alexametrics
33 C
Pontianak
Thursday, August 18, 2022

Hore… Minggu Depan Kubu Raya Mulai Belajar Tatap Muka

SUNGAI RAYA – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kubu Raya, Muhammad Ayub mengatakan, mulai Senin (22/2) semua sekolah mulai dari tingkat sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) di Kubu Raya, sudah diperkenankan melakukan proses belajar mengajar tatap muka di sekolah.

“Tadi pagi, kami sudah menerima surat edaran dari Bupati Kubu Raya terkait penyelenggaraan pembelajaran tatap muka pada satuan pendidikan anak usia dini dan  pendidikan dasar di Kubu Raya. Artinya, mulai senin nanti semua sekolah di Kubu Raya sudah bisa kembali melalui porses belar mengajar tatap muka di sekolah,” kata Ayub kepada Pontianak Post, Jumat (19/2) di Dinas Pendidikan Kubu Raya.

Sedangkan jenjang pendidikan anak usia dini, termasuk TK, lanjutnya, bisa dibuka proses belajar tatap muka setelah 2 bulan pembelajaran tatap muka tingkat SD dan SMP berlangsung. Kendati sudah memperbolehkan melakukan pembelajaran tatap muka di sekolah, namun kata Ayub, dalam pelaksanaannya semua sekolah harus mengikuti dan memenuhi semua persyaratan yang telah ditentukan pemerintah daerah setempat.

“Kalau bagi daerah atau desa yang zona hijau itu bisa saja secara utuh melakukan proses pembelajaran tatap  muka bagi muridnya, namun bagi sejumlah desa yang berbatasann langsung dengan Kota Pontianak, seperti Sungai Raya Dalam, Sungai Raya, Parit Baru, Kakap, Punggur, dan di sekitarnya itu bisa juga melakukan pembejaran tatap muka tapi jumlahnya harus dibatasi dan harus mengikuti aturan atau juknis yang kami buat,” jelasnya.

Baca Juga :  Orderan Masih Sepi, Pelaku Jasa Usaha Perkawinan Minta Kepastian

Ayub menambahkan, adapun kecamatan yang masuk zona hijau di Kubu Raya seperti Kecamatan Batu Ampar, Kubu, Terentang, Teluk Pakedai, Kuala Mandor B, serta Rasau Jaya. Untuk Kecamatan Sungai Kakap, menurut dia, hanya dua desa yang dinilai masuk zona hijau seperti  Sepok Laut dan Tanjung Saleh. Sedangkan Kecamatan Sungai Raya, desa yang terpantau zona hijau, disebutkan dia, seperti Mekar Sari, Madu Sari, Mekar Baru, Tebang Kacang, Sungai Asam, Kali Bandung, Muara Baru, Pulau Jambu, Pulau Limbung, Gunung Tamang, serta Sungai Bulan. Sementara di Kecamatan Sungai Ambawang, disebutkan dia, desa yang masuk zona hijau yakni Desa Korek, Bengkarek, Lingga, Durian, Panca Roba, Pasak Piang, Puguk, Simpang Kanan, dan Teluk Bakung.

“Untuk wilayah zona hijau ini boleh untuk melakukan pembelajaran tatap muka di sekolah, selama enam hari dari kelas I hingga kelas IV SD dan kelas VII hingga kelas IX SMP. Selain wilayah tersebut atau sekolah yang masih masuk zona kuning, hanya boleh melakukan pembelajaran tatap muka selama tiga hari, Senin, Rabu, dan Jumat kecualu untuk kelas IV dan kelas IX,” paparnya.

Di kesempatan yang sama, Ayub juga mengimbau setiap tenaga pengajar yang berdomisili di kawasan padat penduduk mobilitas tinggi seperti Pal Sembilan, Desa Kapur, Sungai Raya, Parit Baru, Teluk Kapuas, Sungai Raya Dalam, dan sejumlah daerah lainnya wajib melakukan skrining kesehatan setidaknya dua minggu sekali di Puskesmas terdekat dengan fasilitas skrining yang telah disediakan Pemerintah Kubu Raya.

Baca Juga :  DPC PPP Kubu Raya Targetkan 7 Kursi Pemilu 2024

“Agar perkembangan pembelajaran tatap muka ini bisa terus kami pantau, setiap sekolah wajib melaporkan secara berkala setidaknya dua minggu sekali mengennai kondisi disekolah masing-masing,” jelasnya.

Disinggung mengenai fasilitas pendukung dan penerapan protokol kesehatan di sekolah, kata Ayub, sejak akhir Desember 2020 lalu, pihaknya secara bertahap sudah melengkapi setiap sekolah dengan fasilitas penerapan protokol kesehatan yang dinilai memadai. “Kami tentunya berharap semua sekolah yang melakukan pembelajaran tatap muka ini bisa disiplin merangkul semua warga sekolah, dalam menerapkan protokol kesehatan terutama saat porses pembelajaran tatap mua berlangsung,” ungkapnya.

Secara terpisah, Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan mengatakan bahwa pada dasarnya sejak akhir awal tahun lalu, Kubu Raya sudah siap melakukan proses pembelajaran tatap muka di sekolah. Hanya saja pihaknya masih menunggu instruksi dari Pemerintah Pusat termasuk Pemerintah Provinsi Kalbar terkait pelaksanaannya.

“Nantinya juga akan kami pantau dan lakukan evaluasi terkait pelaksanaan proses pembelajaran tatap muka ini. Tentunya kita sama-sama berharap agar pelaksanaan pembelajaran tatap muka ini bisa berjalan maksimal, dengan tetap mengutakana penerapan disiplin protokol kesehatan dan memenuhi sejumlah ketentuan atau aturan khusus lainnya yang telah dibuat pemerintah daerah melalui dinas pendidikan dan kebudayaan Kubu Raya,” pungkasnya. (ash)

SUNGAI RAYA – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kubu Raya, Muhammad Ayub mengatakan, mulai Senin (22/2) semua sekolah mulai dari tingkat sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) di Kubu Raya, sudah diperkenankan melakukan proses belajar mengajar tatap muka di sekolah.

“Tadi pagi, kami sudah menerima surat edaran dari Bupati Kubu Raya terkait penyelenggaraan pembelajaran tatap muka pada satuan pendidikan anak usia dini dan  pendidikan dasar di Kubu Raya. Artinya, mulai senin nanti semua sekolah di Kubu Raya sudah bisa kembali melalui porses belar mengajar tatap muka di sekolah,” kata Ayub kepada Pontianak Post, Jumat (19/2) di Dinas Pendidikan Kubu Raya.

Sedangkan jenjang pendidikan anak usia dini, termasuk TK, lanjutnya, bisa dibuka proses belajar tatap muka setelah 2 bulan pembelajaran tatap muka tingkat SD dan SMP berlangsung. Kendati sudah memperbolehkan melakukan pembelajaran tatap muka di sekolah, namun kata Ayub, dalam pelaksanaannya semua sekolah harus mengikuti dan memenuhi semua persyaratan yang telah ditentukan pemerintah daerah setempat.

“Kalau bagi daerah atau desa yang zona hijau itu bisa saja secara utuh melakukan proses pembelajaran tatap  muka bagi muridnya, namun bagi sejumlah desa yang berbatasann langsung dengan Kota Pontianak, seperti Sungai Raya Dalam, Sungai Raya, Parit Baru, Kakap, Punggur, dan di sekitarnya itu bisa juga melakukan pembejaran tatap muka tapi jumlahnya harus dibatasi dan harus mengikuti aturan atau juknis yang kami buat,” jelasnya.

Baca Juga :  Pria 50 Tahun Ditemukan Tewas di Kamar

Ayub menambahkan, adapun kecamatan yang masuk zona hijau di Kubu Raya seperti Kecamatan Batu Ampar, Kubu, Terentang, Teluk Pakedai, Kuala Mandor B, serta Rasau Jaya. Untuk Kecamatan Sungai Kakap, menurut dia, hanya dua desa yang dinilai masuk zona hijau seperti  Sepok Laut dan Tanjung Saleh. Sedangkan Kecamatan Sungai Raya, desa yang terpantau zona hijau, disebutkan dia, seperti Mekar Sari, Madu Sari, Mekar Baru, Tebang Kacang, Sungai Asam, Kali Bandung, Muara Baru, Pulau Jambu, Pulau Limbung, Gunung Tamang, serta Sungai Bulan. Sementara di Kecamatan Sungai Ambawang, disebutkan dia, desa yang masuk zona hijau yakni Desa Korek, Bengkarek, Lingga, Durian, Panca Roba, Pasak Piang, Puguk, Simpang Kanan, dan Teluk Bakung.

“Untuk wilayah zona hijau ini boleh untuk melakukan pembelajaran tatap muka di sekolah, selama enam hari dari kelas I hingga kelas IV SD dan kelas VII hingga kelas IX SMP. Selain wilayah tersebut atau sekolah yang masih masuk zona kuning, hanya boleh melakukan pembelajaran tatap muka selama tiga hari, Senin, Rabu, dan Jumat kecualu untuk kelas IV dan kelas IX,” paparnya.

Di kesempatan yang sama, Ayub juga mengimbau setiap tenaga pengajar yang berdomisili di kawasan padat penduduk mobilitas tinggi seperti Pal Sembilan, Desa Kapur, Sungai Raya, Parit Baru, Teluk Kapuas, Sungai Raya Dalam, dan sejumlah daerah lainnya wajib melakukan skrining kesehatan setidaknya dua minggu sekali di Puskesmas terdekat dengan fasilitas skrining yang telah disediakan Pemerintah Kubu Raya.

Baca Juga :  Orderan Masih Sepi, Pelaku Jasa Usaha Perkawinan Minta Kepastian

“Agar perkembangan pembelajaran tatap muka ini bisa terus kami pantau, setiap sekolah wajib melaporkan secara berkala setidaknya dua minggu sekali mengennai kondisi disekolah masing-masing,” jelasnya.

Disinggung mengenai fasilitas pendukung dan penerapan protokol kesehatan di sekolah, kata Ayub, sejak akhir Desember 2020 lalu, pihaknya secara bertahap sudah melengkapi setiap sekolah dengan fasilitas penerapan protokol kesehatan yang dinilai memadai. “Kami tentunya berharap semua sekolah yang melakukan pembelajaran tatap muka ini bisa disiplin merangkul semua warga sekolah, dalam menerapkan protokol kesehatan terutama saat porses pembelajaran tatap mua berlangsung,” ungkapnya.

Secara terpisah, Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan mengatakan bahwa pada dasarnya sejak akhir awal tahun lalu, Kubu Raya sudah siap melakukan proses pembelajaran tatap muka di sekolah. Hanya saja pihaknya masih menunggu instruksi dari Pemerintah Pusat termasuk Pemerintah Provinsi Kalbar terkait pelaksanaannya.

“Nantinya juga akan kami pantau dan lakukan evaluasi terkait pelaksanaan proses pembelajaran tatap muka ini. Tentunya kita sama-sama berharap agar pelaksanaan pembelajaran tatap muka ini bisa berjalan maksimal, dengan tetap mengutakana penerapan disiplin protokol kesehatan dan memenuhi sejumlah ketentuan atau aturan khusus lainnya yang telah dibuat pemerintah daerah melalui dinas pendidikan dan kebudayaan Kubu Raya,” pungkasnya. (ash)

Most Read

Berikan Pemahaman ke Masyarakat

Gara-gara TWK, KPK Tinggal Cerita?

Targetkan Vaksin 49.209 Anak

Artikel Terbaru

/