alexametrics
22.8 C
Pontianak
Sunday, August 14, 2022

Pengelolaan Internet  Desa untuk Masyarakat

SUNGAI RAYA – Pengelolaan internet desa yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bintang Baru Desa Parit Baru secara bertahap mulai menunjukkan perkembangan yang cukup baik. Kini omset pengelolaan internet desa tersebut mencapai sekitar Rp.53 juta perbulan.

Ketua BUMDes Bintang Baru,  Sutaman menceritakan, sejak awal diluncurkannya internet desa di Desa Parit Baru pada Januari 2021, jumlah warga yang menggunakan internet Desa masih terbilang sangat kecil. Dari data yang dimiliki, sejak Januari hingga April 2021 hanya 15 pengguna saja.

“Alhamdulillah, terhitung sejak bulan Mei sampai September kemarin jumlah pengguna terus bertambah hingga mencapai 216 user,” katanya kepada wartawan, Kamis (14/10) di Sungai Raya.

Seiring degan upaya terus meningkatkan pelayanan internet desa, Sutaman menargetkan hingga akhir tahun 2021 mendatang, pihaknya akan merealisasikan 500 pengguna internet di Desa Parit Baru. “Kami yakin, target itu bias tercapai, karena hingga saat ini sudah ada lebih dari 200 warga yang mengajukan permohonan untuk layanan internet desa,” jelasnya.

Ditanya mengenai tarif internet desa, kata Sutaman, untuk tarif internet desa, pihaknya memberikan harga bervariasi dan terjangkau sesuai dengan kapasitas internetnya. “Untuk 10 Mbps dikenakan biaya RP. 188 ribu sedangkan untuk warga yang menggunakan 20 Mbps dikenakan biaya Rp.251 ribu,” ujarnya.

Baca Juga :  Semangat Bangun Jalan Rabat Beton

Sutaman menjelaskan, sampai saat ini pihaknya baru memiliki 5 tenaga khusus Internet dan 2 marketing executive. Dari 7 tenaga ini tidak semuanya merupakan warga Desa Parit Baru, karena untuk tenaga teknis ini memang membutuhkan pendidikan yang sesuai jurusannya. “Ke 7 tenaga ini mayoritas merupakan tamatan SMK yang menguasai bidang digital. Tentunya dengan bertambah jumlah pelanggan internet desa ini, kita juga akan menambah tenaga sesuai dengan jangkauan Internet yang kita miliki”, ungkapnya.

Kepala Desa Parit Baru, Musa menambahkan, sejauh ini antusias masyarakat Desa Parit Baru cukup baik dalam menggunakan internet desa. Terlebih kata Musa, di masa pandemi banyak aktivitas yang dilakukan secara daring mulai dari sekolah, bekerja, rapat dan sejenisnya. “Jadi wajar saja seiring dengan perkembangan teknologi dan di era digitalisasi ini, membuat internet menjadi salah satu kebutuhan masyarakat. Dan di sisi lain, alhamdulillah secara bertahap dari pengelolaan internet desa di BUMDes kami saat ini secara bertahap mulai menunjukkan hasil yang baik, semoga saja ke depan pengelolaan dan pelayanannya bias terus ditingkatkan,” ungkap Musa.

Menurutnya, hingga saat ini sudah ada 216 warga tersebar di empat dusun di desa ini yang menggunakan internet desa dan ditambah tiga corporate yang berlokasi di Sungai Ambawang.

Baca Juga :  Nilai Pandemi Menjadi Inovasi Pembelajaran

“Dari jumlah pengguna internet desa ini, mayoritas warga menggunakan internet dengan kapasitas 10 Megabits Per Second (MBPs), meski demikian ada juga warga yang menggunakan internet berkapasitas 20 sampai 60 Mbps,” kata Musa.

Musa menambahkan, dari 216 warga pengguna internet desa ini pihaknya mampu menghasilkan omzet Rp.53 juta perbulan, yang mana hasil dari internet desa itu dimanfaatkan untuk membayar gaji karyawan dan untuk menambah pemasangan internet ke rumah warga yang sudah mendaftar.

“Alhamdulillah, perputaran uang yang dihasilkan dari mengelola internet desa ini cukup besar, mencapai Rp.53 juta perbulan. Sedangkan keuntungan yang kami dapat dari internet desa terhitung sejak Januari hingga September kemarin mencapai Rp.29 juta”, ujarnya.

Dia menyampaikan, semakin tingginya kebutuhan masyarakat akan layanan Internet desa ini membuat pihak akan terus menyiapkan konstruksi sistem manajemen yang ada di BUMDes Bintang Baru. “Dalam hal ini tentunya kita terus memperbaiki diri bagaimana layanan kita kepada masyarakat selalu baik sesuai tantangan di lapangan. Selain itu kita juga akan mengrekrutmen tenaga dengan menyesuaikan tuntutan masyarakat,” pungkasnya. (ash)

SUNGAI RAYA – Pengelolaan internet desa yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bintang Baru Desa Parit Baru secara bertahap mulai menunjukkan perkembangan yang cukup baik. Kini omset pengelolaan internet desa tersebut mencapai sekitar Rp.53 juta perbulan.

Ketua BUMDes Bintang Baru,  Sutaman menceritakan, sejak awal diluncurkannya internet desa di Desa Parit Baru pada Januari 2021, jumlah warga yang menggunakan internet Desa masih terbilang sangat kecil. Dari data yang dimiliki, sejak Januari hingga April 2021 hanya 15 pengguna saja.

“Alhamdulillah, terhitung sejak bulan Mei sampai September kemarin jumlah pengguna terus bertambah hingga mencapai 216 user,” katanya kepada wartawan, Kamis (14/10) di Sungai Raya.

Seiring degan upaya terus meningkatkan pelayanan internet desa, Sutaman menargetkan hingga akhir tahun 2021 mendatang, pihaknya akan merealisasikan 500 pengguna internet di Desa Parit Baru. “Kami yakin, target itu bias tercapai, karena hingga saat ini sudah ada lebih dari 200 warga yang mengajukan permohonan untuk layanan internet desa,” jelasnya.

Ditanya mengenai tarif internet desa, kata Sutaman, untuk tarif internet desa, pihaknya memberikan harga bervariasi dan terjangkau sesuai dengan kapasitas internetnya. “Untuk 10 Mbps dikenakan biaya RP. 188 ribu sedangkan untuk warga yang menggunakan 20 Mbps dikenakan biaya Rp.251 ribu,” ujarnya.

Baca Juga :  Semangat Bangun Jalan Rabat Beton

Sutaman menjelaskan, sampai saat ini pihaknya baru memiliki 5 tenaga khusus Internet dan 2 marketing executive. Dari 7 tenaga ini tidak semuanya merupakan warga Desa Parit Baru, karena untuk tenaga teknis ini memang membutuhkan pendidikan yang sesuai jurusannya. “Ke 7 tenaga ini mayoritas merupakan tamatan SMK yang menguasai bidang digital. Tentunya dengan bertambah jumlah pelanggan internet desa ini, kita juga akan menambah tenaga sesuai dengan jangkauan Internet yang kita miliki”, ungkapnya.

Kepala Desa Parit Baru, Musa menambahkan, sejauh ini antusias masyarakat Desa Parit Baru cukup baik dalam menggunakan internet desa. Terlebih kata Musa, di masa pandemi banyak aktivitas yang dilakukan secara daring mulai dari sekolah, bekerja, rapat dan sejenisnya. “Jadi wajar saja seiring dengan perkembangan teknologi dan di era digitalisasi ini, membuat internet menjadi salah satu kebutuhan masyarakat. Dan di sisi lain, alhamdulillah secara bertahap dari pengelolaan internet desa di BUMDes kami saat ini secara bertahap mulai menunjukkan hasil yang baik, semoga saja ke depan pengelolaan dan pelayanannya bias terus ditingkatkan,” ungkap Musa.

Menurutnya, hingga saat ini sudah ada 216 warga tersebar di empat dusun di desa ini yang menggunakan internet desa dan ditambah tiga corporate yang berlokasi di Sungai Ambawang.

Baca Juga :  Ditunggu Fasilitas Olah Raga Memadai

“Dari jumlah pengguna internet desa ini, mayoritas warga menggunakan internet dengan kapasitas 10 Megabits Per Second (MBPs), meski demikian ada juga warga yang menggunakan internet berkapasitas 20 sampai 60 Mbps,” kata Musa.

Musa menambahkan, dari 216 warga pengguna internet desa ini pihaknya mampu menghasilkan omzet Rp.53 juta perbulan, yang mana hasil dari internet desa itu dimanfaatkan untuk membayar gaji karyawan dan untuk menambah pemasangan internet ke rumah warga yang sudah mendaftar.

“Alhamdulillah, perputaran uang yang dihasilkan dari mengelola internet desa ini cukup besar, mencapai Rp.53 juta perbulan. Sedangkan keuntungan yang kami dapat dari internet desa terhitung sejak Januari hingga September kemarin mencapai Rp.29 juta”, ujarnya.

Dia menyampaikan, semakin tingginya kebutuhan masyarakat akan layanan Internet desa ini membuat pihak akan terus menyiapkan konstruksi sistem manajemen yang ada di BUMDes Bintang Baru. “Dalam hal ini tentunya kita terus memperbaiki diri bagaimana layanan kita kepada masyarakat selalu baik sesuai tantangan di lapangan. Selain itu kita juga akan mengrekrutmen tenaga dengan menyesuaikan tuntutan masyarakat,” pungkasnya. (ash)

Most Read

Artikel Terbaru

/