kecamatan.

“Enam desa lain yang tersebar di enam kecamatan yanga akan menyusul menerima kucuran dana desa tahap pertama tahun 2020 seperti Desa Sumber Agung Kecamatan Batu Ampar, Desa Pinang Dalam Kecamatan Kubu, Desa Bintang Mas Kecamatan Rasau Jaya, Desa Punggur Kecil Kecamatan Sungai Kakap, Desa Arus Deras Kecamatan Teluk Pakedai dan Desa Radak Dua Kecamatan Terentang,” paparnya.

Baca Juga :  Peran Penting PKK dalam Pembangunan Daerah

“Dengan kembali diusulkannya 6 desa untuk bisa segera mendapatkan kucuran dana desa tahap pertama, maka pada Februari tahun 2020 ini, kami telah menyalurkan Dana Desa sebesar Rp. 6 Miliar lebih untuk 17 Desa yang tersebar di 7 Kecamatan,” ungkapnya.

Jika dibandingkan pada tahun lalu, kata Gunawan selain waktunya lambat, penyerapan dana desanya juga sangat rendah yaitu 0.9 persen dari total dana desa yang diterima kabupaten.  Sedangkan pada tahun 2020 ini naik menjadi 5,13 dengan waktu yang lebih cepat.

Untuk 6 desa lainnya tambah Gunawan juga telah diusulkan ke KPPN dan diperkirakan bisa dicairkan dalam pekan ini. Gunawan juga mengaku pihaknya juga akan terus menambah Desa lainnya di setiap minggunya. Dengan begitu, kata dia, BPKAD Kubu Raya optimistis, pada April mendatang Dana Desa tahap ke-1 sudah bisa diserap oleh semua desa lainnya di Kubu Raya.

Menurutnya, realisasi percepatan  penyaluran dana desa tersebut lanjutnya, juga, karena adanya kebijakan Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan, ang pada awal menjabat pada Februari 2019 lalu dengan melihat potensi anggaran yang masuk ke desa cukup besar, baik ADD, DD, maupun Dana Bagi Hasil (DBH) lainnya dengan menerbitkan 3 Peraturan Bupati (Perbup) tentang Tata Kelola Keuangan Desa dan  Kelompok Kerja (Pokja) Percepatan Penyaluran, Pengelolaan, Pembinaan, Klarifikasi, Evaluasi dan Pengawasan Dokumen Perencanaan Pembangunan dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) yang dipimpin langsung Sekretaris Daerah Kubu Raya, Yusran Anizam. melalui Peraturan Bupati Kubu Raya Nomor 7 Tahun 2019 dan Surat Keputusan (SK) Bupati Kubu Raya Nomor 144/DSPMD/2019 dan diterapkannya sistem Pengelolaan Keuangan Desa dengan sistem non tunai melalui aplikasi Cash Management System (CMS) Bank Kalbar. (ash)

SUNGAI RAYA – Sebanyak 11 desa di Kubu Raya, Senin (10/2) menerima pencairan dana desa tahap pertama tahun anggaran 2020. “Dengan dikucurkannya dana desa tahap pertama bagi 11 desa ini membuat Kubu Raya menjadi kabupaten pertama dan tercepat di Kalimantan Barat yang desanya menerima pencairan dana desa tahap pertama di tahun anggaran 2020,” kata Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kubu Raya kepada Pontianak Post, Selasa (11/2) di ruang kerjanya.

Adapun 11 desa di Kubu Rayayang telah menerima kucuran dan desa tahap pertama yakni Desa Pinang Luar, Rasau Jaya Tiga, Radak Baru, Terentang Hilir, Pelita Jaya, Jangkang Satu, Pematang Tujuh, Betuah, Nipah Panjang, Sungai Bulan dan Sungai Enau.

  1. Jaini menerangkan, pencairan dana desa tahap pertama ini berdasarkan pengajuan yang dilakukan pihaknya kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) dengan melengkapi seluruh persyaratan yang ada sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan (Permenkeu) nomor 205 tahun 2019 tentang Pengelolaan Dana Desa.

“Alhamdulillah, kami bersyukur, Senin kemarin (10/2) 11 desa di Kubu Raya ini sudah mendapatkan kucuran dana desa tahap pertama tahun 2020, dan tentunya kami berharap hal ini bisa menjadi motivasi bagi desa lainnya di Kubu Raya untuk segera menyusul mendapatkan kucuran dana desa tahap pertama di tahun 2020,” harap M. Jaini.

Secara administrasi, kata M. Jaini untuk pengelolaannya pada tahun ini jauh lebih cepat jika dibandingkan pada tahun sebelumnya, yang mana desa-desa di Kubu Raya juga sudah mulai cepat terkait proses penyelesaian Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Desa dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes). Anggaran untuk 11 Desa ini sebanyak Rp.4,5 miliar.

Ditanya penyebab 11 desa di Kubu Raya tersebut bisa lebih cepat mendapatkan kucuran dana desa, kata M. Jaini ada beberapa hal yang membuat 11 desa di Kubu Raya tersebut lebih cepat mendapatkan penyaluran anggaran dana desa.

“Karena adanya kerjasama seluruh pihak dan kita juga sudah melengkapi seluruh dokumen perencanaan dan penganggaran, Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Desa dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa nya sudah siap sejak akhir tahun 2019 lalu. Kemudian kita dari pihak Kabupaten dan kami dari DPMD bersama Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) untuk melengkapi persyaratan-persyaratan agar bisa dimasukan ke dalam pengajuan di KPPN. Makanya kita bisa dikatakan lebih cepat dan pertama dalam penyaluran jika dibandikan dengan Kabupaten lainnya di Kalbar,” paparnya.

Baca Juga :  Ajak Pengelola PAUD, SKB, dan PKBM Pindah ke Daring

Pria yang sebelumnya menjabat sebagai Camat Sungai Ambawang ini menambahkan, semua ini prosesnya melalui KPPN. “Dan selanjutnya, kami juga sudah mengajukan ke BPKAD untuk memproses input dokumennya. Karena sekarang sistemnya berapapun desa yang siap, maka kami langsung ajukan ke KPPN Pemerintah Pusat,” terangnya.

“Jadi setiap desa kami jadwalkan setiap perminggu dan akan kita limid mulai hari Senin sampai hari Kamis, sehingga desa dapat melakukan pengajuan dan hari Jum’at kita akan mengantarkan berkas dan melakukan pengajuan ke KPPN. Untuk penyaluran yang lama ini kira-kira membutuhkan 7 hari kerja sampai uangnya tersalurkan ke masing-masing kas desa,” ungkapnya.

Secara terpisah,  Kepala Badan Kepegawaian dan Pengeloaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kubu Raya, Gunawan Putra menambahkan pada tahun anggaran 2020 ini Kubu Raya menjadi Kabupaten tercepat dan pertama di Kalbar dalam proses penyerapan Dana Desa tahap pertama untuk 11 Desa.  “Ada peningkatan jumlah desa yang lebih cepat menerima dana desa tahap pertama di tahun 2020 ini, karena Jika dibandingkan pada tahun 2019 lalu yang terserap pada bulan April untuk 6 Desa dengan anggaran Rp1,3Miliar,” ungkapnya.

Usai 11 Desa yang telah menerima kucuran dana desa tahap pertama, kata Gunawan saat ini pihaknya juga telah telah mengajukan 6 Desa lainnya untuk penyaluran Dana Desa tahap pertama tahun 2020 yang tersebar di 6 Kecamatan.

“Enam desa lain yang tersebar di enam kecamatan yanga akan menyusul menerima kucuran dana desa tahap pertama tahun 2020 seperti Desa Sumber Agung Kecamatan Batu Ampar, Desa Pinang Dalam Kecamatan Kubu, Desa Bintang Mas Kecamatan Rasau Jaya, Desa Punggur Kecil Kecamatan Sungai Kakap, Desa Arus Deras Kecamatan Teluk Pakedai dan Desa Radak Dua Kecamatan Terentang,” paparnya.

Baca Juga :  Refleksi Satu Tahun Pemerintahan

“Dengan kembali diusulkannya 6 desa untuk bisa segera mendapatkan kucuran dana desa tahap pertama, maka pada Februari tahun 2020 ini, kami telah menyalurkan Dana Desa sebesar Rp. 6 Miliar lebih untuk 17 Desa yang tersebar di 7 Kecamatan,” ungkapnya.

Jika dibandingkan pada tahun lalu, kata Gunawan selain waktunya lambat, penyerapan dana desanya juga sangat rendah yaitu 0.9 persen dari total dana desa yang diterima kabupaten.  Sedangkan pada tahun 2020 ini naik menjadi 5,13 dengan waktu yang lebih cepat.

Untuk 6 desa lainnya tambah Gunawan juga telah diusulkan ke KPPN dan diperkirakan bisa dicairkan dalam pekan ini. Gunawan juga mengaku pihaknya juga akan terus menambah Desa lainnya di setiap minggunya. Dengan begitu, kata dia, BPKAD Kubu Raya optimistis, pada April mendatang Dana Desa tahap ke-1 sudah bisa diserap oleh semua desa lainnya di Kubu Raya.

Menurutnya, realisasi percepatan  penyaluran dana desa tersebut lanjutnya, juga, karena adanya kebijakan Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan, ang pada awal menjabat pada Februari 2019 lalu dengan melihat potensi anggaran yang masuk ke desa cukup besar, baik ADD, DD, maupun Dana Bagi Hasil (DBH) lainnya dengan menerbitkan 3 Peraturan Bupati (Perbup) tentang Tata Kelola Keuangan Desa dan  Kelompok Kerja (Pokja) Percepatan Penyaluran, Pengelolaan, Pembinaan, Klarifikasi, Evaluasi dan Pengawasan Dokumen Perencanaan Pembangunan dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) yang dipimpin langsung Sekretaris Daerah Kubu Raya, Yusran Anizam. melalui Peraturan Bupati Kubu Raya Nomor 7 Tahun 2019 dan Surat Keputusan (SK) Bupati Kubu Raya Nomor 144/DSPMD/2019 dan diterapkannya sistem Pengelolaan Keuangan Desa dengan sistem non tunai melalui aplikasi Cash Management System (CMS) Bank Kalbar. (ash)

Most Read

Artikel Terbaru

/