alexametrics
25.6 C
Pontianak
Tuesday, August 16, 2022

Akui Potensi Penambahan Kasus Covid-19

SUNGAI RAYA – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kubu Raya, Marijan mengutarakan hingga saat ini potensi penambahan kasus konfirmasi Covid-19 di Kubu Raya masih berpeluang terjadi. Terlebih, tak dipungkiri dia bahwa secara umum memang terdapat peningkatan jumlah kasus konfirmasi Covid-19 terutama di Kalimantan Barat.

“Mengenai angka terbaru penambahan kasus konfirmasi Covid-19 ini belum saya terima, semoga saja dalam beberapa hari kedepan hasil dari tes usapnya sudah bisa kami terima secara resmi dari Pemerintah Provinsi,” kata Marijan, Minggu (11/10) kepada Pontianak Post di Sungai Raya.

Dia menerangkan, angka terakhir kasus konfirmasi Covid-19 di Kubu Raya yang diterima secara resmi yakni sebanyak 147 kasus konfirmasi Covid-19. “Dari data resmi terakhir yang saya terima sejak awal totalnya ada 147 kasus konfirmasi Covid-19 dan sebagian besar memang sudah sembuh, selebihnya sekitar 11 orang yang masih menjalani perawatan dengan rincian 7 orang menjalani perawatan dan isolasi mandiri di rumah dan empat orang dirawat di rumah sakit. Dan kemungkinan saat ini jumlahnya sudah berubah lagi,” jelasnya.

Di kesempatan yang sama, Marijan pun meminta masyarakat yang telah mengikuti tes usap untuk bersabar menunggu hasil. Pasalnya, pihaknya juga harus mengantre menunggu hasil tes usap yang diuji di Laboratorium Rumah Sakit Untan. “Kami maunya juga cepat, namun memang harus mengantre, sehingga membuat hasil hasil tes usap masih ada yang keluar dalam rentang waktu 10 hingga 14 hari dari pengambilan tes usap di Kubu Raya ini,” ungkapnya.

Mengingat potensi peningkatan kasus konfirmasi Covid-19 masih berpeluang terjadi, pihaknya kian gencar melakukan sosialisasi dan edukasi ke masyarakat Kubu Raya. Masyarakat diharapkan dia dapat lebih meningkatkan kesadaran diri dan disiplin untuk menerapkan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga :  Pemekaran Sungai Raya, Kecamatan Kumpai Raya Segera Terbentuk Tahun Ini

“Makanya tak henti-hentinya saya mengimbau semua elemen masyarakat untuk sama-sama lebih peduli dalam saling menjaga satu sama lain, termasuk menerapkan protokol kesehatan ini, agar upaya penanganan dan mencegah penyebaran Covid-19 terutama di Kubu Raya ini berjalan maksimal,” jelasnya.

Secara terpisah Ketua DPRD Kabupaten Kubu Raya, Agus Sudarmansyah menginginkan agar Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Barat bisa berupaya mempercepat mengeluarkan hasil tes usap Covid-19, dengan tujuan memaksimalkan upaya pencegahan penularan virus ini. “Jika hasil tesnya lama keluar, secara tak langsung maka potensi masyarakat yang sudah terpapar dan dilakukan tes akan tetap berkeliaran di tengah kita. Ini tentu memperbesar potensi penularan di tengah masyarakat,” ucap Agus.

Politisi PDI Perjuangan ini mencontohkan, dirinya yang sempat dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19 berdasarkan hasil tes usap pada 19 September, di mana hasilnya baru diketahui pada 26 September.

“Bisa diperkirakan dalam rentang waktu lebih dari satu minggu, tentu membuat masyarakat yang telah melakukan tes usap menjadi cemas cukup lama. Selain berpotensi membuat sistem imun tubuh semakin menurun, hal itu juga bisa menyebabkan masyarakat nekat untuk keluar rumah dan berbaur dengan masyarakat, kan ini bahaya,” ujarnya.

Agus pun mengaku beruntung lantaran bisa lebih cepat sembuh dari Covid-19, setelah melakukan isolasi mandiri di rumah selama 14 hari terhitung sejak dinyatakan positif Covid-19. “Saya dinyatakan positif Covid-19 pada tanggal 14 September lalu dan Alhamdulillah pada 2 Oktober lalu saya sudah aman dan sembuh serta negatif dari Covid-19. Untuk klaster DPRD Kubu Raya terdapat tiga orang dinyatakan positif Covid-19 saat ini juga sudah dinyatakan sembuh dan kantor DPRD sudah bisa melakukan aktivitas seperti biasanya,” ungkapnya.

Baca Juga :  Jadikan Tantangan Sebagai Ladang Amal

enyadari dirinya sudah pernah tertular Covid-19, Agus pun mengutarakan hingga saat ini wabah ini masih banyak yang meragukan kebenarannya, mulai dari tingkat desa sampai ke tingkat nasional. Menurutnya, sejauh ini masih banyak yang menilai Covid-19 ini hanya sebuah lelucon dan upaya penggiringan kekhawatiran dan kepentingan tertentu dan sebagainya. Bahkan, dia mengaku sempat berpikiran serupa. Namun setelah tertular, Agus baru benar-benar meyakini, wabah ini nyata.

Berdasarkan pengalamannya, gejala Covid-19 tersebut di mana demamnya beda dan rasanya berbeda dengan sakit biasanya. Namun, dia berusaha untuk terus berpikiran positif dan jangan terlalu panik.

“Nah pikiran positif itulah yang harus kita lakukan. Jangan sampai kita yang positif Covid-19, menjadi panik, maka penyakit lainnya juga akan ikut menyertainya. Dan tentunya saya kembali mengimbau semua masyarakat di Kubu Raya untuk terus sama-sama kita menegakkan disiplin protokol kesehatan, menjaga imunitas tubuh dan pola hidup sehat. Semoga dengan adanya peningkatan kesadaran kita untuk sama-sama mencegah penyebaran Covid-19, maka upaya untuk penanganan virus ini bisa lebih maksimal di lakukan di lapangan dan tentunya kita juga berharap agar wabah Covid-19 bisa segera berakhir,” pungkasnya. (ash)

SUNGAI RAYA – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kubu Raya, Marijan mengutarakan hingga saat ini potensi penambahan kasus konfirmasi Covid-19 di Kubu Raya masih berpeluang terjadi. Terlebih, tak dipungkiri dia bahwa secara umum memang terdapat peningkatan jumlah kasus konfirmasi Covid-19 terutama di Kalimantan Barat.

“Mengenai angka terbaru penambahan kasus konfirmasi Covid-19 ini belum saya terima, semoga saja dalam beberapa hari kedepan hasil dari tes usapnya sudah bisa kami terima secara resmi dari Pemerintah Provinsi,” kata Marijan, Minggu (11/10) kepada Pontianak Post di Sungai Raya.

Dia menerangkan, angka terakhir kasus konfirmasi Covid-19 di Kubu Raya yang diterima secara resmi yakni sebanyak 147 kasus konfirmasi Covid-19. “Dari data resmi terakhir yang saya terima sejak awal totalnya ada 147 kasus konfirmasi Covid-19 dan sebagian besar memang sudah sembuh, selebihnya sekitar 11 orang yang masih menjalani perawatan dengan rincian 7 orang menjalani perawatan dan isolasi mandiri di rumah dan empat orang dirawat di rumah sakit. Dan kemungkinan saat ini jumlahnya sudah berubah lagi,” jelasnya.

Di kesempatan yang sama, Marijan pun meminta masyarakat yang telah mengikuti tes usap untuk bersabar menunggu hasil. Pasalnya, pihaknya juga harus mengantre menunggu hasil tes usap yang diuji di Laboratorium Rumah Sakit Untan. “Kami maunya juga cepat, namun memang harus mengantre, sehingga membuat hasil hasil tes usap masih ada yang keluar dalam rentang waktu 10 hingga 14 hari dari pengambilan tes usap di Kubu Raya ini,” ungkapnya.

Mengingat potensi peningkatan kasus konfirmasi Covid-19 masih berpeluang terjadi, pihaknya kian gencar melakukan sosialisasi dan edukasi ke masyarakat Kubu Raya. Masyarakat diharapkan dia dapat lebih meningkatkan kesadaran diri dan disiplin untuk menerapkan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga :  Komitmen Bangun Daerah, Bayar PBB-P2 Tepat Waktu

“Makanya tak henti-hentinya saya mengimbau semua elemen masyarakat untuk sama-sama lebih peduli dalam saling menjaga satu sama lain, termasuk menerapkan protokol kesehatan ini, agar upaya penanganan dan mencegah penyebaran Covid-19 terutama di Kubu Raya ini berjalan maksimal,” jelasnya.

Secara terpisah Ketua DPRD Kabupaten Kubu Raya, Agus Sudarmansyah menginginkan agar Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Barat bisa berupaya mempercepat mengeluarkan hasil tes usap Covid-19, dengan tujuan memaksimalkan upaya pencegahan penularan virus ini. “Jika hasil tesnya lama keluar, secara tak langsung maka potensi masyarakat yang sudah terpapar dan dilakukan tes akan tetap berkeliaran di tengah kita. Ini tentu memperbesar potensi penularan di tengah masyarakat,” ucap Agus.

Politisi PDI Perjuangan ini mencontohkan, dirinya yang sempat dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19 berdasarkan hasil tes usap pada 19 September, di mana hasilnya baru diketahui pada 26 September.

“Bisa diperkirakan dalam rentang waktu lebih dari satu minggu, tentu membuat masyarakat yang telah melakukan tes usap menjadi cemas cukup lama. Selain berpotensi membuat sistem imun tubuh semakin menurun, hal itu juga bisa menyebabkan masyarakat nekat untuk keluar rumah dan berbaur dengan masyarakat, kan ini bahaya,” ujarnya.

Agus pun mengaku beruntung lantaran bisa lebih cepat sembuh dari Covid-19, setelah melakukan isolasi mandiri di rumah selama 14 hari terhitung sejak dinyatakan positif Covid-19. “Saya dinyatakan positif Covid-19 pada tanggal 14 September lalu dan Alhamdulillah pada 2 Oktober lalu saya sudah aman dan sembuh serta negatif dari Covid-19. Untuk klaster DPRD Kubu Raya terdapat tiga orang dinyatakan positif Covid-19 saat ini juga sudah dinyatakan sembuh dan kantor DPRD sudah bisa melakukan aktivitas seperti biasanya,” ungkapnya.

Baca Juga :  Perbaikan Jalan Provinsi Tetap Dilakukan

enyadari dirinya sudah pernah tertular Covid-19, Agus pun mengutarakan hingga saat ini wabah ini masih banyak yang meragukan kebenarannya, mulai dari tingkat desa sampai ke tingkat nasional. Menurutnya, sejauh ini masih banyak yang menilai Covid-19 ini hanya sebuah lelucon dan upaya penggiringan kekhawatiran dan kepentingan tertentu dan sebagainya. Bahkan, dia mengaku sempat berpikiran serupa. Namun setelah tertular, Agus baru benar-benar meyakini, wabah ini nyata.

Berdasarkan pengalamannya, gejala Covid-19 tersebut di mana demamnya beda dan rasanya berbeda dengan sakit biasanya. Namun, dia berusaha untuk terus berpikiran positif dan jangan terlalu panik.

“Nah pikiran positif itulah yang harus kita lakukan. Jangan sampai kita yang positif Covid-19, menjadi panik, maka penyakit lainnya juga akan ikut menyertainya. Dan tentunya saya kembali mengimbau semua masyarakat di Kubu Raya untuk terus sama-sama kita menegakkan disiplin protokol kesehatan, menjaga imunitas tubuh dan pola hidup sehat. Semoga dengan adanya peningkatan kesadaran kita untuk sama-sama mencegah penyebaran Covid-19, maka upaya untuk penanganan virus ini bisa lebih maksimal di lakukan di lapangan dan tentunya kita juga berharap agar wabah Covid-19 bisa segera berakhir,” pungkasnya. (ash)

Most Read

Artikel Terbaru

/