alexametrics
32 C
Pontianak
Thursday, August 11, 2022

Harus Mampu Mutakhirkan DTKS

SUNGAI RAYA – Sekretaris Daerah (Sekda) Kubu Raya Yusran Anizam, menginginkan setiap tenaga pendata di kabupaten ini, bisa melaksanakan pendataan pemutakhiran data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS). Harapan dia, ke depan sudah tidak ada lagi kekeliruan terhadap jumlah data yang dimiliki.
“Ini aplikasinya di-upgrade, yang kemarin tahun 2020 masih versi 2.4.1 dan sekarang menjadi 2.5.1,” kata Sekda, Selasa (16/2) usai membuka Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG) versi 2.5.1 dalam Rangka Percepatan Pemutakhiran Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) di Kabupaten Kubu Raya, yang berlangsung di Ruang Praja Utama Kantor Bupati Kubu Raya.
Yusran menilai kegiatan tersebut sangat strategis, sekaligus memotivasi para tenaga lapangan melakukan pemutakhiran DTKS. “Target kita di bulan Maret sudah selesai offline-nya, sehingga di bulan Oktober, kita sudah bisa online-kan untuk Kementerian Sosial. Manfaat ini tentu banyak sektor, baik itu untuk bantuan-bantuan sosial, BPJS, dan untuk subsidi berbagai macam. Itu manfaatnya dari data ini,” ucapnya.
Yusran menambahkan, DTKS yang ada saat ini sudah sekitar 6 tahun tidak dilakukan pemuktahirkan, sehingga diperkirakan ada kesalahan dalam pendataan. “Tahun 2020 lalu, kita mulai pemutakhiran satu kecamatan, kita fokus dan bertahap. Mudah-mudahan dengan ini, seluruh kecamatan bisa dimutakhirkan datanya, sehingga tidak ada lagi permasalahan mengenai penataan,” harapnya.
Yusran meminta dengan semua pihak agar bergerak, lantaran mereka mengendus bahwa ekonomi sebagian besar berasal dari sektor pertanian dan peternakan. Diakui dia di masa pandemi, harga dari kedua sektor masih bagus, seperti komoditas sawit yang justru meningkat harganya.
“Kita bergerak di sektor industri primer. Tapi yang di hilir, seperti UMKM, masih mengkhawatirkan. Angka kemiskinan menurun, karena banyak bantuan-bantuan yang disalurkan terhadap masyarakat, minimal kebutuhan beras terpenuhi,” terangnya.
Disinggung mengenai angka kemiskinan, kata Yusran, hal tersebut menjadi tanggung jawab bersama. Untuk mengetahui secara rinci angka kemiskinan di Kubu Raya saat ini, peran tim pendata ini, menurut dia, sangat dibutuhkan untuk melakukan pemutakhiran data di lapangan.
“Data ini bermanfaat sekali untuk subsidi bahan bakar, PLN yang sudah lama disosialisasikan dan formulir mengambilnya di desa. Begitu juga gas, bantuan-bantuan sosial, BNT, BST, PHK dan lain sebagainya. Ini datanya bersumber dari DTKS ini,” jelasnya.
Hal-hal yang diungkapkannya tersebut sangat dibutuhkan dari peran tim ini, sehingga pendataan untuk kedepannya menjadi lebih baik. “Saya sangat mengapresiasi sekali kegiatan ini dan tolong manfaatkan kegiatan ini sebaik-baiknya. Banyak yang menunggu hasil kerja ini. Saya yakin mampu mengerjakan ini dan saya apresiasi, tidak hanya bicara angka-angka, tetapi kebutuhan di Kubu Raya terpenuhi,” ucapnya.
Lebih dari itu, Yusran meyakini, perjuangan dari tim, pasti bermanfaat yang luar biasa, terutama untuk Kabupaten Kubu Raya.
“Minimal kita bisa mengerem angka kemiskinan. Angka kemiskinan kita masih cukup tinggi, masih di angka 4 persen, dari penduduk Kubu Raya sekitar 600 ribu jiwa, berarti ada 24 ribu jiwa yang masuk ke angka kemiskinan itu,” terangnya. “Saya yakin dengan tim ini, pasti ingin membantu, bagaimana data DTKS-nya di update. Kalau DTKS-nya terupdate, valid, tentu kebutuhan kita terpenuhi, terutama peluang dari pusat,” pungkasnya. (ash)

Baca Juga :  Stok Habis, Tunda Vaksinasi Dosis Dua

SUNGAI RAYA – Sekretaris Daerah (Sekda) Kubu Raya Yusran Anizam, menginginkan setiap tenaga pendata di kabupaten ini, bisa melaksanakan pendataan pemutakhiran data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS). Harapan dia, ke depan sudah tidak ada lagi kekeliruan terhadap jumlah data yang dimiliki.
“Ini aplikasinya di-upgrade, yang kemarin tahun 2020 masih versi 2.4.1 dan sekarang menjadi 2.5.1,” kata Sekda, Selasa (16/2) usai membuka Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG) versi 2.5.1 dalam Rangka Percepatan Pemutakhiran Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) di Kabupaten Kubu Raya, yang berlangsung di Ruang Praja Utama Kantor Bupati Kubu Raya.
Yusran menilai kegiatan tersebut sangat strategis, sekaligus memotivasi para tenaga lapangan melakukan pemutakhiran DTKS. “Target kita di bulan Maret sudah selesai offline-nya, sehingga di bulan Oktober, kita sudah bisa online-kan untuk Kementerian Sosial. Manfaat ini tentu banyak sektor, baik itu untuk bantuan-bantuan sosial, BPJS, dan untuk subsidi berbagai macam. Itu manfaatnya dari data ini,” ucapnya.
Yusran menambahkan, DTKS yang ada saat ini sudah sekitar 6 tahun tidak dilakukan pemuktahirkan, sehingga diperkirakan ada kesalahan dalam pendataan. “Tahun 2020 lalu, kita mulai pemutakhiran satu kecamatan, kita fokus dan bertahap. Mudah-mudahan dengan ini, seluruh kecamatan bisa dimutakhirkan datanya, sehingga tidak ada lagi permasalahan mengenai penataan,” harapnya.
Yusran meminta dengan semua pihak agar bergerak, lantaran mereka mengendus bahwa ekonomi sebagian besar berasal dari sektor pertanian dan peternakan. Diakui dia di masa pandemi, harga dari kedua sektor masih bagus, seperti komoditas sawit yang justru meningkat harganya.
“Kita bergerak di sektor industri primer. Tapi yang di hilir, seperti UMKM, masih mengkhawatirkan. Angka kemiskinan menurun, karena banyak bantuan-bantuan yang disalurkan terhadap masyarakat, minimal kebutuhan beras terpenuhi,” terangnya.
Disinggung mengenai angka kemiskinan, kata Yusran, hal tersebut menjadi tanggung jawab bersama. Untuk mengetahui secara rinci angka kemiskinan di Kubu Raya saat ini, peran tim pendata ini, menurut dia, sangat dibutuhkan untuk melakukan pemutakhiran data di lapangan.
“Data ini bermanfaat sekali untuk subsidi bahan bakar, PLN yang sudah lama disosialisasikan dan formulir mengambilnya di desa. Begitu juga gas, bantuan-bantuan sosial, BNT, BST, PHK dan lain sebagainya. Ini datanya bersumber dari DTKS ini,” jelasnya.
Hal-hal yang diungkapkannya tersebut sangat dibutuhkan dari peran tim ini, sehingga pendataan untuk kedepannya menjadi lebih baik. “Saya sangat mengapresiasi sekali kegiatan ini dan tolong manfaatkan kegiatan ini sebaik-baiknya. Banyak yang menunggu hasil kerja ini. Saya yakin mampu mengerjakan ini dan saya apresiasi, tidak hanya bicara angka-angka, tetapi kebutuhan di Kubu Raya terpenuhi,” ucapnya.
Lebih dari itu, Yusran meyakini, perjuangan dari tim, pasti bermanfaat yang luar biasa, terutama untuk Kabupaten Kubu Raya.
“Minimal kita bisa mengerem angka kemiskinan. Angka kemiskinan kita masih cukup tinggi, masih di angka 4 persen, dari penduduk Kubu Raya sekitar 600 ribu jiwa, berarti ada 24 ribu jiwa yang masuk ke angka kemiskinan itu,” terangnya. “Saya yakin dengan tim ini, pasti ingin membantu, bagaimana data DTKS-nya di update. Kalau DTKS-nya terupdate, valid, tentu kebutuhan kita terpenuhi, terutama peluang dari pusat,” pungkasnya. (ash)

Baca Juga :  Kepala BKKBN: Capaian Pendataan Keluarga Lampaui Target

Most Read

Artikel Terbaru

/