alexametrics
32.8 C
Pontianak
Wednesday, August 10, 2022

Antisipasi Karhutla, Pemkab Gencarkan Sosialisasi

SEI RAYA – Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Kubu Raya, Elfizar Idrus mengingatkan bahwa dalam beberapa waktu terakhir curah hujan di Kubu Raya kian sedikit. Untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla), pihaknya melakukan sosialisasi bagi masyarakat, perusahaan perkebunan, pemilik kebun pribadi, dan sejumlah pihak terkait lainnya .

Diharapkan semua pihak dapat bersama-sama menjaga lingkungan sekitar dan lokasi perkebunan masing-masing agar terhindar dari karhutla.  “Selain mengedukasi masyarakat, di beberapa titik desa yang rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan juga sudah kami pasang spanduk imbauan bagi masyarakat untuk sama-sama mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan,” kata Elfizar kepada wartawan Senin (15/2) di Sungai Raya.

Belum lama ini pihaknya juga telah melayangkan surat imbauan kepada perusahaan perkebunan, pemilik perkebunan pribadi, masyarakat, dan sejumlah pihak terkait lain untuk sama-sama sejak dini melakukan antisipasi dan mencegah terjadinya karhutla.

Baca Juga :  Banjir Jelang Natal dan Tahun Baru; 10 Hari Warga Tak Bekerja

Berdasarkan data Disbun Kubu Raya, dari 28 perusahaan perkebunan yang beroperasi di Kubu Raya, semuanya dipastikan sudah memiliki alat pemadam kebakaran sendiri. “Di sisi lain, pihak perusahaan kebun ini juga ada yang merangkul masyarakat untuk sama-sama menjaga lingkungan dengan membentuk kelompok masyarakat siaga api,” jelasnya.

Mengamati sejumlah kasus kebakaran lahan yang terjadi di lapangan, Elfizar menilai sebagian besar terjadi akibat ketidaksengajaan. “Kalau orang Melayu bilang tu telajak. Niat mau bakar sedikit, tapi karena api cepat menyebar dan peralatan pemadaman yang dimiliki tidak memadai, jadi kebakaran meluas,” jelasnya.

Efizar mengakui, Kubu Raya  memiliki lahan gambut yang luas dan rawan kebakaran. Namun, kata dia, lahan gambut tersebut sudah tidak lagi memiliki tegakan kayu. Kalaupun terjadi kebakaran, diperkirakan itu bukan akibat gesekan kayu.

“Kalau di dalam hutan itu mungkin saja, jika kayu bertemu dengan kayu, bergesek bisa jadi api. Tapi sekarang, karena tidak ada lagi tegakan kayunya, saya pikir ada yang membakar, walaupun ibaratnya telajak, api tidak bisa dibendung dan merembet ke daerah yang lebih luas,” jelasnya.

Baca Juga :  177 Hotspot Papar Kalbar, Atmosfer Tak Stabil, Monsun Asia Dominasi Wilayah Indonesia

Ditanya daerah mana yang kerap terjadi karhutla, berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, yang rentan menurutnya adalah Rasau Jaya dan Sungai Raya. Untuk menghindari terjadinya kebakaran yang meluas, saat ini mereka mewajibkan masyarakat yang ingin membakar di lahan pribadi yang letaknya tak jauh dari perkebunan perusahaan untuk melapor.

“Tujuannya karena perusahaan perkebunan kan saat ini sudah dilengkapi dengan alat pemadam kebakaran, jadi jika sewaktu-waktu terjadi kebakaran bisa lebih cepat ditangani. Jadi harus ada kerja sama dengan areal konsesi yang berdekatan dengan pemilik perkebunan pribadi. Jadi setiap sosialisasi hal ini juga kami sampaikan. Mari kita sama-sama saling menjagalah lingkungan di tempat tinggal kita,” ucap Elfizar. (ash)

SEI RAYA – Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Kubu Raya, Elfizar Idrus mengingatkan bahwa dalam beberapa waktu terakhir curah hujan di Kubu Raya kian sedikit. Untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla), pihaknya melakukan sosialisasi bagi masyarakat, perusahaan perkebunan, pemilik kebun pribadi, dan sejumlah pihak terkait lainnya .

Diharapkan semua pihak dapat bersama-sama menjaga lingkungan sekitar dan lokasi perkebunan masing-masing agar terhindar dari karhutla.  “Selain mengedukasi masyarakat, di beberapa titik desa yang rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan juga sudah kami pasang spanduk imbauan bagi masyarakat untuk sama-sama mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan,” kata Elfizar kepada wartawan Senin (15/2) di Sungai Raya.

Belum lama ini pihaknya juga telah melayangkan surat imbauan kepada perusahaan perkebunan, pemilik perkebunan pribadi, masyarakat, dan sejumlah pihak terkait lain untuk sama-sama sejak dini melakukan antisipasi dan mencegah terjadinya karhutla.

Baca Juga :  Melanggar, Siap-siap Disanksi Adat

Berdasarkan data Disbun Kubu Raya, dari 28 perusahaan perkebunan yang beroperasi di Kubu Raya, semuanya dipastikan sudah memiliki alat pemadam kebakaran sendiri. “Di sisi lain, pihak perusahaan kebun ini juga ada yang merangkul masyarakat untuk sama-sama menjaga lingkungan dengan membentuk kelompok masyarakat siaga api,” jelasnya.

Mengamati sejumlah kasus kebakaran lahan yang terjadi di lapangan, Elfizar menilai sebagian besar terjadi akibat ketidaksengajaan. “Kalau orang Melayu bilang tu telajak. Niat mau bakar sedikit, tapi karena api cepat menyebar dan peralatan pemadaman yang dimiliki tidak memadai, jadi kebakaran meluas,” jelasnya.

Efizar mengakui, Kubu Raya  memiliki lahan gambut yang luas dan rawan kebakaran. Namun, kata dia, lahan gambut tersebut sudah tidak lagi memiliki tegakan kayu. Kalaupun terjadi kebakaran, diperkirakan itu bukan akibat gesekan kayu.

“Kalau di dalam hutan itu mungkin saja, jika kayu bertemu dengan kayu, bergesek bisa jadi api. Tapi sekarang, karena tidak ada lagi tegakan kayunya, saya pikir ada yang membakar, walaupun ibaratnya telajak, api tidak bisa dibendung dan merembet ke daerah yang lebih luas,” jelasnya.

Baca Juga :  Kebakaran Lahan Nyaris Lahap Lembaga Pendidikan Tuna Netra

Ditanya daerah mana yang kerap terjadi karhutla, berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, yang rentan menurutnya adalah Rasau Jaya dan Sungai Raya. Untuk menghindari terjadinya kebakaran yang meluas, saat ini mereka mewajibkan masyarakat yang ingin membakar di lahan pribadi yang letaknya tak jauh dari perkebunan perusahaan untuk melapor.

“Tujuannya karena perusahaan perkebunan kan saat ini sudah dilengkapi dengan alat pemadam kebakaran, jadi jika sewaktu-waktu terjadi kebakaran bisa lebih cepat ditangani. Jadi harus ada kerja sama dengan areal konsesi yang berdekatan dengan pemilik perkebunan pribadi. Jadi setiap sosialisasi hal ini juga kami sampaikan. Mari kita sama-sama saling menjagalah lingkungan di tempat tinggal kita,” ucap Elfizar. (ash)

Most Read

Artikel Terbaru

/