alexametrics
22.8 C
Pontianak
Thursday, August 11, 2022

Pemdes Parit Baru Sediakan Anggaran Darurat

SUNGAI RAYA – Menjadi daerah yang berbatasan lansung dengan Kota Pontianak dan sempat masuk menjadi desa dengan status zona merah, menjadi tantangan tersendiri bagi Desa Parit Baru, Kecamatan Sungai Raya. Mereka pun menggencarkan upaya penanganan dan pencegahan penyebaran Covid-19 di desa ini.

Kepala Desa (Kades) Parit Baru, Musa mengatakan, dalam upaya mengantisipasi jika sewaktu-waktu kembali terjadi peningkatan kasus konfirmasi Covid-19, mereka berinisiatif untuk kembali menyisihkan sebagian anggaran atau dana desa (DD), untuk kasus Covid-19 di Desa Parit Baru. “Untuk penggunaan dana desa di tahun 2021 dan tahun 2022, masih kami sisihkan anggaran desa sebesar 8 persen bagi masyarakat yang terdampak Covid-19. Dan rencananya akan kami tambah lagi sesuai kebutuhan untuk kegiatan penanganan dan pencegahan penyebaran Covid-19 di Desa Parit Baru,” kata Musa kepada Pontianak Post, Senin (18/10) di Kantor Desa Parit Baru.

Kendati tidak menginginkan  adanya penambahan kasus konfirmasi, pihaknya tetap mengalokasikan anggaran dana darurat sebesar Rp200 juta di tahun 2022, sebagai antisipasi jika sewaktu-waktu kembali terjadi peningkatan kasus konfirmasi. “Anggaran dana darurat ini kami sisihkan, misalnya jika sewaktu-waktu ada warga terkonfirmasi dan butuh bantuan seperti kebutuhan pokok, vitamin dan sejenisnya hingga warga yang bersangkutan bisa kembali sehat. Namun sekali lagi kita sama-sama berdoa agar di tahun depan kasus konfirmasi sudah tidak ada lagi sehingga dana darurat ini bisa digunakan untuk kegiatan bermanfaat lainnya dalam pembangunan desa,” ungkapnya.

Jika sewaktu-waktu di desanya kembali terdapat warga terpapar dan harus isolasi mandiri bahkan menjalani perawatan, mereka harus hadir terdepan dalam membantu meringankan beban masyarakat dan membantu kerja pemerintah kabupaten. “Dengan adanya kesadaran dan kerjasama yang baik antar semua pihak dan elemen masyarakat dalam menangani dan terus gencar mencegah penyebaran Covid-19, saya berharap kasus konfirmasi ini bisa terus menurun bahkan pandemi ini bisa segera berakhir, sehingga kita bisa sama-sama kembali fokus untuk melakukan pemulihan ekonomi dan kembali mengoptimalkan pembangunan dengan memberdayakan potensi sumber daya manusia dan sumber daya alam yang ada di masing-masing desa,” ucap Musa.

Baca Juga :  Optimalkan Pelayanan Bandara

Dia menambahkan, berdasarkan data yang dimiliki pemerintah desa setempat, terpantau puncak kasus konfirmasi Covid-19 di Desa Parit Baru terjadi pada Juni 2021 lalu. Menurut Musa, pada Juni lalu, dalam satu hari pernah terpantau 23 kasus konfirmasi Covid-19. Agar kasus konfirmasi ini bisa terus ditekan, kala itu mereka terus menggencarkan vaksinasi dibarengi dengan terus mengoptimalkan pendekatan persuasif ke setiap warga, untuk bisa selalu disiplin menjalankan protokol kesehatan.

“Dengan adanya kesadaran masyarakat untuk terus disiplin protokol kesehatan dan ikut vaksinasi, alhamdulillah secara bertahap kasus konfirmasi mulai menurun dan dalam 16 hari terakhir di Oktober ini sudah zero kasus konfirmasi atau tidak ada lagi warga yang terpapar,” ujarnya.

Musa menambahkan hampir setiap minggu Pemerintah Desa Parit Baru bersama Dinas Kesehatan Kubu Raya dan sejumlah pihak terkait lainnya, berupaya memfasilitasi penyelenggaraan vaksin bagi masyarakat desa. Kendati belum mengetahui jumlah rinci masyarakat desaa yang mengikuti vaksinasi, namun Musa meyakini hingg saat ini sudah cukup banyak warga desanya yang mengikuti vaksinasi. Terlebih, lanjut dia, saat ini disejumlah sekolah juga sudah digelar vaksinasi bagi pelajar usia 12 hingga 17 tahun.

Musa menambahkan, selain vaksinasi, menjaga imunitas tubuh dan pola hidup sehat, menjadi salah satu hal penting yang harus dilakukan masyarakat di masa pandemi. Kemudian dia juga mengingatkan agar selalu disiplin melakukan protokol kesehatan. “Kita tidak tahu ini perkembangan ke depan seperti apa. Yang pasti saya selalu mengingatkan masyarakat jang terlena karena saat ini kasus konfirmamsi sudah turun, karena di sisi lain pandemi Covid-19 ini masih ada, jadi sudah selayaknya untuk saling menjaga satu sama lain, mari kita sama-sama terus disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan seperti masker, jaga jarak, mencuci tangan dan sejenisnya diberbagai aktivitas sehari-hari,” ungkapnya.

Secara terpisah, Warga Desa Parit Baru, Irawan mengaku antusias dan sangat terbantu dengan adanya vaksinasi yang dilakukan Pemerintah Desa Parit Baru. “Hampir setiap minggu saya lihat ada kegiatan vaksinasi yang dilakukan pemerintahan desa, tentunya ini sangat memudahkan warga untuk mengkuti vaksinasi. Jadi tidak perlu repot-repot lagi datang kefasilitas layanan vaksinasi lainnya,” kata Irawan.

Baca Juga :  Dorong Pemkab Terbitkan Perda Pencegahan Narkoba

Ditanya mengenai disiplin warga dalam menerapkan protokol kesehatan, diakui dia jika beberapa waktu belakangan tingkat kepatuhan masyarakat Desa Parit Baru sudah cukup baik. “Hanya saja memang masih perlu untuk terus diberikan edukasi dan pemahaman, karena tidak bisa dipungkiri lantaran melihat kasus konfirmasi turun membuat sebagian kecil warga merasa Covid-19 ini sudah tidak ada lagi. Padahal pandemi ini masih berlangsung. Makanya saya pikir penting bagi kita semua untuk saling mengingatkan agar tetap patuh menjalankan disiplin protokol kesehatan dan terus menyukseskan pelaksanaan vaksinasi,” ungkapnya.

Secara terpisah Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan menambahkan bahwa  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kubu Raya akan terus mengoptimalkan penanganan dan pencegahan Covid-19 di kabupaten dengan sembilan kecamatan ini.

“Dengan kesiapan masyarakat dan semua proses yang kita lalui, kita bisa berupaya mengatasi dan mencegah penyebaran Covid-19 di Kubu Raya. Saya juga mengimbau masyarakat meski saat ini kasus konfirmmasi sudah turun, namun jangan membuat kita lengah dan kita harus selau disiplin terhadap protokol kesehatan dan mendukung vaksinasi massal yang terush digencarkan saat ini,” ungkapnya.

Orang nomor satu di Pemkab ini menilai, dalam upaya pencegahan Covid-19 di tengah masyarakat, memang lebih tepat dilakukan oleh Satgas Covid-19 tingkat desa. Pasalnya dinilai dia lebih bersentuhan langsung dengan masyarakat, sehingga mendorong upaya pencegahan mulai dari tingkat desa lebih cepat dilakukan.

Muda juga mengimbau semua elemen masyarakat untuk lebih proaktif mencegah penyebaran Covid-19. Pasalnya, diingatkan dia bahwa Kubu Raya adalah hinterland atau daerah penyangga ibu kota provinsi dengan mobilitas orang dan barang yang cukup tinggi.

“Bagi masyarakat saya minta juga bisa ikut bergerak membersihkan dengan desinfektan semua rumah ibadah, kantor desa, dan ruang fasilitas publik lainnya. Mari kita sama-sama bergerak untuk turut menangani dan mencegah penyebaran Covid-19 ini dengan hal-hal sederhana yang bisa dilakukan mulai dari lingkungan tempat tinggal kita masing-masing,” pungkasnya. (ash)

SUNGAI RAYA – Menjadi daerah yang berbatasan lansung dengan Kota Pontianak dan sempat masuk menjadi desa dengan status zona merah, menjadi tantangan tersendiri bagi Desa Parit Baru, Kecamatan Sungai Raya. Mereka pun menggencarkan upaya penanganan dan pencegahan penyebaran Covid-19 di desa ini.

Kepala Desa (Kades) Parit Baru, Musa mengatakan, dalam upaya mengantisipasi jika sewaktu-waktu kembali terjadi peningkatan kasus konfirmasi Covid-19, mereka berinisiatif untuk kembali menyisihkan sebagian anggaran atau dana desa (DD), untuk kasus Covid-19 di Desa Parit Baru. “Untuk penggunaan dana desa di tahun 2021 dan tahun 2022, masih kami sisihkan anggaran desa sebesar 8 persen bagi masyarakat yang terdampak Covid-19. Dan rencananya akan kami tambah lagi sesuai kebutuhan untuk kegiatan penanganan dan pencegahan penyebaran Covid-19 di Desa Parit Baru,” kata Musa kepada Pontianak Post, Senin (18/10) di Kantor Desa Parit Baru.

Kendati tidak menginginkan  adanya penambahan kasus konfirmasi, pihaknya tetap mengalokasikan anggaran dana darurat sebesar Rp200 juta di tahun 2022, sebagai antisipasi jika sewaktu-waktu kembali terjadi peningkatan kasus konfirmasi. “Anggaran dana darurat ini kami sisihkan, misalnya jika sewaktu-waktu ada warga terkonfirmasi dan butuh bantuan seperti kebutuhan pokok, vitamin dan sejenisnya hingga warga yang bersangkutan bisa kembali sehat. Namun sekali lagi kita sama-sama berdoa agar di tahun depan kasus konfirmasi sudah tidak ada lagi sehingga dana darurat ini bisa digunakan untuk kegiatan bermanfaat lainnya dalam pembangunan desa,” ungkapnya.

Jika sewaktu-waktu di desanya kembali terdapat warga terpapar dan harus isolasi mandiri bahkan menjalani perawatan, mereka harus hadir terdepan dalam membantu meringankan beban masyarakat dan membantu kerja pemerintah kabupaten. “Dengan adanya kesadaran dan kerjasama yang baik antar semua pihak dan elemen masyarakat dalam menangani dan terus gencar mencegah penyebaran Covid-19, saya berharap kasus konfirmasi ini bisa terus menurun bahkan pandemi ini bisa segera berakhir, sehingga kita bisa sama-sama kembali fokus untuk melakukan pemulihan ekonomi dan kembali mengoptimalkan pembangunan dengan memberdayakan potensi sumber daya manusia dan sumber daya alam yang ada di masing-masing desa,” ucap Musa.

Baca Juga :  Soal Pelayanan PDAM, Dewan Belum Puas

Dia menambahkan, berdasarkan data yang dimiliki pemerintah desa setempat, terpantau puncak kasus konfirmasi Covid-19 di Desa Parit Baru terjadi pada Juni 2021 lalu. Menurut Musa, pada Juni lalu, dalam satu hari pernah terpantau 23 kasus konfirmasi Covid-19. Agar kasus konfirmasi ini bisa terus ditekan, kala itu mereka terus menggencarkan vaksinasi dibarengi dengan terus mengoptimalkan pendekatan persuasif ke setiap warga, untuk bisa selalu disiplin menjalankan protokol kesehatan.

“Dengan adanya kesadaran masyarakat untuk terus disiplin protokol kesehatan dan ikut vaksinasi, alhamdulillah secara bertahap kasus konfirmasi mulai menurun dan dalam 16 hari terakhir di Oktober ini sudah zero kasus konfirmasi atau tidak ada lagi warga yang terpapar,” ujarnya.

Musa menambahkan hampir setiap minggu Pemerintah Desa Parit Baru bersama Dinas Kesehatan Kubu Raya dan sejumlah pihak terkait lainnya, berupaya memfasilitasi penyelenggaraan vaksin bagi masyarakat desa. Kendati belum mengetahui jumlah rinci masyarakat desaa yang mengikuti vaksinasi, namun Musa meyakini hingg saat ini sudah cukup banyak warga desanya yang mengikuti vaksinasi. Terlebih, lanjut dia, saat ini disejumlah sekolah juga sudah digelar vaksinasi bagi pelajar usia 12 hingga 17 tahun.

Musa menambahkan, selain vaksinasi, menjaga imunitas tubuh dan pola hidup sehat, menjadi salah satu hal penting yang harus dilakukan masyarakat di masa pandemi. Kemudian dia juga mengingatkan agar selalu disiplin melakukan protokol kesehatan. “Kita tidak tahu ini perkembangan ke depan seperti apa. Yang pasti saya selalu mengingatkan masyarakat jang terlena karena saat ini kasus konfirmamsi sudah turun, karena di sisi lain pandemi Covid-19 ini masih ada, jadi sudah selayaknya untuk saling menjaga satu sama lain, mari kita sama-sama terus disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan seperti masker, jaga jarak, mencuci tangan dan sejenisnya diberbagai aktivitas sehari-hari,” ungkapnya.

Secara terpisah, Warga Desa Parit Baru, Irawan mengaku antusias dan sangat terbantu dengan adanya vaksinasi yang dilakukan Pemerintah Desa Parit Baru. “Hampir setiap minggu saya lihat ada kegiatan vaksinasi yang dilakukan pemerintahan desa, tentunya ini sangat memudahkan warga untuk mengkuti vaksinasi. Jadi tidak perlu repot-repot lagi datang kefasilitas layanan vaksinasi lainnya,” kata Irawan.

Baca Juga :  Muda Ajak Generasi Muda Berpikir Global

Ditanya mengenai disiplin warga dalam menerapkan protokol kesehatan, diakui dia jika beberapa waktu belakangan tingkat kepatuhan masyarakat Desa Parit Baru sudah cukup baik. “Hanya saja memang masih perlu untuk terus diberikan edukasi dan pemahaman, karena tidak bisa dipungkiri lantaran melihat kasus konfirmasi turun membuat sebagian kecil warga merasa Covid-19 ini sudah tidak ada lagi. Padahal pandemi ini masih berlangsung. Makanya saya pikir penting bagi kita semua untuk saling mengingatkan agar tetap patuh menjalankan disiplin protokol kesehatan dan terus menyukseskan pelaksanaan vaksinasi,” ungkapnya.

Secara terpisah Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan menambahkan bahwa  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kubu Raya akan terus mengoptimalkan penanganan dan pencegahan Covid-19 di kabupaten dengan sembilan kecamatan ini.

“Dengan kesiapan masyarakat dan semua proses yang kita lalui, kita bisa berupaya mengatasi dan mencegah penyebaran Covid-19 di Kubu Raya. Saya juga mengimbau masyarakat meski saat ini kasus konfirmmasi sudah turun, namun jangan membuat kita lengah dan kita harus selau disiplin terhadap protokol kesehatan dan mendukung vaksinasi massal yang terush digencarkan saat ini,” ungkapnya.

Orang nomor satu di Pemkab ini menilai, dalam upaya pencegahan Covid-19 di tengah masyarakat, memang lebih tepat dilakukan oleh Satgas Covid-19 tingkat desa. Pasalnya dinilai dia lebih bersentuhan langsung dengan masyarakat, sehingga mendorong upaya pencegahan mulai dari tingkat desa lebih cepat dilakukan.

Muda juga mengimbau semua elemen masyarakat untuk lebih proaktif mencegah penyebaran Covid-19. Pasalnya, diingatkan dia bahwa Kubu Raya adalah hinterland atau daerah penyangga ibu kota provinsi dengan mobilitas orang dan barang yang cukup tinggi.

“Bagi masyarakat saya minta juga bisa ikut bergerak membersihkan dengan desinfektan semua rumah ibadah, kantor desa, dan ruang fasilitas publik lainnya. Mari kita sama-sama bergerak untuk turut menangani dan mencegah penyebaran Covid-19 ini dengan hal-hal sederhana yang bisa dilakukan mulai dari lingkungan tempat tinggal kita masing-masing,” pungkasnya. (ash)

Most Read

Artikel Terbaru

/