alexametrics
22.8 C
Pontianak
Sunday, August 14, 2022

Panut Suyitno Pahlawan Lansia SIAP Kubu Raya

Kalahkan Keraguan Diri Atas Vaksinasi COVID-19

KUBU RAYA – Panut Suyitno, pria kelahiran Cilacap pada 1 Februari 1952 ini, kategori penilaian Pahlawan Lansia SIAP (Semangat Dapat Vaksinasi Lengkap) dari Kabupaten Kubu Raya. Panut merupakan warga Desa Sungai Rengas, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.

Pahlawan Lansia SIAP adalah program Kementerian Kesehatan RI bersama dengan United States Agency for International Development (USAID) melalui Breakthrough ACTION for Covid-19 (BA). Program ini untuk mempercepat vaksinasi lengkap Covid-19 bagi lansia di Indonesia khususnya di 10 kota/kabupaten yang berada lima provinsi yaitu Riau, Kalimantan Barat, Jawa Timur, Sulawesi Selatan dan Nusa Tenggara Timur. Program berupa kompetisi duta Pahlawan Lansia SIAP ini mencari sosok lansia yang dapat menginspirasi sesamanya untuk melakukan vaksinasi Covid-19.

Seperti diketahui Kubu Raya adalah salah satu dari dua kabupaten di Kalimantan Barat yang ikut berpartisipasi dalam program pemilihan Pahlawan Lansia SIAP. Setelah dilakukan proses penjaringan peserta, proses seleksi dan penilaian yang dilakukan secara ketat oleh dinas kesehatan yang bekerjasama dengan panitia Pahlawan Lansia SIAP dan BA selama empat bulan untuk keseluruhan prosesnya, terpilihlah satu sosok yang dianggap masuk dalam kategori penilaian Pahlawan Lansia SIAP dari Kabupaten Kubu Raya.

Meski umur Panut terbilang lanjut usia, namun hal tersebut tidak membatasinya dalam melakukan kegiatan sehari-hari seperti berkebun dan bercocok tanam palawija di pekarangan belakang rumahnya yang cukup luas. Panut yang masih terlihat bugar ini mengatakan dengan berkebun, dirinya selalu bergerak dan membuatnya produktif sekaligus merasa fit.

“Dengan berkebun sore dan pagi hari, saya banyak melakukan gerakan, sehingga selalu merasa sehat. Menurut saya lewat kegiatan berkebun, selain badan terasa bugar, saya juga bisa mendapat hasilnya secara langsung, seperti buah-buahan dan palawija,” jelasnya dengan semangat.

Baca Juga :  Buat Tiang Bendera untuk Warga

Sebelum menikmati masa pensiunnya, Panut adalah seorang guru sekolah dasar. Sebagai mantan pendidik tentunya wawasan Panut cukup luas dalam bermasyarakat karena kerap kali bertemu dengan orang tua murid yang menceritakan persoalan tentang anak-anak mereka yang juga merupakan murid dari Panut. Masyarakat di sekitar tempat tinggal Panut, cukup mengenal dirinya sebagai salah satu tokoh masyarakat setempat.

Saat ini Panut sudah mendapatkan vaksinasi Covid-19 lengkap, baik dosis ke-1, ke-2, hingga dosis booster. Meski pada awalnya ia sempat ragu dengan vaksinasi di tahap awal.
“Ketika menjelang program vaksinasi ke-satu, saya memiliki keraguan, apakah vaksinasi Covid-19 itu aman atau tidak, karena saya sempat mendengar berita palsu mengenai dampak dari vaksinasi yang katanya tidak aman bagi lansia,” katanya sambil menerawang.

“Berita tersebut semakin santer sehingga membuat saya terbersit untuk tidak menerima vaksinasi. Terlebih jarak tempat vaksinasi yang jauh dari rumah. Sampai akhirnya timbul rasa penasaran saya apa betul program vaksinasi Covid-19 ini berbahaya pikir saya. Kemudian saya mendatangi tenaga kesehatan di puskesmas,” ungkapnya.

Setelah mendatangi petugas kesehatan, Panut baru memahami bahwa vaksinasi Covid- 19 itu aman bagi lansia, karena meskipun lansia berpotensi mempunyai komorbid atau penyakit penyerta yang menambah keraguan keamanan vaksinasi, ketika akan melakukan vaksinasi, lansia tersebut akan melalui beberapa tahapan skrining kesehatan atau proses seleksi kondisi kesehatannya.
“Ternyata ada prosedur yang harus dilakukan sebelum seorang lansia divaksinasi. Tenaga kesehatan akan memeriksa kondisi kesehatan kita dan tidak langsung disuntik,” jelas Panut.

“Jika dinyatakan belum sehat atau ada lansia yang kondisinya kurang stabil, maka proses vaksinasi akan dilakukan penundaan,” tuturnya.

Kini dengan pengalamannya, Panut mengajak para lansia agar tidak takut dengan vaksinasi Covid-19, karena hal tersebut tidak berbahaya bagi lansia, bahkan sebaliknya, dengan melakukan vaksinasi maka akan menambah kekebalan tubuh bagi lansia yang rentan terpapar virus ini.

Baca Juga :  Pulihkan Ekonomi di Tengah Pandemi

Banyaknya berita hoax atau berita palsu inilah yang menjadi motivasi Panut Suyitno untuk mengikuti kompetisi pemilihan Pahlawan Lansia SIAP. Terpilihnya Panut sebagai Pahlawan Lansia SIAP dari Kubu Raya, dirinya berharap dapat berkontribusi pada program meningkatkan vaksinasi khususnya kelompok lansia di kabupatennya.

Setelah terpilih menjadi Pahlawan Lansia SIAP, Panut mempunyai beberapa rencana sosialisasi diantaranya dia akan mendorong terus vaksinasi Covid-19 di lima posyandu lansia di desanya dan akan mengusulkan adanya undian berhadiah bagi para lansia yang sudah divaksinasi. Panut yang juga sebagai ketua BPD (Badan Permusyawaratan Desa) akan mengusulkan kegiatan ini kepada pihak desa untuk bekerjasama meningkatkan vaksinasi untuk lansia sepertinya.

Bapak dari tiga anak dan tujuh cucu ini mengungkapkan dirinya akan terus mengkampanyekan vaksinasi bagi lansia baik di lingkungan desa hingga tingkat provinsi.

“Lansia ini adalah karunia dari Tuhan Yang Maha Esa yang tak ternilai harganya. Saya ingin lansia yang lainnya juga tetap selalu jaga kesehatan agar dapat terus beraktivitas seperti biasa. Salah satu cara menjaga kesehatan adalah dengan melakukan protokol kesehatan, dan jangan lupa untuk mendapatkan vaksinasi lengkap COVID-19, karena kita tahu kelompok lansia termasuk kelompok paling rentan untuk tertular covid-19” jelas dia.

Panut Suyitno sebagai duta Pahlawan Lansia SIAP dari Kabupaten Kubu Raya, berterima kasih kepada pihak Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan Kabupaten Kubu Raya, dan juga pihak USAID, yang sangat peduli terhadap kesehatan lansia.

Dirinya berharap kegiatan atau program untuk lansia dapat terus diadakan di kemudian hari terutama untuk Kabupaten Kubu Raya. (mse)

Kalahkan Keraguan Diri Atas Vaksinasi COVID-19

KUBU RAYA – Panut Suyitno, pria kelahiran Cilacap pada 1 Februari 1952 ini, kategori penilaian Pahlawan Lansia SIAP (Semangat Dapat Vaksinasi Lengkap) dari Kabupaten Kubu Raya. Panut merupakan warga Desa Sungai Rengas, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.

Pahlawan Lansia SIAP adalah program Kementerian Kesehatan RI bersama dengan United States Agency for International Development (USAID) melalui Breakthrough ACTION for Covid-19 (BA). Program ini untuk mempercepat vaksinasi lengkap Covid-19 bagi lansia di Indonesia khususnya di 10 kota/kabupaten yang berada lima provinsi yaitu Riau, Kalimantan Barat, Jawa Timur, Sulawesi Selatan dan Nusa Tenggara Timur. Program berupa kompetisi duta Pahlawan Lansia SIAP ini mencari sosok lansia yang dapat menginspirasi sesamanya untuk melakukan vaksinasi Covid-19.

Seperti diketahui Kubu Raya adalah salah satu dari dua kabupaten di Kalimantan Barat yang ikut berpartisipasi dalam program pemilihan Pahlawan Lansia SIAP. Setelah dilakukan proses penjaringan peserta, proses seleksi dan penilaian yang dilakukan secara ketat oleh dinas kesehatan yang bekerjasama dengan panitia Pahlawan Lansia SIAP dan BA selama empat bulan untuk keseluruhan prosesnya, terpilihlah satu sosok yang dianggap masuk dalam kategori penilaian Pahlawan Lansia SIAP dari Kabupaten Kubu Raya.

Meski umur Panut terbilang lanjut usia, namun hal tersebut tidak membatasinya dalam melakukan kegiatan sehari-hari seperti berkebun dan bercocok tanam palawija di pekarangan belakang rumahnya yang cukup luas. Panut yang masih terlihat bugar ini mengatakan dengan berkebun, dirinya selalu bergerak dan membuatnya produktif sekaligus merasa fit.

“Dengan berkebun sore dan pagi hari, saya banyak melakukan gerakan, sehingga selalu merasa sehat. Menurut saya lewat kegiatan berkebun, selain badan terasa bugar, saya juga bisa mendapat hasilnya secara langsung, seperti buah-buahan dan palawija,” jelasnya dengan semangat.

Baca Juga :  Muda Perpanjang Proses Belajar dari Rumah

Sebelum menikmati masa pensiunnya, Panut adalah seorang guru sekolah dasar. Sebagai mantan pendidik tentunya wawasan Panut cukup luas dalam bermasyarakat karena kerap kali bertemu dengan orang tua murid yang menceritakan persoalan tentang anak-anak mereka yang juga merupakan murid dari Panut. Masyarakat di sekitar tempat tinggal Panut, cukup mengenal dirinya sebagai salah satu tokoh masyarakat setempat.

Saat ini Panut sudah mendapatkan vaksinasi Covid-19 lengkap, baik dosis ke-1, ke-2, hingga dosis booster. Meski pada awalnya ia sempat ragu dengan vaksinasi di tahap awal.
“Ketika menjelang program vaksinasi ke-satu, saya memiliki keraguan, apakah vaksinasi Covid-19 itu aman atau tidak, karena saya sempat mendengar berita palsu mengenai dampak dari vaksinasi yang katanya tidak aman bagi lansia,” katanya sambil menerawang.

“Berita tersebut semakin santer sehingga membuat saya terbersit untuk tidak menerima vaksinasi. Terlebih jarak tempat vaksinasi yang jauh dari rumah. Sampai akhirnya timbul rasa penasaran saya apa betul program vaksinasi Covid-19 ini berbahaya pikir saya. Kemudian saya mendatangi tenaga kesehatan di puskesmas,” ungkapnya.

Setelah mendatangi petugas kesehatan, Panut baru memahami bahwa vaksinasi Covid- 19 itu aman bagi lansia, karena meskipun lansia berpotensi mempunyai komorbid atau penyakit penyerta yang menambah keraguan keamanan vaksinasi, ketika akan melakukan vaksinasi, lansia tersebut akan melalui beberapa tahapan skrining kesehatan atau proses seleksi kondisi kesehatannya.
“Ternyata ada prosedur yang harus dilakukan sebelum seorang lansia divaksinasi. Tenaga kesehatan akan memeriksa kondisi kesehatan kita dan tidak langsung disuntik,” jelas Panut.

“Jika dinyatakan belum sehat atau ada lansia yang kondisinya kurang stabil, maka proses vaksinasi akan dilakukan penundaan,” tuturnya.

Kini dengan pengalamannya, Panut mengajak para lansia agar tidak takut dengan vaksinasi Covid-19, karena hal tersebut tidak berbahaya bagi lansia, bahkan sebaliknya, dengan melakukan vaksinasi maka akan menambah kekebalan tubuh bagi lansia yang rentan terpapar virus ini.

Baca Juga :  Muda: Semua Dimulai dari Gagasan

Banyaknya berita hoax atau berita palsu inilah yang menjadi motivasi Panut Suyitno untuk mengikuti kompetisi pemilihan Pahlawan Lansia SIAP. Terpilihnya Panut sebagai Pahlawan Lansia SIAP dari Kubu Raya, dirinya berharap dapat berkontribusi pada program meningkatkan vaksinasi khususnya kelompok lansia di kabupatennya.

Setelah terpilih menjadi Pahlawan Lansia SIAP, Panut mempunyai beberapa rencana sosialisasi diantaranya dia akan mendorong terus vaksinasi Covid-19 di lima posyandu lansia di desanya dan akan mengusulkan adanya undian berhadiah bagi para lansia yang sudah divaksinasi. Panut yang juga sebagai ketua BPD (Badan Permusyawaratan Desa) akan mengusulkan kegiatan ini kepada pihak desa untuk bekerjasama meningkatkan vaksinasi untuk lansia sepertinya.

Bapak dari tiga anak dan tujuh cucu ini mengungkapkan dirinya akan terus mengkampanyekan vaksinasi bagi lansia baik di lingkungan desa hingga tingkat provinsi.

“Lansia ini adalah karunia dari Tuhan Yang Maha Esa yang tak ternilai harganya. Saya ingin lansia yang lainnya juga tetap selalu jaga kesehatan agar dapat terus beraktivitas seperti biasa. Salah satu cara menjaga kesehatan adalah dengan melakukan protokol kesehatan, dan jangan lupa untuk mendapatkan vaksinasi lengkap COVID-19, karena kita tahu kelompok lansia termasuk kelompok paling rentan untuk tertular covid-19” jelas dia.

Panut Suyitno sebagai duta Pahlawan Lansia SIAP dari Kabupaten Kubu Raya, berterima kasih kepada pihak Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan Kabupaten Kubu Raya, dan juga pihak USAID, yang sangat peduli terhadap kesehatan lansia.

Dirinya berharap kegiatan atau program untuk lansia dapat terus diadakan di kemudian hari terutama untuk Kabupaten Kubu Raya. (mse)

Most Read

BERSUJUD

Budi Daya Ikan Dongkrak Perekonomian

Artikel Terbaru

/