alexametrics
26.7 C
Pontianak
Saturday, May 21, 2022

Terdampak Pandemi, Tetap Komitmen Bangun Daerah

SUNGAI RAYA – Kendati selama masa pendemi Covid-19 Bandara Internasional Supadio terdampak langsung dan mengalami penurunan operasional hingga penurunan jumlah penumpang yang siginifikan, namun salah satu Kantor Cabang PT. Angkasa Pura II ini tetap menjalankan tanggung jawabnya sebagai wajib pajak. Mereka kembali membayar PBB tahun 2021 sebesar Rp1.315.056.251,00 ke Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kabupaten Kubu Raya.

“Pembayaran PBB yang kami lakukan ini sebagai salah satu komitmen PT. Angkasa Pura II Kantor Cabang Bandara Internasional Supadio selaku BUMN pengelola jasa bandara yang beraktivitas di Kubu Raya, dengan berkomitmen membayar pajak tepat waktu sebagau salah satu bentuk support kami kepada pembangunan di Kubu Raya, karena pajak yang dibayarkan ini, nantinya juga akan dikembalikan ke masyarakat dalam bentuk pembangunnan fasilitas dan peningkatan pelayanan publik,” kata Executive General Manager  Bandara Internasional Supadio, Akbar Putra Mardhika, Selasa (10/8), usai secara membayar PBB secara simbolis dan diserahkan kepada Kepala BPPRD Kubu Raya Lugito di Kantor BPPRD Kubu Raya.

Akbar tidak memungkiri, selama masa pandemi, bisnis penerbangan di Bandara Internasional Supadio juga sangat terdampak. Hal ini, kata dia, bisa dilihat dari menurunnya traffic jumlah penumpang hingga 85 persen jika dibandingkan sebelum masa pandemi di awal Januari – Maret pada tahun 2020 lalu.  “Jadi kalau kita lihat traffic sebelum pandemi,  bisa mencapai 8,3 juta penumpang pertahunnya, namun ketika masa pandemi sejak sekitar April hingga akhir tahun 2020, jumlah penumpang bandara kita hanya bisa mencapai sekitar 1,4 juta penumpang saja pertahunnya,” jelasnya.

Memasuki tahun 2021 hingga saat ini lanjut Akbar, penurunan traffic terhadap jumlah penumpang masih dirasakan pihaknya. Penurunan traffic ini, kata dia, bisa dilihat dari jumlah penumpang Bandara Internasional Supadio yang hanya mencapai sekitar 1 juta penumpang pertahunnya.

“Jadi untuk tahun 2021 ini lebih turun lagi jumlah penumpangnya. Kalau di tahun 2020 kami masih terbantu di Januari – Maret karena traffic masih normal, barulah setelah April sejak adanya pandemi Covid-19 mulai terdampak hingga saat ini,” paparnya.

Akbar tidak memungkiri jika penurunan jumlah penumpang bandara juga berdampak dan membuat bisnis perusahaan dan pendapatan bandara turut mengalami penurunan. “Kendati demikian kami sebagai wajib pajak yang baik kami tetap komitmen untuk tepat waktu membayar PBB ini, sebagai salah satu komitmen kam untuk membantu pemerintah dalam membangun daerah,”  ungkapnya.

Di kesempatan yang sama, Akbar juga mengimbau bagi masyarakat, pelaku usaha yang merupakan wajib pajak, khususnya di Kubu Raya, untuk bisa sama-sama terus  bersinergi dan mendukung Pemerintah Kubu Raya dalam membangun daerah. “Meski di tengah pandemi, peran aktif kita untuk berkontribusi membantu daerah melalui pembayaran PBB ini juga sangat dibutuhkan. Karena hasil pembayaran PBB ini juga untuk kepentingan kita bersama dan akan dikembalikan lagi ke masyarakat baik dalam bentuk fasilitas dan peningkatan pelayanan publik. Jadi sebagai wajib pajak yang baik, mari sama-sama kita bayar PBB untuk kemajuan pembanguan daerah dan peningkatan kesejahtraan masyarakat,” ucap Akbar.

Baca Juga :  Ingatkan Abdi Negara pada Tanggung Jawabnya

Kepala BPPRD Kabupaten Kubu Raya, Lugito, mengapresiasi sikap bijak pihak Bandara Internasional Supadio yang telah membayar PBB tepat waktu, kendati terdampak selama masa pandemi yang mengalami penurunan operasional dan jumlah penumpang.

“Dengan menjadi wajib pajak yang baik dengan membayar pajak tepat waktu ini tentunya menjadi bukti bahwa pihak Bandara Internasional Supadio memiliki komitmen yang luar biasa membantu pemerintah dalam membangun daerah,” kata Lugito.

Dari hasil pajak yang dibayarkan ke pemerintah daerah melalui BPPRD, dipastikan dia juga bahwa nantinya akan dikembalikan ke masyarakat di Kubu Raya. Pengembalian yang dimaksud dia, baik dalam bentuk pembangunan beragam fasilitas, peningkatan pelayanan publik, dan pembangunan lain yang dibutuhkan masyarakat.

“Perlu kami sampaikan di masa pandemi Covid-19 ini, kami di BPPRD harus terus berupaya maksimal untuk menggali potensi pendapatan daerah, salah satunya melalui PBB,” jelasnya.

Lugito menerangkan, untuk target PBB di Kubu Raya sepanjang tahun 2021 sebesar Rp14 miliar. “Dari target Rp14 miliar, hingga hari ini sudah terealisasi pendapatnya sebesar  44 persen,” ucap Lugito.

Lugito pun mengaku bersyukur, karena pihak Bandara Intersional Supadio ini sudah membayarkan PBB sebelum jatuh tempo tahun ini, yang sesuai jadwal jatuh pada 30 September mendatang.

Disinggung mengenai realiasasi pendapatan pajak daerah di Kubu Raya, kata Lugito secara keseluruhan realisasi pendapatan pajak daerah sudah tercapai sebesar 46 persen dari target Rp115 miliar. “Namun untuk pendapatan PBB ini biasanya nanti akan mendekati batas jatuh tempo biasanya para wajib pajaknya akan melakukan pembayaran lebih massif,” jelasnya.

Dalam upaya mengoptimalkan pendapatan pajak, mulai Senin pekan depan, pihaknya akan membuka pelayanan khusus. Jadi, selain membuka pelayanan khusus, BPPRD juga memberikan pelayanan keliling jemput bola untuk pembayaran pajak di Kubu Raya.

Selama masa pandemi, pihaknya dituntut untuk terus berinovasi dan kreatif dalam memberikan kemudahan pelayanan pajak bagi masyarakat. Dalam upaya mencegah penyebaran Covid-19, pihaknya berusaha mengurangi kerumunan warga yang akan membayar pajak di kantor dengan menyediakan fasilitas pembayaran pajak baik menggunakan ATM, mobile banking, dan kantor kas diseluruh Indonesia yang ada di Bank Kalbar.

Baca Juga :  Disdukcapil dan Disdikbud Validasi Data Kependudukan dan Kependidikan 

“Dengan PT. Pos juga bisa melayani pembayaran PBB di kantor unit melalui mobile pos giro termasuk kami juga bisa melakukan pembayaran melalui BUMDes. Agar channel fasilitas pembayaran pajaknya bisa lebih banyak Kubu Raya juga bekerjasama dengan Indomaret dan Tokopedia,” ungkapnya.

“Mengingat sudah cukup banyak fasilitas tempat pembayaran pajak yang telah bekerjasama dengan Pemerintah Kubu Raya, jadi saat ini, para wajib pajak di Kubu Raya tidak perlu repot-repot lagi datang ke Kantor BPPRD Kubu Raya, namun mereka sudah bisa membayar pajak disejumlah fasilitas tempat pembayaran lain yang telah disediakan, baik melalui mobile banking, ATM, mobile pos giro, Indomaret, Tokopedia, dan fasilitas pembayaran lain yang telah disediakan,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Cabang Bank Kalbar Kubu Raya, Yuse Chaidi Amzar mengatakan bahwa pihaknya akan terus mendukung akivitas pemerintah daerah untuk mempercepat pertumbuhan pembangunan.

Terkait kemudahan pelayanan pembayaran pajak, kata dia, Bank Kalbar juga menyediakan fasilitas seperti ATM dan mobile banking. “Di fitur mobile banking kami saat ini semua pajak juga sudah bisa dibayarkan melalui mobile banking, dengan tujuan bisa memudahkan masyarakat dalam membayar pajak,” jelas Yuse.

Bagi masyarakat pesisir di Kubu Raya, kata Yuse, Bank Kalbar juga sudah memiliki 7 kantor cabang pembantu yang tersebar di Parit Gadoh, Sungai Raya Dalam, Rasau Jaya, Kubu, Teluk Pekedai, dan Padang Tikar. “Untuk semua kantor cabang pembantu ini masyarakat juga bisa melakukan pembayaran dengan mobile banking asalkan ada sinyal saja, jadi apapun providernya bisa menikati layanan mobile banking kami asalkan ada sinyal saja,” ucapnya.

Mengingat hasil pajak pada akhirnya juga akan dikembalikan ke masyarakat untuk pembangunan, Yuse juga mengimbau masyarakat sebagai wajib pajak agar bisa disiplin membayar pajak. “Karena melalui hasil pembayaran pajak inilah yang nantinya juga akan digunakan untuk membangun berbagai prasarana seperti jalan, atau fasilitas dan pelayanan publik lainnya. Karena dengan kesadaran masyarakat yang lebh meningkat dalam membayar pajak maka juga akan mendukung baik dan lebih meningkatnya pembangunan di suatu daerah,” pungkasnya. (ash)

SUNGAI RAYA – Kendati selama masa pendemi Covid-19 Bandara Internasional Supadio terdampak langsung dan mengalami penurunan operasional hingga penurunan jumlah penumpang yang siginifikan, namun salah satu Kantor Cabang PT. Angkasa Pura II ini tetap menjalankan tanggung jawabnya sebagai wajib pajak. Mereka kembali membayar PBB tahun 2021 sebesar Rp1.315.056.251,00 ke Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kabupaten Kubu Raya.

“Pembayaran PBB yang kami lakukan ini sebagai salah satu komitmen PT. Angkasa Pura II Kantor Cabang Bandara Internasional Supadio selaku BUMN pengelola jasa bandara yang beraktivitas di Kubu Raya, dengan berkomitmen membayar pajak tepat waktu sebagau salah satu bentuk support kami kepada pembangunan di Kubu Raya, karena pajak yang dibayarkan ini, nantinya juga akan dikembalikan ke masyarakat dalam bentuk pembangunnan fasilitas dan peningkatan pelayanan publik,” kata Executive General Manager  Bandara Internasional Supadio, Akbar Putra Mardhika, Selasa (10/8), usai secara membayar PBB secara simbolis dan diserahkan kepada Kepala BPPRD Kubu Raya Lugito di Kantor BPPRD Kubu Raya.

Akbar tidak memungkiri, selama masa pandemi, bisnis penerbangan di Bandara Internasional Supadio juga sangat terdampak. Hal ini, kata dia, bisa dilihat dari menurunnya traffic jumlah penumpang hingga 85 persen jika dibandingkan sebelum masa pandemi di awal Januari – Maret pada tahun 2020 lalu.  “Jadi kalau kita lihat traffic sebelum pandemi,  bisa mencapai 8,3 juta penumpang pertahunnya, namun ketika masa pandemi sejak sekitar April hingga akhir tahun 2020, jumlah penumpang bandara kita hanya bisa mencapai sekitar 1,4 juta penumpang saja pertahunnya,” jelasnya.

Memasuki tahun 2021 hingga saat ini lanjut Akbar, penurunan traffic terhadap jumlah penumpang masih dirasakan pihaknya. Penurunan traffic ini, kata dia, bisa dilihat dari jumlah penumpang Bandara Internasional Supadio yang hanya mencapai sekitar 1 juta penumpang pertahunnya.

“Jadi untuk tahun 2021 ini lebih turun lagi jumlah penumpangnya. Kalau di tahun 2020 kami masih terbantu di Januari – Maret karena traffic masih normal, barulah setelah April sejak adanya pandemi Covid-19 mulai terdampak hingga saat ini,” paparnya.

Akbar tidak memungkiri jika penurunan jumlah penumpang bandara juga berdampak dan membuat bisnis perusahaan dan pendapatan bandara turut mengalami penurunan. “Kendati demikian kami sebagai wajib pajak yang baik kami tetap komitmen untuk tepat waktu membayar PBB ini, sebagai salah satu komitmen kam untuk membantu pemerintah dalam membangun daerah,”  ungkapnya.

Di kesempatan yang sama, Akbar juga mengimbau bagi masyarakat, pelaku usaha yang merupakan wajib pajak, khususnya di Kubu Raya, untuk bisa sama-sama terus  bersinergi dan mendukung Pemerintah Kubu Raya dalam membangun daerah. “Meski di tengah pandemi, peran aktif kita untuk berkontribusi membantu daerah melalui pembayaran PBB ini juga sangat dibutuhkan. Karena hasil pembayaran PBB ini juga untuk kepentingan kita bersama dan akan dikembalikan lagi ke masyarakat baik dalam bentuk fasilitas dan peningkatan pelayanan publik. Jadi sebagai wajib pajak yang baik, mari sama-sama kita bayar PBB untuk kemajuan pembanguan daerah dan peningkatan kesejahtraan masyarakat,” ucap Akbar.

Baca Juga :  Ingatkan Abdi Negara pada Tanggung Jawabnya

Kepala BPPRD Kabupaten Kubu Raya, Lugito, mengapresiasi sikap bijak pihak Bandara Internasional Supadio yang telah membayar PBB tepat waktu, kendati terdampak selama masa pandemi yang mengalami penurunan operasional dan jumlah penumpang.

“Dengan menjadi wajib pajak yang baik dengan membayar pajak tepat waktu ini tentunya menjadi bukti bahwa pihak Bandara Internasional Supadio memiliki komitmen yang luar biasa membantu pemerintah dalam membangun daerah,” kata Lugito.

Dari hasil pajak yang dibayarkan ke pemerintah daerah melalui BPPRD, dipastikan dia juga bahwa nantinya akan dikembalikan ke masyarakat di Kubu Raya. Pengembalian yang dimaksud dia, baik dalam bentuk pembangunan beragam fasilitas, peningkatan pelayanan publik, dan pembangunan lain yang dibutuhkan masyarakat.

“Perlu kami sampaikan di masa pandemi Covid-19 ini, kami di BPPRD harus terus berupaya maksimal untuk menggali potensi pendapatan daerah, salah satunya melalui PBB,” jelasnya.

Lugito menerangkan, untuk target PBB di Kubu Raya sepanjang tahun 2021 sebesar Rp14 miliar. “Dari target Rp14 miliar, hingga hari ini sudah terealisasi pendapatnya sebesar  44 persen,” ucap Lugito.

Lugito pun mengaku bersyukur, karena pihak Bandara Intersional Supadio ini sudah membayarkan PBB sebelum jatuh tempo tahun ini, yang sesuai jadwal jatuh pada 30 September mendatang.

Disinggung mengenai realiasasi pendapatan pajak daerah di Kubu Raya, kata Lugito secara keseluruhan realisasi pendapatan pajak daerah sudah tercapai sebesar 46 persen dari target Rp115 miliar. “Namun untuk pendapatan PBB ini biasanya nanti akan mendekati batas jatuh tempo biasanya para wajib pajaknya akan melakukan pembayaran lebih massif,” jelasnya.

Dalam upaya mengoptimalkan pendapatan pajak, mulai Senin pekan depan, pihaknya akan membuka pelayanan khusus. Jadi, selain membuka pelayanan khusus, BPPRD juga memberikan pelayanan keliling jemput bola untuk pembayaran pajak di Kubu Raya.

Selama masa pandemi, pihaknya dituntut untuk terus berinovasi dan kreatif dalam memberikan kemudahan pelayanan pajak bagi masyarakat. Dalam upaya mencegah penyebaran Covid-19, pihaknya berusaha mengurangi kerumunan warga yang akan membayar pajak di kantor dengan menyediakan fasilitas pembayaran pajak baik menggunakan ATM, mobile banking, dan kantor kas diseluruh Indonesia yang ada di Bank Kalbar.

Baca Juga :  Sekolah Lakukan Ujian Tatap Muka

“Dengan PT. Pos juga bisa melayani pembayaran PBB di kantor unit melalui mobile pos giro termasuk kami juga bisa melakukan pembayaran melalui BUMDes. Agar channel fasilitas pembayaran pajaknya bisa lebih banyak Kubu Raya juga bekerjasama dengan Indomaret dan Tokopedia,” ungkapnya.

“Mengingat sudah cukup banyak fasilitas tempat pembayaran pajak yang telah bekerjasama dengan Pemerintah Kubu Raya, jadi saat ini, para wajib pajak di Kubu Raya tidak perlu repot-repot lagi datang ke Kantor BPPRD Kubu Raya, namun mereka sudah bisa membayar pajak disejumlah fasilitas tempat pembayaran lain yang telah disediakan, baik melalui mobile banking, ATM, mobile pos giro, Indomaret, Tokopedia, dan fasilitas pembayaran lain yang telah disediakan,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Cabang Bank Kalbar Kubu Raya, Yuse Chaidi Amzar mengatakan bahwa pihaknya akan terus mendukung akivitas pemerintah daerah untuk mempercepat pertumbuhan pembangunan.

Terkait kemudahan pelayanan pembayaran pajak, kata dia, Bank Kalbar juga menyediakan fasilitas seperti ATM dan mobile banking. “Di fitur mobile banking kami saat ini semua pajak juga sudah bisa dibayarkan melalui mobile banking, dengan tujuan bisa memudahkan masyarakat dalam membayar pajak,” jelas Yuse.

Bagi masyarakat pesisir di Kubu Raya, kata Yuse, Bank Kalbar juga sudah memiliki 7 kantor cabang pembantu yang tersebar di Parit Gadoh, Sungai Raya Dalam, Rasau Jaya, Kubu, Teluk Pekedai, dan Padang Tikar. “Untuk semua kantor cabang pembantu ini masyarakat juga bisa melakukan pembayaran dengan mobile banking asalkan ada sinyal saja, jadi apapun providernya bisa menikati layanan mobile banking kami asalkan ada sinyal saja,” ucapnya.

Mengingat hasil pajak pada akhirnya juga akan dikembalikan ke masyarakat untuk pembangunan, Yuse juga mengimbau masyarakat sebagai wajib pajak agar bisa disiplin membayar pajak. “Karena melalui hasil pembayaran pajak inilah yang nantinya juga akan digunakan untuk membangun berbagai prasarana seperti jalan, atau fasilitas dan pelayanan publik lainnya. Karena dengan kesadaran masyarakat yang lebh meningkat dalam membayar pajak maka juga akan mendukung baik dan lebih meningkatnya pembangunan di suatu daerah,” pungkasnya. (ash)

Most Read

Artikel Terbaru

/