alexametrics
25 C
Pontianak
Saturday, July 2, 2022

Bupati Inginkan Hasil Pembangunan Terukur

SUNGAI RAYA – Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan menginginkan hasil pembangunan yang terukur dan capaiannya maksimal di Kubu Raya. Terlebih diingatkan dia juga bahwa sudah diamanahkan melalui APBD untuk mengoptimalkan pembangunan dengan bentuk investasi baik secara fisik maupun nonfisik.

“Investasi berupa fisik dan nonfisik ini dalam anggaran pasti ada saja kurangnya. Termasuk dalam hal penganggaran sudah menjadi tugas kami bagaimana meramunya menjadi lebih efektif. Dalam pembangunan kita tidak bisa sekaligus tuntaskan semua, pasti dilakukan secara bertahap,”  kata Muda usai membuka   Rapat Koordinasi Stakeholder Pembangunan Kubu Raya, Senin (15/2) di Aula Kantor Bupati Kubu Raya.

Di sisi lain untuk mendorong percepatan pembangunan, kata Muda, pengelolaan dana desa juga juga terus dioptimalkan. “Dengan keterbatasan yang ada, namun bisa mengoptimalkan pembangunan ini, cara kita adalah bagaimana merangkul semua stakeholder, baik pihak swasta maupun NGO untuk sama-sama membangun daerah. Karena mereka itu juga punya program, baik itu program lingkungan, isu sumber daya alam, yang bergerak disektor pemberdayaan perempuan, isu gender, isu-isu kesehatan, pendidikan dan sejumlah program lainnya,” paparnya.

Baca Juga :  Anggota Satgas TMMD Ke-111 Kodim 1207/Pontianak Bersama Warga Uruk Jalan

Muda mengakui, semua program yang dilakukan pihak swasta dan NGO di Kubu Raya melalui program kegiatan masing-masing, tentu memberikan banyak kontribusi untuk mempercepat pembangunan di Kubu Raya.

“Saat ini kami juga sudah menerapkan sistem data berbasis geospasial, by name, by addres, by NIK, dengan data ini bisa memudahkan rekan-rekan baik itu pihak swasta dan NGO dalam menetapkan sasaran kegiatan yang akan dilakukan lapangan sehingga lebih terarah dan terukur juga hasilnya,” jelasnya.

Agar roda pemerintahan bisa berjalan maksimal, Muda juga selalu menginginkan adanya pengawasan atau pengawalan dari tingkat bawah, termasuk masyarakat, dan para NGO. “Jadi apa yang dilakukan pemerinrtah, baik itu masyarakat dan teman-teman NGO juga bisa turut melakukan pengawasan melalui pendampingannya di lapangan hingga ke tingkat desa,” ucap Muda. (ash)

SUNGAI RAYA – Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan menginginkan hasil pembangunan yang terukur dan capaiannya maksimal di Kubu Raya. Terlebih diingatkan dia juga bahwa sudah diamanahkan melalui APBD untuk mengoptimalkan pembangunan dengan bentuk investasi baik secara fisik maupun nonfisik.

“Investasi berupa fisik dan nonfisik ini dalam anggaran pasti ada saja kurangnya. Termasuk dalam hal penganggaran sudah menjadi tugas kami bagaimana meramunya menjadi lebih efektif. Dalam pembangunan kita tidak bisa sekaligus tuntaskan semua, pasti dilakukan secara bertahap,”  kata Muda usai membuka   Rapat Koordinasi Stakeholder Pembangunan Kubu Raya, Senin (15/2) di Aula Kantor Bupati Kubu Raya.

Di sisi lain untuk mendorong percepatan pembangunan, kata Muda, pengelolaan dana desa juga juga terus dioptimalkan. “Dengan keterbatasan yang ada, namun bisa mengoptimalkan pembangunan ini, cara kita adalah bagaimana merangkul semua stakeholder, baik pihak swasta maupun NGO untuk sama-sama membangun daerah. Karena mereka itu juga punya program, baik itu program lingkungan, isu sumber daya alam, yang bergerak disektor pemberdayaan perempuan, isu gender, isu-isu kesehatan, pendidikan dan sejumlah program lainnya,” paparnya.

Baca Juga :  Pembangunan Rusun UNU Dimulai

Muda mengakui, semua program yang dilakukan pihak swasta dan NGO di Kubu Raya melalui program kegiatan masing-masing, tentu memberikan banyak kontribusi untuk mempercepat pembangunan di Kubu Raya.

“Saat ini kami juga sudah menerapkan sistem data berbasis geospasial, by name, by addres, by NIK, dengan data ini bisa memudahkan rekan-rekan baik itu pihak swasta dan NGO dalam menetapkan sasaran kegiatan yang akan dilakukan lapangan sehingga lebih terarah dan terukur juga hasilnya,” jelasnya.

Agar roda pemerintahan bisa berjalan maksimal, Muda juga selalu menginginkan adanya pengawasan atau pengawalan dari tingkat bawah, termasuk masyarakat, dan para NGO. “Jadi apa yang dilakukan pemerinrtah, baik itu masyarakat dan teman-teman NGO juga bisa turut melakukan pengawasan melalui pendampingannya di lapangan hingga ke tingkat desa,” ucap Muda. (ash)

Most Read

Artikel Terbaru

/