alexametrics
31 C
Pontianak
Saturday, June 25, 2022

Remaja Belia Korban Birahi Paman Sendiri

KUBU RAYA – Seorang perempuan berusia 13 tahun menjadi korban rudapaksa yang dilakukan pamannya, Al (40). Perbuatan itu kerap dilakukan di rumah pelaku di Kecamatan Kuala Mandor B, Kubu Raya.

Ketua KPAID Kubu Raya, Diah Savitri mengaku telah mendampingi korban rudapaksa tersebut. “Korban disetubuhi oleh paman sendiri. Kami sudah lakukan pendampingan dengan proses berita acara pemeriksaan awal,” kata Diah, Senin (21/1).

Pihaknya mengutamakan untuk melakukan proses hukum terhadap pelaku. Sementara korban masih didampingi secara intensif karena kerap terlihat murung.

“Masih belum bisa dipastikan apakah korban mengalami stress atau trauma. Kami akan rekomendasikan untuk pendampingan psikologinya,” katanya.

Pelaku, kata Diah, sudah dilaporkan ke kepolisian Kubu Raya. Dia berharap, proses hukum terus berlanjut sehingga pelaku diberi hukuman maksimal atas perbuatan tersebut. “Mestinya orang-orang terdekat yang melindungi mereka, bukan sebaliknya melakukan tindakan amoral,” katanya.

Kapolres Kubu Raya, AKBP Yani Permana membenarkan laporan tersebut. Dia menjelaskan bahwa perbuatan amoral tersebut dilakukan oleh paman korban sebanyak tiga kali sejak Agustus 2019.

“Kasus terjadi bulan Agustus 2019,” katanya.

Yani menjelaskan kronologi terungkapnya kasus tersebut. Ia menerangkan, perbuatan pelaku pertama kali diketahui oleh adik korban yang pada langsung melaporkannya kepada ibunya. Mendapati informasi yang dilaporkan adik korban, ibu lalu meminta anggota keluarga berkumpul. Pada saat berkumpul itulah, korban menceritakan peristiwa pemerkosaan yang dialaminya.

Baca Juga :  Bekantan Nyaris Punah

“Pada Sabtu, 21 Desember 2019,  ibu korban baru pulang dari gereja dan mendapatkan informasi dari anaknya, adik korban yang mengadu kalau kakaknya telah diperkosa oleh pamannya sebanyak tiga kali. Ibu korban lalu meminta keluarga berkumpul. Korban bercerita dan mengaku sudah diperkosa oleh pamannya sebanyak tiga kali,” imbuhnya.

Mengetahui anaknya menjadi korban pemerkosaan, ibu korban melaporkan kasus tersebut ke kepolisian Polres Kubu Raya. Tak lama setelah dilaporkan, pelaku langsung diamankan oleh personel kepolisian. Korban saat ini sudah dikoordinasikan dengan KPAID Kubu Raya untuk dilakukan pendampingan. Sementara pelaku sudah dilimpahkan kepada Subdit Renakta Ditreskrimum Polda Kalbar.

Sementara itu, di Jalan Khatulistiwa, Kelurahan Batu Layang, Pontianak ditemukan mayat bayi laik-laki tanpa identitas dengan kondisi membusuk dan mengapung di parit. Mayat itu ditemukan warga yang mencari keong pada Minggu (19/1) sekira pukul 12.45.

Kapolsek Pontianak Utara, Kompol Abdullah Syam membenarkan, temuan mayat bayi tanpa identitas yang sudah membusuk tersebut. Ia menjelaskan penemuan mayat bayi tersebut diketahui setelah mendapat laporan dari masyarakat. Mayat bayi ditelantarkan di dalam sebuah tas yang mengapung di parit.

“Ahmad Wahidi yang sedang istirahat jam kerja dan lokasi kerjanya tak jauh dari TKP temuan mayat bayi ini,” papar Syam, Senin (20/1).

Baca Juga :  Bejat, Bapak Setubuhi Anak Tiri

Dia menjelaskan saat bersamaan saksi mencari keong di sekitar parit mengaku mencium bau menyengat. Saksi juga melihat sebuah tas mengapung di parit. Tas tersebut dikerumuni anak-anak ikan.

“Merasa curiga, kemudian yang bersangkutan menyerok tas tersebut dan mencoba melihat isinya,” sambungnya.

Saat dibuka, lanjut Syam, saksi langsung terkejut setelah melihat isi dari tas yang mengapung dan berbau menyengat tersebut adalah mayat bayi yang sudah membusuk. Sontak, hal ini membuatnya langsung berteriak meminta pertolongan, hingga akhirnya masyarakat datang satu persatu untuk melihat apa yang terjadi.

“Baru setelah itu, masyarakat ada yang melapor ke Mako dan beberapa personel juga telah dikerahkan guna terjun ke TKP untuk membawa temuan (mayat bayi),” lanjutnya.

Setibanya di lokasi kejadian, personel langsung mengamankan mayat bayi tersebut dan segera membawanya ke Rumah Sakit Soedarso untuk dilakukan pemeriksaan secara medis dan dilakukan visum luar. Sementara untuk dugaan sementara, kata Syam, bayi teresebut merupakan hasil dari hubungan diluar nikah yang sengaja dibuang oleh orangtuanya.

“Sudah kita tindaklanjut dengan di bawa ke RS Soedarso, sementara untuk penyebab kemungkinan bayi ini sengaja dibuang karena hasil dari hubungan luar nikah. Langkah kedepan, kita sudah koordinasi dan menyerahkan mayat bayi tersebut kepada pihak Dinas Sosial Kota Pontianak untuk kemudian ditindaklanjuti,” pungkasnya. (sig)

KUBU RAYA – Seorang perempuan berusia 13 tahun menjadi korban rudapaksa yang dilakukan pamannya, Al (40). Perbuatan itu kerap dilakukan di rumah pelaku di Kecamatan Kuala Mandor B, Kubu Raya.

Ketua KPAID Kubu Raya, Diah Savitri mengaku telah mendampingi korban rudapaksa tersebut. “Korban disetubuhi oleh paman sendiri. Kami sudah lakukan pendampingan dengan proses berita acara pemeriksaan awal,” kata Diah, Senin (21/1).

Pihaknya mengutamakan untuk melakukan proses hukum terhadap pelaku. Sementara korban masih didampingi secara intensif karena kerap terlihat murung.

“Masih belum bisa dipastikan apakah korban mengalami stress atau trauma. Kami akan rekomendasikan untuk pendampingan psikologinya,” katanya.

Pelaku, kata Diah, sudah dilaporkan ke kepolisian Kubu Raya. Dia berharap, proses hukum terus berlanjut sehingga pelaku diberi hukuman maksimal atas perbuatan tersebut. “Mestinya orang-orang terdekat yang melindungi mereka, bukan sebaliknya melakukan tindakan amoral,” katanya.

Kapolres Kubu Raya, AKBP Yani Permana membenarkan laporan tersebut. Dia menjelaskan bahwa perbuatan amoral tersebut dilakukan oleh paman korban sebanyak tiga kali sejak Agustus 2019.

“Kasus terjadi bulan Agustus 2019,” katanya.

Yani menjelaskan kronologi terungkapnya kasus tersebut. Ia menerangkan, perbuatan pelaku pertama kali diketahui oleh adik korban yang pada langsung melaporkannya kepada ibunya. Mendapati informasi yang dilaporkan adik korban, ibu lalu meminta anggota keluarga berkumpul. Pada saat berkumpul itulah, korban menceritakan peristiwa pemerkosaan yang dialaminya.

Baca Juga :  Pembina Yayasan Pelita Kids: Kasus Rudapaksa Ini Fitnah

“Pada Sabtu, 21 Desember 2019,  ibu korban baru pulang dari gereja dan mendapatkan informasi dari anaknya, adik korban yang mengadu kalau kakaknya telah diperkosa oleh pamannya sebanyak tiga kali. Ibu korban lalu meminta keluarga berkumpul. Korban bercerita dan mengaku sudah diperkosa oleh pamannya sebanyak tiga kali,” imbuhnya.

Mengetahui anaknya menjadi korban pemerkosaan, ibu korban melaporkan kasus tersebut ke kepolisian Polres Kubu Raya. Tak lama setelah dilaporkan, pelaku langsung diamankan oleh personel kepolisian. Korban saat ini sudah dikoordinasikan dengan KPAID Kubu Raya untuk dilakukan pendampingan. Sementara pelaku sudah dilimpahkan kepada Subdit Renakta Ditreskrimum Polda Kalbar.

Sementara itu, di Jalan Khatulistiwa, Kelurahan Batu Layang, Pontianak ditemukan mayat bayi laik-laki tanpa identitas dengan kondisi membusuk dan mengapung di parit. Mayat itu ditemukan warga yang mencari keong pada Minggu (19/1) sekira pukul 12.45.

Kapolsek Pontianak Utara, Kompol Abdullah Syam membenarkan, temuan mayat bayi tanpa identitas yang sudah membusuk tersebut. Ia menjelaskan penemuan mayat bayi tersebut diketahui setelah mendapat laporan dari masyarakat. Mayat bayi ditelantarkan di dalam sebuah tas yang mengapung di parit.

“Ahmad Wahidi yang sedang istirahat jam kerja dan lokasi kerjanya tak jauh dari TKP temuan mayat bayi ini,” papar Syam, Senin (20/1).

Baca Juga :  Lagi, Gadis Bawah Umur Dicabuli

Dia menjelaskan saat bersamaan saksi mencari keong di sekitar parit mengaku mencium bau menyengat. Saksi juga melihat sebuah tas mengapung di parit. Tas tersebut dikerumuni anak-anak ikan.

“Merasa curiga, kemudian yang bersangkutan menyerok tas tersebut dan mencoba melihat isinya,” sambungnya.

Saat dibuka, lanjut Syam, saksi langsung terkejut setelah melihat isi dari tas yang mengapung dan berbau menyengat tersebut adalah mayat bayi yang sudah membusuk. Sontak, hal ini membuatnya langsung berteriak meminta pertolongan, hingga akhirnya masyarakat datang satu persatu untuk melihat apa yang terjadi.

“Baru setelah itu, masyarakat ada yang melapor ke Mako dan beberapa personel juga telah dikerahkan guna terjun ke TKP untuk membawa temuan (mayat bayi),” lanjutnya.

Setibanya di lokasi kejadian, personel langsung mengamankan mayat bayi tersebut dan segera membawanya ke Rumah Sakit Soedarso untuk dilakukan pemeriksaan secara medis dan dilakukan visum luar. Sementara untuk dugaan sementara, kata Syam, bayi teresebut merupakan hasil dari hubungan diluar nikah yang sengaja dibuang oleh orangtuanya.

“Sudah kita tindaklanjut dengan di bawa ke RS Soedarso, sementara untuk penyebab kemungkinan bayi ini sengaja dibuang karena hasil dari hubungan luar nikah. Langkah kedepan, kita sudah koordinasi dan menyerahkan mayat bayi tersebut kepada pihak Dinas Sosial Kota Pontianak untuk kemudian ditindaklanjuti,” pungkasnya. (sig)

Most Read

Artikel Terbaru

/