alexametrics
24 C
Pontianak
Thursday, June 30, 2022

Mulailah Kelola BOS secara Digital

SUNGAI RAYA – Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan menginginkan seluruh sekolah negeri di Kubu Raya, dari tingkat PAUD, SD dan SMP mulai mempersiapkan diri untuk memantapkan pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) melalui pengelolaan menuju digitalisasi, sehingga akan memudahkan dalam proses perencanaan, pelaksananaan hingga pelaporan. Harapan tersebut disampaikan Bupati saat memberikan arahan pada Bimtek SIPD bagi kepala SMP dan SD Negeri se-Kubu Raya, di Gardenia Resort Sungai Raya, Senin (11/10).

Muda menilai, pendidikan merupakan salahsatu potret daerah, di mana wajah pendidikan tentu menggambarkan apa dan bagaimana kondisi pada sektor pendidikan di daerah tersebut. “Sudah semestinya sekolah menerapkan sebuah perencanaan, pelaksanaan dan pelaporan pengelolaan keuangan secara sistematis sehingga apa yang dilakukan terukur dan berdampak pada perkembangan yang diinginkan,” kata Muda.

Muda berharap, sistem yang akan diterapkan ini tidak lagi ditunda-tunda. Harapan dia, sekolah sudah menyiapkan tenaga teknis yang bisa mengikuti alur yang nanti ditetapkan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. “Saya ingin mengajak kepala sekolah melihat pengelolaan keuangan yang sudah dilakukan oleh desa-desa yang ada di Kubu Raya. Saat ini seluruh desa sudah menerapkan transaksi non tunai. Artinya, seluruh perencanaan,pelaksanaan dan pelaporan sudah melalui sistem,” ungkap Muda.

Baca Juga :  Kebakaran Lahan Tak Terkendali, Gedung SMKN 1 Sungai Raya Hangus Terbakar

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kubu Raya, Muhammad Ayub, turut mengimbau agar semua kepala sekolah di Kubu Raya juga sudah mempersiapkan diri, dengan membiasakan dan menyesuaikan proses perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan dengan sistem yang sudah dianjurkan oleh Kemendagri. Salah satunya, disebutkan dia, mengenai belanja item-item kebutuhan dari dana BOS melalui SIPLA. Harapan dia, begitu muncul aturan yang mewajibkan harus mengelola keuangan melalui aplikasi, sudah terbiasa. “Jangan menunggu dipaksa dengan regulasi baru memulai,” ujar Ayub.

Alur dalam pembiayaan, digambarkan dia bahwa nantinya sekolah diberikan anggaran, kemudian membuat rencana dan dilaksanakan, selanjutnya dokumentasikan dan laporkan. “Persoalan saat ini, pelaporan dana BOS masih menjadi kendala bagi sebagian sekolah, sehingga ada keterlambatan dalam seluruh rangkaian pelaporan keuangan. Lakukan dengan benar dan jangan lalai, sehingga jadwal pelaporan dari rencana pembelanjaan secara berjenjang bisa diselesaikan tepat waktu,” ungkapnya.

Baca Juga :  Ajak Pengelola PAUD, SKB, dan PKBM Pindah ke Daring

Ke depan, lanjut Ayub, pengelolaan dana BOS akan lebih diperketat, dengan alur yang sudah dirancang dan mesti dilaksanakan. “Pelaporan setiap tahap, mulai dari tahap pertama hingga tahap terakhit. Laporan tahap pertama harus selesai sebelum laporan kedua dicairkan, sehingga tidak terjadi penumpukan pekerjaan,” tegasnya.

Sementara Inspektur Inspektorat Kabupaten Kubu Raya, H.Y. Hardito mengingatkan, dengan dialokasikannya dana BOS kepada sekolah, harus diiringi dengan kepercayaan dari pemerintah kepada para kepala sekolah untuk mengelolanya. “Dari kepercayaan yang diberikan itu, tentu diiringi dengan tanggung jawab dalam perencanaan hingga pelaporan,” kata Inspektur.

Menurut Hardito, dengan bergesernya perencanaan hingga pelaporan dana BOS menuju digitalisasi ini, tentu menjadi tantangan bagi seluruh elemen yang terlibat. Sebagai pihak yang diamanahkan untuk melakukan pengawasan sirkulasi dan pelaporan keuangan daerah, dia mempersilakan kepada para kepala sekolah untuk berkonsultasi dengan pihak-pihak yang sudah ditunjuk, mulai dari Korwil, Dinas Pendidikan, hingga Inspektorat. “Silakan dikonsultasikan kepada operator yang sudah disiapkan. Kami siap melayani jika ada yang harus dikonsultasikan,” tutup Hardito. (ash)

SUNGAI RAYA – Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan menginginkan seluruh sekolah negeri di Kubu Raya, dari tingkat PAUD, SD dan SMP mulai mempersiapkan diri untuk memantapkan pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) melalui pengelolaan menuju digitalisasi, sehingga akan memudahkan dalam proses perencanaan, pelaksananaan hingga pelaporan. Harapan tersebut disampaikan Bupati saat memberikan arahan pada Bimtek SIPD bagi kepala SMP dan SD Negeri se-Kubu Raya, di Gardenia Resort Sungai Raya, Senin (11/10).

Muda menilai, pendidikan merupakan salahsatu potret daerah, di mana wajah pendidikan tentu menggambarkan apa dan bagaimana kondisi pada sektor pendidikan di daerah tersebut. “Sudah semestinya sekolah menerapkan sebuah perencanaan, pelaksanaan dan pelaporan pengelolaan keuangan secara sistematis sehingga apa yang dilakukan terukur dan berdampak pada perkembangan yang diinginkan,” kata Muda.

Muda berharap, sistem yang akan diterapkan ini tidak lagi ditunda-tunda. Harapan dia, sekolah sudah menyiapkan tenaga teknis yang bisa mengikuti alur yang nanti ditetapkan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. “Saya ingin mengajak kepala sekolah melihat pengelolaan keuangan yang sudah dilakukan oleh desa-desa yang ada di Kubu Raya. Saat ini seluruh desa sudah menerapkan transaksi non tunai. Artinya, seluruh perencanaan,pelaksanaan dan pelaporan sudah melalui sistem,” ungkap Muda.

Baca Juga :  Kembangkan Sektor Wisata dan Ekonomi Kreatif

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kubu Raya, Muhammad Ayub, turut mengimbau agar semua kepala sekolah di Kubu Raya juga sudah mempersiapkan diri, dengan membiasakan dan menyesuaikan proses perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan dengan sistem yang sudah dianjurkan oleh Kemendagri. Salah satunya, disebutkan dia, mengenai belanja item-item kebutuhan dari dana BOS melalui SIPLA. Harapan dia, begitu muncul aturan yang mewajibkan harus mengelola keuangan melalui aplikasi, sudah terbiasa. “Jangan menunggu dipaksa dengan regulasi baru memulai,” ujar Ayub.

Alur dalam pembiayaan, digambarkan dia bahwa nantinya sekolah diberikan anggaran, kemudian membuat rencana dan dilaksanakan, selanjutnya dokumentasikan dan laporkan. “Persoalan saat ini, pelaporan dana BOS masih menjadi kendala bagi sebagian sekolah, sehingga ada keterlambatan dalam seluruh rangkaian pelaporan keuangan. Lakukan dengan benar dan jangan lalai, sehingga jadwal pelaporan dari rencana pembelanjaan secara berjenjang bisa diselesaikan tepat waktu,” ungkapnya.

Baca Juga :  Luar Biasa! Ribuan Siswa Menulis Surat dan Membacakannya kepada Bupati Kubu Raya

Ke depan, lanjut Ayub, pengelolaan dana BOS akan lebih diperketat, dengan alur yang sudah dirancang dan mesti dilaksanakan. “Pelaporan setiap tahap, mulai dari tahap pertama hingga tahap terakhit. Laporan tahap pertama harus selesai sebelum laporan kedua dicairkan, sehingga tidak terjadi penumpukan pekerjaan,” tegasnya.

Sementara Inspektur Inspektorat Kabupaten Kubu Raya, H.Y. Hardito mengingatkan, dengan dialokasikannya dana BOS kepada sekolah, harus diiringi dengan kepercayaan dari pemerintah kepada para kepala sekolah untuk mengelolanya. “Dari kepercayaan yang diberikan itu, tentu diiringi dengan tanggung jawab dalam perencanaan hingga pelaporan,” kata Inspektur.

Menurut Hardito, dengan bergesernya perencanaan hingga pelaporan dana BOS menuju digitalisasi ini, tentu menjadi tantangan bagi seluruh elemen yang terlibat. Sebagai pihak yang diamanahkan untuk melakukan pengawasan sirkulasi dan pelaporan keuangan daerah, dia mempersilakan kepada para kepala sekolah untuk berkonsultasi dengan pihak-pihak yang sudah ditunjuk, mulai dari Korwil, Dinas Pendidikan, hingga Inspektorat. “Silakan dikonsultasikan kepada operator yang sudah disiapkan. Kami siap melayani jika ada yang harus dikonsultasikan,” tutup Hardito. (ash)

Most Read

Artikel Terbaru

/