alexametrics
30 C
Pontianak
Tuesday, August 16, 2022

1 Tahun Vakum, Baznas Kembali Bergerak

SUNGAI RAYA – Kepengurusan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kubu Raya saat ini tengah berbenah. Pasalnya sejak tiga komisionernya mengundurkan diri pada Januari tahun lalu, membuat  aktivitas mereka sempat vakum. Dua komisioner atau pengurus yang tersisa saat ini harus berupaya keras kembali memajukan badan penghimpun zakat di Kubu Raya ini.

Kepala Bagian Kesra Pemerintah Kubu Raya, Wasilun menerangkan, tiga komisioner Baznas Kubu Raya yang terdiri dari Ketua, Wakil Ketua I, dan Sekretaris pada Januari 2020 lalu telah mengundurkan diri, dengan alasan sudah lanjut usia dan faktor kesehatan. “Setelah 1 tahun lebih, memang boleh dibilang sempat vakum aktivitas di Baznas ini. Kemudian untuk kembali membangunnya, sejak 3 bulan lalu diputuskan komisioner yang tersisa untuk memimpin dan mengelola Baznas Kubu Raya ini,” kata Wasilun kepada Pontianak Post, Rabu (14/4) usai menghadiri Rapat Koordinasi Optimalisasi Pengumpulan Zakat dan Infak di Lingkungan Pemkab Kubu Raya di Kantor Bupati Kubu Raya.

Wasilun menerangkan, jumlah pengurus atau komisioner Baznas Kubu Raya saat ini memang tinggal dua orang. Terlebih sebelumnya, tim seleksi anggota Baznas Kubu Raya hanya mengusulkan lima komisioner saja ke Baznas Pusat. “Idealnya memang harus diusulkan sekitar 10 orang untuk dijadikan komisioner atau pengurus Baznas Kubu Raya. Karena sudah ditetapkan lima saja, makanya tidak bisa diganti orang lain yang mengikuti seleksi anggota Baznas di rangking berikutnya,” ungkapnya.

Dua pengurus yang tersisa saat ini, lanjutnya, dibantu beberapa relawan yang berjuang untuk terus membangun dan membenahi Baznas di Kubu Raya. Wasilun menerangkan, Baznas Kubu Raya saat ini tengah berbenah, sehingga membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kubu Raya juga berupaya mendorong kemajuan mereka. Salah satu cara yang dilakukan Pemkab, diungkapkan dia, seperti dengan berusaha membuat Peraturan Bupati (Perbup) yang berkaitan dengan kewajiban zakat profesi bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kubu Raya.

Kendati mendorong adanya Perbup terkait kewajiban zakat profesi ASN Pemerintah Kubu Raya, namun kata Wasilun, Perbup tersebut hanya menjadi salah satu jalan untuk menggiring agar orang bisa menyalurkan zakatnya ke Baznas Kubu Raya. ”Untuk mendorong kemajuan Baznas di Kubu Raya ini, hal penting lainnya yang harusnya bisa dilakukan yakni adanya inovasi program kerja yang lebih baik untuk menarik masyarakat agar bisa berdonasi atau menyalurkan zakatnya ke Baznas Kubu Raya. Dan mengenai inovasi program kerja ini juga tergantung dari pengurus Baznas yang ada,” ungkapnya.

Baca Juga :  Baznas KKR, FKPAI KKR dan KAHMI KKR Berkolaborasi Berikan Bantuan

“Mengenai Perbup yang berkaitan dengan zakat profesi ASN ini dalam waktu dekat akan kami usulkan ke Kabag Hukum Kubu Raya untuk diproses lebih lanjut dan semoga dalam waktu dekat sudah bisa ditandatangi bupati Kubu Raya,” jelasnya.

Kendati jumlah komisioner Baznas Kubu Raya saat ini hanya tersisa dua orang, namun Wasilun berharap tetap bisa bekerja maksimal. Pasalnya, dia mengungkapkan bahwa mereka dibantu dengan sejumlah relawan yang ada untuk menghimpun donasi dan zakat dari masyarakat.

Ketua Baznas Kubu Raya, Syahrul yang sebelumnya menjabat sebagai wakil Ketua II bagian pendistribusian dan Pemberdayaan mengakui lebih dari satu tahun mereka vakum. Setelah dirinya didaulat menggantikan ketua sebelumnya sejak 3 bulan terakhir, barulah secara bertahap sejumlah program kerja kembali berjalan.

“Sudah ada sejumlah program yang mulai berjalan misalnya  bantuan kuliner atau makanan bagi lansia sebatang kara atau yang kami sebut dengan istilah Bakul Cinta dengan sasaran dua mustahik, bantuan voucher belanja kebutuhan pokok bagi dua mustahik, bantuan perbaikan ringan bagi rumah tak layak huni, dan sejumlah program lainnya. Karena masih dalam masa pembenaha semuanya kami lakukan secara bertahap,” kata Syahrul kepada Pontianak Post di Kantor Baznas Kubu Raya.

Untuk memajukan kembali pengelolaan Baznas Kubu Raya, Syahrul pun mengaku baru-baru ini pihaknya kembali mengoptimalkan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya melalui sejumlah pihak terkait. “Hasilnya Alhamdulillah sejak satu bulan lalu sudah ada 1 SKPD Kubu Raya yakni Badan Pengelolaan Pendapatan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) yang membentuk Unit Pengumpul Zakat di kantornya, semoga saja nanti ada SKPD lain yang ikut membuat UPZ,” jelasnya.

Di sisi lain, kata Syahrul, Pemerintah Kubu Raya juga mendorong adanya Perbup yang berkaitan dengan kewajiban zakat profesi bagi ASN di lingkungan Pemerintah Kubu Raya. “Kami berharap Perbup ini bisa segera ditandatangi pak bupati dan bisa diimplementasikan. Harapannya di Ramadan tahun ini setiap SKPD di Kubu Raya bisa membentuk UPZ di kantornya masing-masing sehingga membantu kami untuk melakukan penghimpunan donasi dan zakat khususnya di kalangan ASN di Kubu Raya ini,” paparnya.  Disinggung mengenai jumlah target pengumpulan zakat yang ditetapkan Baznas Kubu Raya setelah sempat vakum satu tahun, Syahrul menjawab, saat ini pihaknya masih dalam tahap pembenahan, sehingga sementara waktu belum ada target khusus yang ditetapkan pihaknya.

Baca Juga :  Pesan Wali Kota ke Pengurus Basnaz; Penyaluran Zakat Mesti Tepat Sasar

“Kami belum ada target khusus untuk capaian pengumpulan zakat tahun ini, kalau pun bisa menghimpung sekitar Rp100 hingga Rp300 juta saja itu sudah bersyukur dan kami upayakan habis lebaran Insyaallah bisa berjalan lebih lancar lagi aktivitas dan pengelolaan Baznas Kubu Raya ini,” jelasnya.

Secara terpisah, Ketua Komisi IV DPRD Kubu Raya, Ahmad Sudi memaklumi berkurangnya pengurus Baznas Kubu Raya saat ini mempengaruhi kinerja Baznas. Karenanya dia berharap ada penambahan jumlah personel atau tenaga relawan yang bisa difungsikan untuk  membantu kerja pengurus yang tersisa.

Sudi melihat, pada dasarnya potensi penghimpunan zakat di Kubu Raya cukup besar. Untuk dapat mengoptimalkan penghimpunan donasi dan zakat dari masyarakat, kata dia, sudah seharusnya para pengurus Baznas memiliki inovasi dan program kerja yang baik, sehingga bisa membuat percaya untuk menyalurkan donasi dan zakatnya di Baznas Kubu Raya.

“Walaupun jumlah pengurus Baznas yang ada saat ini terbatas, saya yakin dengan usaha dan kerja keras maka upaya untuk membenahi pengelolaan Baznas ini bisa berjalan lancar. Agar jangkauannya bisa lebih meluas, saya berharap  para pengurus yang ada saat ini bisa membangun komunikasi dan merangkul para pengurus masjid, tokoh agama, dan tokoh masyarakat di Kubu Raya,” ungkapnya.

Di kesempatan yang sama, Sudi juga mengingatkan panitia tim seleksi anggota Baznas selanjutnya untuk mengevaluasi kriteria atau syarat untuk menjadi anggota Baznas Kubu Raya. “Kalau yang tidak orang komisioner sebelumnya itu mengundurkan diri karena alasan sudah lanjut usia dan sejenisnya, harusnya ke depan bisa menjadi bahan evaluasi, ada batasan usia produktif yang ditentukan untuk bisa direkrut menjadi anggota Baznas. Sehinga kasus pengunduran diri komisioner Baznas dengan alasaan sudah tua dan sejenisnya tidak terjadi lagi dan kinerja pengelolaan baznas bisa lebih maksimal ke depan,” pungkasnya. (ash)

SUNGAI RAYA – Kepengurusan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kubu Raya saat ini tengah berbenah. Pasalnya sejak tiga komisionernya mengundurkan diri pada Januari tahun lalu, membuat  aktivitas mereka sempat vakum. Dua komisioner atau pengurus yang tersisa saat ini harus berupaya keras kembali memajukan badan penghimpun zakat di Kubu Raya ini.

Kepala Bagian Kesra Pemerintah Kubu Raya, Wasilun menerangkan, tiga komisioner Baznas Kubu Raya yang terdiri dari Ketua, Wakil Ketua I, dan Sekretaris pada Januari 2020 lalu telah mengundurkan diri, dengan alasan sudah lanjut usia dan faktor kesehatan. “Setelah 1 tahun lebih, memang boleh dibilang sempat vakum aktivitas di Baznas ini. Kemudian untuk kembali membangunnya, sejak 3 bulan lalu diputuskan komisioner yang tersisa untuk memimpin dan mengelola Baznas Kubu Raya ini,” kata Wasilun kepada Pontianak Post, Rabu (14/4) usai menghadiri Rapat Koordinasi Optimalisasi Pengumpulan Zakat dan Infak di Lingkungan Pemkab Kubu Raya di Kantor Bupati Kubu Raya.

Wasilun menerangkan, jumlah pengurus atau komisioner Baznas Kubu Raya saat ini memang tinggal dua orang. Terlebih sebelumnya, tim seleksi anggota Baznas Kubu Raya hanya mengusulkan lima komisioner saja ke Baznas Pusat. “Idealnya memang harus diusulkan sekitar 10 orang untuk dijadikan komisioner atau pengurus Baznas Kubu Raya. Karena sudah ditetapkan lima saja, makanya tidak bisa diganti orang lain yang mengikuti seleksi anggota Baznas di rangking berikutnya,” ungkapnya.

Dua pengurus yang tersisa saat ini, lanjutnya, dibantu beberapa relawan yang berjuang untuk terus membangun dan membenahi Baznas di Kubu Raya. Wasilun menerangkan, Baznas Kubu Raya saat ini tengah berbenah, sehingga membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kubu Raya juga berupaya mendorong kemajuan mereka. Salah satu cara yang dilakukan Pemkab, diungkapkan dia, seperti dengan berusaha membuat Peraturan Bupati (Perbup) yang berkaitan dengan kewajiban zakat profesi bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kubu Raya.

Kendati mendorong adanya Perbup terkait kewajiban zakat profesi ASN Pemerintah Kubu Raya, namun kata Wasilun, Perbup tersebut hanya menjadi salah satu jalan untuk menggiring agar orang bisa menyalurkan zakatnya ke Baznas Kubu Raya. ”Untuk mendorong kemajuan Baznas di Kubu Raya ini, hal penting lainnya yang harusnya bisa dilakukan yakni adanya inovasi program kerja yang lebih baik untuk menarik masyarakat agar bisa berdonasi atau menyalurkan zakatnya ke Baznas Kubu Raya. Dan mengenai inovasi program kerja ini juga tergantung dari pengurus Baznas yang ada,” ungkapnya.

Baca Juga :  Belum Maksimal Turunkan Stunting, 10 Puskemas di-Warning

“Mengenai Perbup yang berkaitan dengan zakat profesi ASN ini dalam waktu dekat akan kami usulkan ke Kabag Hukum Kubu Raya untuk diproses lebih lanjut dan semoga dalam waktu dekat sudah bisa ditandatangi bupati Kubu Raya,” jelasnya.

Kendati jumlah komisioner Baznas Kubu Raya saat ini hanya tersisa dua orang, namun Wasilun berharap tetap bisa bekerja maksimal. Pasalnya, dia mengungkapkan bahwa mereka dibantu dengan sejumlah relawan yang ada untuk menghimpun donasi dan zakat dari masyarakat.

Ketua Baznas Kubu Raya, Syahrul yang sebelumnya menjabat sebagai wakil Ketua II bagian pendistribusian dan Pemberdayaan mengakui lebih dari satu tahun mereka vakum. Setelah dirinya didaulat menggantikan ketua sebelumnya sejak 3 bulan terakhir, barulah secara bertahap sejumlah program kerja kembali berjalan.

“Sudah ada sejumlah program yang mulai berjalan misalnya  bantuan kuliner atau makanan bagi lansia sebatang kara atau yang kami sebut dengan istilah Bakul Cinta dengan sasaran dua mustahik, bantuan voucher belanja kebutuhan pokok bagi dua mustahik, bantuan perbaikan ringan bagi rumah tak layak huni, dan sejumlah program lainnya. Karena masih dalam masa pembenaha semuanya kami lakukan secara bertahap,” kata Syahrul kepada Pontianak Post di Kantor Baznas Kubu Raya.

Untuk memajukan kembali pengelolaan Baznas Kubu Raya, Syahrul pun mengaku baru-baru ini pihaknya kembali mengoptimalkan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya melalui sejumlah pihak terkait. “Hasilnya Alhamdulillah sejak satu bulan lalu sudah ada 1 SKPD Kubu Raya yakni Badan Pengelolaan Pendapatan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) yang membentuk Unit Pengumpul Zakat di kantornya, semoga saja nanti ada SKPD lain yang ikut membuat UPZ,” jelasnya.

Di sisi lain, kata Syahrul, Pemerintah Kubu Raya juga mendorong adanya Perbup yang berkaitan dengan kewajiban zakat profesi bagi ASN di lingkungan Pemerintah Kubu Raya. “Kami berharap Perbup ini bisa segera ditandatangi pak bupati dan bisa diimplementasikan. Harapannya di Ramadan tahun ini setiap SKPD di Kubu Raya bisa membentuk UPZ di kantornya masing-masing sehingga membantu kami untuk melakukan penghimpunan donasi dan zakat khususnya di kalangan ASN di Kubu Raya ini,” paparnya.  Disinggung mengenai jumlah target pengumpulan zakat yang ditetapkan Baznas Kubu Raya setelah sempat vakum satu tahun, Syahrul menjawab, saat ini pihaknya masih dalam tahap pembenahan, sehingga sementara waktu belum ada target khusus yang ditetapkan pihaknya.

Baca Juga :  Baznas Kalbar Salurkan Beasiswa untuk 200 Mahasiswa

“Kami belum ada target khusus untuk capaian pengumpulan zakat tahun ini, kalau pun bisa menghimpung sekitar Rp100 hingga Rp300 juta saja itu sudah bersyukur dan kami upayakan habis lebaran Insyaallah bisa berjalan lebih lancar lagi aktivitas dan pengelolaan Baznas Kubu Raya ini,” jelasnya.

Secara terpisah, Ketua Komisi IV DPRD Kubu Raya, Ahmad Sudi memaklumi berkurangnya pengurus Baznas Kubu Raya saat ini mempengaruhi kinerja Baznas. Karenanya dia berharap ada penambahan jumlah personel atau tenaga relawan yang bisa difungsikan untuk  membantu kerja pengurus yang tersisa.

Sudi melihat, pada dasarnya potensi penghimpunan zakat di Kubu Raya cukup besar. Untuk dapat mengoptimalkan penghimpunan donasi dan zakat dari masyarakat, kata dia, sudah seharusnya para pengurus Baznas memiliki inovasi dan program kerja yang baik, sehingga bisa membuat percaya untuk menyalurkan donasi dan zakatnya di Baznas Kubu Raya.

“Walaupun jumlah pengurus Baznas yang ada saat ini terbatas, saya yakin dengan usaha dan kerja keras maka upaya untuk membenahi pengelolaan Baznas ini bisa berjalan lancar. Agar jangkauannya bisa lebih meluas, saya berharap  para pengurus yang ada saat ini bisa membangun komunikasi dan merangkul para pengurus masjid, tokoh agama, dan tokoh masyarakat di Kubu Raya,” ungkapnya.

Di kesempatan yang sama, Sudi juga mengingatkan panitia tim seleksi anggota Baznas selanjutnya untuk mengevaluasi kriteria atau syarat untuk menjadi anggota Baznas Kubu Raya. “Kalau yang tidak orang komisioner sebelumnya itu mengundurkan diri karena alasan sudah lanjut usia dan sejenisnya, harusnya ke depan bisa menjadi bahan evaluasi, ada batasan usia produktif yang ditentukan untuk bisa direkrut menjadi anggota Baznas. Sehinga kasus pengunduran diri komisioner Baznas dengan alasaan sudah tua dan sejenisnya tidak terjadi lagi dan kinerja pengelolaan baznas bisa lebih maksimal ke depan,” pungkasnya. (ash)

Most Read

TNI–Warga Perbaiki Jalan

Tarif Parkir Naik, Motor 2000 Mobil 3000

Buku Komik yang Belum Antik

Artikel Terbaru

/