alexametrics
23.4 C
Pontianak
Sunday, August 14, 2022

Segera Fungsikan Pasar Rakyat Kuala Dua

SUNGAI RAYA — Setelah direvitalisasi, akhirnya Pasar Rakyat Kuala Dua yang terletak di Dusun Keramat I Desa Kuala Dua akan difungsikan pada 21 Januari mendatang.

Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian Kubu Raya, Norasari Arani mengatakan, revitalisasi pasar yang kerap disebut Pasar Keramat ini dilakukan merespon usulan masyarakat setempat, lantaran kondisi pasar dinilai sudah kurang kokoh dengan tiang-tiang yang hampir roboh.

Mengakomodir keluhan masyarakat tersebut, membuat pemerintah daerah setempat sejak tahun 2018 lalu melakukan revitaliasi Pasar Keramat bersamaan dengan revitalisasi pasar Rakyat Sejati di Jalan Pari Haji Muksin 2.

“Permohonan itu sudah ditindaklanjuti oleh Pemerintah Kabupaten Kubu Raya dengan melaksanakan pembangunan melalui Dana Alokasi Khusus Kementerian Perdagangan RI. Setelah jadi, tentulah pasar ini harus difungsikan. Artinya, pemerintah secara bertahap akan mulai menata lingkungan khususnya di Desa Kuala Dua,” kata Norasari pada saat sosialisasi rencana penempatan pasar baru, Selasa (14/1), di halaman Kantor Desa Kuala Dua.

Penataan lokasi sekitar Pasar Keramat lanjut Nora sangat diperlukan, apalagi saat ini terdapat banyak pedagang yang berjualan di pinggir jalan dan di tikungan. Sehingga sangat membahayakan keselamatan. Di sisi lain juga mengganggu ketertiban lalu lintas. Terlebih di areal Kuala Dua terdapat sejumlah objek penting seperti bandara, markas TNI Angkatan Udara, rumah sakit, dan sebagainya. “Sehingga ini sangat membahayakan keselamatan pedagang juga. Selain tentu mengganggu aktivitas masyarakat pemakai jalan,” ujarnya.

Agar tercipta suasan aman, nyaman dan tertib di sekitar penempatan pasar baru, kata Nora sangat dibutuhkan pentingnya kekompakan dari seluruh pedagang. Menurutnya, jika pedagang kompak, maka efektivitas keberadaan bangunan pasar akan terasa. Sebaliknya jika pedagang tidak kompak, ketertiban yang diharapkan tidak akan tercapai. Karena fokus akan terpecah dimana akan ada konsumen yang mencari gampang dengan berbelanja di pinggir jalan.

Baca Juga :  Anggota Parlemen Kubu Raya ikuti Rapid Test

“Yakinlah bahwa pasar itu pertemuan antara pembeli dan penjual. Jadi kalau pedagang kompak, konsumen sepanjang dia butuh pasti akan mencari untuk berbelanja. Kenapa kuncinya kompak? Karena kalau tidak kompak, sebagian masuk dan sebagian di luar, konsumen akan terpecah. Dia ngambil yang enak saja di tepi jalan,” paparnya.

Nora menegaskan secara aturan, pasar tidak diperbolehkan berada di tepi jalan raya. Dengan terkonsentrasinya pedagang di dalam sebuah bangunan pasar, maka penataan akan lebih mudah dilakukan. Selain itu di Pasar Keramat juga masih terdapat sisa lahan ke belakang.

“Jadi dari pemerintah tetap ada pembangunan secara bertahap. Supaya pelan-pelan pasar ini semakin besar. Itu dulu yang kita pegang,” ucapnya.

Ia menjelaskan, bangunan pasar merupakan milik pemerintah dan termasuk barang milik negara yang tidak boleh diperjualbelikan. Jadi masyarakat akan mendapatkan secara cuma-cuma dengan sistem undian. Warga diperkenankan berdagang selamanya di sana.

“Nanti kalau ternyata mungkin sudah pensiun atau uzur, untuk anaknya tidak apa-apa. Tetapi tidak boleh diperjualbelikan. Kalau ada yang tidak mau lagi jadi pedagang, cepat lapor ke instansi terkait. Jadi kita tetap prioritaskan pasar ini untuk masyarakat yang sudah jadi pedagang kemudian belum memiliki lapak,” jelasnya.

Kepala Desa Kuala Dua, Abbas, berterima kasih atas revitalisasi Pasar Keramat. Sebab pasar hasil revitalisasi memberikan kenyamanan kepada masyarakat. Sehingga diharapkan juga meningkatkan pendapatan  warga. Karena itu, dirinya mengajak warga mengikuti aturan-aturan yang ada.

Baca Juga :  Semangat Gotong-Royong Berkobar Dalam Jiwa Satgas TMMD

“Kami yakin tidak akan mungkin pemerintah daerah memberikan suatu yang tidak baik atau kurang bersinergi dengan desa. Bagaimanapun pemerintah punya tanggung jawab moral terhadap bagaimana kelangsungan terutama pedagang-pedagang yang ada di wilayah Desa Kuala Dua ini,” ungkapnya.

Abbas mengajak warga dan perangkat desa untuk bekerja sama membangun desa. Menurutnya, pedagang, pengguna jalan, dan elemen masyarakat lainnya saling terkait.

“Karena itu kami baik selaku perangkat desa sekaligus warga desa mohon untuk kita sama-sama ikut bekerja sama membangun desa sehingga mendapatkan hasil yang baik. Itu harapan selaku kepala desa di sini,” ucapnya.

Wakil Kepala Polres Kubu Raya, Amin Siddiq turut mengapresiasi kehadiran para pedagang dalam sosialisasi yang digelar pemerintah daerah. Ia menyebut perkembangan situasi dan kondisi jalan di wilayah Desa Kuala Dua cukup sempit sementara lalu lintas kian ramai. Hal itu menurutnya berpotensi mengundang kemacetan dan kecelakaan lalu lintas.

“Untuk mengantisipasi hal tersebut, pemerintah kabupaten sudah memikirkan solusinya. Jadi bukan berarti dipindahkan tanpa ada solusi. Solusi sudah dikerjakan, tinggal bagaimana solusi yang sudah dibuat ini bisa dilaksanakan sama-sama. Tujuannya tidak lain untuk menjadikan Kubu Raya lebih baik lagi,” ucapnya.

Menurut Amin Siddiq, keberadaan sejumlah pedagang di pinggir jalan tidak baik dari segi keamanan dan ketertiban. Karena itu, dia mengajak masyarakat mendukung revitalisasi pasar yang telah dilakukan pemerintah daerah.

“Yang jelas Kubu Raya milik kita. Kalau bukan kita yang mendukung program di daerah ini siapa lagi. Tidak mungkin meminta dukungan dari daerah lain. Mari kita bangun Kubu Raya ke depan lebih baik,” pungkasnya. (ash)

SUNGAI RAYA — Setelah direvitalisasi, akhirnya Pasar Rakyat Kuala Dua yang terletak di Dusun Keramat I Desa Kuala Dua akan difungsikan pada 21 Januari mendatang.

Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian Kubu Raya, Norasari Arani mengatakan, revitalisasi pasar yang kerap disebut Pasar Keramat ini dilakukan merespon usulan masyarakat setempat, lantaran kondisi pasar dinilai sudah kurang kokoh dengan tiang-tiang yang hampir roboh.

Mengakomodir keluhan masyarakat tersebut, membuat pemerintah daerah setempat sejak tahun 2018 lalu melakukan revitaliasi Pasar Keramat bersamaan dengan revitalisasi pasar Rakyat Sejati di Jalan Pari Haji Muksin 2.

“Permohonan itu sudah ditindaklanjuti oleh Pemerintah Kabupaten Kubu Raya dengan melaksanakan pembangunan melalui Dana Alokasi Khusus Kementerian Perdagangan RI. Setelah jadi, tentulah pasar ini harus difungsikan. Artinya, pemerintah secara bertahap akan mulai menata lingkungan khususnya di Desa Kuala Dua,” kata Norasari pada saat sosialisasi rencana penempatan pasar baru, Selasa (14/1), di halaman Kantor Desa Kuala Dua.

Penataan lokasi sekitar Pasar Keramat lanjut Nora sangat diperlukan, apalagi saat ini terdapat banyak pedagang yang berjualan di pinggir jalan dan di tikungan. Sehingga sangat membahayakan keselamatan. Di sisi lain juga mengganggu ketertiban lalu lintas. Terlebih di areal Kuala Dua terdapat sejumlah objek penting seperti bandara, markas TNI Angkatan Udara, rumah sakit, dan sebagainya. “Sehingga ini sangat membahayakan keselamatan pedagang juga. Selain tentu mengganggu aktivitas masyarakat pemakai jalan,” ujarnya.

Agar tercipta suasan aman, nyaman dan tertib di sekitar penempatan pasar baru, kata Nora sangat dibutuhkan pentingnya kekompakan dari seluruh pedagang. Menurutnya, jika pedagang kompak, maka efektivitas keberadaan bangunan pasar akan terasa. Sebaliknya jika pedagang tidak kompak, ketertiban yang diharapkan tidak akan tercapai. Karena fokus akan terpecah dimana akan ada konsumen yang mencari gampang dengan berbelanja di pinggir jalan.

Baca Juga :  Fungsikan Selokan Jadi Tempat Budi Daya Ikan

“Yakinlah bahwa pasar itu pertemuan antara pembeli dan penjual. Jadi kalau pedagang kompak, konsumen sepanjang dia butuh pasti akan mencari untuk berbelanja. Kenapa kuncinya kompak? Karena kalau tidak kompak, sebagian masuk dan sebagian di luar, konsumen akan terpecah. Dia ngambil yang enak saja di tepi jalan,” paparnya.

Nora menegaskan secara aturan, pasar tidak diperbolehkan berada di tepi jalan raya. Dengan terkonsentrasinya pedagang di dalam sebuah bangunan pasar, maka penataan akan lebih mudah dilakukan. Selain itu di Pasar Keramat juga masih terdapat sisa lahan ke belakang.

“Jadi dari pemerintah tetap ada pembangunan secara bertahap. Supaya pelan-pelan pasar ini semakin besar. Itu dulu yang kita pegang,” ucapnya.

Ia menjelaskan, bangunan pasar merupakan milik pemerintah dan termasuk barang milik negara yang tidak boleh diperjualbelikan. Jadi masyarakat akan mendapatkan secara cuma-cuma dengan sistem undian. Warga diperkenankan berdagang selamanya di sana.

“Nanti kalau ternyata mungkin sudah pensiun atau uzur, untuk anaknya tidak apa-apa. Tetapi tidak boleh diperjualbelikan. Kalau ada yang tidak mau lagi jadi pedagang, cepat lapor ke instansi terkait. Jadi kita tetap prioritaskan pasar ini untuk masyarakat yang sudah jadi pedagang kemudian belum memiliki lapak,” jelasnya.

Kepala Desa Kuala Dua, Abbas, berterima kasih atas revitalisasi Pasar Keramat. Sebab pasar hasil revitalisasi memberikan kenyamanan kepada masyarakat. Sehingga diharapkan juga meningkatkan pendapatan  warga. Karena itu, dirinya mengajak warga mengikuti aturan-aturan yang ada.

Baca Juga :  Polisi Siagakan Aparat Jelang Natal dan Tahun Baru

“Kami yakin tidak akan mungkin pemerintah daerah memberikan suatu yang tidak baik atau kurang bersinergi dengan desa. Bagaimanapun pemerintah punya tanggung jawab moral terhadap bagaimana kelangsungan terutama pedagang-pedagang yang ada di wilayah Desa Kuala Dua ini,” ungkapnya.

Abbas mengajak warga dan perangkat desa untuk bekerja sama membangun desa. Menurutnya, pedagang, pengguna jalan, dan elemen masyarakat lainnya saling terkait.

“Karena itu kami baik selaku perangkat desa sekaligus warga desa mohon untuk kita sama-sama ikut bekerja sama membangun desa sehingga mendapatkan hasil yang baik. Itu harapan selaku kepala desa di sini,” ucapnya.

Wakil Kepala Polres Kubu Raya, Amin Siddiq turut mengapresiasi kehadiran para pedagang dalam sosialisasi yang digelar pemerintah daerah. Ia menyebut perkembangan situasi dan kondisi jalan di wilayah Desa Kuala Dua cukup sempit sementara lalu lintas kian ramai. Hal itu menurutnya berpotensi mengundang kemacetan dan kecelakaan lalu lintas.

“Untuk mengantisipasi hal tersebut, pemerintah kabupaten sudah memikirkan solusinya. Jadi bukan berarti dipindahkan tanpa ada solusi. Solusi sudah dikerjakan, tinggal bagaimana solusi yang sudah dibuat ini bisa dilaksanakan sama-sama. Tujuannya tidak lain untuk menjadikan Kubu Raya lebih baik lagi,” ucapnya.

Menurut Amin Siddiq, keberadaan sejumlah pedagang di pinggir jalan tidak baik dari segi keamanan dan ketertiban. Karena itu, dia mengajak masyarakat mendukung revitalisasi pasar yang telah dilakukan pemerintah daerah.

“Yang jelas Kubu Raya milik kita. Kalau bukan kita yang mendukung program di daerah ini siapa lagi. Tidak mungkin meminta dukungan dari daerah lain. Mari kita bangun Kubu Raya ke depan lebih baik,” pungkasnya. (ash)

Most Read

Artikel Terbaru

/