alexametrics
23 C
Pontianak
Wednesday, June 29, 2022

Optimalkan Kualitas Pendidikan di Semester Genap

SUNGAI RAYA—Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kubu Raya, Muhammad Ayub menginginkan setiap tenaga pengajar untuk terus melakukan evaluasi sekaligus membuat sebuah rumusan dalam meningkatkan proses belajar mengajar sehingga semakin efektif.

“Dengan dibuatnya rumusan tersebut, baik proses pembelajaran jarak  jauh maupun pembelajaran tatap muka mereka (para tenaga pengajar) sudah siap dengan desain pembelajaran yang bisa lebih maksimal di terapkan,” kata Muhammad Ayub kepada wartawan, Senin (18/1) di Sungai Raya.

Meskipun hingga saat ini masih dilakukan sistem pembelajaran jarak jauh, namun Ayub menginginkan pada semester genap tahun ini akan terjadi peningkatan kualitas pembelajaran. “Walaupun masih dilakukan sistem pembelajaran jarak jauh, namun di sisi lain, kami akan tetap bersinergi  dengan sejumlah pihak terkait lainnya untuk membahas mengenai peluang-peluang proses pembejalaran tatap muka langsung di sekolah,” jelasnya.

Ayub menerangkan, lantaran Kubu Raya memiliki geografis yang berbeda dengan Kota Pontianak, dan melihat dari data-data penyebaran kasus Covid-19 juga membuat Kubu Raya berpeluang lebih cepat melakukan proses belajar mengajar tatap muka langsung di sekolah di banding dengan Kota Pontianak.

Kendati meyakini Kubu Raya bakal bisa lebih cepat melakukan kegiatan belajar mengajar tatap muka langsung di sekolah, namun Ayub masih belum bisa memastikan kapan waktunya.

Baca Juga :  Mayat Tanpa Identitas Gegerkan Warga

Hingga saat ini piihaknya masih melakukan pengkajian termasuk masih berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 di Kubu Raya termasuk Dinas Kesehatan, terkait data dan pesebaran Covid-19 di Kubu Raya.

“Kami juga sudah menyiapkan analisa dan telaah-telaah terkait persiapan belajar tatap muka untuk kemudian akan kami ajukan ke Bupati. Namun karena habis libur panjang ini, semua kajian, analisa dan sejenisnya terkait persiapan belajar tatap muka ini, kami tahan dulu sampai pada waktu yang tepat. Dan saya lihat  untuk beberapa daerah tertentu di Kubu Raya, seperti di sejumlah titik yang bukan masuk dalam kawasan kecamatan perkotaan berpotensi untuk dilakukan pembelajaran tatap muka langsung, namun tentunya hal ini akan kami koordinasikan dan dikaji lebih lanjut,” jelasnya.

Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan meskipun di tengah pandemi Covid-19, Pemerintah Kubu Raya juga mulai membuat inovasi dengan menggiatkan sekolah penggerak.

Ayub menerangkan, sekolah penggerak ini merupakan program terpadu dari guru penggerak yang merupakan bagian dari program Teacher Learning Center (TLC) atau pusat belajar guru. Sekolah penggerak merupakan sebuah program lompatan untuk mendampingi dan penguatan program guru penggerak dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Baca Juga :  Rencanakan Kembali Terima Transmigran

“Jadi di tingkat kabupaten kami membuat program serupa dengan program guru penggerak yang disebut dengan program pusat belajar guru. Dengan adanya program turunan ini diharapkan hasil yang dicapai dalam peningkatan kualitas belajar dan pendidikan di Kubu Raya juga bisa lebih maksimal,” ungkapnya.

Hingga saat  ini, di Kubu Raya sudah terdapat sekitar 41 tenaga pengajar yang lulus dan tergabung dalam program guru penggerak. Sedangkan pada program pusat belajar guru, Pemerintah Kubu Raya akan memberikan kesempatan lebih banyak lagi bagi para guru untuk terlibat.

“Bahkan mungkin ratusan guru akan kita libatkan dalam program pusat belajar guru ini. Nanti akan kami datangkan narasumber dari pusat untuk menyeleksi para tenaga pengajar yang dinilai layak tergabung dalam program pusat belajar guru ini. Nantinya meraka akan dilatih untuk bisa kembali memberikan pendampingan bagi guru-guru lainnya dalam upaya mengoptimalkan peningkatkan kualitas pendidikan di Kubu Raya,” pungkasnya. (ash)

SUNGAI RAYA—Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kubu Raya, Muhammad Ayub menginginkan setiap tenaga pengajar untuk terus melakukan evaluasi sekaligus membuat sebuah rumusan dalam meningkatkan proses belajar mengajar sehingga semakin efektif.

“Dengan dibuatnya rumusan tersebut, baik proses pembelajaran jarak  jauh maupun pembelajaran tatap muka mereka (para tenaga pengajar) sudah siap dengan desain pembelajaran yang bisa lebih maksimal di terapkan,” kata Muhammad Ayub kepada wartawan, Senin (18/1) di Sungai Raya.

Meskipun hingga saat ini masih dilakukan sistem pembelajaran jarak jauh, namun Ayub menginginkan pada semester genap tahun ini akan terjadi peningkatan kualitas pembelajaran. “Walaupun masih dilakukan sistem pembelajaran jarak jauh, namun di sisi lain, kami akan tetap bersinergi  dengan sejumlah pihak terkait lainnya untuk membahas mengenai peluang-peluang proses pembejalaran tatap muka langsung di sekolah,” jelasnya.

Ayub menerangkan, lantaran Kubu Raya memiliki geografis yang berbeda dengan Kota Pontianak, dan melihat dari data-data penyebaran kasus Covid-19 juga membuat Kubu Raya berpeluang lebih cepat melakukan proses belajar mengajar tatap muka langsung di sekolah di banding dengan Kota Pontianak.

Kendati meyakini Kubu Raya bakal bisa lebih cepat melakukan kegiatan belajar mengajar tatap muka langsung di sekolah, namun Ayub masih belum bisa memastikan kapan waktunya.

Baca Juga :  Strategi Kepung Bakul

Hingga saat ini piihaknya masih melakukan pengkajian termasuk masih berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 di Kubu Raya termasuk Dinas Kesehatan, terkait data dan pesebaran Covid-19 di Kubu Raya.

“Kami juga sudah menyiapkan analisa dan telaah-telaah terkait persiapan belajar tatap muka untuk kemudian akan kami ajukan ke Bupati. Namun karena habis libur panjang ini, semua kajian, analisa dan sejenisnya terkait persiapan belajar tatap muka ini, kami tahan dulu sampai pada waktu yang tepat. Dan saya lihat  untuk beberapa daerah tertentu di Kubu Raya, seperti di sejumlah titik yang bukan masuk dalam kawasan kecamatan perkotaan berpotensi untuk dilakukan pembelajaran tatap muka langsung, namun tentunya hal ini akan kami koordinasikan dan dikaji lebih lanjut,” jelasnya.

Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan meskipun di tengah pandemi Covid-19, Pemerintah Kubu Raya juga mulai membuat inovasi dengan menggiatkan sekolah penggerak.

Ayub menerangkan, sekolah penggerak ini merupakan program terpadu dari guru penggerak yang merupakan bagian dari program Teacher Learning Center (TLC) atau pusat belajar guru. Sekolah penggerak merupakan sebuah program lompatan untuk mendampingi dan penguatan program guru penggerak dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Baca Juga :  Rencanakan Kembali Terima Transmigran

“Jadi di tingkat kabupaten kami membuat program serupa dengan program guru penggerak yang disebut dengan program pusat belajar guru. Dengan adanya program turunan ini diharapkan hasil yang dicapai dalam peningkatan kualitas belajar dan pendidikan di Kubu Raya juga bisa lebih maksimal,” ungkapnya.

Hingga saat  ini, di Kubu Raya sudah terdapat sekitar 41 tenaga pengajar yang lulus dan tergabung dalam program guru penggerak. Sedangkan pada program pusat belajar guru, Pemerintah Kubu Raya akan memberikan kesempatan lebih banyak lagi bagi para guru untuk terlibat.

“Bahkan mungkin ratusan guru akan kita libatkan dalam program pusat belajar guru ini. Nanti akan kami datangkan narasumber dari pusat untuk menyeleksi para tenaga pengajar yang dinilai layak tergabung dalam program pusat belajar guru ini. Nantinya meraka akan dilatih untuk bisa kembali memberikan pendampingan bagi guru-guru lainnya dalam upaya mengoptimalkan peningkatkan kualitas pendidikan di Kubu Raya,” pungkasnya. (ash)

Most Read

Artikel Terbaru

/