alexametrics
31 C
Pontianak
Tuesday, June 28, 2022

Bentuk Batalyon Guru Bergerak Kepong Cegah Covid-19

SUNGAI RAYA — Pemerintah Kabupaten Kubu Raya terus mengoptimalkan upaya penanganan dan pencegahan penyebaran Covid-19. Semua unsur masyarakat dilibatkan melalui gerakan kepong bakol (gotong-royong).

Kali ini, Pemkab merangkul para guru dari unsur PGRI Kabupaten Kubu Raya. Mereka dilibatkan membantu tim Satgas yang sudah dibentuk dalam upaya penanganan dan pencegahan penyebaran Covid-19.

Pembentukan Batalyon Guru ini diresmikan langsung Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan, dalam apel launching Batalion Guru Bergerak Kepong Bakol Cegah Covid-19, Kamis sore (17/6) di Ruang Praja Utama Kantor Bupati Kubu Raya.

Gerakan untuk ikut dan berkontribusi secara luas dan massif tersebut dilakukan, agar dapat memberikan semangat kepada masyarakat untuk mengendalikan diri, menjaga dan saling melindungi.  “Untuk mengedepankan Prokes itu penting dilakukan, dan untuk mewujudkannya, perlu melibatkan semua pihak dan stakeholder, termasuk guru,” ucap Muda.

Baca Juga :  Harus Mampu Mutakhirkan DTKS

Selama ini, keterlibatan guru dalam pencegahan covid juga sudah ada. Namun dalam hal edukasi. Dari fenomena yang ada, Muda menginginkan kaum muda (pelajar, red) harus ikut memiliki kepedulian untukmelindungi orang-orang di sekitarnya.

“Ini yang menjadi dasar inisiasi keinginan agar guru juga dilibatkan secara aktif untuk memperkuat para murid di setiap titik penjuru kecamatan dan desa untuk benar-benar diberikan pemahaman,” ujarnya.

Ketua Pengurus Kabupaten PGRI Kubu Raya, M. Ayub menyampaikan, keinginan para guru untuk bergerak dalam pencegahan covid-19, dilatarbelakangi dengan rasa kepedulian kaum guru terhadap pandemi yang sampai saat ini masih belum menunjukkan tanda-tanda kapan berakhirnya.

Ayub meminta, sebagai organisasi profesi yang menaungi para guru, PGRI mesti menjadi teladan bagi masyarakat bagaimana berperilaku hidup sehat dengan menerapkan protokol kesehatan yang sudah ditetapkan oleh Pemerintah maupun satgas Covid di pusat hingga daerah. “Jangan menjadi contoh yang tidak baik dengan melalaikan rambu-rambu dalam pencegahan yang ada,” ungkap Ayub.

Baca Juga :  Gelar Resepsi, Camat Dicopot Akibat Langgar Protokol Covid-19

Selaku pimpinan tertinggi PGRI di tingkat kabupaten, Ayub juga mengajak agar PGRI dan Guru ikut aktif dalam aktivitas pencegahan penyebaran covid.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kubu Raya, Suharso memiliki keyakinan jika guru-guru digerakkan secara massif, tentu upaya bersama untuk pencegahan covid bisa menyebar ke berbagai penjuru. “Guru sudah memiliki insting edukasi kepada orang-orang disekitarnya. Dengan keterlibatan mereka dalam batalion ini, tentu kesadaran masyarakat bisa dibangun,” ucap Suharso. (ash)

SUNGAI RAYA — Pemerintah Kabupaten Kubu Raya terus mengoptimalkan upaya penanganan dan pencegahan penyebaran Covid-19. Semua unsur masyarakat dilibatkan melalui gerakan kepong bakol (gotong-royong).

Kali ini, Pemkab merangkul para guru dari unsur PGRI Kabupaten Kubu Raya. Mereka dilibatkan membantu tim Satgas yang sudah dibentuk dalam upaya penanganan dan pencegahan penyebaran Covid-19.

Pembentukan Batalyon Guru ini diresmikan langsung Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan, dalam apel launching Batalion Guru Bergerak Kepong Bakol Cegah Covid-19, Kamis sore (17/6) di Ruang Praja Utama Kantor Bupati Kubu Raya.

Gerakan untuk ikut dan berkontribusi secara luas dan massif tersebut dilakukan, agar dapat memberikan semangat kepada masyarakat untuk mengendalikan diri, menjaga dan saling melindungi.  “Untuk mengedepankan Prokes itu penting dilakukan, dan untuk mewujudkannya, perlu melibatkan semua pihak dan stakeholder, termasuk guru,” ucap Muda.

Baca Juga :  Jembatan Hampir Amblas, Rombongan Gubernur Sempat Terhenti

Selama ini, keterlibatan guru dalam pencegahan covid juga sudah ada. Namun dalam hal edukasi. Dari fenomena yang ada, Muda menginginkan kaum muda (pelajar, red) harus ikut memiliki kepedulian untukmelindungi orang-orang di sekitarnya.

“Ini yang menjadi dasar inisiasi keinginan agar guru juga dilibatkan secara aktif untuk memperkuat para murid di setiap titik penjuru kecamatan dan desa untuk benar-benar diberikan pemahaman,” ujarnya.

Ketua Pengurus Kabupaten PGRI Kubu Raya, M. Ayub menyampaikan, keinginan para guru untuk bergerak dalam pencegahan covid-19, dilatarbelakangi dengan rasa kepedulian kaum guru terhadap pandemi yang sampai saat ini masih belum menunjukkan tanda-tanda kapan berakhirnya.

Ayub meminta, sebagai organisasi profesi yang menaungi para guru, PGRI mesti menjadi teladan bagi masyarakat bagaimana berperilaku hidup sehat dengan menerapkan protokol kesehatan yang sudah ditetapkan oleh Pemerintah maupun satgas Covid di pusat hingga daerah. “Jangan menjadi contoh yang tidak baik dengan melalaikan rambu-rambu dalam pencegahan yang ada,” ungkap Ayub.

Baca Juga :  Elly Nur Rahmad Jabat Ketua Dharma Pertiwi Daerah L

Selaku pimpinan tertinggi PGRI di tingkat kabupaten, Ayub juga mengajak agar PGRI dan Guru ikut aktif dalam aktivitas pencegahan penyebaran covid.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kubu Raya, Suharso memiliki keyakinan jika guru-guru digerakkan secara massif, tentu upaya bersama untuk pencegahan covid bisa menyebar ke berbagai penjuru. “Guru sudah memiliki insting edukasi kepada orang-orang disekitarnya. Dengan keterlibatan mereka dalam batalion ini, tentu kesadaran masyarakat bisa dibangun,” ucap Suharso. (ash)

Most Read

Artikel Terbaru

/