alexametrics
31 C
Pontianak
Sunday, May 22, 2022

Rencanakan Pekan Depan PTM Terbatas

SUNGAI RAYA – Pemerintah Kabupaten Kubu Raya berencana akan segera kembali memberlakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) bagi jenjang pendidikan Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kubu Raya.

“Insya Allah, jika tidak ada halangan rencana kembali diterapkannya Pembelajaran Tatap Muka ini akan kami mulai antara 23, 24 atau 25 Agustus minggu depan. Pastinya nanti akan kami kabari lebih lanjut sesuai dengan hasil rapat dan koordinasi kami bersama tim Satgas Covid-19 di Kubu Raya dan sejumlah pihak terkait lainnya,” kata Kepala DinasPendidikan dan Kebudayaan Kubu Raya, Muhammad Ayub kepada Pontianak Post, Kamis (19/8) di Sungai Raya.

Bagi satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan TK kata Ayub rencana pembelajaran tatap mukanya akan kembali digelar setelah sekitar dua bulan pembelajaran tatap muka di SD dan SMP berjalan dan akan disesuaikan dengan kondisi selanjutnya di lapangan dan disesuaikan kesiapan masing-masing PAUD dan TK di Kubu Raya.

Rencana kembali diterapkannya Pembelajaran Tatap Muka bagi pelajar tingkat SD dan SMP ini seiring menurunnya kasus konfirmasi Covid-19 dan sudah menurunnya kategori zona resiko daerah di Kubu Raya. “Alhamdulillah jika sebelumnya Kubu Raya sempat masuk zona merah namu saat ini sudah menjadi zona orange,” jelas Ayub.

Selain akan kembali menggelar rapat bersama pihak sekolah dan sejumlah pihak terkait lainnya untuk memantapkan persiapan pembelajaran tatap muka, lanjut Ayub pihaknya kini juga terus mendata terhadap sekolah mana saja di kabupaten dengan sembilan kecamatan ini yang sudah sangat siap kembali menggelar pembelajaran tatap muka.

“Nanti kami akan data dulu, desa-desa mana yang masuk zona aman untuk bisa kembali melakukan pembelajaran tatap muka. Misalnya desa tersebut masuk kategori zona hijau dan kuning dan pihak sekolah juga sudah siap, maka pembelajaran tatap muka bisa kembali dilaksanakan dengan sejumlah syarat yang telah ditentukan. Nantinya desa yang masuk zona hijau dan kuning akan lebih dulu memulai pembelajaran tatap muka, sedangan di desa yang masih masuk zona orange dan merah itu kita tunda dulu sampai kondisinya lebih baik,” paparnya.

Baca Juga :  Pendampingan Anak-Anak Terdampak Covid-19

Salah satu syarat pembelajaran tatap muka di Kubu Raya lanjut Ayub seperti aktivitas belajar di sekolah hanya bsa diikuti separuh dari jumlah siswa dalam satu rombongan belajar. “Jadi jika dalam kondisi normal sebelum adanya pandemi dalam satu kelas ada 40 murid, nah dalam Pembelajaran Tatap Muka di masa pandemic ini kami batasi hanya maksimal 20 murid saja dengan maksimal lama belajar selama 2 jam saja. Ini kita lakukan dalam upaya  menerapkan disiplin protokol kesehatan di sekolah,” ungkapnya.

Selain membatasi jumlah murid, kata Ayub dalam pembelajaran tatap muka di masa pandemi, pihaknya juga mengahruskan setiap sekolah menyediakan fasilitas tempat cucui tangan, hand sanitizer, melakukan penyemprotan disinfektan secara berkala dan selalu saling mengingatkan semua warga di sekolah untuk terus disiplin dalam menerapkan disiplin protokol kesehatan.

“Untuk memastikan kesiapan sekolah, nantinya kami akan melakukan monitoring kesetiap sekolah, nanti akan kelihatan sekolah mana saja yang sudah siap unstuck kembali melakukan pembelajaran tatap muka. Nanti kami juga akan melakukan zoom meeting bersama sema kepala skeolah di Kubu Raya untuk mensosialisasikan apa saja yang harus dipersiapkan jelang pembelajaran tatap muka,” ucapnya.

Agar pembelajaran tatap muka di Kubu Raya berjalan baik dan optimal, Ayub pun kembali mengimbau semua pihak terutama pihak guru, orang tua dan murid untuk sama-sama terus disiplin menjalankan protokol kesehatan, meningkatkan imunitas tubuh, menjaga pola hidup sehat.

Baca Juga :  Upaya Preventif Cegah Karhutla

“Kami harapkan semua guru, murid dan warga sekolah lainnya bisa sellau disiplin terhadap protokol kesehatan dan selalu menjaga imunitas dan kesehatan diri. Bagi kami dalam pelaksanaan pembelajaran tatap muka ini keselamatan dan kesehatan para guru dan semua murid tetap menjadi prioritas kami. Makanya izin pembelajaran tatap muka ini juga kami berikan secara ketat,” paparnya.

Secara terpisah, Bupati Kubu Raya mendukung kembali diberlakukannya Pembelajaran Tatap Muka bagi daerah di Kubu Raya yang sudah masuk zona kuning dan hijau. “Dari 118 desa di Kubu Raya sudah ada 95 desa yang masuk zona kuning dan hijau selebihnya desa yang masih masuk zona orange dan merah. Bagi yang desa yang masuk zona kuning dan hijau jika memang setiap sekolahnya sudah siap menggelar pembelajaran tatap muka sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan silahkan, namun bagi desa yang masih zona orange dan merah masih belum bisa menggelar PTM,” ucap Muda.

Mengingat pandemi masih belum berakhir, Muda pun mengingatkan ke setiap sekolah yang akan kembali menggelar pembelajaran tatap muka untuk bisa memenuhi semua persyataan yang telah ditentukan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kubu Raya dan Satgas Covid-19 kabupaten dalam upaya penanganan dan mencegah penyebaran Covid-19 di setiap sekolah dan Kubu Raya secara umum.

“Karena saat ini kita masih dihadapkan dengan pandemi Covid-19, saya berharap bagi semua sekolah yang sudah siap melakuan pembelajaran tatap muka bisa terus disiplin menjalankan semua protokol kesehatan dan mengikuti semua aturan dan ketentuan yang telah ditetapkan,” pungkasnya. (ash)

SUNGAI RAYA – Pemerintah Kabupaten Kubu Raya berencana akan segera kembali memberlakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) bagi jenjang pendidikan Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kubu Raya.

“Insya Allah, jika tidak ada halangan rencana kembali diterapkannya Pembelajaran Tatap Muka ini akan kami mulai antara 23, 24 atau 25 Agustus minggu depan. Pastinya nanti akan kami kabari lebih lanjut sesuai dengan hasil rapat dan koordinasi kami bersama tim Satgas Covid-19 di Kubu Raya dan sejumlah pihak terkait lainnya,” kata Kepala DinasPendidikan dan Kebudayaan Kubu Raya, Muhammad Ayub kepada Pontianak Post, Kamis (19/8) di Sungai Raya.

Bagi satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan TK kata Ayub rencana pembelajaran tatap mukanya akan kembali digelar setelah sekitar dua bulan pembelajaran tatap muka di SD dan SMP berjalan dan akan disesuaikan dengan kondisi selanjutnya di lapangan dan disesuaikan kesiapan masing-masing PAUD dan TK di Kubu Raya.

Rencana kembali diterapkannya Pembelajaran Tatap Muka bagi pelajar tingkat SD dan SMP ini seiring menurunnya kasus konfirmasi Covid-19 dan sudah menurunnya kategori zona resiko daerah di Kubu Raya. “Alhamdulillah jika sebelumnya Kubu Raya sempat masuk zona merah namu saat ini sudah menjadi zona orange,” jelas Ayub.

Selain akan kembali menggelar rapat bersama pihak sekolah dan sejumlah pihak terkait lainnya untuk memantapkan persiapan pembelajaran tatap muka, lanjut Ayub pihaknya kini juga terus mendata terhadap sekolah mana saja di kabupaten dengan sembilan kecamatan ini yang sudah sangat siap kembali menggelar pembelajaran tatap muka.

“Nanti kami akan data dulu, desa-desa mana yang masuk zona aman untuk bisa kembali melakukan pembelajaran tatap muka. Misalnya desa tersebut masuk kategori zona hijau dan kuning dan pihak sekolah juga sudah siap, maka pembelajaran tatap muka bisa kembali dilaksanakan dengan sejumlah syarat yang telah ditentukan. Nantinya desa yang masuk zona hijau dan kuning akan lebih dulu memulai pembelajaran tatap muka, sedangan di desa yang masih masuk zona orange dan merah itu kita tunda dulu sampai kondisinya lebih baik,” paparnya.

Baca Juga :  Pendampingan Anak-Anak Terdampak Covid-19

Salah satu syarat pembelajaran tatap muka di Kubu Raya lanjut Ayub seperti aktivitas belajar di sekolah hanya bsa diikuti separuh dari jumlah siswa dalam satu rombongan belajar. “Jadi jika dalam kondisi normal sebelum adanya pandemi dalam satu kelas ada 40 murid, nah dalam Pembelajaran Tatap Muka di masa pandemic ini kami batasi hanya maksimal 20 murid saja dengan maksimal lama belajar selama 2 jam saja. Ini kita lakukan dalam upaya  menerapkan disiplin protokol kesehatan di sekolah,” ungkapnya.

Selain membatasi jumlah murid, kata Ayub dalam pembelajaran tatap muka di masa pandemi, pihaknya juga mengahruskan setiap sekolah menyediakan fasilitas tempat cucui tangan, hand sanitizer, melakukan penyemprotan disinfektan secara berkala dan selalu saling mengingatkan semua warga di sekolah untuk terus disiplin dalam menerapkan disiplin protokol kesehatan.

“Untuk memastikan kesiapan sekolah, nantinya kami akan melakukan monitoring kesetiap sekolah, nanti akan kelihatan sekolah mana saja yang sudah siap unstuck kembali melakukan pembelajaran tatap muka. Nanti kami juga akan melakukan zoom meeting bersama sema kepala skeolah di Kubu Raya untuk mensosialisasikan apa saja yang harus dipersiapkan jelang pembelajaran tatap muka,” ucapnya.

Agar pembelajaran tatap muka di Kubu Raya berjalan baik dan optimal, Ayub pun kembali mengimbau semua pihak terutama pihak guru, orang tua dan murid untuk sama-sama terus disiplin menjalankan protokol kesehatan, meningkatkan imunitas tubuh, menjaga pola hidup sehat.

Baca Juga :  Upaya Preventif Cegah Karhutla

“Kami harapkan semua guru, murid dan warga sekolah lainnya bisa sellau disiplin terhadap protokol kesehatan dan selalu menjaga imunitas dan kesehatan diri. Bagi kami dalam pelaksanaan pembelajaran tatap muka ini keselamatan dan kesehatan para guru dan semua murid tetap menjadi prioritas kami. Makanya izin pembelajaran tatap muka ini juga kami berikan secara ketat,” paparnya.

Secara terpisah, Bupati Kubu Raya mendukung kembali diberlakukannya Pembelajaran Tatap Muka bagi daerah di Kubu Raya yang sudah masuk zona kuning dan hijau. “Dari 118 desa di Kubu Raya sudah ada 95 desa yang masuk zona kuning dan hijau selebihnya desa yang masih masuk zona orange dan merah. Bagi yang desa yang masuk zona kuning dan hijau jika memang setiap sekolahnya sudah siap menggelar pembelajaran tatap muka sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan silahkan, namun bagi desa yang masih zona orange dan merah masih belum bisa menggelar PTM,” ucap Muda.

Mengingat pandemi masih belum berakhir, Muda pun mengingatkan ke setiap sekolah yang akan kembali menggelar pembelajaran tatap muka untuk bisa memenuhi semua persyataan yang telah ditentukan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kubu Raya dan Satgas Covid-19 kabupaten dalam upaya penanganan dan mencegah penyebaran Covid-19 di setiap sekolah dan Kubu Raya secara umum.

“Karena saat ini kita masih dihadapkan dengan pandemi Covid-19, saya berharap bagi semua sekolah yang sudah siap melakuan pembelajaran tatap muka bisa terus disiplin menjalankan semua protokol kesehatan dan mengikuti semua aturan dan ketentuan yang telah ditetapkan,” pungkasnya. (ash)

Most Read

Artikel Terbaru

/