alexametrics
31 C
Pontianak
Sunday, June 26, 2022

Tongkang Hantam Enam Rumah Warga

SUNGAI RAYA – Sebanyak enam rumah warga dan satu keramba ikan siap panen di pinggiran Sungai Kapuas di Gang Masjid Desa Arang Limbung, Kecamatan Sungai Raya rusak seketika. Rumah-rumah tersebut ditabrak kapal tongkang yang parkir tak jauh dari pemukiman warga di Desa Sungai Ambangah, Minggu (13/6) malam sekitar pukul 19.30 WIB.

Dari yang enam rumah yang ditabrak tersebut, empat rumah mengalami rusak parah, sedangkan dua rumah lainnya hanya rusak di bagian dapur. Kepala Desa Arang Limbung, Hendra Amri Rimbun memperkirakan, saat terjadi hujan, kapal tongkang yang sedang terparkir tersebut hanyut lantaran tali yang mengikatnya putus. Kemudian digambarkan dia, tongkang tersebut terlepas hingga pada akhirnya menabrak rumah warga.

“Saya melihat kelalaian pemilik tongkang ini, tidak ada pengawasan saat tali tongkang ini putus dan terlepas hingga menabrak rumah warga kami,” ucap Hendra kepada wartawan, Senin (14/6) di Sungai Raya.

Hendra menceritakan, saat tongkang menghantam rumah pertama, sang anak pemilik rumah langsung keluar dan bergerak cepat mengingatkan warga di sebelahnya untuk segera keluar dari rumah. Terlebih, dia menambahkan, terdapat satu warga di sebelah rumah sang bocah yang sedang mengalami stroke.

“Jadi saat mendapat kabar tongkang sudah menabrak rumah pertama warga yang stroke itu langsung dilarikan ke rumah warga lainnya yang dinilai aman dari hantaman kapal tongkang tersebut. Dan kami masih bersyukur karena tidak ada korban jiwa dalam musibah ini,” jelasnya.

Baca Juga :  Manfaatkan Pekarangan Rumah

Sementara waktu, lanjut Hendra, semua warga yang rumahnya mengalami kerusakan diungsikan ke rumah keluarga terdekat. Untuk membantu warga yang rumahnya telah rusak akibat ditabrak tongkang tersebut, Senin pagi (14/6) sekitar pukul 09.00 WIB, Pemerintah Desa Arang Limbung membantu untuk memfasilitasi pertemuan antara warga yang rumahnya rusak dengan pihak perushaan pemilik kapal tongkang. Pertemuan tersebut berlangsung di Pos Airud untuk mencarikan solusi terbaik atas musibah yang terjadi.

Disinggung mengenai nama perusahaan pemilik tongkang tersebut, Hendra mengaku kurang tahu pasti. “Kalau tidak salah perusahaan ini berdiri di belakang Anggrek, Pak Aseng (nama pemiliknya),” jelasnya.

“Kalau dimediasi pertama belum membuahkan hasil, rencananya dalam waktu dekat, kami akan kembali melakukan mediasi kedua dengan pihak perusahaan pemilik tongkang ini. Kami melihat dengan kejadian ini akan ada dampak trauma bagi warga kami. Karena kami nilai hal ini bisa terjadi juga merupakan kelalaian pihak perusahaan. Kami harapkan setidaknya pihak perusahaan bisa memberikan ganti rugi minimal Rp200juta bagi masing-masing rumah yang mengalami kerusakan ini,” ungkapnya.

Baca Juga :  Sebanyak 19 Ribu Rumah di Kapuas Hulu Diusulkan Dapat Bantuan

Sembari menunggu hasil mediasi dengan pihak perusahaan, Hendra pun berharap Pemerintah Kabupaten Kubu Raya melalui Dinas Sosial, Dinas Pemerintahan Desa, dan Pemberdayaan Masyarakat setempat bisa segera bertindak, untuk memberikan bantuan bagi korban yang rumahnya mengalami kerusakan ini.

Sementara itu, warga Desa Arang Limbung, Idris menceritakan pada Minggu malam (13/6) sekitar pukul 19.00 WIB, saat hujan, dirinya turun untuk menimba sampannya di pinggir sungai yang mulai tergenang hujan. Di saat yang bersamaan, Idris melihat sebuah tongkang tanpa muatan yang pakir di pinggiran sungai Desa Ambangah, hanyut menuju pesisir sungai Desa Arang Limbung.

“Ketika tahu ada tongkang yang hanyut, saya langsung kasih tahu warga untuk segera keluar dari rumah masing-masing. Tak lama waktu berselang sekitar pukul 19.30 WIB tongkang pun telah menabrak dan merobohkan enam rumah warga desa kami di pinggiran sungai ini. Dan bersyukurnya hanya rumah saja yang mengalami kerusakan dan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” pungkasnya. (ash)

SUNGAI RAYA – Sebanyak enam rumah warga dan satu keramba ikan siap panen di pinggiran Sungai Kapuas di Gang Masjid Desa Arang Limbung, Kecamatan Sungai Raya rusak seketika. Rumah-rumah tersebut ditabrak kapal tongkang yang parkir tak jauh dari pemukiman warga di Desa Sungai Ambangah, Minggu (13/6) malam sekitar pukul 19.30 WIB.

Dari yang enam rumah yang ditabrak tersebut, empat rumah mengalami rusak parah, sedangkan dua rumah lainnya hanya rusak di bagian dapur. Kepala Desa Arang Limbung, Hendra Amri Rimbun memperkirakan, saat terjadi hujan, kapal tongkang yang sedang terparkir tersebut hanyut lantaran tali yang mengikatnya putus. Kemudian digambarkan dia, tongkang tersebut terlepas hingga pada akhirnya menabrak rumah warga.

“Saya melihat kelalaian pemilik tongkang ini, tidak ada pengawasan saat tali tongkang ini putus dan terlepas hingga menabrak rumah warga kami,” ucap Hendra kepada wartawan, Senin (14/6) di Sungai Raya.

Hendra menceritakan, saat tongkang menghantam rumah pertama, sang anak pemilik rumah langsung keluar dan bergerak cepat mengingatkan warga di sebelahnya untuk segera keluar dari rumah. Terlebih, dia menambahkan, terdapat satu warga di sebelah rumah sang bocah yang sedang mengalami stroke.

“Jadi saat mendapat kabar tongkang sudah menabrak rumah pertama warga yang stroke itu langsung dilarikan ke rumah warga lainnya yang dinilai aman dari hantaman kapal tongkang tersebut. Dan kami masih bersyukur karena tidak ada korban jiwa dalam musibah ini,” jelasnya.

Baca Juga :  Muda Hanya Merasa Mengantuk

Sementara waktu, lanjut Hendra, semua warga yang rumahnya mengalami kerusakan diungsikan ke rumah keluarga terdekat. Untuk membantu warga yang rumahnya telah rusak akibat ditabrak tongkang tersebut, Senin pagi (14/6) sekitar pukul 09.00 WIB, Pemerintah Desa Arang Limbung membantu untuk memfasilitasi pertemuan antara warga yang rumahnya rusak dengan pihak perushaan pemilik kapal tongkang. Pertemuan tersebut berlangsung di Pos Airud untuk mencarikan solusi terbaik atas musibah yang terjadi.

Disinggung mengenai nama perusahaan pemilik tongkang tersebut, Hendra mengaku kurang tahu pasti. “Kalau tidak salah perusahaan ini berdiri di belakang Anggrek, Pak Aseng (nama pemiliknya),” jelasnya.

“Kalau dimediasi pertama belum membuahkan hasil, rencananya dalam waktu dekat, kami akan kembali melakukan mediasi kedua dengan pihak perusahaan pemilik tongkang ini. Kami melihat dengan kejadian ini akan ada dampak trauma bagi warga kami. Karena kami nilai hal ini bisa terjadi juga merupakan kelalaian pihak perusahaan. Kami harapkan setidaknya pihak perusahaan bisa memberikan ganti rugi minimal Rp200juta bagi masing-masing rumah yang mengalami kerusakan ini,” ungkapnya.

Baca Juga :  Warga Datangi BPN Kubu Raya

Sembari menunggu hasil mediasi dengan pihak perusahaan, Hendra pun berharap Pemerintah Kabupaten Kubu Raya melalui Dinas Sosial, Dinas Pemerintahan Desa, dan Pemberdayaan Masyarakat setempat bisa segera bertindak, untuk memberikan bantuan bagi korban yang rumahnya mengalami kerusakan ini.

Sementara itu, warga Desa Arang Limbung, Idris menceritakan pada Minggu malam (13/6) sekitar pukul 19.00 WIB, saat hujan, dirinya turun untuk menimba sampannya di pinggir sungai yang mulai tergenang hujan. Di saat yang bersamaan, Idris melihat sebuah tongkang tanpa muatan yang pakir di pinggiran sungai Desa Ambangah, hanyut menuju pesisir sungai Desa Arang Limbung.

“Ketika tahu ada tongkang yang hanyut, saya langsung kasih tahu warga untuk segera keluar dari rumah masing-masing. Tak lama waktu berselang sekitar pukul 19.30 WIB tongkang pun telah menabrak dan merobohkan enam rumah warga desa kami di pinggiran sungai ini. Dan bersyukurnya hanya rumah saja yang mengalami kerusakan dan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” pungkasnya. (ash)

Most Read

Artikel Terbaru

/