alexametrics
31.7 C
Pontianak
Monday, August 8, 2022

BPBD Mulai Pantau Daerah yang Rentan Karhutla

SUNGAI RAYA – Kepala Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Kubu Raya, Mokhtar mengatakan, memasuki musim kemarau membuat pihaknya harus bekerja lebih maksimal dalam memantau terjadinya potensi kebakaran hutan dan lahan di Kubu Raya. Mokhtar menceritakan, pada Minggu (14/2) lalu sempat terjadi kebakaran di sekitar wilayah Sungai Raya Dalam, dengan luasan sekitar 50 meter x 50 meter. Ketika mengetahui terjadi kebakaran lahan yang tak jauh dari pemukiman warga, pihaknya langsung berupaya memadamkan api.

“Alhamdulillah api bisa cepat dipadamkan dan kebakaran tidak sempat meluas. Semoga saja masyarakat dan semua pihak terkait lainnya bisa lebih siaga dan sama-sama menjaga lingkungan di daerah masing-masing, agar terhindar dari kebakaran lahan ini,” kata Mokhtar kepada wartawan, Senin (15/2) di Kantor Bupati Kubu Raya.

Selain di Sungai Raya Dalam, sebelumnya mereka berhasil mengendus satu titik api di Kubu, dua titik di Rasau Jaya, dan tiga titik di Sungai Kakap, tepatnya di Punggur.

Mengantisipasi kembali terjadinya kebakaran lahan di kawasan yang sama, Mokhtar pun mengimbau para personelnya di lapangan untuk kembali memantau sejumlah titik api yang sudah dipadamkan. “Perlu saya pikir titik-titik yang sudah dipadamkan itu dipantau lagi untuk mencegah agar api tidak hidup lagi,” jelasnya.

Saat ditanya sudah berapa banyak luas lahan di Kubu Raya yang terbakar memasuki musim kemarau tahun ini, diperkirakan dia, belum sampai setengah hektare. “Kalau pun ada terpantau titik panas di Kubu Raya itu, karena adanya pembakaran seperti sampah dan sejenisnya dari masyarakat yang membersihkan lahan. Tapi alhamdulillah pembakaran yang dilakukan masih skala kecil mengikuti aturan, ditumpuk dulu lalu dibakar.  Karena panas, sehingga terpantaulah di BMKG dan tercatat menjadi titik panas,” paparnya.

Baca Juga :  BPBD Minta Laporan dari Camat dan Desa

Disinggung mengenai upaya BPBD Kubu Raya dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan di Kubu Raya, saat ini pihaknya kian melakukan patroli, terutama di sejumlah tempat yang dinilai rentan terjadi kebakaran hutan dan lahan. Di sisi lain, pihaknya juga selalu berkoordinasi dan memantau perkembangan cuaca dari BMKG Supadio.

“Hari ini laporan yang masuk ada lima titik panas di Kubu Raya. Titik-titik ini sudah kami ketahui, dan tim dari BPBD juag sudah melakukan pemantauan. Namun setelah kami cek di lapangan belum terlalu riskan. Artinya ada pembakaran, namun masih mengikuti aturan. ditumpuk dulu baru dibakar,” ungkapnya. “Kami mengimbau ke masyarakat dan semua pihak  terkait lainnya, kalau pun ingin membakar seperti sampah kotoran lahan yang dibersihan dan sejenisnya, saat membakar jangan ditinggal dan harus dipantau sampai apinya benar-benar padam,” jelasnya.

Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan menambahkan, dalam upaya mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan di Kubu Raya, sejak awal melalui dinas terkait mereka juga sudah membuat surat edaran bagi masyarakat, pihak perusahaan, dan sejumlah pihak terkait lainnya. Kepada mereka Bupati meminta untuk sama-sama menjaga lingkungan masing-masing, agar terhindar dari kebakaran hutan dan lahan.

“Saya lihat beberapa waktu terakhir, koordinasi lintas sektor untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan juga sudah semakin baik, hingga ke tingkat desa sudah baik, karena seperti program mitigasi bencana itu jugasudah ada hingga tingkat desa,” jelas Muda.

Baca Juga :  Paulus Gantikan Posisi Usman A. Rasyid 

Menurut Muda, cara lain yang bisa dilakukan masyarakat untuk menjaga lahan yakni dengan memberdayakan dan mengolah lahan, agar tidak mudah terbakar. Dimisalkan dia dengan menanam jahe, jagung dan sejumlah tanaman lainnya.

“Tapi saya meyakini masyarakat Kubu Raya sudah banyak yang tidak membakar lahan. Saya pantau saat ini banyak masyarakat yang sudah menerapkan membuka lahan tanpa bakar dan dengan cara organik dan lebih ramah lingkungan,” jelasnya.

Kendati meyakini sudah banyak masyarakat yang membuka lahan tanpa bakar, Muda kembali mengingatkan semua pihak agar menghindari aktivitas membakar lahan, terutama saat masuk musim kemarau. “Selain lahan yang terbakar, asapnya juga bisa menyebabkan ISPA, kasihan juga kita semua nanti yang kena imbas, terlebih di sisi lain pandemi Covid-19 juga belum selesai. Jadi mari sama-sama-sama kita jaga lingkungan tempat tinggal kita masing-masing untuk terhindari dari kebakaran baik hutan maupun lahan,” papar Muda.

Di kesempatan yang sama, Muda menambahkan bahwa pihaknya juga terus merangkul keterlibatan pihak perusahaan, khususnya perusahaan perkebunan di Kubu Raya, untuk sama-sama mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan di Kubu Raya. “Jadi kalau kami pantau sudah beberapa hari tidak hujan, kami langsung layangkan sudah imbauan ke pihakperusahaan untu sama-sama melakukan antisipasi terjadinya karhutla. Dan saya lihat saat ini banyak perusahaan juga terlibat dalam mitigasi dan melibatkan masyarakt sekitar perusahana untuk sama-sama menjaga, agar terhindari dari kebakaran hutan dan lahan ini,” pungkasnya. (ash)

SUNGAI RAYA – Kepala Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Kubu Raya, Mokhtar mengatakan, memasuki musim kemarau membuat pihaknya harus bekerja lebih maksimal dalam memantau terjadinya potensi kebakaran hutan dan lahan di Kubu Raya. Mokhtar menceritakan, pada Minggu (14/2) lalu sempat terjadi kebakaran di sekitar wilayah Sungai Raya Dalam, dengan luasan sekitar 50 meter x 50 meter. Ketika mengetahui terjadi kebakaran lahan yang tak jauh dari pemukiman warga, pihaknya langsung berupaya memadamkan api.

“Alhamdulillah api bisa cepat dipadamkan dan kebakaran tidak sempat meluas. Semoga saja masyarakat dan semua pihak terkait lainnya bisa lebih siaga dan sama-sama menjaga lingkungan di daerah masing-masing, agar terhindar dari kebakaran lahan ini,” kata Mokhtar kepada wartawan, Senin (15/2) di Kantor Bupati Kubu Raya.

Selain di Sungai Raya Dalam, sebelumnya mereka berhasil mengendus satu titik api di Kubu, dua titik di Rasau Jaya, dan tiga titik di Sungai Kakap, tepatnya di Punggur.

Mengantisipasi kembali terjadinya kebakaran lahan di kawasan yang sama, Mokhtar pun mengimbau para personelnya di lapangan untuk kembali memantau sejumlah titik api yang sudah dipadamkan. “Perlu saya pikir titik-titik yang sudah dipadamkan itu dipantau lagi untuk mencegah agar api tidak hidup lagi,” jelasnya.

Saat ditanya sudah berapa banyak luas lahan di Kubu Raya yang terbakar memasuki musim kemarau tahun ini, diperkirakan dia, belum sampai setengah hektare. “Kalau pun ada terpantau titik panas di Kubu Raya itu, karena adanya pembakaran seperti sampah dan sejenisnya dari masyarakat yang membersihkan lahan. Tapi alhamdulillah pembakaran yang dilakukan masih skala kecil mengikuti aturan, ditumpuk dulu lalu dibakar.  Karena panas, sehingga terpantaulah di BMKG dan tercatat menjadi titik panas,” paparnya.

Baca Juga :  Mantapkan Persiapan MTQ

Disinggung mengenai upaya BPBD Kubu Raya dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan di Kubu Raya, saat ini pihaknya kian melakukan patroli, terutama di sejumlah tempat yang dinilai rentan terjadi kebakaran hutan dan lahan. Di sisi lain, pihaknya juga selalu berkoordinasi dan memantau perkembangan cuaca dari BMKG Supadio.

“Hari ini laporan yang masuk ada lima titik panas di Kubu Raya. Titik-titik ini sudah kami ketahui, dan tim dari BPBD juag sudah melakukan pemantauan. Namun setelah kami cek di lapangan belum terlalu riskan. Artinya ada pembakaran, namun masih mengikuti aturan. ditumpuk dulu baru dibakar,” ungkapnya. “Kami mengimbau ke masyarakat dan semua pihak  terkait lainnya, kalau pun ingin membakar seperti sampah kotoran lahan yang dibersihan dan sejenisnya, saat membakar jangan ditinggal dan harus dipantau sampai apinya benar-benar padam,” jelasnya.

Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan menambahkan, dalam upaya mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan di Kubu Raya, sejak awal melalui dinas terkait mereka juga sudah membuat surat edaran bagi masyarakat, pihak perusahaan, dan sejumlah pihak terkait lainnya. Kepada mereka Bupati meminta untuk sama-sama menjaga lingkungan masing-masing, agar terhindar dari kebakaran hutan dan lahan.

“Saya lihat beberapa waktu terakhir, koordinasi lintas sektor untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan juga sudah semakin baik, hingga ke tingkat desa sudah baik, karena seperti program mitigasi bencana itu jugasudah ada hingga tingkat desa,” jelas Muda.

Baca Juga :  BPBD Kembali Bentuk Relawan Pemadam

Menurut Muda, cara lain yang bisa dilakukan masyarakat untuk menjaga lahan yakni dengan memberdayakan dan mengolah lahan, agar tidak mudah terbakar. Dimisalkan dia dengan menanam jahe, jagung dan sejumlah tanaman lainnya.

“Tapi saya meyakini masyarakat Kubu Raya sudah banyak yang tidak membakar lahan. Saya pantau saat ini banyak masyarakat yang sudah menerapkan membuka lahan tanpa bakar dan dengan cara organik dan lebih ramah lingkungan,” jelasnya.

Kendati meyakini sudah banyak masyarakat yang membuka lahan tanpa bakar, Muda kembali mengingatkan semua pihak agar menghindari aktivitas membakar lahan, terutama saat masuk musim kemarau. “Selain lahan yang terbakar, asapnya juga bisa menyebabkan ISPA, kasihan juga kita semua nanti yang kena imbas, terlebih di sisi lain pandemi Covid-19 juga belum selesai. Jadi mari sama-sama-sama kita jaga lingkungan tempat tinggal kita masing-masing untuk terhindari dari kebakaran baik hutan maupun lahan,” papar Muda.

Di kesempatan yang sama, Muda menambahkan bahwa pihaknya juga terus merangkul keterlibatan pihak perusahaan, khususnya perusahaan perkebunan di Kubu Raya, untuk sama-sama mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan di Kubu Raya. “Jadi kalau kami pantau sudah beberapa hari tidak hujan, kami langsung layangkan sudah imbauan ke pihakperusahaan untu sama-sama melakukan antisipasi terjadinya karhutla. Dan saya lihat saat ini banyak perusahaan juga terlibat dalam mitigasi dan melibatkan masyarakt sekitar perusahana untuk sama-sama menjaga, agar terhindari dari kebakaran hutan dan lahan ini,” pungkasnya. (ash)

Most Read

Artikel Terbaru

/