alexametrics
23.4 C
Pontianak
Sunday, August 14, 2022

APD Produksi Warga Binaan untuk Kubu Raya

Cegah Penyebaran Covid-19

SUNGAI RAYA – Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Kalimantan Barat, Suprobowati mengatakan Dalam upaya mengantisipasi dan mencegah penyebaran covid-19, sementara waktu semua warga binaan lapas dan rutan  tidak boleh dikunjungi siapapun, kecuali petugas. Hal tersebut dilakukan pihaknya untuk memberikan ketenangan khususnya di masa pandemi saat ini.

“Kami mencoba memberikan ini supaya sehat, hidup tenang di masa pandemi ini. Kami juga memberikan fasilitas komunikasi dengan para keluarga menggunakan video call yang setiap saat kita lakukan,” terangnya usai menyerahkan bantuan Alat Pelindung Diri (APD) dari Lapas Kelas II A Pontianak bagi Pemerintah Kubu Raya di  kediaman Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan, Jumat (12/6).

Meski sementara waktu tidak bisa dikunjungi siapapun kecuali petugas, namun di tengah pandemi Covid-19, katanya kegiatan pembinaan kemandirian kepada warga binaan tetap dilakukan. Adanya pandemi tidak menjadi alasan untuk menghentikan berbagai program pembekalan kepada warga binaan.

Selain program pembekalan, menurutnya hingga saat ini warga binaan juga diberikan kesempatan untuk membuat Alat Pelindung Diri yang hasilnya sebagian diserahkan ke Pemerintah Kabupaten Kubu Raya.

Dia  mengungkapan bantuan APD yang diberikan pihaknya ke Pemerintah Kubu Raya merupakan salah satu bentuk kepedulian Kementerian Hukum dan HAM Kalimantan Barat melalui Lapas Kelas IIA Pontianak.

Baca Juga :  Pastikan Personel Tak Terpapar Corona

Hingga saat ini kata Suprobowati, APD masih terus diproduksi warga binaan yang ada di lembaga pemasyarakatan se-Kalimantan Barat. Menurutnya, apa yang dilakukan warga binaan menepis stigma negatif yang kerap dilontarkan sebagian pihak kepada warga binaan.

“Warga binaan biasanya dicap negatif oleh masyarakat. Namun kami tetap tunjukkan karya dengan membuat kebutuhan masyarakat. Apalagi menghadapi pandemi ini,” jelasnya.

Dia menambahkan, produk APD yang paling banyak diproduksi warga binaan adalah masker. Di lapas, semua pegawai maupun warga binaan diwajibkan menggunakan masker.

“Kami tetap mengikuti protokol kesehatan,” ujarnya.

“Jadi meskipun ada pandemi Covid, bukan berarti menghentikan kegiatan. Kegiatan tetap dilakukan seperti biasanya. Membina kepribadian dan kemandirian tetap kita dilaksanakan. Sehingga mereka di dalam tetap sehat dan semangat,” terangnya.

Kepala Lapas Kelas IIA Pontianak, Farhan Hidayat, menambahkan apa yang dilakukan warga binaan dengan membuat APD merupakan upaya proaktif dalam membantu pencegahan Covid-19. Selain itu aktivitas tersebut juga memberikan motivasi tersendiri kepada para warga binaan. Sebab yang dilakukan adalah bentuk kontribusi kepada bangsa dan negara.“Meski di dalam lapas, mereka juga bisa berkontribusi membntu pemerintah seperti dengan membantu dalam mencegah penyebaran virus ini,” ucapnya.

Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan mengapreasi dukungan Lapas Kelas II A Pontianak yang memberikan bantuan berupaya Alat Pelindung Diri (APD) ke Pemerintah Kubu Raya belum lama ini.

Baca Juga :  BIDESI Pemuda Mujahidin Kalbar Bangun Peradaban Islam dari Desa

Bantuan sebanyak 150 baju hazmat dan 150 pelindung wajah tersebut merupakan buata atau hasil produksi warga binaan.

“Kami sangat mengapresiasi bantuan yang diberikan pihak Lapas Kelas II A Pontianak ini. Dan tentunya bantuan ini ngat membantu kekurangan baju hazmat di Kubu Raya,” kata Muda Mahendrawan usai menerima bantuan APD.

Secara umum, bupati pertama Kubu Raya ini menilai Alat Pelindung Diri yang produksi warga binaan tersebut memiliki kualitas sangat baik. Seperti bahan yang tebal dan kain yang bagus.

“Walau sudah memasuki tatananan kenormalan baru, namun kita juga harus tetap waspada karena pandemi Covid-19 juga belum berakhir, kita harus terus bersama-sama berusaha keras menghadapi pandemi ini tanpa harus ada kepanikan. Tapi juga tetap menjaga aktivitas sosial ekonomi dan kemasyarakatan dengan selalu mengikuti protokol kesehatan. Jangan panik berlebihan,” paparnya.

Sejauh ini kata Muda, upaya penanganan pandemi Covid-19 di Kabupaten Kubu Raya mendapatkan dukungan dari banyak pihak. Hal itu ditandai dengan terus mengalirnya donasi dan bantuan swasta dengan pemerintah baik pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten.

“Kalau hanya pemerintah yang bergerak, memang sangat berat. Namun jika semua pihak bergerak dan berinisiatif, tentu akan terasa ringan,” pungkasnya.(ash)

Cegah Penyebaran Covid-19

SUNGAI RAYA – Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Kalimantan Barat, Suprobowati mengatakan Dalam upaya mengantisipasi dan mencegah penyebaran covid-19, sementara waktu semua warga binaan lapas dan rutan  tidak boleh dikunjungi siapapun, kecuali petugas. Hal tersebut dilakukan pihaknya untuk memberikan ketenangan khususnya di masa pandemi saat ini.

“Kami mencoba memberikan ini supaya sehat, hidup tenang di masa pandemi ini. Kami juga memberikan fasilitas komunikasi dengan para keluarga menggunakan video call yang setiap saat kita lakukan,” terangnya usai menyerahkan bantuan Alat Pelindung Diri (APD) dari Lapas Kelas II A Pontianak bagi Pemerintah Kubu Raya di  kediaman Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan, Jumat (12/6).

Meski sementara waktu tidak bisa dikunjungi siapapun kecuali petugas, namun di tengah pandemi Covid-19, katanya kegiatan pembinaan kemandirian kepada warga binaan tetap dilakukan. Adanya pandemi tidak menjadi alasan untuk menghentikan berbagai program pembekalan kepada warga binaan.

Selain program pembekalan, menurutnya hingga saat ini warga binaan juga diberikan kesempatan untuk membuat Alat Pelindung Diri yang hasilnya sebagian diserahkan ke Pemerintah Kabupaten Kubu Raya.

Dia  mengungkapan bantuan APD yang diberikan pihaknya ke Pemerintah Kubu Raya merupakan salah satu bentuk kepedulian Kementerian Hukum dan HAM Kalimantan Barat melalui Lapas Kelas IIA Pontianak.

Baca Juga :  Muda Mahendrawan Ajak Korpri Tingkatkan Kinerja

Hingga saat ini kata Suprobowati, APD masih terus diproduksi warga binaan yang ada di lembaga pemasyarakatan se-Kalimantan Barat. Menurutnya, apa yang dilakukan warga binaan menepis stigma negatif yang kerap dilontarkan sebagian pihak kepada warga binaan.

“Warga binaan biasanya dicap negatif oleh masyarakat. Namun kami tetap tunjukkan karya dengan membuat kebutuhan masyarakat. Apalagi menghadapi pandemi ini,” jelasnya.

Dia menambahkan, produk APD yang paling banyak diproduksi warga binaan adalah masker. Di lapas, semua pegawai maupun warga binaan diwajibkan menggunakan masker.

“Kami tetap mengikuti protokol kesehatan,” ujarnya.

“Jadi meskipun ada pandemi Covid, bukan berarti menghentikan kegiatan. Kegiatan tetap dilakukan seperti biasanya. Membina kepribadian dan kemandirian tetap kita dilaksanakan. Sehingga mereka di dalam tetap sehat dan semangat,” terangnya.

Kepala Lapas Kelas IIA Pontianak, Farhan Hidayat, menambahkan apa yang dilakukan warga binaan dengan membuat APD merupakan upaya proaktif dalam membantu pencegahan Covid-19. Selain itu aktivitas tersebut juga memberikan motivasi tersendiri kepada para warga binaan. Sebab yang dilakukan adalah bentuk kontribusi kepada bangsa dan negara.“Meski di dalam lapas, mereka juga bisa berkontribusi membntu pemerintah seperti dengan membantu dalam mencegah penyebaran virus ini,” ucapnya.

Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan mengapreasi dukungan Lapas Kelas II A Pontianak yang memberikan bantuan berupaya Alat Pelindung Diri (APD) ke Pemerintah Kubu Raya belum lama ini.

Baca Juga :  Desa Teluk Bakung Kini Teraliri Listrik

Bantuan sebanyak 150 baju hazmat dan 150 pelindung wajah tersebut merupakan buata atau hasil produksi warga binaan.

“Kami sangat mengapresiasi bantuan yang diberikan pihak Lapas Kelas II A Pontianak ini. Dan tentunya bantuan ini ngat membantu kekurangan baju hazmat di Kubu Raya,” kata Muda Mahendrawan usai menerima bantuan APD.

Secara umum, bupati pertama Kubu Raya ini menilai Alat Pelindung Diri yang produksi warga binaan tersebut memiliki kualitas sangat baik. Seperti bahan yang tebal dan kain yang bagus.

“Walau sudah memasuki tatananan kenormalan baru, namun kita juga harus tetap waspada karena pandemi Covid-19 juga belum berakhir, kita harus terus bersama-sama berusaha keras menghadapi pandemi ini tanpa harus ada kepanikan. Tapi juga tetap menjaga aktivitas sosial ekonomi dan kemasyarakatan dengan selalu mengikuti protokol kesehatan. Jangan panik berlebihan,” paparnya.

Sejauh ini kata Muda, upaya penanganan pandemi Covid-19 di Kabupaten Kubu Raya mendapatkan dukungan dari banyak pihak. Hal itu ditandai dengan terus mengalirnya donasi dan bantuan swasta dengan pemerintah baik pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten.

“Kalau hanya pemerintah yang bergerak, memang sangat berat. Namun jika semua pihak bergerak dan berinisiatif, tentu akan terasa ringan,” pungkasnya.(ash)

Most Read

Artikel Terbaru

/